
“Hai....” sapa Yuri melambaikan tangannya dengan senyuman di wajahnya.
“Waalaikummussalam” saut Faisal ketus.
“Assalamualaikum” salam Yuri tak kalah ketus, Faisal dan Yuri salin tatap-tatapan tajam.
“Ehh abang ada di sini, bukannya tadi pagi mau ke panti ya, oh ya uminya mana?” tanya Aqila menatap Iqbal.
“Iya, udah tadi pagi, umi udah pulang duluan” jawab Iqbal tanpa menatap Aqila balik.
“Ehh Qi, barang pesenan gue mana?” tanya Ilham menyodorkan tangannya.
Aqila yang mendengarnya kesal, dan menatap Ilham tajam, “Nih... beli apa sih ka sampe mahal gitu, uang tabungan Qila jadi habiskan” ucap Aqila kesal sembari memberikan sebuah kotak berukuran sedang.
Emang kemarin malam Ilham meminta Aqila untuk membayarkan dulu pesanan barang online nya, dengan terpaksa Aqila membayarkannya. Tapi yang membuat Aqila semakin kesal adalah dia harus jalan ke pos ronda, mana pos ronda dengan rumahnya lumayan jauh udah mah malam hari lagi, kesal bukan?.
“Hehe makasih ya Qi, biasa pesanan buat si gembul di rumah, lo tau kan ibu paling gak suka kalau beli barang-barang aneh buat si gembul, tapi gue mau beli lucu soalnya, nanti lo liat ya kalau main ke rumah” jawab Ilham sembari memasukan kotak tersebut ke dalam tasnya.
“Huhh, mana uang gantinya” ucap Aqila menyodorkan lengannya.
“Huhh berapa sih Qi, elah paling dikit” ucap Ilham kesal dan mengeluarkan dompetnya.
“295.000 ribu, dengan ongkir jalan ke posnya bolak-balik 10.000 dan ada diskon 5.000 jadi total semuanya murah 300.000 ribu aja ko ka, tapi kalau mau di tambah juga boleh” ucap Aqila dengan senyuman khasnya, sedangkan yang lain di buat menganga tak percaya.
“Yang bener aja lo Qi?” tanya Yuri tak percaya.
“Iya Qi, sedetail itu” saut Loli.
“Heh lo mau nagih utang atau mau nawarin produk sih?” tanya Ilham kesal, sedangkan Faisal, Iqbla, Syifa dan temannya hanya diam saja.
“Udah deh, mana cepet bayar-bayar, janji harus di tepati” ucap Aqila menyodorkan tangannya.
“Huuh nih” ucap Ilham memberikan uanga merah 3 biji, eh maksudnya 3 lembar.
“Nah gitu dong kan Qila suka hehe, makasih ya ka” Aqila menerimanya dengan senang hati dan langsung memasukannya ke dalam sakunya.
“Ohh iya kalian lagi ngapain di sini?” tanya Yuri.
“Yang anda lihat kami sedang apa?” tanya balik Faisal dengan menaikan satu alisnya.
“Gue gak nanya ke lo ya” saut Yuri kesal.
“Lagi cari sesuatu” jawab Syifa.
“Cari apa?” kali ini Loli yang bertanya.
“Ada aja” jawab Sri, temannya Syifa.
“Cari cintanya Loli cantik” saut Ilham dengan cengiran di wajahnya.
“Ihh ka Ilham gak sikat gigi ya?” tanya Loli menatap Ilham aneh.
“Ehh, enak aja sikat gigi dong sayang” jawab Ilham tak terima.
“Itu buktinya ada cabe yang nyelip, berarti gak sikat gigi” ucap Loli polos, denga menunjuk cabe yang terselip di gigi Ilham.
Sedangkan Ilham langsung menutup mulutnya dengan tanganya dan yang lain sudah ketawa di buatnya, ‘Reputasi gue langsung jatuh’ batin Ilham lesu + kesal.
“Hahaha, malu gak tuh” tawa Aqila memegang perutnya yang sakit akibat terlalau banyak ketawa.
“Iya pasti malu lah Qi, gimana sih lo hahaha” tawa Yuri juga.
“Sabar Ham, haha” Faisal ikut ketawa dan menepuk pundak Ilham yang hanya cemberut saja.
“Diamlah kalian semua” ucap Ilham kesal lalu pergi.
“Yah dia ngambek, kaya cewe aja ngambek” ucap Yuri ketawa.
“Hei sudah-sudah, kasihan Ilham nya” ucap Syifa menghentikan tawa mereka semua.
“Huhh, dasar ka Ilham” ucap Aqila menggelengkan kepalanya.
“Ohh iya, kita mau nonton Film yang kemarin baru liris, kalian mau ikut gak?” tanya Yuri menawarkan.
“Tapi...” ucapan Syifa terpotong.
“Ayo ka bukannya ka Syifa kemarin bilang mau nonton juga tapi karena belum ada waktu jadi gak bisa nonton, nah sekarang mumpung ada waktu dan mumpung banyakan jadi kita nonton bareng-bareng” ucap Loli dengan polosnya dan tersenyum menampilkan deretan giginya yang rapi.
“Ehh...” Yuri langsung menatap Loli dan Aqila, dia mengehela nafas pelan.
“Boleh, kalau gratis” saut Faisal bersedekap dada.
“Nah pas banget ka, kita lagi di traktir sama Yuri juga ko, jadi kalau kalian mau nonton biar Yuri yang bayar” ucap Loli menatap Yuri yang sudah melotot ke arahnya.
“Wahh bagus itu, ya udah ayo kita nonton” ucap Faisal tersenyum mengejek Yuri yang terlihat sangat kesal.
“Ayo, bentar lagi filmnya mulai” seru Loli langsung menarik tangan Syifa dan Yuri pergi.
“Ayo Iqbal kenapa diam aja” ucap Faisal dan Iqbal pun mengangguk.
“Qila ayo” ucap Sri tersenyum.
“Ehh, iya ka duluan aja” ucap Aqila tersenyum kikuk.
“Ya udah kaka duluan ya” Sri pun langsung menyusul mereka semua dan meninggalkan Aqila sendiri.
Aqila menatap mereka semua, dia menghela nafas pelan lalu mulai berjalan mengikuti mereka di belakang.
“Qila” panggil Ilham dari arah belakang, Aqila menoleh.
__ADS_1
“Iya ka?” saut Aqila.
“Yang lain kemana?” tanya Ilham ketika hanya melihat Aqila seorang diri.
“Tuh...” tunjuk Aqila kepada mereka semua yang sedang asik duduk setelah membeli tiket nonton.
Terdengar helaan nafas dari Ilham, “Ya udah Yo, kita samperin” ucap Ilham dan langsung menarik tangan Aqila menghampiri mereka.
“Tega ya kalian” ucap Ilham ketika sudah berada di hadapan mereka semua, sedangkan mereka hanya menaiki satu alisnya bingung.
“Tega ninggalin gue sama Qila sendirian, kalau gue sama Qila hilang kaya gimana coba?” ucap Ilham bersedekap dada, sedangkan mereka semua memutar bola matanya malas.
“Udahlah jangan dengerin, filmnya udah mau mulai yu masuk” ucap Loli.
Dan mereka langsung masuk saja ke bioskop, meninggalkan Ilham, “Ayo ka” saut Aqila lalu pergi.
“Nasib, di tinggal lagi” Ilham lalu menyusul mereka semua masuk.
Di dalam ruang bioskop mereka sudah duduk di kursinya masing-masing, dan dengan tenang menunggu film mulai.
Setelah menunggu akhirnya Film pun di mulai, mereka fokus menonton dan memakan cemilan, “Loli minta punya Loli dong” ucap Aqila dan langsung mengambil makanan Loli tanpa persetujuan dari sang pemilik.
“Ihh Qila, ini kan punya Loli, Qila kan punya sendiri” saut Loli kesal.
“Elah Li cuman dikit ko, nih punya Qila ambil aja kalau Loli kurang” ucap Aqila menyodorkan makanan miliknya kepada Loli.
“Gak ah makasih” ucap Loli lalu fokus menonton lagi.
“Loli nih punya kaka aja, kaka gak terlalu suka ko sama makanannya jadi gak papa buat Loli aja” saut Syifa memberikan makanan miliknya.
“Wah beneran ka?” tanya Loli dengan mata yang berbinar.
“Iya, ambil aja” jawab Syifa mengangguk.
“Makasih ya ka” Loli menerima makanannya dengan senang, sedangkan Aqila yang melihatnya mengehela nafas pelan sembari melihat makanan miliknya.
“Qi kaka minta ya” ucap Ilham dan langsung mengambil makanan Aqila.
“Iya ka, ambil aja” ucap Aqila tersenyum.
“Tumben baik Qi?” tanya Ilham menatap Aqila.
Aqila yang kesal lalu menarik kembali makanannya, “Gak jadi, gak boleh ini punya Qila” ucap Aqila dan langsung memeluk makanan miliknya, sedangkan Ilham tersenyum.
“Ko Qila jadi mau ke air ya, apa karena kebanyakan minum?” gumam Aqila pelan.
“Yuri antar Qila ke air yu, Qila mau buang air kecil nih” ucap Aqila kepada Yuri.
“Nanti Qi, lagi seru nih, nanti ya bentar” saut Yuri tanpa menatap Aqila.
Aqila yang sudah tidak tahan segera pergi sendiri ke kamar mandi, dan Ilham yang melihatnya menghela nafas pelan dan Iqbal? Pria itu juga sama, dia menatap Aqila dengan tatapan yang sulit di artikan.
***
Setelah selesai Aqila lalu keluar kamar mandi, tapi dia di buat terdiam ketika di melihat dua orang perempuan yang sedang tertawa bersama.
“Ehh Qila, ada di sini juga?” tanya Syifa.
“Eh i-iya ka” jawab Aqila gugup.
“Qi kenapa sih lo kagak nunggu, padahalkan kalau lo nunggu kita bisa bareng” ucap yuri menatap Aqila.
“Udah gak tahan Ri” ucap Aqila tersenyum tipis.
“Ohh iya yang lain udah pada keluar mereka lagi nunggu di sana” ucap Yuri sembari menunjuk ke arah mereka semua yang sedang menunggu.
“Ohh iya, kalau begitu Qila samperin mereka duluan ya” ucap Aqila dan langsung pergi.
“Qila abis dari mana sih?” tanya Loli ketika Aqila sudah berada di hadapan Aqila.
“Habis dari air, oh iya tas Qila mana?” tanya Aqila.
“Nih” Iqbal menyodorkan tas Aqila.
“Makasih abang” ucap Aqila tersenyum.
“Iya” saut Iqbal.
“Ya udah kita makan yu, Qila udah laper banget nih” ucap Aqila sembari memegang perutnya.
“Kita nunggu Syifa sama Yuri dulu” saut Sri dan di angguki mereka semua.
“Iya deh” pasrah Aqila.
“Qi kita makan duluan aja yu. Lo laperkan gue juga kalau nunggu tuh dua anak lama” saut Ilham.
“Tapi...” Aqila menatap mereka semua.
“Udah ahh ayo, woi kita duluan ya” Ilham langsung saja menarik tangan Aqila pergi untuk mencari makan duluan.
“Tuh anak gak sabaran banget ya” ucap Faisal melihat Ilham dan Aqila yang sudah menjauh, dan Iqbal juga sama melihat mereka berdua, dia menghela nafas pelan.
***
“Qi lo mau makan apa?” tanya Ilham menatap Aqila.
“Terserah aja” jawab Aqila lesu.
“Qi lo kenapa sih?” tanya Ilham.
__ADS_1
“Gak papa ko ka, kita makan saefood aja yu udah lama Qila gak makan saefood” ucap Aqila tersenyum.
“Boleh” saut Ilham mengangguk.
Ketika mereka mau memasuki Restourant Saefood Yuri memanggil nama mereka dengan berteriak, “Woii, Qila ka Ilham tungguin napa” teriak Yuri.
“Ck, nih anak pada nonggol duluan kan” kesal Ilham bersedekap dada.
“Cepetan jalannya kasihan princes gue udah laper” ucap Ilham mentap Aqila yang hanya cemberut saja.
“Ck iya-iya, ini juga lagi jalan” saut Faisal dan mereka sudah berada di hadapan Ilham dan Aqila.
“Yo Qila mau makan saefood, jadi ayo masuk” ucap Ilham dan Aqila tersenyum.
“Hmm iya, Qila mau makan saefood kalian suka kan?” tanya Aqila tersenyum.
“Gue sih suka semuanya” jawab Yuri.
“Loli juga” saut Loli tersenyum.
“Makan yang lain aja, kasihan Syifa dia gak bisa makan saefood, dia alergi sama saefood” saut Sri.
“Ya udah cari yang lain aja” ucap Iqbal dan mengedarkan matanya mencari makanan yang lain.
“Syifa sukanya makanan 4 sehat 5 sempurna, hmmm contohnya kaya makanan khas Indonesia, ya kan Syif?” tanya Sri tersenyum menatap Syifa.
“Ehh i-iya” saut Syifa gugup.
“Ya udah kita makan di Restourant khas Jawa Barat aja” saut Faisal.
“Tapi Qila mau makan saefood” ucap Aqila cemberut.
“Udah Qi, jangan egois, kasihan Syifa nanti kalau kenapa-napa gimana” ucap Yuri, Aqila mengehal nafas pelan.
“Ehh kalau Qila mau makan saefood kita makan saefood aja, ana gak papa ko” saut Syifa meras tak enak dengan Aqila.
“Gak papa Syif, kita makan yang lain aja, Qila ngerti ko” saut Iqbal menatap Aqila yang menatapnya juga.
“Kalau kalian mau makan yang lain makan aja, gue sama Qila mau makan saefood, ayo Qi” ucap Ilham dan menarik tangan Aqila, yang lain melihat kepergian mereka berdua yang masuk ke dalam Restourant saefood.
“Ya udah ayo kita juga makan, Loli udah laper banget nih” ucap Loli dan di angguki mereka.
Iqbal melihat Aqila dan Ilham, lagi-lagi dia menghela nafas pelan lalu menyusul mereka semua, dan meninggalkan Restourant saefood.
“Ka Ilham lepasin ih” ucap Aqila dan langsung melepaskan genggaman tangan Ilham.
“Kaka kenapa sih, kan jadi kita pisah sama mereka” ucap Aqila menatap Ilham kesal.
“kan lo mau makan saefood, ya udah kita makan saefood biar mereka makan yang lain” saut Ilham menatap Aqila.
“Iya tapikan mereka nya gak mau, ya udahlah kita susul mereka aja” Aqila lalu segera keluar lagi dari Restourant saefood tersebut.
“Qi... Qila...” Ilham menghela nafas pelan dan mengikuti gadis keras kepala tersebut.
***
“Ri apa Qila marah ya sama kita?” tanya Loli menatap Yuri yang hanya diam saja.
“Entahlah, semoga saja enggak” jawab Yuri lalu memakan pesanannya.
“Heem” saut Loli berdehem.
“Ekhem, buat Qilanya gak ada nih?” tanya Aqila tiba-tiba.
Mereka semua menoleh ke arah sumber suara, “Qila lo kok ada di sini, bukannya mau makan saefood ya?” tanya balik Yuri.
“Gak jadi ah, kalau gak makan bareng kalian jadi gak enak, jadi Qila maunya bareng-bareng” jawab Aqila tersenyum lalu duduk di samping Yuri di susul Ilham yang duduk di samping Iqbal yang sedang menatap Aqila.
“Gue udah nebak sih” ucap Yuri tersenyum.
“Hehe iya” saut Loli terkekeh.
“Hmm Qila, beneran gak papa?” tanya Syifa.
“Iya ka” jawab Aqila tersenyum tipis.
“Ohh iya Qila mau pesan dulu ya” ucap Aqila lalu bangkit dari duduknya untuk memesan makanannya.
“Qi gue ambilin dong” saut Ilham sedikit berteriak.
“Ambil sendiri” balas Aqila.
“Ck, nih anak ya” kesal Ilham lalu menyusul Aqila.
Emang Restaurant ini mengambil makanannya seperti parasmanan, nanti setiap mengambil salah satu makanan akan di kasih satu kartu untuk satu makanan, dan setelah selesai kartu itu tinggal di kasihkan ke kasir untuk membayar makanannya.
Setelah selesai mengambil makanan Aqila segera kembali dengan nampan yang penuh dengan makanannya.
“Permisi-permisi Aqila mau lewat” ucap Aqila hati-hati.
“Permisi... “ lanjutnya.
BRAKK
“Awss...” ringis seseorang.
“QILAA”
**To Be Continue....
__ADS_1
***
Terimakasih udah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye**...