
Karina sudah menunggu Davin di ruangannya, jam pulang kantor masih sepuluh menit lagi. Dandan sudah pasti, Karina tak mau melewatkan kesempatan untuk bisa kembali menjadi kekasih Davin.
Tepat saat Karina keluar ruangan, saat itu pula Davin keluar dari ruangannya. Karina berlari menghampiri Davin dan menyamakan langkahnya "Jadi kan Vin kita clubbing nya, tempat yang biasa aja ya, katanya sekarang makin keren lho" ucap Karina.
Davin berhenti dan terdiam, dilihatnya Karina sejenak "Ada yang ketinggalan di ruangan aku, kamu duluan aja ke bawah, ntar aku nyusul" jawab Davin.
Karina mengiyakan ucapan Davin dan langsung menuju lift, sedangkan Davin kembali ke ruangannya. Davin berfikir keras harus bagaimana, dan harus mengatakan apa pada istrinya.
Di ambilnya ponselnya, tak berselang lama suara merdu wanita sudah terdengar disana "Assalamualaikum, sayank lagi apa?" tanya Davin.
"Waalaikumussalam, biasa nih. Lagi duduk di balkon, sambil cek-cek laporan dari kaffe" jawab Dhini.
"Yank, abang pulangnya agak malam ya hari ini. Soalnya abang ada janji sama temen, abang usahakan bisa cepet pulangnya" ucap Davin.
Tanpa ada rasa curiga, Dhini malah santai menjawabnya " oooh iya udah bang, gak apa-apa kok. Tapi ntar kalo kelamaan aku ngantuk, aku tidur duluan gak apa-apa ya."
"Iya yank, kamu tidur duluan aja. Abang janji secepatnya abang pulang, love you sayangku, mmmuuuaaacchhh" jawab Davin kembali tak lupa memberikan ciuman online untuk istrinya.
(mesranya 🙄🙄 dapet ciuman online segala, othor ga dicium bang 😒😒😒)
__ADS_1
Davin masuk ke mobil, Karina yang sudah menunggu di dalam mobil pun tampak sumringah. Akhirnya dia berhasil mengajak Davin pergi malam ini. Tak begitu dengan Davin, yang tampak sedikit enggan pergi, namun hanya diam dan menurut.
"Vin kamu lama amat sih, apa yang ketinggalan emangnya ?" tanya Karina.
Davin terdiam dan berfikir mencari jawaban, bagaikan bermain teka-teki hidupnya saat ini. Dan secepatnya dia akan mengatakan semuanya pada Karina, bahwa saat ini dia sudah beristri.
"Aku lupa cabut colokan laptop tadi" jawabnya santai.
"Cuma itu doang, lama amat, kan kamu bisa nyuruh orang lain Vin. Kamu itu bos lho Vin, atau bisa aja kamu nyuruh Fajar" ucap Karina lagi.
"Udah deh Rin, jangan merusak mood aku. Gak usah memperbesar masalah kecil, lagian kan gak masalah buat aku. Sekarang mau jadi pergi apa enggak nih?" Davin mengalihkan pembicaraan.
"Jadi dong, ayo kita lets go" jawab Karina semangat.
Sesampainya di tempat, Davin ragu untuk masuk. Namun Karina yang begitu antusias langsung merangkul lengan Davin dan mengajaknya masuk. Suasana ramai dengan lampu kelap-kelip dan suara musik yang begitu kuat, membuat siapa saja yang berada disana terlena dengan alunan musik dari sang DJ.
Karina langsung mengajak Davin duduk dan memesan minuman. Davin hanya meminta soft drink untuknya, berbeda dengan minuman Karina. Ternyata ada Reno, teman lama Davin dan Karina yang terkenal dengan playboy nya. Reno sedang asik dengan beberapa wanita di sekitarnya.
Semakin malam, suasananya semakin ramai. "Aku pusing banget rasanya, kamu campur minuman aku ya Rin ?" tanya Davin.
__ADS_1
"Ya elah dikit doang Vin, udah mabuk kamunya" jawab Karina santai dengan minuman ditangannya.
Karina menyodorkan minuman itu kepada Davin, namun di tepis olehnya. Saat ini memang Davin masih setengah sadar, dia pun mencoba bangkit dari duduknya dan berjalan gontai menuju toilet.
Karina hanya tertawa melihat Davin "bener-bener udah berubah kayaknya kamu Vin, benar juga kata Reno" ucap Karina.
Reno datang menghampiri Karina "gimana, bener kan Davin udah berubah" tanya Reno.
"Kayaknya sih iya, tadi juga aku ajakin susah banget sebenarnya" jawab Karina.
Tanpa sepengetahuan mereka, Davin yang keluar dari toilet langsung menuju pintu keluar. Saat akan menuju parkiran mobil, Davin yang setengah sadar menabrak seorang lelaki.
"Maaf, maaf saya gak sengaja" ucapnya.
"Sepertinya kamu mabuk, hati-hati berkendara" jawab pria itu.
Davin masuk ke dalam mobilnya, mencari sesuatu disana. Dia ingat istrinya selalu membawa minyak kayu putih. Di ambilnya minyak kayu putih tersebut, dan digosokkan nya pada dahinya. Davin terdiam sejenak, lalu mengumpulkan semua kesadarannya dan pergi meninggalkan tempat itu.
Sesampainya di rumah, ternyata mang Kok masih belum tidur, dan segera membukakan pintu untuknya. Mang Kok sedikit heran melihat Davin yang berantakan saat itu. Dan aroma minyak kayu putih jelas tercium oleh indra penciumannya.
__ADS_1
Bersambung...
...Terimakasih 😇😇...