Takdir Untuk Aqila

Takdir Untuk Aqila
Belum saatnya


__ADS_3

Keesokan harinya, semuanya sudah berkumpul untuk mencari keberadaan Aqila dengan tim BASARNAS.


“AQILA...”


Teriakan terus berahutan, tapi tetap saja hanya suara angin dan air yang terdengar.


Tim BASARNAS sudah turun ke sungai untuk mencari Aqila, dan ada juga yang nencari di sekitarnya.


“Iqbal turun yu, buat cari Aqila” ajak Ilham kepada Iqbal.


“Gak” saut Iqbal dingin dan matanya terus saja mengedar untuk mencari sesuatu.


“Ishh... Yaudah gue aja” ucap Ilham kesal.


Lalu Ilham pun turun ke sungai, Fauzan yang melihatnya menghampirinya, “Gue ikut” saut Fauzan dan langsung saja turun mengikuti Ilham.


Iqbal yang melihatnya menggelengkan kepalanya, dan dia kembali mencari Aqila tanpa menghiraukan kedua human tersebut.


“AQILA... LO DIMANA?” teriak Yuri.


“QILA... JANGAN SEMBUNYI DI BAWAH AIR DONG, KAMU KAN GAK PUNYA INGSAN” teriak Loli yang langsung di tatap oleh semua orang, Loli menyengir kuda.


“AQILA...”


“AQILA... LO DI MANA, AQILA”


Mata Iqbal tak sengaja menangkap seseorang memakai pakain serba hitam di balik pohon.


Mata mereka saling pandang sebelum orang tersebut berlari, Iqbal menghampiri pohon tersebut.


“Matanya?” gumam Iqbal mengerutkan keningnya.


Dan ketika hendak membalikan badan Iqbal tak sengaja menemukan sesuatu.


“Apa ini?” gumamnya mengambil benda tersebut.


“Kain?”


Iqbal mengerutkan keningnya ketika yang dia temukan adalah kain, sepertinya robekan kain.


Kain? Tunggu, Iqbal menatap kain tersebut dengan seksama, kain ini seperti tak asing, dari warna dan ada sedikit corak belang coklat.


“Astagfirullah” Iqbal menggelengkan kepalanya ketika dia mengigat bahwa pakaian yang Aqila gunakan terakhir kali percis seperti kain tersebut.


Iqbak segera berlari ke arah Tim BASARNAS untuk memberitahukannya.


“Permisi pak” panggil Iqbal kepada lelaki yang badannya cukup besar.


“Iya” sautnya.


“Saya menemukan ini di dekat pohon tersebut, dan kain ini sama persis seperti kain pakaian Aqila terakhir kali” jelas Iqbal panjang sembari menunjukan kain tersebut.


Yuri, Loli, Fira, Juna, dan Faisal menghampiri mereka berdua, “Kain kak?” tanya Yuri dan mengambil kain tersebut.


“Hah, iya ini kain yang sama seperti pakaian Aqila” ucap Yuri kaget.


“Kak Iqbal dapat dari mana?” tanya Loli.


Iqbal menunjuk pohon yang tadi, “Biar tim kami mengecek ke hutan, karena pohon yang anda tuju menuju arah hutan” saut bapak tersebut yang membuat semuanya kaget.


“Hutan?” tanya Fira kaget dan di angguki oleh bapak tersebut.


Bapak tersebut segera menyuruh teman-temannya untuk mencari Aqila di hutan.


“WOI, KALIAN BERDUA UDAH NAIK, KITA CARI KE HUTAN” teriak Juna kepada Ilham dan Fauzan yang sepertinya mereka selain mencari Aqila juga bermain air


“IYA, EH... APA LO BILANG CARI DI HUTAN?” balas teriak Ilham bertanya.

__ADS_1


“IYA KAK ILHAM BURUAN, NANTI DI TINGGAL LHO” saut teriak Loli.


Ilham pun naik ke tepi sungai, “Woi Ilham mau kemana lo?” tanya Fauzan ketika melihat Ilham yang sudah naik.


“Kita cari Aqila di hutan” jawab Ilham.


“Buruan naik, yang lain udah pada jalan” lanjutnya.


“Iya duh bentar gak mau sa- eh apa ini?” ucapan Fauzan berubah menjadi pertanyaan ketika kakinya tak sengaja menginjak sesuatu.


“Apa? Lo nemu apa?” tanya Ilham.


“Bentar” jawab Fauzan.


Dan Fauzan pun berjongkok untuk mengambil sesuatu yang tadi dia injak, “Nih, hah ponsel” ucap Fauzan menunjukan ponsel berlambang apel kegigit.


“Sini gue lihat” saut Ilham dan meraih ponsel tersebut.


Ilham membolak-balikan ponsel yang berwarna gold tersebut, dan Fauzan naik mendekati Ilham.


“Ponsel siapa? Gila asal buang aja IP woi itu mahal harganya” ucap Fauzan tak habis pikir dengan orang yang membuang ponsel mahal, apakan orang itu sudah tak butuh pikirnya.


“Bodoh lo, ini bukan di buang, kayaknya terjatuh... Eh” ucap Ilham dan langsung menatap Fauzan.


Fauzan pun sama menatap Ilham, “Bodoh, ponsel Aqila” ucap Ilham dan Fauzan bersamaan lalu mereka berlari menyusul semua orang yang sudah meninggalkannya.


“WOI TUNGGU, GUE NEMU SESUATU” teriak Ilham berlari.


“IYA WOI TUNGGU” saut Fauzan ikut berteriak.


“CEPETAN DONG LAMA BANGET” balas teriak Yuri.


“TUNGGU GUE NEMU PONSEL AQILA” teriakan kali ini mampu membuat semuanya berhenti.


“Hosh... Hoshh...”


“Hosh... I-ni gue ne-mu ini” ucap Ilham terpotong-potong sembari menunjukan ponsel Aqila.


Iqbal mengambil ponsel tersebut dan melihatnya, ternyata memang benar ini ponsel Aqila dia ingat jelas.


“Coba nyalain” titah Faisal.


Iqbal mencoba menyalakannya dan dia menggelengkan kepalanya, “Pantas saja ketika gue lacak gak bisa, ternyata ponselnya mati” saut Juna dan di angguki Fauzan.


“Kita cari lagi, setelah itu baru beralih ke ponsel” ucap Iqbal dan mereka kembali berjalan menelusuri hutan yang tak terlalu lebat.


“Kenapa atuh carinya bisa sampai ke hutan gini?” tanya Fauzan mengeluarkan logat sundanya.


“Kita curiga kalau Aqila berlari kehutan setelah selamat” jawab Faisal.


“Curiga? Emang curiga sama apa?” tanya Ilham.


“Iqbal menemukan kain, dan kain tersebut ternyata pakaian yang Aqila gunakan sebelum dia jatuh ke sungai dan menghilang” jawab Faisal lagi.


Ilham dan Fauzan mengangguk paham, dan mereka mencari Aqila lagi, lebih tepatnya mencari petunjuk lain, siapa tau ada.


...***...


Setelah hampir dua jam lebih mereka mancari tapi hasilnya tetap saja, tidak ada.


“Loli cape” gumam Loli duduk di bebatuan sembari mengusap keringatnya.


“Sabar ya” saut Ilham dan duduk di samling Loli.


Loli mengangguk, “Yah minum Loli habis, Loli haus” ucapnya cemberut.


Ilham yang melihatnya merasa tak tega, dia segera berlari, “Kak Ilham mau kemana?” tanya Loli.

__ADS_1


“Mau ambil minum, tunggu sebentar” jawab Ilham dan berlari untuk mengambil minuman yang di pegang Fauzan.


“Gue minta” ucapnya langsung merebutnya dan berlari.


“Woi mau di bawa kemana minuman gue” ucap Fauzan kesal.


“Nih minum” ucap Ilham ketika sudah sampai di posisi awal.


Loli mengambilnya dan tersenyum manis, “Makasih kak” ucap Loli.


“Iya sama-sama” saut Ilham tersenyum balik.


Iqbal menghela nafas pelan ketika dia melihat Ilham dan Loli, lalu beralih menatap Faisal yang tidak jauh bedanya dengan Ilham, dan beralih lagi kepada Juna sama saja seperti Faisal dan Ilham.


Iqbal menggelengkan kepalanya, dan tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya, Iqbal terperanjat kaget dan menoleh ke pelaku.


“Kaget ya, haha” ucap Fauzan terkekeh.


Iqbal menghela nafas kasar, “Gak” sautnya dingin.


“Hmm kira-kira Aqila di mana ya?” tanya Fauzan bersedekap dada dan menatap beberapa tim BASARNAS yang terus mencari Aqila.


Iqbal menggelengkan kepalanya, “Iqbal, gue mau nanya sama lo” ucap Fauzan dan beralih menatap Iqbal.


“Apa?” tanya Iqbal tanpa menatap lawan bicara.


“Kalau misalkan gue sa-” ucapan Fauzan terpotong oleh teriakan Loli.


“AAAA TOLONG ADA ULAR” teriak Loli yang sudah berada di gendongan Ilham dan Ilham naik ke atas batu.


“Hush... Sana pergi” ucap Ilham.


“Kak Ilham cepet usir ularnya, AAAA MAMA LOLI MAU PULANG” saut Loli mulai menangis.


Tim BASARNAS yang mendengar teriakan Loli segera menghampirinya, “Pak... Pak tolong usir ularnya” ucap Ilham.


Beberapa tim BASARNAS mencoba menangkap ular yang di ketahui tak berbisa tapi cukup berbahaya.


Setelah beberapa menit mereka mencoba menangkap ular tersebut dan akhirnya tertangkap juga.


“Alhamdulillah, Loli turun ularnya udah di amankan” ucap Ilham.


“Huwa gak mau takut... Hiks” isak Loli, Ilham menghela nafas pelan dan mau tak mau dia terus menggendong Loli.


“Lebih baik sekarang kalian pulang, di sini berbahaya, biar kami yang mencari keberadaan nona Aqila” ucap bapak-bapak yang memegang ular.


“Tapi...” ucapan Yuri terhenti.


“Iya, lebih baik kita pulang, badan Yuri juga sedikit panas” saut Faisal menyentuh kening istrinya.


“Ya sudah, kami meminta tolong kepada kalian untuk mencari Aqila” ucap Fauzan.


“Kalau ada sesuatu kabarin kami” ucap Iqbal.


Dan semua tim BASARNAS mengangguk, lalu Iqbal dan yang lainnya pulang kerumah dengan perasaan campur aduk.


Ternyata di balik pohon ada yang terus memperhatikan mereka sedari mereka masuk hutan hingga saat ini.


‘Kasihan mereka, tapi...’ batinnya sendu menatap Iqbal dan yang lainnya pulang dengan wajah dan keadaan tubuh yang sudah lemas.


‘Tapi belum saatnya’ lanjutnya membatin dan setelah itu pergi entah kemana.


...**To Be Continued...


...*** ...


...Guys kalau Aqila sudah ada di darat, apakah selamat atau tidak? Dan siapa orang yang terus mengintai mereka? Penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritanya.... ...

__ADS_1


...Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye**..... ...


__ADS_2