
Sesampainya di sebuah mall yang menjadi tujuan mereka, Dhini langsung menuju outlet yang menjual aksesoris. Davin hanya berdiri di sebelah istrinya yang asik mencoba beberapa barang yang menurutnya lucu.
Setelah puas dan mendapatkan beberapa aksesoris yang akan dibeli, Dhini segera menuju kasir. Saat mereka berjalan menuju sebuah restoran yang ada di sana, seseorang memanggil namanya.
"Vin..." panggil wanita yang baru keluar dari toko busana.
Keduanya menoleh bersama ke arah suara yang ternyata adalah Karina. Davin langsung mengeratkan genggaman tangannya saat dirasanya Dhini akan melepaskan genggamannya.
"Mau kemana yank, kamu istri Abang. Abang gak akan lepasin kamu" ucapnya meyakinkan.
Karina sudah ada di hadapan mereka saat ini. Dia memang seorang diri disana, namun sudah ada janji akan bertemu seseorang.
Akhirnya mereka memilih tempat di sebuah restoran, sembari menunggu seseorang yang masih menjadi misterius untuk Davin dan Dhini.
"Oh iya kenalin aku Karina" ucapnya mengulurkan tangan ke hadapan Dhini.
Dhini melirik ke arah Davin yang duduk dengan santainya membolak-balik daftar menu.
Karena tak kunjung mendapatkan uluran tangan dari Dhini, Karina pun menurunkan tangannya.
"Aku tau, kamu marah sama aku. Maaf kalau aku udah jadi orang ketiga diantara kalian" ucapnya menyesal.
Davin langsung berhenti dari kegiatannya dan menatap ke arah Karina. Tak kalah dengan Dhini yang sedikit terkejut dengan ucapan Karina saat itu, diapun ikut menatap wajah wanita yang mengaku sebagai orang ketiga itu.
"Aku memang kembali ke Indonesia untuk mencari Davin, dan berharap perasaannya masih sama seperti dulu. Tapi aku salah, saat ini dia sudah mendapatkan kamu. Kamu yang memang sudah menjadi takdir cintanya" tuturnya sendu.
__ADS_1
Suasana semakin haru, ditambah alunan lagu slow yang terdengar sayup menambah kesan dramatis diantara mereka.
"Awalnya aku fikir kamu belum menikah, tapi setelah beberapa hari di kantor, aku mendengar beberapa karyawan yang mengobrol tentang kamu dan istrimu"
"Aku merasa marah saat itu, dan sangat berambisi untuk mendapatkanmu kembali" terang Karina.
Davin tak menyangka akan seperti ini, ternyata Karina sudah mengetahui tentang pernikahannya. Namun memang ada niat terselubung di balik kedekatan mereka kembali.
"Aku gak nyangka kamu bisa berfikiran seperti itu Rin" ucap Davin yang mulai terpancing amarahnya.
Tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka. Keduanya pun menoleh dan terkejut dengan kedatangan pria yang tak lain adalah Alvin.
"Kamu " ucap Dhini melihat Alvin yang kini bergabung dengan mereka.
"Alvin sudah menjelaskan padaku malam itu, dan aku menyesal sudah hampir menghancurkan rumah tangga kalian" jelas Karina.
🍌
🍌
🍌
🍌
#FLASHBACK ON
__ADS_1
Karina melihat Davin pergi bersama istrinya keluar dari apartemen meninggalkan Alvin yang terus menerus mengumpati Davin.
Karina pun menemuinya, mereka berbincang disana. Dan akhirnya dia tau kalau selama beberapa hari terakhir Alvin menjadi mata-mata Davin. Dan tentu saja itu atas permintaan istrinya sendiri.
Alvin yang menaruh simpati kepada Dhini tanpa disadarinya telah membuat hati Karina luluh sebagai wanita.
Seorang istri yang begitu percaya pada suaminya harus kecewa, dan dia adalah wanita yang menjadi penyebab utamanya. Sungguh sangat keji perbutannya itu.
#FLASHBACK OFF
Sejak kejadian itu mereka mulai dekat, dan Karina mulai merubah sifat buruknya menjadi wanita baik. Niat untuk meminta maaf pun sudah ada di benaknya, namun dia malu untuk mengutarakannya.
Hingga saat yang tidak disengaja mereka bertemu disana. Alvin memang sudah janjian untuk bertemu dengan Karina saat itu.
❤️❤️
Akhirnya permasalahan mereka selesai. Davin yang juga bersalah atas kejadian itu pun kembali minta maaf pada istrinya. Begitu juga dengan Karina yang sangat menyesal.
Semua masalah bisa diselesaikan, asal dengan kepala dingin 😉😉 Tapi kalo lagi sewot mending bobo aja biar adem, daripada marah-marah ga jelas 😇😇 ya kaaaan 😊😊
Bersambung...
...Jangan lupa like & komen nya ya guys 🙏😇...
...Terimakasih...
__ADS_1