Takdir Dari Tuhan

Takdir Dari Tuhan
Alvin


__ADS_3

"Maaf ya, saya bantu beresin lagi ya" ucap lelaki itu.


Dhini pun segera memasukkan kembali belanjaannya ke dalam plastik kreseknya, di bantu oleh lelaki itu. Setelah selesai, Dhini hanya diam dan berlalu pergi dengan membawa barang belanjaannya. Lelaki itu terus saja mengikutinya, dia mengambil belanjaan milik Dhini dan membawanya.


Dhini menolak bantuannya, namun pria itu tetap bersikukuh ingin membantu. "Maaf, aku hanya ingin membantu kamu" ucapnya.


"Terimakasih, tapi aku bisa sendiri kok. Aku gak mau ngerepotin orang lain" jawab Dhini.


"Gak ngerepotin kok, malah aku jadi gak enak sama kamu tadi udah nabrak kamu" ucap lelaki itu lagi.


"Ya udah gak apa-apa, lupain aja. Kamu juga gak sengaja kan, lain kali kamu hati-hati, jangan lari-larian di tempat ramai" jawab Dhini.


Dhini duduk di sudut ruangan dengan dinding kaca yang menampakkan deretan mobil yang terparkir diluar sana. Sembari menunggu pesanan datang, mereka mengobrol bersama.


"Gak apa-apa nih kalo aku duduk di sini, ntar pacarnya kamu marah lagi kalo lihat kamu duduk bareng laki-laki lain" ucap pemuda itu.


"Enggak kok, aku gak punya pacar" jawabnya.


"Eh kenalan dulu dong, nama aku Alvin. Kamu siapa ?" tanya Alvin menjulurkan tangannya.


"Aku Dhini" jawabnya hanya menyatukan kedua tangannya di dada. "Maaf bukan muhrim" imbuhnya lagi.

__ADS_1


Alvin lantas menarik kembali tangannya " oh iya maaf" tampak canggung diantara keduanya.


Sambil menunggu Davin suaminya, Dhini menyantap es krim vanila dengan saus strawberry pesanannya. Sedang Alvin hanya menikmati orange jus.


"Kamu gak ada kerjaan apa, ngapain masih disini ?" tanya Dhini membuka obrolan. Sejak tadi mereka hanya diam, Alvin hanya duduk sambil melihat-lihat ponselnya.


"Enggak kok, aku lagi nunggu temen. Katanya mau ketemu disini, tapi ternyata belum sampe. Aku kirain tadi dia udah nunggu, makanya aku lari-larian disana. Maaf ya sekali lagi udah nabrak kamu tadi" jelas Alvin.


"Ooh, okey nyantai aja, aku orangnya ga pendendam kok" jawab Dhini.


Lama mereka mengobrol, akhirnya ponsel Dhini berdering. Ternyata dari Davin suaminya, Dhini langsung beranjak dari posisinya dan mengambil semua barang belanjaannya. "Aku duluan ya, udah di jemput soalnya" ucap Dhini.


"Eh maaf ya Dhin, aku gak bisa bantu kamu. Soalnya temen aku udah dateng nih, dia tersesat di belakang sana. Aku mau nyusulin dia dulu, takut nambah tersesat, soalnya dia bukan asli orang sini sih" jelas Alvin.


"Ya udah gak apa-apa, aku bisa sendiri kok" ucap Dhini. Saat akan pergi Alvin memberikan kartu namanya pada Dhini, siapa tahu kalau perlu bantuan katanya.



"Kenapa keluar sendiri yank, aku kan bisa kedalam jemput kamu. Ini belanjaannya banyak banget, kamu beli apa aja, kok gak nunggu abang aja mau belanja ?" rentetan pertanyaan pun mulai di ajukan Davin.


"Tadinya aku mau ajak bi Las, tapi bi Las nya lagi sakit. Ya udah deh aku belanja sendiri aja, sekalian beli makanan buat bi Las sama mang Kok, kasihan mereka udah tua gak ada yg urusin" jawab Dhini.

__ADS_1


Davin memeluk tubuh Dhini dan mencium pucuk kepalanya. Rasanya dia tak tega melihat istrinya repot sendirian, dan masih memikirkan orang lain lagi. Bahkan bi Las orang yang baru dikenalnya sejak dia menikah saja, dia sangat peduli padanya.


"Aku harus bisa menjauhi Karina mulai sekarang, sebelum Karina berharap lebih jauh lagi" ucap Davin dalam hati.


"Bang, ini mau sampai kapan kamu peluk-peluk gini. Inget lho ini di tempat umum, ga enak dilihat banyak orang bang" ucapan Dhini membuyarkan lamunan Davin.


"Oh iya, maaf yank. Habisnya kamu ngangenin banget sih, baru bentar ga lihat kamu aja rasanya nafasku udah nyesek" Gombalan khas bang Davin mulai meluncur.


Davin segera membukakan pintu mobilnya untuk Dhini, dan memasukkan belanjaan ke bangku belakang. Setelah itu dia lalau masuk dan menyalakan mobilnya "Udah siap yank, gak ada yang mau di beli lagi kan ?"


"Udah yuk pulang aja, aku udah pengen cepat-cepat sampe rumah nih" jawab Dhini.


"Kamu lagi pengen ya yank, waah kebetulan banget nih. Abang siap kalo gitu, lets go !" ucap Davin melajukan mobilnya.


"Fikiran kamu kesitu mulu ya bang"


"Iya donk yank, namanya sama istri sendiri, halal yank, wajib malah, hehehe" jawabnya lagi sambil tertawa.


Bersambung...


Terimakasih banyak atas dukungan dari semuanya 🙏🙏 love you all 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2