
Hari ini tepat pada tanggal 17 Juli 20xx adalah hari kelahiran Penerus keluarga Wahyutama yang Ke-1, Sean Arga Wahyutama.
Keluarga besar Wahyutama menyiapkan pesta besar-besaran untuk merayakan hari kelahiran putra pertama mereka yang akan menjadi pewaris utama Wahyutama Corporation.
Malam ini semua orang sudah berkumpul di kediaman keluarga besar Satya Wahyutama untuk merayakan pesta kelahiran Sean, tamu undangan yang banyak berasal dari kalangan atas telah hadir mengisi aula pesta.
Pemeran utama hari ini terlihat tampan dengan Tuxedo Navy yang menutupi tubuh mungilnya, Arga sang ayah yang tengah menggendongnya juga terlihat tampan dengan pakaian senada dengan putranya, di sampingnya ada Jessie yang berdiri dengan anggun bersama dengan suami dan putranya, wajahnya terlihat sangat bahagia berbanding terbalik dengan kondisi sebenarnya.
Para awak media yang diijinkan untuk meliput acara malam itu juga sudah bersiap dengan kamera mereka.
Semua pandangan tertuju kearah panggung saat MC memulai acara malam ini. si Mc mengucapkan selamat ulang tahun untuk Sean sebagai pembuka, lalu mempersilahkan Satya dan Arga untuk menyampaikan pidato mereka.
Satya maju terlebih dahulu untuk menyampaikan ucapan sambutan untuk para tamu.
"Selamat Malam para hadirin sekalian, terimakasih telah menghadiri pesta kecil untuk cucu pertama saya, Doa kalian semua untuk cucu Kami sangatlah berharga, Nikmati pestanya! terimakasih"
"Terimakasih Banyak Tuan Besar untuk sambutannya! Doa yang terbaik untuk Pangeran kita Sean" Mc bersuara.
Suara tepuk tangan meriah terdengar saat Satya Wahyutama selesai memberikan pidatonya, kini giliran Putra mereka ayah dari Pemeran utama pesta hari ini yang akan memberikan sambutan, Arga terlebih dahulu menyerahkan Sean pada Jessie lalu ia menaiki panggung.
Entah karena cuaca pada malam hari atau memang karena Aura alami yang di keluarkan Arga sehingga suasana aula terasa dingin mencengkram saat pria itu menaiki panggung.
"Terimakasih Telah hadir di dalam acara malam ini, pesta yang kami buat spesial untuk merayakan hari kelahiran Putra Saya Sean" Semua orang terdiam mendengarkan sambutan dari Arga, dari situ mereka menyadari Arga memang terlahir menjadi seorang pemimpin yang mendominasi.
"Sekali lagi Selamat ulang tahun untuk Sean dan Putriku yang lain di luar sana" Perkataan Arga membuat semua orang bertanya-tanya kecuali Jessie yang memang mengetahui jika ada Putrinya diluar sana.
"Maaf sebelumnya Tuan Arga" Arga melirik pada Mc yang sepertinya penasaran dengan ucapannya tadi, "Sepertinya semua orang penasaran siapa 'Yang lain', yang anda maksud?" benar saja pertanyaan MC kurang lebih sama dengan apa yang dipikirkan mereka.
Tatapan Arga menggelap, mata tajamnya lurus pada kamera yang merekamnya dari bawah sana.
"Siapapun anak yang lahir di tanggal ini.....itu adalah Putra-Putri Saya" jawab Arga, MC yang merasa jika pertanyaannya menyinggung Pemimpin Wahyutama itu merasa keringat dingin.
"A-Ah! Terimakasih Tuan Arga! Beri tepuk tangan yang meriah"
Semua orang bertepuk tangan saat Arga turun dari panggung akhirnya suasana yang menegangkan itu berakhir juga.
__ADS_1
Plak!
"Ma!" geram Arga ketika tanpa peringatan ibunya itu memukul lengan kekarnya di depan semua orang.
Wanda menatap garang pada Arga, "Perkataan mu tadi hampir saja membuat Mama jantungan!" Kesal wanda pada putra sulungnya.
Arga memutar bola matanya malas memilih mengabaikan Ibunya dan menghampiri Jessie yang menggendong Sean.
"Mama hampir saja mengira jika Serina juga melahirkan anak kamu!" Sewotnya, Arga tetap tidak membalas ia hanya sibuk menggendong Sean yang sepertinya tidak nyaman dalam pelukan Jessie.
'Sean adalah Putra Serina Ma' Ingin sekali Jessie berteriak seperti itu pada mertuanya, tapi dia tidak bisa gegabah jika tidak ingin kehilangan semua kekayaan Arga.
Suara Mc kembali terdengar membuat mereka kembali mengalihkan perhatian mereka pada pria yang mulai sekarang di cap hitam oleh Arga.
Mulai masuk ke dalam menu utama acara, kue seukuran pinggang orang dewasa di keluar kan karena waktunya untuk Sean meniup lilin.
"Satu.dua.tiga!"
Wuuh!
.
Serina berniat menyiapkan makan malam di dapur saat telinganya mendengar suara Tv yang menyala di ruang tengah
"Terimakasih Banyak Tuan Besar untuk sambutannya! Doa yang terbaik untuk Pangeran kita Sean!"
Telinganya menjadi sensitif saat mendengar nama putra yang lama terpisah darinya, dengan langkah lebar Serina akhirnya berada di depan Tv, yang memang menampilkan Arga yang baru saja naik panggung.
Serina mendudukkan dirinya di sofa depan Tv, matanya memanas saat kamera menampilkan wajah Sean yang tidak pernah ia lihat di dalam gendongan Jessie.
"Sean...." gumam Serina memanas, ada sedikit rasa syukur saat tau Arga tidak mengubah nama pemberiannya pada Sean, dia menunduk kan wajahnya mengingat kembali wajah Sean yang ia rindukan, sampai-sampai sambutan Arga di Tv tidak ia dengar.
"Sekali lagi Selamat ulang tahun untuk Sean dan Putriku yang lain di luar sana"
Wajah Serina mendongak saat mendengar suara Arga terdengar lagi, apa yang pria itu katakan? Wajahnya kini fokus pada Arga yang tengah berdiri dengan gagah di atas panggung, apakah yang pria itu maksud adalah Arina?.
__ADS_1
"Maaf sebelumnya Tuan Arga" Ia bisa mendengar suara Mc yang bersuara terlihat bingung seperti dirinya.
"Sepertinya semua orang penasaran siapa 'Yang lain', yang anda maksud?" Tanpa sadar Serina mengangguk merasa penasaran sama seperti Mc, setidaknya dia tidak penasaran lagi karena MC sudah menyampaikan rasa penasarannya.
Tatapan Arga yang lurus menatap kamera membuat Serina tanpa sadar menegang seolah-olah di perhatikan oleh mata tajam pria itu, rasanya tidak nyama di tatap seperti itu padahal Arga hanya menatap Kamera bukan menatap dirinya.
"Siapapun anak yang lahir di tanggal ini.....itu adalah Putra-Putri Saya" Nafas Serina tercekat mendengar perkataan Arga, mengapa ia merasa jika yang Arga maksud adalah Arina?.
"A-Ah! Terimakasih Tuan Arga! Beri tepuk tangan yang meriah"
Setelahnya Serina hanya mendengar suara Mc yang menyebutkan kegiatan-kegiatan lainnya, saat mulai pemotongan kue akhirnya Serina tersenyum senang bisa melihat wajah putranya dengan jelas, mereka bertiga terlihat seperti keluarga bahagia di matanya, syukurlah Sean bisa mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Naura berniat membantu Serina di dapur seharunya, tapi kakinya melangkah ke ruang tengah ketika melihat Serina yang tengah menonton Tv seorang diri, tidak biasanya Mbak Serina menonton Tv.
"Mbak?"
Serina menoleh "Naura...Sean"
Naura menatap Tv di depan mereka yang menampilkan mantan suami Serina yang tengah menggendong seorang balita laki-laki di lengannya, tapi bukan itu yang menjadi fokus utama Naura, melainkan pakaian yang balita itu gunakan.
"Mbak, pakaian yang di pakai Sean"
"Hm?"
"Ingat tidak kado misterius untuk Arina?"
Serina menatap Naura bingung, "Kenapa?"
"Baju yang di pakai mantan suami mbak dan Sean, mirip dengan gaun Arina yang di hadiahkan oleh orang misterius itu" Ucap Naura yakin sekali dengan apa yang ia lihat.
Serina menoleh kembali pada Tv
Benar yang dikatakan Naura pakaian itu terlihat familiar di matanya, apakah yang memberikan kado itu adalah Arga?.
TBC......
__ADS_1