Takdir Seorang Istri

Takdir Seorang Istri
51. Berawal


__ADS_3

Tepukan-tepukan ringan Serina berikan di punggung Sean yang tengah memeluknya erat, miris melihat keadaan putra nya saat ini.


Serina sadar dengan perkataan Arga jika anak nya bukan hanya Arina, niat nya ingin melihat keadaan putranya itu. Tapi saat masuk ke kamar Sean ruangan tersebut gelap gulita dan si pemilik kamar tengah duduk meringkuk di pojokan kamarnya.


Bahkan Serina bisa mendengar gumaman tidak jelas Sean yang terus memanggil Arina.


Serina memberikan kecupan di kepala milik Sean.


"Ibu...Arina, Arina" gumam Sean dalam pelukannya.


Panggilan tanpa sadar Sean membuat hatinya menghangat.


"Sstt.. tidurlah nak"


Sean bangun kemudian bocah itu duduk menyender di senderan ranjang, melihat Sean bangun mau tak mau Serina juga ikut bangun.


"Ada apa?" Tanya nya pada sang putra.


Sean menggeleng tapi Serina bisa melihat kilatan bening yang keluar dari mata putra nya itu.


"Jika saja kami tidak bermain di sana mungkin Arina masih ada di sini kan Bu?" Sean tanpa sadar memanggil Serina dengan sebutan ibu.


"Dia mendorong ku agar selamat dari tabrakan itu, tapi si bodoh itu malah mencelakai dirinya sendiri, aku bisa liat bagaimana tubuh Arina terlempar jauh bahkan darah nya mengenai sebagian tubuh ku..." ucap nya bergetar


Serina menarik Sean dalam pelukannya mencoba menghentikan deretan kalimat menyakitkan yang keluar dari bibir mungilnya, Serina ikut menangis melihat Sean menceritakan kejadian yang dia lihat sambil meneteskan air matanya.


Sean yang kuat, Sean yang angkuh kini terlihat sangat rapuh, bukan hanya kehilangan saudaranya dia juga kehilangan satu-satunya temannya.


"Tenang nak, Arina sudah baik-baik saja sekarang"


.


.


Hari ini tepat seminggu setelah kepergian Arina baru sekarang Serina memberanikan dirinya menghadiri persidangan keputusan hukuman Jessie yang akan di lakukan hari ini.


Sebenarnya dia sempat menolak tapi dengan paksaan dari Arga akhirnya dia menyetujui untuk menemu wanita penyebab kematian putri nya itu.


"Ayo"

__ADS_1


Arga membuka pintu mobil untuk Serina.


Mereka berdua berjalan berdampingan di belakang sudah ada Hans dan juga pengacara milik Arga yang akan mendampingi mereka nanti.


Padahal Serina masih ragu meninggalkan Sean yang tengah demam tinggi di rumah sendirian tapi untungnya Naura mau menggantikannya menjaga Sean.


Mereka duduk di kursi tempat para saksi, di depan sana sudah ada Jessie yang tengah mengenakan pakaian tahanan duduk di depan hakim.


Dari yang Serina lihat Jessie tidak baik-baik saja sekarang, terlihat dari bagaimana pucat nya wajah itu dan sisa-sisa air mata yang masih menempel di wajahnya.


"Tidak perlu merasa kasihan pada wanita itu" Arga membuka suaranya, mengantisipasi jika saja Serina menghentikan proses persidangan ini karena kasihan.


Serina mendengus, "Wajar aku mengasihaninya, tidak seperti kamu yang berlagak seolah tidak mengenal wanita itu" hardik Serina.


Arga tidak menjawab pria itu senang melihat Serina kembali mengeluarkan ekspresi nya.


Proses persidangan di mulai, pertama Tama Mereka membacakan kesalahan yang Tersangka buat, lalu mulai berdiskusi mengenai hukuman apa yang pantas untuk Jessie.


Serina hanya diam, tidak menyangka bukan hanya Arina saja yang menjadi korban dari wanita itu.


"Keputusan telah di buat, para hakim memutuskan untuk menghukum saudari Jessie Kimberly, kurungan penjara Seumur hidup!"


keputusan hakim final


Kemudian, Semua orang meninggalkan lokasi persidangan meninggalkan Jessie bersama dengan Arga dan Serina di sana.


"Kamu tidak ingin mengatakan sesuatu?" Serina menghampiri Jessie yang hanya diam termenung.


"Aku tidak menyangka kamu bisa membunuh putri kandung mu sendiri" Arga menahan tubuh Serina yang bergetar.


Jessie terdiam, mana mungkin dia membunuh putri nya sendiri.


"Aku tidak berniat membunuhnya!" Jessie menatap tajam Serina.


Tatapan wanita itu terlihat rapuh tidak seperti seseorang yang marah ataupun benci.


Serina tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Itukah balasan untuk orang yang telah merawat putri mu? Kamu berniat mencelakai putra ku?" Serina menyesal pernah menyerahkan Sean pada wanita gila seperti Jessie.

__ADS_1


Jessie menangis wanita itu ambruk kelantai menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kenapa jadi begini?" Serina hanya diam menatap bagaimana penyesalan begitu kentara di wajah Jessie sekarang.


Wanita itu tidak menyangka rencana jahatnya malah melukai putri nya sendiri.


Jessie merenung bagaimana semua ini terjadi ya?.


Beberapa tahun lalu dia hanyalah seorang Gadis yang berasal dari keluarga sederhana, karena sebuah kecelakaan kerja dia harus kehilangan ayah satu-satunya yang ia punya di Dunia ini.


Saat itulah pertama kalinya ia bertemu dengan orang tua Arga, Sebagai balasan atas kerugian yang di alaminya Satya dan Wanda memperkejakan nya sebagai sekretaris putra mereka.


Betapa bahagianya Jessie saat itu bisa bekerja sama dengan orang yang sangat ia Kagumi, namun semuanya harus berakhir saat Arga dan Serina menikah, Jessie harus memendam perasaan nya.


Tapi selama Lima tahun mereka menikah belum ada tanda-tanda jika Menantu Wahyutama mengandung, mungkin sebab tekanan itulah yang membuat Arga merasa lelah.


Suatu ketika handphone Jessie berbunyi dan ternyata panggilan masuk dari Arga yang tumben sekali menelepon nya tengah malam, ternyata saat Jessie mengangkat nya itu bukan Arga melainkan dari pihak bar dan mengatakan jika Arga mabuk.


Jessie langsung bergegas menjemput Arga di sana lalu mengantarkan nya menuju rumah utama pria itu, tidak mungkin jika Jessie mengantar Arga ke rumah nya bersama dengan istri nya, Serina mungkin saja salah paham nanti.


Namun naas akibat mabuk dan tidak Sadar Arga tanpa sadar malah melakukan hal yang tidak sepantasnya mereka lakukan, malam itu Jessie harus kehilangan keperawanan nya.


Dan sialnya lagi kedua orang tua Arga melihat kebejatan putra mereka saat mabuk, takut hal yang tidak di inginkan terjadi mereka langsung menikahkan Arga dan dirinya tanpa di ketahui oleh Serina istri pertama Arga.


Jessie merasa bahagia saat tau Arga pria yang ia cintai akhirnya menjadi miliknya, tapi semua itu harus berakhir saat usia kandungan Jessie yang ke lima bulan pria itu memergoki nya bersama dengan seorang pria lain di kamar nya sendiri.


Setelah saat itu Arga tidak pernah lagi tidur bersamanya bahkan pria itu tidak pernah lagi memperlakukan nya seperti seorang istri, kesalahan yang ia buat karena Arga tidak mau menyentuh nya membuat tanpa pikir panjang Jessie melakukan hubungan dengan pria lain.


Jessie hanya mengira jika Arga tidak akan menceraikan nya karena bayi yang ia kandung. Tapi ternyata ia salah Arga meragukan bayi yang Jessie kandung adalah bayinya.


Hingga suatu malam di usia kandungannya yang hanya menunggu hari untuk lahir, tanpa perasaan Arga mendorong nya di kamar mandi sampai dengan terpaksa Dia melahirkan sebelum waktunya akibat pendarahan.


Bahkan setelah bayinya lahir Arga tidak merasakan apapun untuk bayi itu, padahal jelas-jelas bayinya sangat mirip dengan sang ayah.


Dan lagi-lagi dia harus terima saat Arga melakukan keinginan nya.


Semuanya adalah salah pria itu mungkin jika Jessie tidak pernah bertemu dengan Arga dia tidak akan menjadi seperti ini.


Jessie akan menunggu bagaimana karma menjemput Arga nanti nya...

__ADS_1


TBC.....


__ADS_2