Takdir Dari Tuhan

Takdir Dari Tuhan
Rambutan


__ADS_3

Banyak yang bilang kalau permintaan ibu hamil itu harus dituruti, kalau tidak bisa membuat si baby ngences nantinya.


Namun mitos tersebut belum terpecahkan sampai saat ini. Sebab belum ada penelitian yang berhasil meneliti air liur baby yang keluar akibat sang ibu kepingin rambutan sewaktu ngidam dan tidak terpenuhi.


Hmmm 🙄🙄 apakah rambutan bersalah kalo baby ngences ?🤔🤔 Haruskah kita laporkan ke pihak berwajib ?? Kok othor jadi kasian ya sama rambutan 😌😌. Rambutan... sungguh malang nasibmu 😌😌


🍌🍌


#FLASHBACK ON


Berjalan di pagi hari dengan udara sejuk perkebunan memang sangat menyegarkan. Apalagi Jakarta yang notabene nya ibukota negara Indonesia, menjadi pusat dari segala aktivitas disana. Pagi-pagi sekali pun sudah banyak kendaraan berlalu lalang.


Lelah berjalan, mereka duduk di sebuah bangku panjang di bawah rindangnya pohon rambutan.


"Sayang sekali pohon sebesar ini gak ada buahnya ya" celetuk Dhini memandang ke seluruh ranting.


"Udah habis musim rambutan sayang, sekarang kan lagi musimnya buah jeruk" jawab Davin, berharap istrinya tidak menginginkan hal yang tak ada saat ini.


Namun tak dapat dielakkan lagi, sang ibu hamil semakin tergiur dengan manisnya buah rambutan yang saat ini ada di bayang-bayang nya.


"Tapi aku kan pengennya rambutan bang, kamu mau liat anak kamu ngences ntar kalo udah lahir ?" pertanyaan ibu hamil yang sulit dijawab.


Tentu saja pertanyaan itu sulit bagi seorang calon ayah. Bayangkan saja jika dia mengatakan itu hanya mitos, sang istri pasti semakin marah. Berhadapan dengan ibu hamil memang harus ekstra sabar dan berlapang dada. Itulah saat ini yang difikirkan oleh Davin, lebih berat dari tugasnya menjadi seorang pengusaha.


Davin mengelus dada, mencoba menyabarkan dirinya sendiri. Menguatkan dirinya dengan situasi rumit saat ini, dan menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan.

__ADS_1


"Kenapa ? Kamu keberatan dengan permintaan aku ?" tanya Dhini dengan sorot mata tajam.


"Ohh tidak mungkin sayang. Apapun pasti abang lakukan demi istri dan anak abang tercinta. Tapi...."


"Sayang... Lihat papa kamu, sepertinya dia tak bisa membahagiakan kamu saat ini sayang. Bagaimana kalau kita cari yang lain saja" ucap Dhini mengelus perut buncitnya.


Mencoba berbicara dengan sang bayi yang masih di dalam perutnya, dan sang bayi pun tak kalah aktif. Dia merespon ucapan sang ibu dengan sebuah gerakan yang dirasakan oleh Dhini dan membuatnya terkejut.


"Eh apa-apaan ini, maksudnya apa cari yang lain ?" tanya Davin tak terima.


"Ya cari tempat lain lah, kalo disini gak ada kan masih ada di tempat lain. Kamu mikirnya apa ? Emang kamu fikir aku mau cari suami baru gitu ? Ya Allah sadis amat kamu bang mikir aku kekgitu " tutur Dhini membuat Davin menjadi semakin bersalah.


"Ya Allah, salah lagi kan. Astaghfirullah, sabar Davin, sabar, kamu harus bersabar demi cintamu" ucapnya dalam hati.


"Enggak dong sayang, bukan begitu maksud abang. Ya udah ayo kita cari tempat lain ya yank. Kita pulang dulu, coba tanya sama mama dan papa siapa tau mereka punya teman yang punya pohon rambutan juga" bujuk Davin pada istrinya sambil mengelus perut buncitnya.


🍌


🍌


🍌


Bagi seorang ibu hamil, mendapatkan apa yang diinginkannya adalah hal terindah saat ini. Tidak untuk yang merasa terbebani saat ini, hanya bisa pasrah dan berusaha menjadi yang terbaik.


"Kanan dikit bang, awas jangan terlalu ke pinggir lho" ucap Dhini memerintah Davin yang saat ini tengah berada di atas.

__ADS_1


"Iya sayang, kamu duduk aja dulu disana. Abang ga bisa konsentrasi nih kalau kamu berisik"


Akhirnya dengan susah payah, Davin mendapatkan buah rambutan yang hanya tersisa 6 biji saja.


Sang Princess merasa puas, dengan permintaannya yang memaksa suaminya harus berkorban untuk memanjat pohon rambutan tersebut.


"Rasanya lebih enak yang kamu ambil sendiri bang ketimbang yang dikasih si bapak tadi" celetuk Dhini sembari mengulum buah rambutan.


"Sama-sama rambutan sayang, pohonnya juga sama ini, dimana bedanya coba"


"Ya beda lah bang, ini tuh terasa lebih puas rasanya" jawabnya tersenyum.


"Really ?"


"ofcourse " jawabnya enteng.


"Kalau begitu, abang juga mau dipuasin" ucap Davin dengan seringai licik sambil menaik turunkan alisnya.


Glek !!


Bersambung...


...Jangan lupa like dan komen ya guys...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


...🍌...


__ADS_2