Takdir Untuk Aqila

Takdir Untuk Aqila
Iri dan dendam


__ADS_3

“Ada apa mba panggil aku?” tanya Salsa kepada wanita di hadapannya.


“Maksud kamu apa hah bohongin mba?” tanyanya balik.


“Bohongin apa?” tanya Salsa kembali, dia pura-pura tak tau apa yang di maksud oleh wanita di hadapannya ini.


“Jangan pura-pura bodoh kamu Salsa” marahnya dan berdiri dari duduknya.


Kini mereka berdua ada di sebuah ruangan yang tidak terlalu tertutup tapi jarang di kunjungi oleh orang-orang.


“Aku beneran gak tau mba” ucap Salsa dan bersidekap dada.


“Kamu bilang Aqila sudah mati, nyatanya dia masih hidup, dan kemarin mba lihat kamu bareng dia dan sahabat-sahabatnya, dasar pengkhianat” marahnya dan menatap tajam Salsa.


“Sudah tau ya, bagus deh” ucap Salsa santai.


“Sialan lo” ketika wanita itu ingin menampar Salsa, Salsa menahannya dan menatapnya tajam.

__ADS_1


“Bukankah mba dulu ya yang memulai, selama ini mba kira aku gak tau apa, aku tau kalau mba yang memfitnah abang Hasan kan, mba yang jebak dia” ucap Salsa menekan setiap kata yang di ucapkannya.


Wanita itu tersenyum miring, “Yah ketahuan deh” ucapnya menatap Salsa sinis dan melepas cengkramannya.


“Tapi sayang rencananya tidak sesuai rencana karena papi lo itu terlalu bodoh” lanjutnya.


“Hidup mba memang gak bermanfaat, selalu menghancurkan kehidupan orang lain” ucap Salsa sinis.


Wanita itu menatap tajam Salsa, “Emang hidup gue gak bermanfaat dan gue selalu menghancurkan kehidupan orang lain, karena gue iri dengan kehidupan mereka, termasuk lo, abang lo, dan Aqila” ucapnya.


“Gue iri sama lo dan abang lo karena kalian mendapatkan kasih sayang lebih dari orang tua kalian, kalian mendapatkan perhatian dan apa yang lo inginkan terwujud, sedangkan gue gak, gue gak dapat semua itu” teriaknya dan wajah sudah memerah.


Salsa hanya diam dan terus mendengarkan semuanya, dia tak akan angkat bicara sebelum wanita di hadapannya ini sudah selesai berbicara.


“Dan semua masalah ini ya itu gue yang buat, semuanya” ucapnya


“Dari abang lo, gue jebak dia sama Syifa karena gue gak suka lihat Syifa dekat sama Iqbal, gue jebak mereka berdua agar abang lo di usir dan Syifa di jauhi oleh Iqbal” lanjutnya.

__ADS_1


“Dan Aqila, gue teror dia dengan nomer asing, dan gue juga yang membuat dia pergi ke Kairo, walaupun gue tau dia gak mau ke Kairo, karena masalah yang gue buat di restorant dan dia pergi” bersedekap dada.


“Dan gue juga yang membuat orang tuanya meninggal dengan cara yang sama ketika orang tua gue meninggal karena orang tuanya, yaitu kecelakaan” wanita itu tersenyum miring.


“Selain itu gue juga gak suka ketika melihat Iqbal lebih dekat dengannya, ingat Iqbal harus milik gue, HARUS” tekannya di kata terkahir.


“Dan lo harus gue musnahin agar perhatian om dan tante milik gue semua” ucapnya menatap tajam dan megeluarkan senjata api dari saku bajunya.


“SALSA”


DOR


BRAK


...To Be Continued...


...Guys siapa sih wanita itu hsampai sedendam itu dan berani mengeluarkan senjata api? Dan siapa yang tertembaknya? Apakah semua ini sudah berkahir? Penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritanya.......

__ADS_1


...Guys maaf ya partnya pendek...


...Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye......


__ADS_2