Takdir Dari Tuhan

Takdir Dari Tuhan
Pusing


__ADS_3

Davin yang saat itu merasa pusing hanya masuk dan berlalu meninggalkan mang Kok tanpa berucap sepatah katapun. Dia langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya.


Pintu kamar ternyata terkunci, Davin mencoba memanggil Dhini dan mengetuk-ngetuk pintu. Dhini yang saat itu baru terlelap pun langsung bangun dan segera membuka pintu kamarnya. Betapa terkejutnya dia melihat suaminya saat ini begitu kacau.


Rambut yang acak-acakan, baju kemeja yang sudah tak terkancing lagi di bagian atasnya, sedangkan jas dan tasnya dipegang oleh Davin.


"Bang, kamu kenapa gini ? Apa yang terjadi sama kamu ?" tanya Dhini memandangi Davin dari atas hingga kebawah.


"Abang pusing, kamu diam aja deh, minggir dulu Abang mau masuk. Suami pulang itu harusnya disambut dong" ucap Davin menggeser istrinya yang berdiri di depan pintu kamarnya.


DEG


Rasanya saat ini Dhini seperti sedang tersambar petir di terik matahari. Baru kali ini dia mendengar suaminya berkata kasar begitu dan dengan keadaan yang kacau.


Davin pun masuk dan langsung menuju ke ranjang, menjatuhkan tubuhnya disana dan terlelap. Dalam keadaan telungkup Davin tertidur, terdengar suara hembusan nafasnya. Sesekali juga terdengar suara dirinya meracau. Entah apa yang diucapkan olehnya, Dhini hanya terdiam memandangi suaminya disisi ranjang mereka.


Setelah dirasa cukup nyenyak, Dhini mencoba membalikkan tubuh Davin. Di bukanya kancing kemeja suaminya satu persatu, lalu dilepaskannya dari tubuh Davin. Setelah itu dilepaskannya sepatu Davin yang masih dipakainya. Sedih rasanya melihat Davin saat ini, ingin sekali dia bertanya, apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya.

__ADS_1


Akhir-akhir ini memang Dhini mulai merasa ada yang mencurigakan dari suaminya. Mulai dari kepergian Davin yang terlalu pagi, dan pulang sering telat. Namun dia tak ingin berburuk sangka kepada suaminya.


"Bang, aku hanya ingin kamu jujur. Apa yang kamu lakukan dibelakang aku, dan apa yang sedang kamu sembunyikan dariku" keluh Dhini sembari mengelus wajah Davin.


Dhini menyelimuti tubuh suaminya dan segera ikut berbaring disebelahnya. Melanjutkan tidurnya yang sempat terjeda karena kepulangan Davin.


...----------------...


Mentari pagi mulai menampakkan dirinya dari celah-celah jendela kamar. Gorden yang telah dibuka oleh Dhini, membuat cahaya mentari leluasa masuk ke dalam kamarnya, walau terhalang dedaunan pohon mangga yang cukup rimbun.


Saat ini Dhini tengah berada di dapurnya, mencoba membuat sarapan untuk suaminya. Dhini sibuk berkutat dengan olahannya, sementara Davin yang mulai tersadar dari tidurnya mencoba mengingat apa yang terjadi padanya malam tadi.


Dhini datang dengan nampan di tangannya, sup ayam yang baru saja selesai dimasak olehnya beserta segelas jus jeruk hangat telah dibuatkannya untuk suaminya. Diletakkannya nampan tersebut di atas nakas dan duduk di tepi ranjang.


"Bang, ini makan dulu. Aku udah masakin sup ayam buat kamu, biar enakan kepalanya. Apa masih pusing ?" tanya Dhini sambil menyendokkan sup yang sudah di pegangnya dan menyodorkan ke mulut Davin.


Davin mengangguk dan membuka mulutnya, menerima suapan itu. "Hmm enak yank, kamu pasti bikinnya dengan bumbu kasih sayang ditambah penyedap rasa cinta, jadi rasanya tuh sampe membuat abang jadi melayang" gombal Davin sambil terus mengunyah makanan yang disuapkan oleh istrinya.

__ADS_1


"Ya iyalah melayang, orang abang mabuk. Aku sih taunya kalo orang mabuk itu kek melayang-layang gitu, aku suka liat di drakor" jawab Dhini ketus sambil terus menyendokkan sup pada Davin.


Davin terdiam, mengambil mangkuk sup dari tangan Dhini dan meletakkannya di atas nakas. Dia lalu memeluk tubuh istrinya, setelah mengingat kejadian malam itu membuatnya merasa begitu bersalah. Dia ingat saat akan masuk kamar, ucapannya pasti membuat Dhini sedih.


"Yank, maafin abang ya. Abang ga ada niat mabuk-mabukan, abang cuma temenin temen abang, tapi abang ga tau kalo soft drink yang abang pesen ternyata dicampur sama mereka" jelas Davin.


"Ya udah bang, habisin dulu ini supnya biar ga pusing lagi kepalanya. Terus ini jusnya diminum, ntar keburu dingin" jawab Dhini.


"Abang bisa lanjutin sendiri kan, aku mau ke bawah dulu" lanjutnya lagi.


"Iya yank, kamu mau ngapain ke bawah ?" tanya Davin.


"mau cari udara segar, disini nyeseg" jawabnya berlalu pergi meninggalkan Davin.


Bersambung...


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H

__ADS_1


Minal Aidin walfaizin mohon maaf lahir dan batin yaaa semuanya 🙏🙏 maafkan jika ada kata-kata yang salah dari ade, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja 🙏🙏. Maaf baru bisa up ya


__ADS_2