
Sepeninggal Ale, ibu Amel merasa lebih nyaman tanpa ada gangguan seperti sebelumnya. Usaha peternakan kembali lancar seperti sedia kala.
Kedua orang tua mereka pun pastinya sangat senang mendengar kabar gembira bahwa sebentar lagi mereka akan segera menimang cucu.
Calon penerus keluarga Aditya sangat dinanti-nantikan oleh semua keluarga, bahkan segala keperluan Dhini juga sudah di persiapkan oleh bi Las.
Bi Las yang kini dibantu dengan seorang yang sudah dipercayakan oleh Davin. Atas permintaan istrinya, mengingat usia bi Las yang tak muda lagi.
Dhini benar-benar sangat memperhatikan kesejahteraan para asisten rumah tangganya. Karena dia menganggap mereka adalah bagian dari keluarganya juga.
"Kamu kenapa ngelamun sendirian yank ?" tanya Davin yang memeluk tubuhnya dari belakang.
Sambil mengelus perut istrinya yang sudah membuncit, karena usia kandungan yang sudah memasuki bulan ke lima. Dengan senang hati dia selalu memanjakan istrinya bila terlihat murung.
"Aku kangen sama mama bang" ucap Dhini dengan suara yang sendu.
Davin membalikkan tubuh Dhini, meraup kedua pipinya. Terlihat genangan air mata yang bersiap akan segera meluncur ke bawah. Dan di kecupnya kening Dhini, lalu merengkuhnya kedalam pelukannya.
"Kalau begitu, kita ke dokter dulu. Kita cek kondisi kamu dan anak papa, kalau emang memungkinkan, kita akan ke rumah mama" tuturnya membelai rambut Dhini.
"Beneran kan bang ? Kamu gak lagi becanda seperti biasanya kan ?" tanya Dhini meyakinkan, karena sejak berapa hari dirinya sudah mengatakan hal ini namun Davin hanya menggubrisnya dengan candaan.
"Tentu saja sayang, demi anak papa" jawab Davin mengelus perut istrinya.
__ADS_1
Mereka bersiap setelah mendapat persetujuan dari sang dokter kandungan, dengan syarat Dhini harus berada pada posisi yang senyaman mungkin. Agar selalu merasa relaks, Davin sudah menyiapkan segalanya. Bahkan mobilnya sudah seperti kamar untuk istrinya.
Davin mengendarai sendiri mobilnya, dengan kecepatan yang lebih santai. Agar memberikan rasa nyaman untuk istrinya, dia rela melakukan apapun asalkan anak dan istrinya bahagia.
"Bang, kamu yakin mau nyupir sendiri mobilnya ?" tanya Dhini meyakinkan.
"Yakin sayang, emangnya kenapa ?" tanyanya balik, melihat keraguan di wajah istrinya.
"Tapi aku gak yakin sama kamu " tuturnya kembali.
"Gak yakin kenapa yank, aku bawanya pelan-pelan kok sayang biar kamunya juga nyaman" ucap Davin kembali meyakinkan.
"Hmmm, ya udah deh. Tapi beneran kan kamu hati-hati lho" ujar Dhini.
"Idiiih gombal, basi tau bang" ucap Dhini tertawa.
"Bukan gombal sayang, itu beneran. Tulus dari lubuk hati yang terdalam" jawab Davin membela diri.
Perjalanan panjang yang di tempuh, tak memakan waktu sebentar. Apalagi Davin sengaja melajukan mobilnya dengan santai.
Saat lelah dirasa, Dhini tertidur di bangku belakang yang sudah disediakan oleh suaminya. Davin hanya bisa tersenyum memandang raut wajah lelah istrinya.
Setibanya di rumah mama, kedatangan mereka yang tak di beritahu sebelumnya menjadi kejutan yang istimewa bagi kedua orang tuanya itu.
__ADS_1
Lama tak bertemu, rasa rindu menyeruak. Hingga tak terasa air mata membasahi pipi mama Miranda.
"Kenapa gak bilang mau kesini sayang, kan mama bisa siapin makanan kesukaan kamu " ucap mama masih terharu dengan kahadiran putri semata wayangnya.
"Aku kangen sama mama, pengen bikin surprise buat mama, hehe " jawabannya sambil mengusap kedua pipi mama Miranda yang basah, sebab air matanya yang tak tertahankan lagi.
"Ayo sayang masuk dulu, pasti cape banget ya. Aduh perut udah mulai buncit gini" ajak mama Miranda masuk, merangkul putrinya.
Dimata orang tua, anak tetaplah bagaikan bayi baginya. Walaupun sudah memiliki suami dan keluarga baru, seorang ibu tak akan bisa melepaskan anaknya dengan mudah.
Walaupun sering berbincang melalui telepon seluler dan Vidio call, rasa rindu ingin bertemu tetap tak bisa terbendung.
💨
💨
Keesokan paginya, cuaca yang sejuk membuat Dhini merasa ingin berjalan keluar rumah. Diajaknya sang suami yang masih bermalas-malasan di atas ranjang dengan gadgetnya.
"Bang, keluar yuk. Sayang banget udah jauh-jauh kesini cuma rebahan di kamar doang" ajaknya merengek.
"Mau kemana sayang, abang sih oke aja asal istri abang seneng" tuturnya beranjak dari tempat tidurnya.
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏