Takdir Seorang Istri

Takdir Seorang Istri
Bonus chapter 1


__ADS_3

Sean memeluk Arga dengan sangat erat bahkan dia tidak peduli dengan tatapan semua orang yang kini melihat kearahnya.


Setelah kedatangan Arga, Serina langsung menghubungi semua orang, termasuk orang tuanya.


Hubungan serina dan ke-dua orangtuanya sudah membaik beberapa tahun kebelakang, lalu Serina juga mengundang Malvin dan Tunangannya.


Ya tunangan...


Setelah penolakan dari serina Ibu dari Malvin langsung menjodohkan pria itu dengan anak dari teman nya awalnya penolakan di layangkan Malvin namun sekarang semua sudah baik-baik saja.


"Sean ayah mu akan mati karena kehabisan nafas" Venya bersuara


"Bibi! Jangan bicara yang buruk tentang ayah ku!" Balasnya kesal bisa-bisa nya bibinya itu mengatakan hal buruk seperti tadi.


"Jika kamu ter-...


"Venya!" Kelvin menghentikan istri nya yang akan kembali menjahili keponakan nya.


Semua hanya tertawa melihat aura permusuhan Sean dan Venya.


"Lihat Nara, jangan mau menikah dengan pria cengeng seperti itu" ejek Venya kembali kali ini membawa serta Nara yang bahkan belum mengerti perkataan Venya.


Naura mendengar anak nya di berikan pengaruh buruk langsung tidak terima.


"Tidak nak! Jangan dengarkan bibi itu, jika kamu ingin bahagia maka menikahlah dengan kak Sean ya?" Hasutnya.


Venya yang mendengar hal itu langsung mengerenyit jijik.


"Sudah-sudah, Sean lepaskan ayah mu ya? Ayah pasti lelah setelah perjalanan jauh" Bram menghentikan pertikaian kecil yang terjadi di ruangan itu.


Sean menggeleng dia takut jika melepaskan pelukannya maka ayahnya akan pergi meninggalkan nya lagi.


"Mas istirahat saja bersama Sean" ujar Serina sambil mengusap lembut rambut putranya, Serina tau betul bagaimana Sean merindukan ayahnya.


Arga juga sangat merindukan Sean tidak ada salahnya kan membiarkan putra nya ikut bersamanya.


Grep


Sean mengeratkan pelukannya saat Arga menggendong tubuh nya, melihat hal itu orang-orang tidak bisa berhenti kagum melihat kekuatan seorang Arga.


Padahal Sean tidak bertubuh kecil tapi Arga masih mampu membawa bocah itu dalam gendongannya.


"Apa rencana kalian Serina?" Bram membuka suaranya setelah Arga dan Sean pergi meninggalkan ruang tamu.


Serina menggeleng entahlah dia tidak tau apakah perasaan Arga masih sama atau tidak sekarang.


"Diskusi kan bersama Arga, aku yakin pria itu masih mencintai mu Serina" Malvin menyahut melihat ekspresi yang di tampilkan Serina, Malvin bisa menebak apa isi pikiran wanita di hadapannya sekarang.


"Malvin benar Nak, bicarakan baik-baik dulu, supaya hal yang dulu tidak terulang kembali" Dinda ikut menyahut, walaupun dia adalah salah satu penyebab gagalnya pernikahan Serina, tapi sebagai Seorang ibu dia Tidak ingin lagi putri nya mengalami hal yang sama.


Semua orang mendukung dirinya dan Arga bersama kembali tapi Serina ragu apakah Arga masih menginginkan nya?


.


.


Malam telah tiba saat Serina mengecek Arga dan Sean di dalam kamar dia hanya mendapati Sean yang tengah tertidur pulas, lalu dimana Arga?


Samar-samar Serina bisa mendengar suara percakapan seseorang di luar dari tempat Sean tidur, Kerena rasa penasaran Serina pun berjalan menghampiri arah suara yang dia dengan tadi.

__ADS_1


Mengintip dari jendela yang langsung menghubungkan serina dengan pekarangan dia bisa melihat Arga yang posisinya tengah membelakangi dirinya sekarang.


'Malam-malam begini siapa yang menelepon mas Arga?' batin Serina bertanya-tanya.


"Siapkan semuanya, saya ingin besok sudah selesai semuanya"


Apa yang sedang mereka bicarakan?


"Hm, saya yakin dia akan menyukai nya" ucap Arga lagi yang membuat Serina semakin bertanya-tanya siapa dia yang dimaksud?


Walaupun di sana gelap Serina bisa melihat Arga yang tersenyum begitu tulus setelah mengatakan 'dia'


Serina tersenyum kecut apa Arga memiliki hubungan dengan wanita lain? Jika begini Serina tidak bisa berbuat apapun.


Ibu dari Sean itu langsung pergi mendekati putra nya saat melihat tanda-tanda Arga akan kembali ke kamar.


Klek!


Benar saja Arga kembali ke kamar, untung saja Serina cepat kembali.


"Serina?" Arga mengerenyitkan dahinya heran melihat keberadaan mantan istrinya di sana.


Melihat Arga yang seperti nya terlihat risih dengan keberadaan nya membuat denyutan menyakitkan di dada Serina.


"Oh? M-maaf, aku hanya ingin melihat Sean sebentar" ucap Serina langsung bangkit dari duduknya.


Merasa tidak ada yang ingin di bicarakan Serina ingin berlalu melewati Arga, tapi pria itu menghentikan langkahnya.


"Kenapa buru-buru?" Arga merasa serina tengah menyembunyikan sesuatu darinya.


Serina menoleh pada Arga, "Kamu harus istirahat Mas, aku akan keluar" jawab Serina berjalan keluar dari kamar yang di tempati mantan suaminya.


Klek


Tapi entah mengapa Serina merasa tidak rela jika Arga akan pergi bersama wanita lain meninggalkan dirinya, seharusnya dia sudah menyiapkan diri jika Arga akan bertemu dengan pasangan hidupnya.


Serina mengusap wajahnya kasar wanita itu langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Kemudian menenggelamkan wajahnya di bantal.


Pikirannya melayang pada saat pertama kali dia bertemu dengan Arga setelah lima tahun tidak berjumpa, di kebun miliknya Arga tiba-tiba saja muncul lalu memeluknya hangat pria itu seolah-olah sangat merindukan nya juga.


Tapi rasa senang nya harus hancur saat Arga menelepon di belakang tadi, dia menyuruh orang di telepon untuk menyiapkan sesuatu kejutan untuk seseorang.


Dan Serina rasa Arga sedang membuat kejutan untuk wanita yang di cintai nya sekarang.


Terlalu banyak berfikir membuat rasa kantuk Serina datang tanpa terasa dia memejamkan kedua matanya menuju alam mimpinya.


.


.


Eh?


Apa yang terjadi?


Bukanya dia tadi masih berada di rumah? Lalu kenapa dia berada di sini sekarang?


Serina menepuk kedua pipinya ketika merasa jika yang di alaminya ini seperti mimpi.


Bagaimana tidak?

__ADS_1


Saat ini dia berdiri di sebuah panggung yang sudah di dekorasi dengan sangat indah, dan dia tengah mengenakan sebuah gaun pengantin berwarna putih dengan buket bunga di kedua tangannya.


Di bawah sana ada keluarga dan teman-teman nya yang tengah memandangi nya kagum, sedih, dan bahagia.


"Maaf"


Serina menoleh kesamping nya dan betapa terkejutnya dia saat Arga dengan Tuxedo putih senada dengan gaun yang ia kenakan mengucapkan kata maaf.


Sejak kapan Arga di sana?


Arga menahan tawanya melihat raut wajah bingung yang kini di tampilkan Serina.


"Mas?"


Arga mengangguk kemudian memeluk erat pinggul istri nya mendekat, melihat kemesraan pengantin di atas panggung semua orang berdecak kagum bahkan mereka semua mengabadikan bagaimana sempurna nya Ketika Arga dan Serina bersanding kembali.


"Maaf karena membuat kamu menunggu lama" ucap Arga tulus


Serina menoleh kembali pada Arga, masih belum sadar jika sekarang dia akan kembali menjadi Nyonya Wahyutama.


"Kita menikah?" Tanya Serina tidak percaya.


Baru tadi malam dia berfikir buruk tentang Arga dan kebohongan pria itu, tapi pagi ini dia sudah berada di sebuah hotel mewah untuk melaksanakan pernikahan dengan ayah dari putra nya.


Cup!


Arga mencium pelipis wanita yang kembali menjadi istrinya.


"Hm... Selamat datang nyonya Arga" bisik Arga di teling Serina.


Kedua matanya berkaca-kaca tidak menyangka sebuah rencana yang Arga siapkan dengan terburu-buru itu untuk acara pernikahan mereka.


"Jangan menangis, menangis lah saat kita sudah resmi menjadi suami istri" Arga mengusap sudut air mata Serina yang akan jatuh.


"Nyonya dan Tuan Sudah waktunya" pendeta datang dan memperingati kedua pasangan pengantin itu.


Arga tersenyum kemudian menarik Serina menuju pendeta, pendeta yang sama seperti saat mereka menikah dulu.


Keduanya saling berhadapan di samping pendeta yang tengah mengucapkan janji suci mereka.


Senyum terus tersemat diantara keduanya rasa bahagia begitu terpancar dari Arga dan Serina membuat semua yang melihat ikut merasakan kebahagiaan kedua nya.


"Selamat Kalian resmi menjadi suami istri" ucap pendeta.


Arga dan Serina tersenyum


"Silahkan berciuman untuk meresmikan pernikahan kalian"


Arga tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, menarik pinggul Serina mendekat pada tubuhnya, kini mereka sudah saling menempel.


"Terimakasih sudah bertahan hingga saat ini" ucap Arga, sebelum mendekat kan wajah nya pada wanita yang sekarang resmi menjadi istrinya.


Serina menutup kedua matanya menerima rasa lembut bibir Arga yang kini menempel di bibirnya.


Suara gemuruh tepuk tangan orang-orang memenuhi ruangan yang menjadi saksi bisu bagaimana Arga dan Serina kembali bersama.


End....


Masih ada bonus chapter terkahir nanti jam 18.00 jangan kelewatan yaa🔥

__ADS_1


Dan itu ending sebenarnya 😭😭


__ADS_2