
Ketiga pria tampan itu menoleh ke belakang dan mendapati Sri yang menghampiri mereka bertiga.
”Assalamualaikum” salamnya tersenyum.
“Waalaikummussalam” jawab mereka bareng.
Iqbal dan Ilham kaget ketika melihat pakaian yang di gunakan oleh Sri.
“Lo...” ucapan Ilham menggantung dan menunjuk baju Sri.
Sri menaiki satu alisnya lalu menatap apa yang Ilham tunjuk, “Baju?” tanya Sri dan dapat anggukan dari Ilham.
“Ohh ini baju pemberian mendiang ibu” lanjutnya sendu.
‘Seperti punya Aqila’ batin Iqbal sendu.
‘Ternyata bukan Aqila’ lanjutnya membatin.
“Ohh” saut Ilham menganguk.
“Hmm Iqbal” panggil Sri kepada Iqbal.
“Hmm” hanya itu balasan Iqbal.
“Kamu ada di sini lagi apa? Mau beli kue juga” tanyanya basa-basi.
“Gak” jawabnya datar.
“Lo sendiri lagi apa?” tanya balik Ilham.
“Mau beli bolu” jawabnya.
“Ohh iya, mumpung kamu ada di sini, mau gak bantu aku cari bolu buat acara ulang tahun adik sepupu aku” ucap Sri kepada Iqbal.
Belum sempat Iqbal menjawab sudah di potong kembali, “Aku lihat selera kamu bagus, dan kebetulan adik sepupu aku cowo” lanjutnya.
“Aku minta tolong” lanjutnya lagi menatap Iqbal dengan tatapan memohon.
Iqbal menatap Sri setelah itu dia memalingkan wajahnya, “Ga-” lagi-lagi terpotong.
“Kasihan Bal, antar saja sebentar” saut Faisal.
“Ta-” dan kembali terpotong.
“Udahlah kalau lo mau antar dia gue balik ya, cape nih” saut Ilham dan langsung pergi.
Iqbal berdecak kesal menatap punggung Ilham, “Iqbal aku mohon, kita juga teman kan” ucap Sri.
Iqbal menghela nafas pelan, “Baiklah, dengan Faisal” ucap Iqbal.
“Boleh” saut Faisal mengangguk.
“MAS” teriak Yuri menghampiri suaminya.
“Eh sayang, ada apa?” tanya Faisal mengelus kepala Yuri lembut.
“Kita pulang, aku udah dapat apa yang aku mau, sekarang kita pulang” ucap Yuri sembari memperlihatkan paper bag kepada Faisal.
“Tapi mas mau antar Iqbal, gimana dong?” tanya Faisal menatap Yuri.
Yuri cemberut di buatnya, “Kak Iqbal jangan kayak anak kecil minta di antar, kan kak Iqbal sudah besar, nanti kalau Aqila tau dia pasti kesel” ucap Yuri dan akhirnya jadi sedih
Faisal yang melihatnya mengelus kepala Yuri lembut, “Sudah nanti pasti kembali” ucap Faisal tersenyum dan Yuri mengangguk.
__ADS_1
Iqbal jadi terdiam dan dia menghela nafas pelan sebelum Yuri kembali berbicara, “Kak Iqbal sendiri aja” ucap Yuri kesel.
“Gak bisa” saut Iqbal datar.
“Gak mau-gak mau, pokoknya mas Faisal harus pulang bareng gue” ucap Yuri kekeuh.
“Gak bisa” balas Iqbal tak mau kalah.
“Gak boleh, mas sekarang pilih aku atau kak Iqbal?” tanya Yuri kepada suaminya.
“Kalau mas pilih kak Iqbal aku ngambek nanti malam tidur di luar, bye” lanjutnya dan langsung pergi sebelum di jawab oleh Faisal.
“Ehh- Bal maaf ya, gue gak bisa, kapan-kapan aja, assalamualaikum” ucap Faisal dan langsung menyusul Yuri.
“SAYANG TUNGGU, JANGAN NGAMBEK DONG” teriak Faisal.
Iqbal yang melihatnya mendengus kesal, ‘Dasar bucin’ batin Iqba kesal.
“Jadi gimana? Jadi?” tanya Sri yang sedari tadi diam.
“Ya” hanya itu balasan Iqbal dan pergi mendahului Sri.
Sri yang melihatnya tersenyum, ‘Yes berhasil’ batinnya senang dan menyusul Iqbal.
...***...
“Gue mau pulang” ucap seorang wanita yang terduduk lemas di atas kasur.
“Lo baru aja sadar, nanti bisakan sabar” saut orang di sampingnya.
“Tapi gue bosen” ucapnya lagi.
“Astaga Aqila, lo itu baru sadar” ucapnya menekan setiap katanya.
“Salsa, kenapa sih lo mau nolong gue?” tanya Aqila kepada Salsa.
“Itu bukan gue yang mau kehancuran lo” jawab Salsa.
“Terus siapa?” tanyanya.
“Kalau lo tau pasti lo kaget” jawabnya.
“Dia sodara sepupu gue” lanjutnya.
Ting
Satu pesan masuk keponsel Salsa, Salsa membuka pesannya dia menggelengkan kepalanya.
“Lihat sekarang dia ingin mengambil apa yang seharusnya bukan miliknya, apapun caranya dia halalkan” ucap Salsa dan memperlihatkan sebuah foto kepada Aqila.
Aqila melihatnya terdiam, ‘Abang? Dengan siapa?’ batin Aqila bingung.
“Dia Iqbal, lo pasti tau” ucap Salsa menatap Aqila yang terdiam.
“Apa tujuan sepupu lo mau hancurin gue?” tanya Aqila.
“Entah gue juga gak tau” jawabnya mengangkat bahunya acuh.
“Gue mau minta maaf sama lo, sebenarnya gue di suruh sama dia, awalnya gue juga nolak karena meresa itu gak baik...” uca Salsa meminta maaf.
“Tapi karena waktu di Kairo gue merasa iri sama lo mungkin itu menjadi kesempatan dia untuk ngehasut gue buat bantuin dia” lanjutnya.
“Jadi karena gue terpancing dengan ucapannya gue merasa membenci lo, tapi jujur di hati gue itu nolak” lanjutnya kembali dan Aqila mendengarkan dengan seksama.
__ADS_1
“Tapi karena hasutan demi hasutan jadi gue melakukan apa yang dia suruh, tapi gue sadar kalau apa yang gue lakuin itu gak baik jadi gue mau berhenti, tapi ketika gue mau berhenti gak jadi...” ucapannya menggantung.
“Kenapa?” tanya Aqila.
“Karena gue mau ikuti permaian yang dia mainkan, gue mau tau apa aja yang dia lakukan dan gue juga tau dia manfaatin gue untuk jadi alat penghancur lo setelah dia gak butuhin gue lagi gue tau dia mau hancurin gue” jawabnya.
“Dia mau ambil kedua orang tua gue, gue gak mau itu terjadi” lanjutnya sendu.
“Aqila, lo mau kan tolongin gue?” tanya Salsa menyentuh tangan Aqila dan menatapnya sendu.
Aqila yang melihatnya merasa tak tega, “Iya, apa yang harus gue tolong?” tanya Aqila.
“Tolongin gue buat semua kejahatan yang dia perbuat terbongkar” jawabnya.
“Dengan cara?” tanya Aqila lagi.
Salsa terdiam memikirkan apa yang harus dia lakukan, tapi setelah dia mendengar suara teriakan dia tersenyum.
“ASSALAMUALAIKUM, ABANG PULANG”
Salsa yang mendengarnya tersenyum dan menatap Aqila, “Gue tau” ucap Salsa.
...***...
“Dia abang gue, abang satu-satunya, dan abang yang paling gue sayang dan menyayangi gue” jelas Salsa kepada Aqila sembari menatap kelantai bawah.
Mereka berdua kini ada di lantai atas dan lebih tepatnya berada di pinggi pagar, Aqila meminta untuk keluar karena dia merasa bahwa dia sudah sembuh.
Aqila mengaguk paham dan dia dapat melihat abangnya Salsa menangis di pelukan sang ibunda.
“Kenapa nangis?” tanya Aqila.
“Karena abang udah gak pulang-pulang selama 7 tahun lebih” jawabnya yang membuat Aqila kaget.
“7 tahun?” tanya Aqila.
“Iya, abang pernah buat kesalahan yang membuat mami dan papi kecewa, karena papi udah sangat kecewa dan marah akhirnya papi usir abang pergi dan jangan kembali sebelum abang benar-benar menyesal dan bertaubat” jelas Salsa panjang.
“Dan sekarang abang kembali, mungkin abang sudah menyesali perbuatannya dan bertaubat” lanjutnya.
“Lo gak seneng?” tanya Aqila menatap Salsa yang terus menatap abangnya.
Salsa tersenyum, “Gue seneng, seneng banget malah, tapi gue gak mau tunjukin aja” jawabnya asal, tapi Aqila dapat melihat Salsa yang menahan tangisnya.
Aqila merangkul Salsa, “Kalau kangen samperin aja, gue gak papa di sini sendiri kan gue udah sembuh” ucap Aqila yang tau kenapa Salsa masih di sini dan tidak turun.
Salsa menatap Aqila lalu dia tersenyum, “Lo memang baik, maaf gue udah bikin lo jadi kayak gini” ucap Salsa memeluk Aqila.
“Iya gak papa, kita harus saling memaafkan” saut Aqila dan membalas pelukan Salsa.
Salsa melepas pelukannya dan dia tersenyum, “Makasih” ucapnya dan di balas anggukan oleh Aqila.
Mereka berdua kembali menatap ke bawah, “Siapa yang di pinggir abang?” tanya Salsa bingung.
Aqila menatap intens dari kejauhan orang yang di samping abangnya Salsa seketika matanya melotot.
“Kak Syifa”
...To Be Continued...
...***...
...Guys Aqila sudah kembali, Yuri jadi bucin nih, author kalah nih ahh gak seru. Ternyata Salsa baik dan yang nolong Aqila, kira-kira siapa sih yang suruh Salsa? Dan siapa yang bersama abangnya Salsa? Dan rencana apa yang akan di lakukan Salsa dan Aqila? Penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritanya.......
__ADS_1
...Selesai ya guys hari ini double up, sampai ketemu besok hari lagi......
...Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye.......