Takdir Dari Tuhan

Takdir Dari Tuhan
Ternak Ayam


__ADS_3

Mesin mobil sudah dinyalakan, siap-siap akan berangkat. Tiba-tiba papi Adit datang dan mengetuk jendela mobil.


"Ada apa pi ?" tanya Davin setelah membuka kaca mobilnya.


"Kalian mau kemana ?" tanya papi menelisik.


"Menantu papi yang paling cantik ini pengen jalan-jalan katanya pi" tutur Davin melirik istrinya.


Dhini yang di puji di depan mertua langsung malu. Pipinya merona merah, tangannya dengan sigap langsung mencubit pinggang Davin.


Davin meringis mengadu pada istrinya "aww, sakit sayang. Kan abang bener, kamu kan mantu papi yang paling cantik, iya kan Pi ?" ujar Davin mencari pembelaan.


"Tentu saja dong, kan mantu papi cuma satu. Gak akan ada yang kedua, apalagi ketiga" jawab papi dengan kata-kata yang menohok.


Davin langsung tersedak mendengar penuturan papinya yang jelas tak ingin dia berpoligami. Sedangkan Dhini tampak bingung mendengar ucapan mertuanya, namun tak mau ambil pusing dengan itu semua.


🌴


🌴


🌴


🌴


"Yank, kita ngapain kesini sih ?" tanya Davin yang bingung dengan permintaan istrinya yang mengajaknya ke sebuah peternakan ayam.


Dhini terus berjalan memasuki area peternakan, hingga sampai di sebuah pondok yang berada sedikit jauh dari kandang-kandang ayam.

__ADS_1


Disana ada seorang wanita paruh baya duduk bersama seorang anak kecil yang sedang bermain boneka.


Davin masih setia berjalan dibelakang istrinya, sambil celingukan ke kiri dan kanan. Masih tak mengerti dengan maksud dan tujuan Dhini mengajaknya ke tempat ini.


"Assalamualaikum, dengan Bu Amel ya ? Saya Dhini menantunya mami Evelyn" tuturnya menyodorkan tangan.


Bu Amel langsung menyambutnya dan mempersilahkan mereka duduk. Saling bertukar sapa, mencoba untuk tidak menciptakan jarak.


Dan masuklah ke inti dari tujuan mereka datang ke tempat itu. Dhini langsung bertanya sebab akan di jualnya ternak ayam tersebut.


Ternyata setelah mengetahuinya, Dhini malah tak tega untuk membelinya. Niatnya berubah seketika itu juga, sedangkan sang suami masih belum mengerti. Davin hanya menjadi pendengar setia diantara mereka.


"Baiklah Bu Amel, kalau begitu kita pamit pulang dulu ya. Saya akan bicarakan hal ini dulu kepada mami, setelah itu, secepatnya akan saya hubungi ibu kembali" tuturnya meyakinkan sang pemilik peternakan tersebut.


"Iya mbak Dhini, saya tunggu secepatnya ya. Tolong sampaikan salam saya buat ibu Evelyn, saya sangat berharap sekali" jawabnya penuh harap.


Davin hanya mencibir dan bergegas menyusul istrinya. Bu Amel mengantarkan mereka hingga ke depan mobilnya. Setelah berpamitan, mereka pun langsung meninggalkan tempat itu.


"Kamu sama mami punya rencana apa sih yank ? Kok Abang gak dikasih tau ? tanya Davin yang penasaran.


"Ibu itu tadi temennya mami, jadi dia berniat mau menjual ternak ayam nya. Suaminya pergi meninggalkan mereka setelah menggadaikan seluruh aset-aset berharga serta uang hasil peternakan" tutur Dhini mulai menjelaskan.


Davin sambil menyetir mendengarkan istrinya hanya manggut-manggut saja. Pandangannya fokus pada arah yang mereka lalui.


"Kenapa belok kesini bang, inikan arah jalan pulang" ujar Dhini seketika mobil mereka berbelok ke arah yang dia kenali.


"Kan tadi kamu yang ngajak abang pulang yank" tuturnya membela diri.

__ADS_1


"Kita kan belum jalan-jalan yank, aku kan minta jalan-jalan sama kamu" rengeknya manja.


"Iya sayang iya, kita jalan-jalan dulu deh. Iiih gemes abang kalau lihat kamu gini, bawaannya pengen peluk tau" ujar Davin mengusap kepala istrinya.


Mobil pun melaju memutar arah, sesuai permintaan sang Princess yang ingin jalan-jalan. Tentu saja harus dituruti, jika tak ingin menambah kisruh setelah mereka berdamai beberapa waktu yang lalu.


"Terus gimana kelanjutan cerita ternak ayam tadi yank" tanya Davin kembali.


"Ooh iya belum selesai ya ceritanya" Dhini kembali antusias.


"Jadi, selama tiga bulan terakhir, beliau mengurus sendiri ternak ayamnya karena tak sanggup lagi menggaji para pekerja. Sedangkan penagih hutang terus datang untuk menagih"


"Akhirnya dengan berat hati dia ingin menjual ternak ayam tersebut, untuk bisa melunasi semua hutang piutang suami durhaka itu" jelas Dhini panjang kali lebar.


"Kok bilang suami durhakanya liat ke Abang ?" tanya Davin merasa tersindir.


"Masa sih ? Emang Abang merasa seperti itu ya ?" jawabnya kembali bertanya.


"Ya enggak dong yank, Abang kan suami idaman para wanita" tuturnya membanggakan diri.


"Para wanita ya..." ucap Dhini kembali menyinggung.


"Aduh buyuuuung salah ngomong lagi ini kayaknya" ucap Davin dalam hatinya.


Bersambung...


👀 masih ada yang menanti kehadiran cerita ini kah 🙄🙄

__ADS_1


Maaf banget ya baru bisa up setelah berabad 🤭🤭


__ADS_2