
Serina mematung ketika mendengar perkataan Arga yang sama sekali tidak ia duga, setelah sekian lama akhirnya pria yang sudah menjadi suaminya selama enam tahun ini kembali bersikap lembut padanya.
Arga tertidur dengan lelap satu ranjang bersama Serina, pria itu tertidur tanpa mengeluh walaupun dirinya harus berdesakkan bersama sang istri.
Menatap wajah yang sudah sebulan lebih ini tidak tidur bersamanya Serina tersenyum lembut ketika tanpa sadar Arga untuk pertama kalinya mengabulkan keinginan bayi mereka, di dalam dekapan hangat Arga Serina tidak bisa memejamkan matanya dia takut jika ia tertidur semua yang dirasakannya ini hanyalah mimpi.
"Tidurlah"
Serina mendongak Ia kira Arga sudah tidur dari tadi.
"Bagaimana saya bisa tidur jika kamu terus bergerak" Tanpa membuka matanya Arga berbicara seolah bisa mendengar dengan jelas pikiran dari istri nya.
"Maaf" Serina baru saja akan menarik tubuhnya menjauh dari Arga, tapi dengan cepat pria itu menarik Serina kedalam pelukan eratnya, tidak ingin Serina menjauh darinya.
"Saya ingin kamu tidur bukan meminta maaf" kali ini Arga membuka kedua mata tajamnya menatap kedua bola mata teduh sang istri yang juga tengah menatapnya.
Kedua orang dewasa itu saling bertatapan, merasa tidak kuat menatap wajah Arga terlalu lama Serina menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
Pelukan keduanya semakin erat sesekali Arga mencium pucuk kepala Serina dengan mesra. malam ini Serina merasa sangat bahagia entah apa yang terjadi dengan Arga dia tidak peduli yang dirinya pikirkan hanyalah kebahagiannya saat ini.
"Mama mengundang kita kerumah" Serina tidak menjawab tapi Arga tau jika Wanita di pelukannya ini mendengarkannya.
"Besok siang kita akan pergi bersama"
"Kita?" tanya Serina heran.
"Hem... Jessie juga akan ikut"
Serina termenung dalam diam, Arga mengajak serta Jessie ke rumah orang tuanya berarti keluarga besar sudah tau pernikahan kedua Arga yang terjadi sampai saat ini, rasa bahagia yang ia rasakan tadi seketika menghilang entah kemana di saat semua orang tau kebenaran tentang pernikahan Arga dan Jessie, hanya dirinyalah yang tidak tau seperti orang bodoh.
.
.
Seperti perkataan Arga tadi malam sekarang mereka bersiap untuk berkunjung menuju kediaman utama Wahyutama, semuanya baik-baik saja sampai drama kecil terjadi saat mereka akan menaiki mobil milik Arga.
"Mas akan sempit jika kita bertiga duduk bersama-sama, salah satu harus mengalah untuk duduk di kursi depan" ujar Jessie mulai merajuk pada Arga, sedangkan Serina hanya diam memperhatikan perdebatan kecil itu.
__ADS_1
"Kalau begitu saya yang akan duduk di depan" Arga berlalu hendak membuka pintu depan, tapi terlebih dahulu Jessie menariknya.
"Kenapa Mas yang pindah?! Baby mau nya duduk dekat kamu!" Rajuk nya manja pada Arga.
Serina yang mengerti jika Jessie ingin dirinyalah yang harus pindah hanya bisa menghela nafas, dia pun berjalan cepat untuk duduk di depan samping pak Toni sopir pribadi Arga.
Melihat Serina yang sudah mengisi bagian depan Jessie pun tersenyum bahagia, lalu menarik Arga untuk duduk di sampingnya selama perjalanan ke Rumah Orang tua Arga.
Tidak ada yang bersuara selama perjalanan hanya suara Jessie yang terus merengek pada Arga lah yang terdengar selama perjalanan.
"Aku rindu sekali dengan masakan Mama! terakhir kali kita berkunjung saat kita habis pulang bulan madu dua bulan yang lalu kan Mas?" Entah sengaja atau tidak perkataan Jessie berhasil melukai hati Serina. Wanita hamil itu berbicara seolah-olah sudah mengenal keluarga wahyutama dengan baik.
Serina meremas ujung bajunya ketika mendengar perkataan Jessie, dua bulan yang lalu? itu adalah saat dimana Arga mulai jarang berada di rumah bahkan suaminya itu sering lembur ataupun menginap di kantor, pernah Arga meminta ijin dengannya untuk pergi keluar kota selama dua minggu apakah itu saat jessie dan Arga bulan madu?.
Suaminya sangat pandai menyimpan rahasia dengan baik, entah Arga yang terlalu pintar atau Serina yang terlalu bodoh sehingga tidak mengetahui pernikahan yang Arga lakukan untuk kedua kalinya.
Pak Toni menatap iba pada majikanya itu, tidak menyangka wanita sebaik Serina harus mendapatkan cobaan yang begitu berat, wanita sebaik Serina harus berada di lingkungan orang-orang yang tidak bisa di percaya dan parahnya lagi dia adalah salah satu orang itu.
Ya! Pak Toni adalah salah satu orang yang mengetahui pernikahan kedua Arga, karena dirinyalah yang mengantar pengantin baru itu untuk bulan madu ke bali selama dua minggu.
'Saya berdoa semoga Non Serina mendapatkan kebahagian dalam hidupnya' Doa sang supir yang sudah menganggap Serina sebagai putrinya sendiri.
Tidak sampai tiga puluh menit mobil yang mereka tumpangi memasuki gerbang besar berwarna hitam yang mengelilingi sebuah Rumah mewah berwarna emas bercampur dengan putih.
Kediaman Wahyutama
Terpampang jelas papan nama yang bertengger tepat di depan gerbang ruamh mewah itu.
Arga membukakan pintu untuk Jessie, sedangkan Pak Toni membukakan pintu untuk majikannya,Serina.
Dengan penuh senyuman Jessie mengapit lengan Arga erat, sedangkan Serina menatap Rumah mewah yang sudah lama sekali tidak ia kunjungi dengan pandangan bercampur aduk.
"Ayo!"
Arga dan Jessie berjalan lebih dulu masuk kedalam Rumah meninggalkan Serina yang merasa sesak saat melihat mobil yang sangat ia kenali menjadi salah satu di antara jejeran mobil mewah lainya.
Serina berusaha menepis semua prasangka buruknya, perlahan wanita itu menarik nafasnya teratur sebelum melanjutkan langkahnya kedalam Rumah milik orang tua Arga.
__ADS_1
Mereka bertiga berjalan masuk kedalam yang langsung di sambut oleh para pelayan yang mengarahkan mereka menuju ruang makan.
Langkah Serina tersendat-sendat saat apa yang ia khawatirkan ternyata benar adanya, di sana duduk di kursi tepat di sebelah kakak ipar dari Arga, pria paruh baya yang selama ini menjadi alasannya ingin cepat meninggalkan rumah.
"Ayah?" Gumam Serina lirih
.
.
Suasana ruang makan terasa begitu menyesakkan bagi Serina bahkan wanita yang tengah hamil muda itu hampir tidak bisa menelan nasi yang berada di mulutnya.
Sepuluh menit kemudian Semua orang telah menyelesaikan Makan siang mereka begitu pun dengan Serina yang dengan susah payah berhasil menelan nasi di piringnya hingga habis seluruhnya.
"Karena kalian semua telah berkumpul kami ingin memberitahukan hal penting untuk kalian semua" Kepala keluarga Satya Wahyutama membuka suaranya.
"Terkhusus untuk besan, Ayah dan Ibu menantu pertama kami Serina"
Serina mencengkeram bajunya di bawah meja saat sorot tajam ayah nya menusuk kearahnya.
"Seperti yang kalian semua tau menantu pertama kami Serina belum bisa memberikan keturunan untuk keluarga kami, jadi dengan segala diskusi panjang kami semua memutuskan untuk menikahkan putra kami kembali untu yang kedua kalinya"
Brak!
Semua orang terkejut saat gebrakan di meja makan terdengar begitu nyaring sesaat setelah kepala keluarga Wahyutama selesai berucap.
Kevin kakak ipar Arga menarik istrinya untuk kembali duduk setelah apa yang ia lakukan.
"Sayang, jangan buat keributan" Kevin memperingati sang istri.
Serina terkejut dia mengira jika yang membuat keributan itu adalah Ayahnya tapi dugaannya salah ternyata Kakak sepupu dari Arga lah yang membuat keributan itu.
Venya Adisti, menatap tajam pada Paman yang selama ini sudah menjaganya seperti putri kandungnya sendiri setelah kedua orang tuanya tiada.
"Paman sudah gila?!"
TBC.....
__ADS_1