Takdir Seorang Istri

Takdir Seorang Istri
62. The ending


__ADS_3

Tidak terasa lima tahun telah berlalu begitu cepat hingga saat ini pun Arga tidak menunjukkan batang hidungnya di hadapannya maupun Sean putranya.


Tahun-tahun terlewati dengan Serina yang mengurus Sean seorang diri, sekarang putra nya itu mulai tumbuh dewasa dan sebagai seorang ibu yang melihat perkembangan anaknya Serina sangat bahagia.


Awalnya Sean tidak bisa beradaptasi dengan baik tapi sekarang Putra nya bisa melalui semua nya.


Sean sekarang duduk di bangku sekolah menengah pertama, lepas dari homeschooling Serina mengajari Sean bersosialisasi dengan menyekolahkan nya di sekolah swasta khusus putra.


Mereka tidak tinggal lagi di apartemen pemberian Arga, karena Serina sudah menjualnya dan membelikan sebuah rumah yang sederhana untuk dia dan Sean tinggali.


Tidak jauh dari rumahnya saat dia masih menjadi istri Arga dulu, bahkan Serina selalu melewati rumah mewah yang bertuliskan di sita jika ingin pulang ke rumah sederhana nya.


Seperti saat ini Serina tidak langsung pulang kerumah dia lebih dulu berhenti di depan rumah megah tersebut memandang nya penuh rindu, serina selalu berada di sana saat dia merindukan Arga.


Melihat ke kanan-kiri mengawasi jika saja ada yang melihat keberadaan nya, wanita satu anak itu kemudian berjalan memutar kebelakang pagar rumah megah tersebut.


Dia tersenyum puas ketika melihat ada pintu kayu yang sekarang tertutup oleh rerumputan liar.


Klek!


Terbuka... Pintu itu terbuka dan Serina bisa melihat kebun miliknya saat masih menjadi istri Arga dulu.


Bukan pertama kali memang, semenjak pindah kerumah yang sekarang Serina selalu mengunjungi kebun nya, dan Serina sengaja memilih rumah yang dekat dengan rumah nya dulu agar dia bisa bebas datang ke sana kapan saja.


Serina menyirami tanaman hias yang tumbuh subur di kebunnya selama kurang lebih Lima tahun ini dia lah yang merawatnya.


"Sudah ku duga kalau Ibu ada di sini" Sean muncul dari pintu tempat Serina masuk tadi.


Pemuda yang kini berusia 13 tahun itu berjalan mendekati ibunya dengan senyum lebar.


"Apa Sean nya ibu sedang bahagia?" Serina menyambut Sean kedalam pelukannya saat putra nya merentangkan kedua tangannya.


Sean tidak menjawab dia hanya tersenyum sambil menyembunyikan wajahnya di dada ibunya.


Serina mengelus rambut lebat sang putra.


"Ceritakan pada Ibu"


Tanpa diminta pun Sean memang berniat menceritakan semuanya pada sang ibu.


Dengusan kesal Serina berikan saat Sean hanya tersenyum lebar tanpa menjawab nya.


Tapi tidak bertahan lama karena serina juga ikut tersenyum ketika melihat putranya tersenyum begitu lebar, senang sekali saat melihat putranya kini lebih banyak berekspresi tidak seperti dulu.


"Ayo pulang" ajak Sean pada ibunya


"Tapi bagaimana dengan kebun ibu?" Serina belum menyelesaikan siraman tanaman nya.


Sean tidak peduli dia langsung menarik ibunya untuk pulang kerumah.


"Dasar anak ini!" Decak Serina sebal.

__ADS_1


.


Serina tidak bisa menahan rasa harunya begitu ia pulang Sean sudah menyiapkan sebuah makan malam romantis untuk mereka, walaupun belum waktunya makan malam tapi tetap saja Serina menghargai kerja keras putra nya.


Sean menggenggam kedua tangan ibunya.


"Terimakasih Banyak karena sudah merawat ku sampai sekarang ibu, selamat ulangtahun" ucap Sean dengan tulus.


Serina tersentuh bahkan dia tidak ingat jika hari ini dia berulang tahun, saking sibuknya dia melupakan hari kelahiran nya sendiri.


"Seperti biasa aku sudah menyiapkan Hadiah untuk ibu"


Serina tidak sabar melihat hadiah kemenangan apalagi yang akan Sean berikan di ulangtahun nya saat ini, ya Serina tidak menginginkan hadiah apapun dari Sean selain kebahagiaan putra nya itu.


Pernah suatu hari di ulang tahunnya Sean memberikan nya sebuah kalung yang ia beli dari hasil tabungan nya, saat itu Serina sangat marah mana boleh uang yang Sean kumpulkan selama ini habis begitu saja.


Karena itulah Serina membuat peraturan jika Di hari ulang tahun nya Sean hanya akan memberikan prestasi untuk nya.


Seperti sekarang Sean membawakan tiga buah mendali emas dan sertifikat nya untuk sang ibu.


"Olimpiade sains, matematika dan juga Bahasa Asing" ucap Sean dengan bangga.


Serina langsung memeluk putra nya dengan bahagia, memang serina tidak pernah memaksakan apapun pada Sean putranya juga berfikir dengan normal seperti anak lainnya.


Tapi hanya Sean yang tau jika Dia selalu berusaha menjadi yang terbaik setiap satu tahun sekali.


Di hari ulangtahun ibunya....


.


.


Kadang-kadang beberapa murid heran dengan cara berfikir Sean, awalnya mereka berfikir jika Sean bukanlah siswa yang pintar mereka semua menganggap Sean sama seperti mereka, dan memang seperti itu kenyataan setelah mereka berteman.


Tapi ada satu waktu yang membuat mereka semua tidak hentinya berdecak kagum dengan kecerdasan yang dimiliki oleh Sean.


Dan sekarang bocah yang tidak bisa di tebak itu tengah membantu ibunya di kedai, selagi tidak ada pelanggan Sean membersihkan meja-meja dengan kain bersih.


Di belakang Serina hanya menatap bagaimana putra nya tumbuh dengan sangat baik sekarang.


"Baru kemarin dia menjadi bocah yang suka berkelahi tapi sekarang tidak terasa dia sudah menjadi remaja yang sangat baik" Serina membenarkan perkataan Naura barusan.


"Dan tidak terasa dia akan bertemu dengan jodoh nya" delikan tajam Serina berikan pada Naura yang berucap seperti tadi.


"Jangan meracuni pikiran putra ku!" ancam Serina pada Naura.


Memang Naura selalu membahas jodoh jika mereka tengah berbicara tentang Sean.


"Beruntung nya Nara jika bisa memiliki suami seperti Sean"


Nah kan!

__ADS_1


Serina menggelengkan kepalanya, Naura memang sudah memiliki anak gadis yang sekarang berusia 4 tahun, makanya dia Terus menjodohkan Sean dengan putrinya yang bahkan belum mengerti laki-laki dan perempuan itu apa.


Sean masih mengelap meja-meja saat ibu dan kakaknya membicarakan dirinya tak jauh dari tempatnya berada.


Lalu Sean menatap TV yang menyala dan sedang menampilkan seorang pengusaha yang beberapa tahun ini sedang naik daun walaupun sempat gugur tapi akhirnya dia berhasil membangun usahanya kembali.


Melihat Sean yang terus menatap TV membuat Serina ikut melihat juga.


Helaan nafas panjang keluar dari mulutnya ketika tau siapa yang Sean lihat di sana.


Arga Wahyutama


Pria itu berhasil membangun kembali perusahaan yang sudah bangkrut menjadi jaya Kembali tidak perlu waktu lama untuk nya membangun semua itu, tidak sampai Lima tahun bahkan Perusahaan Arga kembali memimpin pasar internasional.


Tapi kenapa pria itu belum kembali?


Awalnya serina dan Sean Sangat ingin bertemu kembali dengan Arga, bahkan mereka selalu menunggu kepulangan pria itu ke sisi mereka lagi, tapi harapan tersebut pupus begitu saja setelah bertahun-tahun Arga tidak kembali.


Mereka mulai bisa merelakan Arga dengan kejayaan nya yang sekarang.


.


.


Pandangan Serina tertuju pada tulisan 'disita' yang sekarang tidak ada lagi di rumah milik Arga.


Serina mendekati rumah tersebut mencari tau jika saja tulisan tersebut jatuh, namun nihil bahkan serina tidak menemukan apapun.


"Rumah ini sudah terjual?" Serina berucap lirih.


Lalu dia berlari menuju kebun miliknya di belakang pagar saat Serina masuk diam-diam, tidak ada yang berubah sedikitpun.


Mungkin ini adalah kali terakhir nya melihat kebun ini.


Serina berbalik ingin segera pergi sebelum ada orang yang melihat keberadaan nya di sana.


Deg!


Saat dia berbalik betapa terkejutnya Serina ketika melihat wajah yang sangat tidak asing sedang berdiri di hadapannya, orang itu terlihat sangat sehat bahkan semakin tampan.


Tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja, Serina menundukkan wajahnya yang basah oleh air mata.


Grep


Sebuah dekapan hangat dari seseorang yang sangat ia tunggu selam lima tahun ini terasa begitu nyata, aroma yang selama ini ia rindukan kembali menyelimuti tubuh nya.


"Aku pulang"


Arga nya telah kembali....


Jiwanya telah kembali......

__ADS_1


End....


Masih ada bonus chapter kok


__ADS_2