Takdir Dari Tuhan

Takdir Dari Tuhan
Wanita Selalu Benar


__ADS_3

"Mami pinjem istri kamu bentar ya" tutur mami Evelyn menggandeng menantunya turun ke lantai bawah.


Mereka menuju dapur, takut kalau papi mendengar perbincangan mereka. Karena papi Adit memang tak tahu masalah ternak ayam tersebut.


Setelah keduanya duduk, bi Las langsung menyuguhkan secangkir coklat panas kesukaan Dhini, dan secangkir teh hangat untuk majikannya.


"Gimana menurut kamu sayang, setelah melihat langsung usahanya Amel ?" tanya mami Evelyn antusias.


"Aku sih suka sama tempatnya mi. Kalau menurut aku sayang banget gitu kalau emang harus dijual mi, kasian juga akunya sama ibu itu" jelas Dhini yang merasa iba dengan Bu Amel.


Setelah Dhini menjelaskan kepada mertuanya, masalah yang dialami oleh temannya tersebut. Mami Evelyn juga tak kalah iba mendengarnya.


"Lantas, apa rencana kamu selanjutnya sayang ?" tanya mertuanya lagi.


"Aku sebenarnya gak tega mau beli itu mi, karena itu juga kan usahanya beliau untuk menghidupi dirinya dan juga anaknya " terang Dhini.


"Hmmm iya juga sih ya, kasian juga sih kalau harus di jual sama dia, trus dia mau usaha apalagi ya " mami Evelyn semakin ragu.


Davin yang sedari tadi mengintip dari balik pintu, perbincangan antara istri dan sang ibu itu turut duduk dan mengambil minuman istrinya.


Dengan santainya dia menyeruput coklat panas tersebut. Sedang yang punya hanya bisa mencibir melihat minumannya sudah habis tak tersisa. Bahkan tetes terakhir pun sudah dinikmati olehnya.


"Hmmm lezat... " ucapnya bangga sambil meletakkan kembali cangkir pada tempatnya.


"Iiiiih kamu kebiasaan ya bang, punya orang main seruput aja " kesal Dhini.

__ADS_1


Mami Evelyn hanya bisa geleng-geleng melihat anaknya yang selalu suka mengganggu istrinya.


"Maaf sayang, habisnya kamu sama mami enak banget gitu minum berdua. Aku sama papi gak dibikinin minum " ujar Davin.


"Kita lagi ngomongin hal serius ini, kamu sana gih temenin papi nonton TV" perintah mami.


"Nggak deh mi, aku bosan liat tv. Papi ketularan mami suka nonton sinetron. Aku kan gak suka nonton sinetron mi " elaknya.


"Mending kita bantu Ibu Amel itu, kita bantu modal buat dia, biar bisa melanjutkan usahanya, gimana ?" usul Davin.


Dhini langsung menoleh pada suaminya, tak menyangka Davin akan berkata seperti itu. Sebab dalam benaknya pun ingin begitu, hanya saja dia belum mengungkapkannya.


"Kamu kenapa liat abang gitu amat sayang. Apakah kamu masih terkesima dengan ketampanan abang ?" tanya Davin dengan pd nya.


"Siapa bilang mami gak setuju, mami malah senang kalau kalian punya niat baik mau membantu orang" ucap mami Evelyn yang bangga terhadap anak dan menantunya itu.


"Ternyata selain kita sehati, kita juga sepemikiran ya yank" ucap Davin tersenyum pada istrinya.


"Gak juga sih bang, aku fikirannya lurus, kalau kamu kan belok bang" sindir Dhini.


"Cewek emang gini ya, inget aja sama yang udah-udah. Ga ada habisnya ini kalau begini, benar kata orang bijak, wanita selalu benar" hati Davin turut berkicau.


"Enggak dong sayang, hati abang cuma untuk kamu selamanya" jawabnya sambil mengelus punggung tangan istrinya dengan jempolnya.


Ehemmmm

__ADS_1


Mami Evelyn yang menyaksikan drama romantis antara anak dan menantunya itu hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng saja.


"Mendingan mami nonton sinetron deh, daripada lihat kalian live streaming disini" ucap mami beranjak meninggalkan keduanya.


Davin meraih tubuh istrinya, memeluknya dan mengecup kepalanya dengan penuh cinta.


"Pindah ke kamar woi, jangan disini kalau mau mesra-mesraan" ejek mami yang kembali ke dapur.


"Yeee mami ngintip" tutur Dhini yang kikuk.


"Enak aja, mami mau ambil biskuit. Si papi lagi seru nonton katanya mau sambil nyemil" mami yang langsung pergi membawa setoples biskuit.


"Yank bener kata mami, kita lanjut ke kamar yuk" pinta Davin.


"Lanjut apaan, aku lagi PMS" jawab Dhini berlari meninggalkan Davin yang masih duduk.


"PMS ? Perasaan belum tanggalnya deh, mending aku cek dulu deh" ucapnya menyusul Dhini naik ke atas.


Bersambung...


...Jangan lupa like dan komen ya guys...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2