Takdir Dari Tuhan

Takdir Dari Tuhan
Ala-ala ABG Alay


__ADS_3

Karina yang mencoba menelepon Davin berkali-kali, namun tak jua mendapat jawaban. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke apartemen sendiri dengan taksi online. Sempat tertidur sejenak di kamar hotelnya, dia pun segera memesan taksi.


Penasaran dengan Davin kenapa tak menjawab panggilan telepon darinya. "Mungkin aja dia lagi sibuk, ya udah deh aku langsung ke apartemen aja. Besok kan udah bisa masuk kantor kalo hari ini beres semuanya"


Sementara Dhini sedang asik menikmati drakor lewat ponselnya, Davin sudah selesai dengan pekerjaannya. Davin duduk disebelah istrinya, mengintip apa yang dilihat di layar ponselnya. "Loh, tadi katanya mau browsing tempat nongki-nongki, kok malah nonton drakor sih" tanya Davin.


Dhini tertawa dan segera menyimpan ponselnya. "Setelah aku fikir-fikir, mending kita nongki-nongki di pinggir jalan ala-ala anak alay gitu. Pengen tau sih gimana serunya mereka" jawab Dhini.


"Wah ide bagus itu, biar berasa jadi anak ABG lg kita ya" ucap Davin tertawa.


Perjalanan mantan ABG pun dimulai, menyusuri tempat dimana banyak anak alay bergerombol. Ada jenis cabe-cabean, terong-terongan dan macam-macam jenis lainnya. Sampailah pada sebuah lapak yang menjajakan jagung bakar.


"Bang, stop ! Aku pengen makan jagung bakar kayak mereka juga deh, tuh yang beli rame banget, pasti rasanya enak" ucap Dhini.


Davin lalu menepikan mobilnya, dan mereka turun berjalan bak anak ABG pada umumnya. Dhini yang bergelayut di lengan Davin, menjadi pusat perhatian para penonton disana.

__ADS_1


"Cieeee... kemesraan ini... janganlah cepat berlalu..." ucap salah seorang alay disana, bernyanyi dengan ciri khas ke-alay-annya.


Davin menghentikan langkahnya, melepaskan Dhini dan berjalan menuju gerombolan alay tersebut. "Kenapa ? Iri... bilang bos !" ucap Davin.


Namanya juga alay, bukannya takut malah mereka bernyanyi ramai-ramai "Papale papale papale papale pale..." begitu lah bunyinya, sambil berjoget bersama.


Dhini menarik lengan Davin, mengajaknya menjauh dari sana. "Kamu jangan ngeladenin anak alay bang. Mending kita pesen jagung bakarnya dulu deh."


Selesai menikmati jagung bakar, Dhini mengajak Davin pulang ke rumah. Rasanya dia mengantuk sekali, mudah lelah dan suka malas-malasan. Mungkin karena efek cuaca yang tak menentu, membuat daya tahan tubuh menurun. Apalagi setelah menikah, tak banyak yang dia kerjakan, hanya duduk manis di rumah menanti suami pulang.


"Baiklah Princess ku, kita pulang sekarang ya. Lain waktu kita jalan-jalan lagi. Abang pengen ajak kamu Honeymoon sebenarnya, karena sejak kita menikah belum sempat abang bawa kamu. Tapi urusan abang masih banyak, belum bisa di tunda yank. Ntar abang atur waktu yang pas ya" ucap Davin.


"Aku sih terserah kamu aja bang, tapi kalo bisa sih secepatnya ya. Udah bosen banget soalnya aku di rumah terus" ucap Dhini.


"Maaf ya sayang, abang usahakan secepatnya. Kamu maunya kita kemana ?" tanya Davin.

__ADS_1


Davin menggenggam tangan istrinya sebelah, sedang sebelah lainnya memegang kemudi. Dilihatnya Dhini mulai mengantuk, sesekali matanya terpejam.


"STOP !" ucap Dhini tiba-tiba.


Davin langsung ngerem mobilnya "kenapa yank ?"


"Aku mau beli makanan buat bi Las sama mang Kok bang. Sekali-kali mikirin mereka juga dong, udah terlalu baik mereka mau ngurusin rumah abang, ya walaupun mereka menerima gaji tapi dedikasinya patut di apresiasi lho bang" ucap Dhini.


"Haduuuh yank, bahasa kamu itu terlalu formal tau yank. Iya iya kita beli sesuatu dulu ya buat mereka" jawab Davin.


Bersambung...


Makasih banyak buat yang selalu dukung ade 😇😇 semoga di mudahkan segala urusannya, dimurahkan rezekinya, aamiin ya Allah 🤲.


Yang mau chat bareng, bisa masuk ke grup chat CAEM ya 🤗🤗🤗

__ADS_1


...TERIMAKASIH...


...🙏🙏🙏🙏🙏...


__ADS_2