Takdir Dari Tuhan

Takdir Dari Tuhan
Karina


__ADS_3

Amir berhenti disebuah pasar malam, maksud hati ingin menghibur sahabatnya yang dilanda duka nestapa. "Barbie chantik, yuk turun dulu. Tangan aku sakit nih habis ngegebuk si paku karatan tadi, nih liat nih" ucap Amir menunjukkan tangannya.


"Serius kamu Mir, emang kamu punya tenaga apa bisa gebukin orang ?" Windy penasaran, dan langsung memegang tangan Amir.


"wiiissss, selepe kamu sama aku. Kamu lupa kalo aku ini Batman" jawabnya bangga.


"Batman ? Oh iya aku lupa kamu Batman, cap gagang sapu" jawab Windy tertawa.


"Asalkan kau bahagia win, aku sih rela jadi apa aja" ucap Amir dalam hati.


"Nah gitu kan jadi tambah chantik, kalau tertawa gitu aku suka lihatnya" ucap Amir lalu turun dari mobilnya.


Windy hanya mencibir mendengar ucapan sahabatnya, lalu turun menyusul Amir. Pasar malam yang dipenuhi banyak permainan dengan banyaknya lampu kelap-kelip, banyak pedagang yang menjajakan dagangannya.


"Kamu mau naik yang mana ? tanya Amir.


"Aku ikut kamu aja deh, tapi kayaknya aku lebih kepingin duduk aja sambil lihat-lihat orang ramai" jawab Windy masih tidak bernafsu untuk melakukan hal lain.


Akhirnya mereka memilih untuk duduk, menikmati malam, melihat banyak orang yang berbahagia dengan pasangannya dan keluarganya.


Amir memberikan es krim kepada Barbie "makan es bisa menghibur perasaan lho, apalagi makannya bareng sama aku"


Windy mengambil es krim itu dan memakannya. Benar saja, rasa panas di tubuhnya seakan mencair seketika. Riuh suara teriakan orang yang menikmati permainan, membuat suasana hatinya sedikit terhibur.

__ADS_1


"Ayo ikut aku, aku mau main lempar kaleng" ajak Amir pada Windy.


Amir mencoba permainan itu beberapa kali, tak membuahkan hasil. Tak putus asa, dia terus berusaha mencoba. Berulang-ulang kali, dan ini kali yang ke sepuluh, senangnya Windy ketika mendapatkan hadiah berupa boneka kelinci.


"Gimana, aku hebat kan ?" tanya Amir


"Lumayan lah, untuk percobaan yang ke sepuluh, haha..." jawab Windy tertawa.


Akhirnya malam ini di habiskan di pasar malam dengan canda tawa mereka. Melupakan semua masalah yang terjadi.


...****************...


"Pak, malam ini ada jadwal makan malam sama klien yang kemaren. Semuanya sudah saya atur pak, tapi maaf pak malam ini saya tidak bisa ikut" ucap Fajar.


"Loh, kenapa ?" jawab Davin melihat kearah Fajar, sebab dari tadi dia hanya fokus pada layar laptopnya saja.


"Oh baiklah jika begitu, biar saya sendiri saja. Kamu kan juga punya urusan pribadi, saya maklum kok" ucap Davin beranjak dari kursi kebesarannya.


"Kalau sudah pas di hati, jangan di tunda lagi. Saya mau keluar sebentar ya" ucapnya lagi sambil menepuk pundak Fajar dan berlalu pergi.


Fajar menepuk keningnya "astaga si bos ada-ada saja" dia pun kembali ke ruangannya.


🍂

__ADS_1


🍂


🍂


🍂


Setelah menelepon istrinya, mengatakan bahwa malam ini dia akan terlambat pulang. Davin segera melajukan mobilnya ke tempat yang telah di tentukan Fajar.


Davin telah sampai lebih dulu. Dia memesan jus jeruk sambil memainkan ponselnya menunggu kliennya tiba yang sudah telat sepuluh menit dari perjanjian mereka.


Saat asik dengan ponselnya Davin di kagetkan dengan suara seseorang yang dikenalnya. Suara itu begitu dekat dan nyata. Suara yang sangat dikenalnya, dan dirindukan nya.


"Hai Vin, lama gak ketemu, kamu apa kabar ?" tanya wanita itu.


"Aaa...ku Alhamdulillah sehat, kamu gimana ?" ucap Davin gugup.


"Kangen banget lho sama kamu, ga mau peluk aku nih ?" ucap wanita itu lagi.


Davin yang tak bisa mengendalikan dirinya, yang sebenarnya juga sangat merindukannya langsung berdiri dan menyambut pelukan Karina.


Bersambung...


Makasih banyak dukungan dari semuanya 😍 love you so much 😘😘😘

__ADS_1


...TERIMAKASIH...


...🙏🙏🙏🙏...


__ADS_2