
Pukul 9 malam Malvin, Serina, dan Arina pulang ke rumah. balita mungil Serina tertidur dengan nyenyak di keranjang yang di buat khusus untuk nya.
Malvin berinisiatif untuk menggendong Arina sebelum Ibunya mengambil balita itu.
"Biar aku saja"
"Tidak apa, lagipula aku masih ingin bersama dengan Arina"
Mendengar jawaban Malvin yang sepertinya sangat menyayangi anak-anak itu Serina hanya menggelengkan kepalanya, jika Malvin sangat menyukai anak kecil kenapa lelaki itu tidak menikah sejak dulu?.
"Biar aku yang membawa Arina Malvin, ini sudah malam tidak enak dilihat tetangga"
Dengan terpaksa Malvin menyerahkan Arina setelah mencuri satu kecupan di pipi gembul balita yang tengah tertidur tersebut.
"Kalau begitu aku pulang dulu"
Serina melambaikan tangannya ke udara menemani kepergian Malvin dari rumahnya.
Tidak ada tanda-tanda pintu terbuka Serina lalu memencet bel rumahnya, mengambil kunci di kantung bajunya sangat sulit jika sambil menggendong Arina.
Tidak sampai semenit pintu kemudian terbuka menampilkan wajah Naura yang sepertinya baru bangun tidur.
"Mbak Serina? kenapa tidak langsung masuk saja?" Ucapannya sambil membuka lebih lebar pintu rumah.
"Arina tidur jadi Mbak tidak bisa membuka pintu nya, maaf mengganggu tidur mu"
Naura mengikuti Serina melangkah menuju kamar miliknya, setelah merebahkan Arina di kasur Serina bersiap untuk membersihkan diri.
"Oh iya Mbak, tadi Orang tua Mbak Serina telpon"
Serina mengerutkan dahinya heran tumben?.
"Apa katanya?"
"Mereka tanya Mbak jadi menginap apa tidak katanya" jawab Naura.
Serina menepuk dahinya, ia lupa jika ibunya menyuruh mereka menginap di rumah utama. tapi memang Karena kesibukan yang tidak ada habisnya Serina jadi melupakan hal itu.
"Ok Terimakasih ya, nanti Mbak hubungi mereka lagi"
.
.
"Aku akan siapkan air hangat dulu"
"Hm"
Arga menggantung Jas berwarna hitam nya di tempat gantungan hari ini pria tampan itu terlihat sedang dalam kondisi tidak baik. terlihat dari rahang tegasnya yang menguat dan keningnya yang terus berkerut sejak pertamuan nya dengan mantan istri tadi.
Jessie sendiri yang mengetahui jika Arga sedang dalam mode tidak bisa di ganggu berusaha untuk tidak menyenggol pria itu.
"Air hangat nya sudah siap"
Arga langsung masuk kedalam kamar mandi tanpa sepatah katapun.
Helaan nafas terdengar samar keluar dari bibir Jessie, wanita itu kemudian turun kebawah untuk menyusui Sean.
Memang Putra dari Serina itu sangat merepotkan menurutnya, seharusnya di umurnya yang sekarang Bayi laki-laki itu bisa minum susu bubuk tapi memang dasarnya bayi itu ingin membuat nya repot.
"Yuni!"
__ADS_1
"Iya nyonya?"
Yuni kemudian menyerahkan Sean pada Jessie, selagi Nyonya besarnya menyusui tuan muda, Yuni membuat kan minuman hangat untuk wanita itu.
Arga keluar dari kamar mandi dengan rambut setengah basah sesekali Pria itu menggosok rambut nya dengan handuk kering.
Mengambil handphone nya di atas meja Arga menekan tombol panggilan di Ponselnya.
"Bagaimana?"
"Maaf dia belum pergi dari rumah"
Arga berdecih
"Saya sudah menyuruh Anda untuk memanggil nya kan?"
"Entahlah sepertinya dia lupa, jangan khawatir saya pastikan Serina meninggalkan rumah itu secepatnya."
"Pasti, itu sepadan dengan apa yang telah saya berikan"
Tut.....
Sambungan terputus
Bertepatan sambungan yang terputus Jessie masuk dengan membawa Sean di gendongannya.
"Sean sudah tidur Mas"
Arga tersenyum tipis ketika melihat wajah putra sulungnya rasa marah yang tadinya meluap hilang begitu saja entah kemana.
Balita itu beralih dari gendongan Jessie.
Jessie yang melihat Arga pergi hanya bisa terdiam sebenarnya ia lelah dengan pernikahan ini bagian mana yang di sebut pernikahan saat suami istri tidur terpisah?. dan sang pria lebih memilih tidur di kamar mantan sang istri?.
Berkali-kali Jessie ingin bercerai dari Arga tapi dia harus menahan semua emosi itu ketika melihat berapa banyak uang yang Arga keluarkan untuk biaya belanja nya sehari-hari.
"Siapa yang di hubungi Mas Arga tadi ya ?"
.
.
Dinda memeluk hangat Serina dan Naura yang datang kerumahnya pagi ini. wanita paruh baya itu kemudian beralih pada Arina yang tengah menatapnya dengan mata bulatnya.
"Cucu Nenek, kemari sayang"
"ututu semakin hari tambah gembul saja"
"Ayah dimana Bu?"
Dinda yang tengah asik dengan Arina tersadar telah mengabaikan putri nya.
"Masuklah dulu ayo"
Serina mengangkat kopernya kedalam rumah milik orangtuanya Naura juga membawa tas miliknya kedalam.
"Ayah ada di kantor saat ini, tapi siang nanti dia pulang" Ucapannya ketika mereka duduk di sofa.
"Kenapa baru datang sekarang?" tanya Dinda
"Beberapa hari ini kami sibuk mengurus kedai Bu, karena itulah kami baru datang"
__ADS_1
"padahal ibu dan ayah merindukan kalian, tapi kalian malah baru datang" Rajuk nya pada kedua wanita yang duduk di depannya.
"Bukan begitu Bibi, sebenarnya Mbak Serina sedang berusaha mencari ayah sambung untuk Arina"
Buk!
"Aw! sakit Mbak!"
Serina menepuk punggung Naura saat gadis itu mengatakan perkataan yang tidak benar pada ibunya.
"A-ayah S-sambung?" Tanya Dinda terbata.
Melihat ibunya yang terdengar sangat syok membuat Serina kembali menatap tajam Naura.
"Tidak ibu Naura bercanda"
Diam-diam Dinda bernafas lega mendengar jawaban Putri nya. entah apa yang terjadi dengan mereka jika Serina mendapatkan ayah sambung untuk Arina.
"Istirahat lah dulu Ibu akan menyiapkan camilan untuk kalian"
Serina dan Naura pergi membawa Arina kedalam kamar lama Serina untuk istirahat. meninggalkan Dinda yang masih syok ketika mendengar perkataan Naura tadi.
Tidak mungkin hanya bercanda kan? jika bercanda pun, pasti Serina memang sedang dekat dengan seorang pria saat ini.
Dinda menggigit bibirnya gelisah apa yang harus ia katakan pada suaminya nanti?.
.
Malvin baru saja pulang dari bengkel miliknya siang ini dan dia berencana mengunjungi Serina dan Arina di rumah mereka.
Tapi saat ia sudah berada di depan rumah milik Serina ada sebuah mobil Mewah terparkir di depan nya.
Dahinya mengerenyit heran siapa mereka?.
Kakinya berjalan semakin dekat kearah Rumah Serina, dari tempat nya saat ini ia bisa melihat seorang pria memakai jas berwarna abu-abu berdiri seperti tengah memperhatikan sekelilingnya.
"Siapa?!"
Pria ber jas Abu-abu itu berbalik ketika mendengar suara Malvin dari belakangnya.
"Seperti nya tidak ada orang, sedang apa anda berada di sini?" pria di hadapannya ini terlihat mencurigakan walaupun mengenakan pakaian mewah dan mobil sport, tidak bisa menutupi jika orang ini mencurigakan.
"Ah maaf jika saya lancang tuan, saya mencari pemilik rumah ini" Ucapannya sangat ramah, tidak ada kesan mengancam dari wajah pria yang mengenakan kacamata itu.
Perlahan rasa waspada Malvin mereda
"Ada perlu apa ya?"
"Begini saya ingin membicarakan masalah pemesanan makanan dengan nona Serina"
Malvin mengangguk-angguk kan kepalanya paham.
"Seperti nya Serina sedang tidak berada dirumahnya"
"Ah iya sepertinya begitu, saya akan datang kembali lain kali"
Kemudian pria berkacamata itu pamit pada Malvin dan kemudian melenggang pergi menaiki mobil mewahnya.
"Pria itu aneh" gumam Malvin
TBC.....
__ADS_1