Takdir Seorang Istri

Takdir Seorang Istri
21. Mengungkapkan kebenaran


__ADS_3

Naura ngeri sendiri saat melihat Serina berjalan kesana-kemari dengan kondisi perut membuncit besar.


Wanita hamil itu sangat antusias mempersiapkan perlengkapan untuk dirinya melahirkan minggu depan, Naura sejak tadi ingin membantu, tapi Serina tidak mengijinkannya.


Dia hanya berkata "Mbak yang akan melahirkan, jadi Mbak jugalah yang harus menyiapkan segalanya" setelah itu Naura hanya menonton Serina yang tengah membawa buntalan besar bolak-balik mempersiapkan kebutuhan persalinannya.


"Mbak istirahat dulu" Pinta Naura untuk kesekian kalinya.


"Iya sebentar lagi!" dan Naura sudah bosan mendengar jawaban yang Serina berikan sedari tadi.


Hari ini kedai Serina sepenuhnya berada di bawah kendali Laras, sebenarnya Serina bisa sendiri mengurus perlengkapannya tapi Naura bersikukuh untuk ikut.


Untuk menyambut kehadiran anggota baru di keluarga kecil Serina, wanita hamil itu sudah menyiapkan sebuah kamar yang sudah ia dekorasi sendiri untuk kamar Putranya. mendekati hari persalinannya makanya Serina sangat sibuk sejak pagi untuk menata kamar yang nantinya akan di tempati Putra nya.


Sebuah kardus besar yang sama sekali belum tersentuh oleh Serina tergeletak di pojokan kamar, Serina bukanya tidak ingin membuka kotak itu, hanya saja kardus yang sudah dikirim dua hari yang lalu itu adalah pemberian Arga.


Dan Serina tau betul apa isinya.


Dengan malas Serina memutuskan untuk membuka kotak persegi empat berwarna cokelat muda dari dua hari yang lalu.


Benar saja isinya masih sama...


Baju bayi perempuan...


Entah apa maksudnya mantan suami Serina selalu mengirimkan perlengkapan bayi yang biasa di gunakan oleh bayi perempuan, pernah suatu hari Serina mempertanyakan pemberian Arga, pria itu hanya mengatakan, 'tidak ada salahnya memberikan pakaian yang tidak akan ia gunakan sampai besar, kan?'.


Setelah itu Serina tidak mau lagi protes dengan barang yang Arga kirimkan.


"Baju perempuan lagi?" Naura menghampiri Serina yang sedang membuka kardus.


Serina mengangguk.


"Sebenarnya siapa yang mengirimkannya Mbak?" ada pertanyaan yang selama ini Naura tahan untuk Serina, karena takut wanita hamil itu merasa tidak nyaman akhirnya Naura hanya diam saja sampai sekarang, tapi sepertinya tidak bisa ia tahan lagi.


Serina menghela nafas panjang, apa sudah saatnya ia mengatakan kebenaran mengenai siapa mantan suaminya pada Naura? gadis muda itu sangat baik padanya selama ini, tidak ada salahnya kan jika ia mengatakan kebenaranya?.


Naura duduk berhadapan dengan Serina saat wanita yang tengah hamil itu menyuruhnya.


"Janji jangan katakan pada siapapun!" Serina menjulurkan jari kelingkingnya, Naura menatap Serina sejenak sebelum akhirnya menyatukan kelingkingnya dengan millik Serina, "Janji!".


Mengatur nafasnya sejenak Serina menatap dalam Naura.

__ADS_1


"Kamu tau Arga Wahyutama, kan?" Naura mengangguk, " Dia adalah...M-mantan Suami Mbak" Ungkap Serina.


Naura terdiam.


Dalam hidupnya Naura hanya tau jika Serina adalah wanita baik hati yang memiliki suami pegawai biasa, karena ingin membantu suaminya maka Serina membangun Kedai di pinggiran kota yang besar nya tidak seberapa, lalu dengan atas nama takdir dirinya yang saat itu sangat membutuhkan pekerjaan tidak sengaja bertemu dengan Serina.


Entah karena Serina terlalu baik atau karena memang sedang membutuhkan karyawan Wanita itu membantunya dengan tangan terbuka, sejak saat itu Naura yang hanya lulusan Sekolah menengah atas sangat menghormatinya.


Tapi baru sekarang saat sudah hampir satu tahun ia bekerja sama dengan Serina, ia baru tau jika Serina adalah Istri Arga Wahyutama yang sangat terkenal, Naura tidak menyangka pria terhormat seperti Arga mampu meninggalkan wanita seperti Serina yang tengah mengandung anaknya.


"Kenapa dia meninggalkan Mbak?" Ada rasa geram dan marah dari nada suara yang Naura keluarkan.


"Di keluarga kaya seperti mereka kelahiran seorang penerus sangatlah penting, dan saat itu Mbak tidak bisa mewujudkannya"


Naura mengerutkan keningnya heran, bukankah Serina sudah mewujudkannya sekarang? lalu kenapa mereka membuangnya?.


Melihat raut bingung Naura, perlahan Serina menceritakan bagaimana awal keretakan hubungannya bersama dengan Arga, mulai dari sikap Arga yang berubah sampai perselingkuhan yang laki-laki itu lakukan, yang membuat Serina harus menyembunyikan Kehamilannya.


"Tapi Mbak bersyukur masih ada orang-orang seperti kamu dan Mbak Laras yang sangat baik pada Mbak"


Grep!


Tubuh Serina bergetar diperlukan Naura "Aku akan selalu bersama Mbak Serina"


.


Kedai telah tutup beberapa saat lalu para pekerja sudah pulang meninggalkan Kedai dan akan kembali lagi besok, jika dilihat dari luar memang pintu kedai tertulis tutup tapi di dalam sana masih ada dua orang berlawan jenis yang masih duduk berhadapan.


Dari percakapan antara keduanya bisa dilihat jika si pria lebih berkuasa dari wanita di hadapannya.


"Bagaimana?"


Si wanita langsung menjawab "Sekitar seminggu dari sekarang"


Pria dengan jas lengkap berwarna hitam itu mengangguk paham


"Informasikan pada Saya setelah wanita itu melahirkan"


"Baik"


Setelah percakapan yang singkat itu si pria berjalan keluar meninggalkan kedai milik Serina yang sudah tutup.

__ADS_1


.


.


Tak terasa waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, sejak tadi malam Serina mengalami kontraksi hebat di perutnya, untung saja ada Naura menginap dirumahnya tadi malam.


Melihat Serina yang mengalami kontraksi dengan Segera Naura menghubungi Laras yang kebetulan memiliki mobil pribadi, dengan segera mereka membawa Serina menuju rumah sakit biasa tempat wanita itu memeriksakan diri.


Jam 10 malam mereka sampai di rumah sakit, Para petugas dengan sigap membawa Serina keruangan bersalin yang telah mereka siapkan.


"Mbak yang sabar ya" Naura tidak kalah paniknya, melihat wanita yang berjasa dalam hidupnya terbaring di ranjang rumah sakit dalam kondisi kesakitan.


Suster mendorong brankar diikuti Laras dan Naura yang senantiasa memberikan kalimat pendukung.


"Siapkan Brankar! Pasien atas nama Jessie Kimberly mengalami pendarahan!" Teriak salah satu perawat yang menjaga di bagian depan rumah sakit.


Mendengar nama yang tidak asing di telinganya membuat Serina bertanya-tanya, apakah jessie yang di maksud sama dengan Jessie yang di kenal nya?.


"Nyonya tenanglah" Ucap suster yang mendorong brankar Serina, suster itu berucap setelah melihat Serina yang terlihat tidak tenang.


"Sshh, N-naura tolong cek pasien yang baru saja datang" Pinta Serina pada gadis yang berlinang air mata itu.


Naura mengangguk baru saja gadis itu akan pergi Laras menahan tangannya.


"Jangan pikirkan apapun Serina, istirahatlah sampai persalinan selesai!" ucap Laras, dia tidak mau jika pikiran Serina terganggu yang mungkin akan menimbulkan hal yang tidak diinginkan untuk nya dan bayi yang di kandung.


"T-tapi Mbak"


Mereka sudah sampai di ruangan bersalin, Dokter yang biasa memeriksa Serina datang dan mulai melakukan pemeriksaan, sedangkan Naura dan Laras menunggu di luar ruangan sambil berdoa.


Selang beberapa menit Dokter wanita keluar dari ruangan Serina.


"Bagaimana dok?"


"Serina akan melahirkan hari ini, tapi untuk waktu kapan bayinya akan keluar belum bisa di pastikan, kami akan meninjau seterusnya" Ucap Dokter pada Naura dan Laras.


Kedua wanita itu masih belum bisa bernafas lega, di dalam sana Serina masih harus berjuang bersama bayinya.


"Mbak aku takut" Naura memeluk Laras, "Tidak apa, mereka akan baik-baik saja" Laras menenangkan Naura.


TBC...

__ADS_1


__ADS_2