
"Kangen banget sama kamu lho Vin" ucap Karina
Davin masih terdiam dalam lamunannya. Masih tetap memeluk Karina, bayangan masa lalu terlintas dalam benaknya. Saat dimana mereka selalu menghabiskan waktu bersama.
Dialah Karina, wanita pertama yang meluluhkan hati Davin. Karina yang selama 7 tahun belakangan ini harus pergi meninggalkannya karena harus ikut orang tuanya ke Amerika. Setelah kepergiannya, Karina memang tak pernah sedikitpun memberi kabar kepada Davin. Hingga membuat Davin merasa sangat kecewa dan kehilangan.
"Ini masih mau pelukan terus ya ?" ucapnya membuyarkan lamunan Davin.
"Eh iya, maaf. Habisnya aku melamun, keingetan masa lalu yang sulit banget aku lupain" jawab Davin melepaskan pelukannya.
Mereka pun makan malam bersama, sembari mengobrol. Karina sengaja ingin menjalin kerjasama di perusahaan Davin. Tanpa diketahui olehnya, saat ini Davin telah menikah. Dia fikir mungkin saat ini bisa melanjutkan kembali kisah cinta mereka.
Sangkin asiknya mengobrol, mereka sampai tak sadar sudah hampir jam sepuluh malam. "Kamu sekarang tinggal dimana? Aku antar kamu pulang ya, ini udah malam, gak baik kalau kamu pulang sendiri" tanya Davin yang kebetulan hari ini mengendarai mobilnya sendiri.
"Aku sekarang masih nginap di hotel sih, yang dekat persimpangan sana. Rencananya mau nyari apartemen besok, kalau kamu ada waktu bisa temenin aku besok nggak ? tanya Karina kembali.
"Besok sih aku nggak ada jadwal padat, kayaknya bisa deh. Ntar aku kabarin ke kamu jamnya." Mereka lalu pergi meninggalkan tempat itu dan menuju hotel tempat dimana Karina menginap.
Perbincangan di dalam mobil pun masih tetap sama. Hanya membahas masa lalu mereka, serasa mereka sedang bernostalgia saat ini. Masa-masa mereka saat bersama dahulu, canda tawa pun tak terelakkan. Benar saja, saat-saat indah dalam hidup memang sulit dilupakan, apalagi bersama dengan orang terkasih.
__ADS_1
Sesampainya di depan hotel, Karina turun. "Kamu mau langsung pulang Vin, nggak mau masuk dulu nih ?" tanya Karina.
"Enggak deh, udah malem ini. Kamu istirahat aja, besok aku jemput kamu ya" jawabnya dari dalam mobil.
"Oke deh, aku masuk dulu ya. see you bebs" ucapnya melenggang masuk ke dalam hotel.
"Dia masih tetap sama seperti dulu, selalu ceria. Astaga, aku lupa. Dhini pasti nungguin nih, moga aja masih ada yang buka jam segini." ucap Davin, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan laju.
Dia berhenti di sebuah toko bunga. Meminta sebuah buket bunga mawar merah kepada pegawai toko bunga itu. Setelah itu Davin segera pulang.
πΏDHINI POV
Lelah menanti, rasa kantukku menyerang. Kucoba merebahkan tubuh di kasur, namun mataku tak dapat terpejam. Setelah menikah aku terbiasa tidur dipelukan suamiku. Ada yang hilang rasanya jika tak dipeluk olehnya.
Aku lalu memutuskan untuk menonton televisi, mungkin bisa menenangkan fikiran ku sedikit. "Nah mending nonton tv aja deh, sambil nungguin bang Davin pulang."
AUTHOR POV
Tanpa sadar, Dhini yang lelah menanti suaminya malah tertidur di sofa. Saat Davin pulang, ternyata mang Kok yang membukakan pintu. "Loh, mang belum tidur ya ?" tanya Davin
__ADS_1
"Belum mas. Anu, tadi mamang lihat neng Dhini kayaknya juga belum tidur. Bolak balik naik turun juga nungguin mas nya. Jadi mamang bilang, biar mamang aja yang nungguin di bawah" ucap mang Kok.
"Ooh gitu ya mang, kalo gitu aku ke atas dulu ya. Makasih ya mang, maaf juga udah ngerepotin." ucap Davin lalu beranjak naik ke lantai atas.
Davin masuk ke dalam kamar yang tak terkunci, dilihatnya tv yang menyala. Dia lalu berjalan menuju sofa yang membelakangi pintu. Ternyata istrinya tertidur disana. Ada rasa kasihan dan bersalah telah membuatnya lama menunggu.
Davin mencoba mengangkat tubuh istrinya, namun Dhini malah terbangun. "Kamu baru pulang ya bang, lama banget sih. Aku sampe ketiduran di sini jadinya" ucap Dhini.
"Maaf ya sayangku, tadi keasikan ngobrolnya. Soalnya klien nya ternyata temen lama abang" jawab Davin. Tak mungkin dia mengatakan yang sejujurnya saat ini, jika Karina adalah mantan pacarnya, fikirnya begitu.
Davin lalu mengambil bunga yang di belinya tadi yang dia letakkan di atas meja. "Sebagai permintaan maaf abang, abang beliin bunga nih, cantik kan? Tapi enggak deh kayaknya. Lebih cantik istrinya abang deh, semuanya kalah kalau dibandingkan dengan kamu" ucapan merayu dan memeluk tubuh Dhini dari samping.
Davin mengecup kepala istrinya "Abang mau bersih-bersih dulu ya sayang. Kamu duduk disini dulu nonton tv, jangan tidur lagi. Soalnya abang kangen sama kamu, pengen uhuk-uhuk."
Bersambung...
...TERIMAKASIH...
__ADS_1
...πππππ...