
"Mbak Sari..., si Princess belum pulang dari RS ya ? ucap barbie sambil menyeruput ice coffe pesanannya.
"Katanya semalam udah pulang ke rumahnya mbak Win, tapi belum bisa ke kaffe, katanya sih masih istirahat" jawab Sari yang sedang membersihkan meja bekas pengunjung di sebelah meja Windy.
"Si Princess kenapa nggak mau kita jenguk sih ?" tanya Amir yang sambil asik bermain game online dari ponselnya.
Tak berapa lama Dhini masuk ke dalam kaffe "guys ya Allah... Barbie... Batman... kangen banget deh sama kaliaaan... " ucapnya menarik kedua sahabatnya itu kedalam pelukannya.
"Ih, kan tuh jadi mati ni kan..." kesal Amir yang lagi asik nge game tiba-tiba merasa terganggu.
"Ya'elah Mir... biarin deh mati, dari tadi main game mulu kamu tuh. Mending juga game nya yang mati, bukan kamu" jawab Windy ketus melihat Amir yang terlalu candu game online.
"Kamu udah sehat Dhin, gimana... gimana... kejadinya bisa sampe kayak begini sih ? cerita deh" Windy yang seorang master kepo langsung mengorek informasi.
Dhini langsung menyambar ice coffe milik Windy dan langsung menyeruput nya "aaaah... haus banget aku tau, kalian berisik ah. Aku udah sehat nih, insya Allah besok mau mulai ngampus lagi. Rindu banget tau sama kalian berdua."
__ADS_1
"Kita mau jengukin kamu ke rumah sakit, tapi katanya mbak Murni kamunya gak boleh di jenguk." lanjut Amir masih tetap pada game online nya.
"Iya, mau fokus istirahat biar cepet sembuhnya. Buktinya nih udah sembuh kaaan" jawab Dhini sembari menaik turunkan alisnya mencoba meyakinkan sahabatnya.
🕸️
🕸️
🕸️
Lama mereka melepas rindu, mengobrol bareng, nge game bareng, sampai mengerjakan tugas kuliah bareng. Karena banyak pelajaran yang terlewatkan Dhini, hingga membuat Windy harus bekerja keras menjelaskan padanya dengan keterbatasan daya fikirnya.
"Keknya iya deh, ntar aku telepon mama dulu deh. Mau pulang udah males juga, capek banget ya rasanya, pengen rebahan" jawabnya.
Davin sudah kembali ke Jakarta dengan pesawat pagi, karena dia tidak mau naik pesawat pribadi milik papi Adit. Menurutnya terlalu berlebihan hanya untuk perjalanan biasa saja.
__ADS_1
Rasa lelah yang membuat Dhini ingin segera merebahkan tubuhnya, segera dia naik ke lantai atas setelah berpisah dengan Barbie dan Batman sahabatnya itu. Dia juga pamit kepada Sari dan Murni karena tidak bisa turut serta membantu melayani pengunjung. Apalagi selama Dhini berada di rumah sakit, Sari dan Murni malah harus menginap di kaffe untuk sekedar membantu membersihkan ruko dua lantai tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tante Ratih rencananya akan kembali ke kampung halamannya, untuk mengurus kebun kacang milik saudara sepupunya. Sedangkan mama Miranda juga harus kembali ke Jakarta menyusul papa Andi.
"Dhin, mama sama papa udah sepakat mau ngasih rumah ini buat kak Nia, kakak iparnya mama yang kemaren anaknya donorin darahnya buat kamu. Mama gak tau harus gimana balas kebaikan mereka sayang. Kalau aja gak ada Doni malam itu, gimana dengan kamu." Ucap mama Miranda saat mereka sedang duduk bersama di ruang keluarga.
Dhini yang sedang fokus berbalas chat dengan Davin pun langsung berhenti dan meletakkan ponselnya. "Emangnya gak ada cara lain apa ma, rumah ini tuh bersejarah bagi kita. Ini rumah yang dibeli papa dengan jerih payahnya sendiri ma" jawanya .
"Kak Nia baru aja kena musibah sayang. Sepeninggal suaminya, dia lama menjanda mengurus dua putranya. Belakangan ini saat dia sudah mulai sukses dengan usahanya, suami barunya malah kabur dengan membawa semua harta berharga mereka dengan perempuan lain. Dan yang tertinggal hanya mobil yang mereka bawa untuk menolong kamu waktu itu sayang" jelas mama Miranda tersedu mengingat saat Ibu Nia menceritakan kisah hidupnya.
Bertahun-tahun lamanya mereka tidak bertemu, mungkin memang ini jalan takdir dari Tuhan untuk bertemu kembali. Dibalik setiap musibah selalu ada hikmah yang bisa di petik.
Bersambung...
__ADS_1
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏🙏...