
Hari berlalu dan Fauzan terus saja mengirimkan Aqila paket yang membuat Aqila sangatlah risi, “Fauzan” panggil Aqila menekan nama Fauzan dan menatapnya jengah.
Fauzan tersenyum manis, “Ehh iya Qi? Ada apa?” tanya Fauzan.
Aqila tidak menjawab melainkan memberikan semua barang-barang yang Fauzan berikan padanya, Fauzan mengerutkan keningnya, “Lho kenapa di balikin lagi? Ehh” Fauzan menutup mulutnya keceplosan.
“Udah jangan pura-pura gak tau, gue tau itu semua dari lo kan?” tanya Aqila.
“B-bukan” jawab Fauzan gugup.
“Gak usah ngelak” ucap Aqila ketus.
“Sebelumnya makasih lo udah niat baik ngasih barang-barang itu, tapi gue gak butuh” lanjut Aqila memalingkan wajahnya.
“Kenapa?” tanya Fauzan.
“Karena gue gak butuh” jawab Aqila menekan setiap katanya.
Fauzan menghela nafas pelan, “Oke gak papa, tapi lo mau kan percaya sama gue dan maafin gue?” tanya Fauzan menatap Aqila.
Aqila menghela nafas pelan, “Gue permisi” ucap Aqila segera pergi dari hadapan Fauzan.
“Aqila” panggil Fauzan.
“Udah nanti juga luluh sendiri” saut Juna yang baru saja datang memegang pundak Fauzan.
Fauzan menghela nafas pelan dan menatap kepergian Aqila yang semakin menjauh. Sedangkan di balik tembok ada yang mendengarkan pembicaraan mereka sedari tadi.
‘Sial, Aqila awas aja kau udah membuat Fauzan sedih’ batin orang tersebut lalu segera pergi.
***
“Aqila” panggil Mr. Agam dari belakang Aqila.
Aqila menoleh, “Ehh iya Mr” saut Aqila menghampiri Mr. Agam.
“Besok apa kamu siap?” tanya Mr. Agam to the point.
“In Syaa Allah Mr Aqila siap” jawab Aqila mengangguk.
“Alhamdulillah kalau kamu siap, ya sudah sekarang kamu istirahat agar tidak terlalu lelah” ucap Mr. Agam.
“Iya, Mr kalau begitu mari, assalamualaikum” salam Aqila lalu pergi.
“Waalaikummussalam” jawab Mr. Agam.
‘Lihat gue juga gak akan membiarkan lo ikut’ batin seseorang menatap tajam kepergian Aqila.
Aqila yang sedang asik berjalan tanpa menghiraukan tatapan orang-orang kepadanya tiba-tiba di pertigaan ada yang menarik tangannya kasar.
“Lepas” Aqila memberontak untuk melepaskan genggaman tangannya.
“Gak akan gue lepas” tekan Fira, ya orang itu adalah Fira.
__ADS_1
“Fira” keget Aqila menatap Fira yang terus menarik tangannya.
“Fira lepasih tangan gue, sakit” ucap Aqila terus memberontak.
“Diam lo” bentak Fira yang membuat Aqila kaget.
****BRUK****
“Awshh” Aqila meringis ketika Fira mendorongnya cukup kuat.
Fira membawa Aqila kesebuah gudang yang jarang di datangi oleh orang-orang dan kebetulan suasanya juga sangat sepi, hingga Fira bisa melakukan apapun kepada Aqila.
“Rasain, itu akibatnya lo ngambil semua yang harusnya gue dapat” ucap Fira menatap tajam Aqila.
“Awshh Fira sakit lepasin” ringis Aqila ketika Fira dengan sengajanya menarik kerudungnya hingga rambut depan Aqila terlihat.
“Gak akan” tekan Fira semakin menariknya.
“Awshh Fira lepasih” Aqila memukul tangan Fira yang terus menarik kerudungnya.
“Lo tau, gue itu benci sama lo semenjak lo mengambil semuanya dari gue dan gara-gara lo hidup gue jadi hancur lo tau” bentak Fira tajam di depan wajah Aqila.
“Fira tapi gue gak tau apa-apa, okey gue minta maaf” ucap Aqila terus memberontak.
“Gak segampang itu, lo harus mendapatkan balasannya” tekan Fira tajam.
Fira mendorong kepala Aqila hingga Aqila menoleh ke samping, dan mencengkram kuat rahang Aqila.
“Lo tau kan kalau gue itu suka sama Fauzan, tapi dengan gampangnya lo dapatin dia dan membuat Fauzan suka sama lo” ucap Fira marah.
“Jangan pura-pura gak tau lo, dan sekarng gara-gara lo Fauzan jadi benci sama gue, Juna juga sama dia mulai menjauhi gue, itu semua gara-gara lo ingat gara-gara lo” teriak Fira semakin mencengkram kuat wajah Aqila hingga berdarah akibat oleh kukunya yang menancap di wajah Aqila.
“Gue benci sama lo, Qila, harusnya lo gak hadir di kehidupan gue” Fira melepas cengkramannya dan berdiri menatap Aqila tajam.
“Fira gue gak tau apa-apa, gue minta maaf kalau gue punya salah sama lo” ucap Aqila menatap Fira yang langsung memalingkan wajahnya.
“Fira...” panggil Aqila parau.
“Lo harus tetap di sini hingga acaranya selesai, karena apa? Karena gue yanga akan menggantikan lo dan mengambil kembali posisi gue” ucap Fira tersenyum miring.
“Selamat tinggal, semoga lo mati kelaparan, haha” tawa Fira dan langsung menutup pintu gudang dan menguncinya dari luar.
“Fira... Buka Fira” Aqila menggedor pintu gudang tapi Fira tidak menghiraukannya.
‘Sorry, gue harus melakukan ini kepada lo’ batin Fira menatap pintu gudang yang terus di gedor oleh Aqila setelah itu dia segera pergi.
Sedangkan di dalam gudang Aqila menangis sembari terus saja menggedor pintu gudang, “Tolong siapapun tolong buka pintunya” teriak Aqila tapi tetap saja tidak ada yang menyahutinya.
Aqila mulai putus asa dan lelah, “Ya Allah, tolonglah Aqila” ucap Aqila dia kali ini sangat ketakutan sekali apalagi gudang sangatlah gelap dan berdebu.
Aqila mengedarkan pandangannya menatap gudang yang banyak barang-barang yang sudah tidak terpakai, dan sangatlah gelap.
BRUK
__ADS_1
Tiba-tiba ada suara barang yang jatuh, “Aaa, tolong Aqila, hiks...” isak Aqila ketakutan, kalian taukan kalau Aqila sangat takut dengan kegelapan.
“Bunda, ayah, tolong Aqila, hikss...” Aqila memeluk tubuhnya sendiri dan duduk di pojok dekat pintu.
Aqila lalu mengeluarkan ponselnya dan menyalakan senter, agar tidak terlalu gelap, Aqila menyodorkan senternya ke seluruh ruangan hingga dia kaget ketika ada beberapa tikus yang lewat, “Aaa... bundaa, hikss” Aqila menenggelamkan wajahnya di lipatan lututnya.
“Ya Allah...” Aqila terus saja terisak dan berdo'a agar ada yang menolongnya.
Tiba-tiba Aqila kepikiran untuk meminta tolong kepada Fauzan ataupun Juna, tapi Aqila kembali memikirkannya, “Aqila minta bantuan atau gak ya?” gumam Aqila menatap ponselnya.
“Telpon gak ya?” Aqila begitu ragu untuk menelponnya, akhirnya setelah menimbang cukup lama dia memutuskan saja menelpon Fauzan.
“Fauzan angkat dong” gumam Aqila ketika telponnya tidak di angkat-angkat.
Dan kesekian kalinya barulah Fauzan mengangkat teleponnya, “Assalamualaikum Qila, ada apa?” tanya Fauzan di sebrang telpon.
“Fauzan tolong gue, AAAA...” ucap Aqila dan ponselnya tak sengaja terlepas dari genggamannya, dia kaget ketika lagi-lagi ada suara yang jatuh tapi kali ini suaranya lebih keras.
Aqila menangis dan mengambil ponselnya yang terbanting, “Yahh mati, gak jangan mati dong” ucap Aqila memencet tobol ponselnya, tapi sayang ponselnya tetap saja tidak mau hidup, mungkin ponselnya juga lelah butuh istirahat hehe.
“Astagfirullah, Ya Allah bagaimana ini?” gumam Aqila melempar ponselnya kesal.
Aqila terus saja memeluk tubuhnya dan menangis sembari berdzikir dan berdo’a, dia berharap ada yang menolongnya dari rasa takutnya.
Sedagkan di sisi lain Fauzan khawatir dengan Aqila yang tiba-tiba teriak dan sambungan teleponnya mati, “Aqila... Halo Aqila... Tut... Tut...” panggil Fauzan menatap ponselnya.
“Sial kenapa terputus, ada apa dengan Aqila?” gumam Fauzan cemas.
“Ada apa Zan?” tanya Juna menatap Fauzan.
“Gue khawatir dengan Aqila” jawab Fauzan.
“Khawatir kenapa?” tanya Juna lagi.
“Tadi dia telepon gue, tapi tiba-tiba dia teriak dan sambungannya terputus, gue dengar juga tadi kayak ada sesuatu yang terjatuh, gue takut dia kenapa-kenapa” jelas Fauzan.
“Berdo’a aja semoga dia gak kenapa-kenapa” ucap Juna.
Fauzan mengangguk dan mencoba lagi menelpon Aqila tapi tetap saja tidak di angkat dan mengirim pesan juga ceklis satu.
“Astagfirullah gak aktif” gumam Fauzan mengusap wajahnya kasar.
“Fauzan lo mau kemana?” tanya Juna ketika Fauzan berlari.
“Gue mau cari Aqila” teriak Fauzan.
Juna menghela nafas pelan, ‘Apa ini ada sangkut pautnya dengan Fira ya’ batin Juna mengerutkan keningnya.
To Be Con**tinued...**
***
Wow guys Fira jahat banget ya, kira-kira nanti di bab selanjutnya Aqila bakal selamat dan Fauzan bakal menemukan Aqila atau gak ya? Penasaran? Saksika terus kelanjutan ceritanya oke...
__ADS_1
Jangan lupa kasih like dan dukungan ya, jangan lupa juga kasih rate atau nilai buat author agar author tambah semangat nulis ceritanya...
Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye...