
Hari ini Aqila di perbolehkan untuk pulang oleh Salsa karena keadaan Aqila juga sudah lebih membaik dan tentu Salsa tidak memberitahu sahabat Aqila.
Dan sekarang mereka berdua sebelum ke rumah Aqila, Salsa sengaja mengajak Aqila ke Cafe yang biasa Aqila kunjungi yaitu Cafe First Love.
“Kenapa lo ngajak gue ke sini?” tanya Aqila duduk di bangku Cafe.
“Gak papa” jawab Salsa menggelengkan kepalanya dan duduk di hadapan Aqila.
Dan tak lama kemudian salah satu pelayan menghampiri mereka, “Permisi mba” ucapnya dan menaruh nampan yang di bawanya di atas meja.
“Lho kita belum pesan” ucap Aqila.
Pelayan tersebut hanya tersenyum dan setelah itu pamit pergi dan Salsa juga tersenyum.
Aqila mengerutkan keningnya ketika ada secarik kertas di gelasnya, “Salsa yang lo ada kertas juga gak?” tanya Aqila dan mendapat gelengan dari Salsa.
Aqila menjadi bingung, “Buka dan baca saja” saut Salsa tersenyum.
Aqila mengambilnya dan membukanya, isi surat :
_____________________________________________
Assalamualaikum Wr. Wb
Selamat kembali, aku selalu menunggumu. Aku percaya kau kuat dan akan kembali padaku, aku senang melihat kau baik-baik saja dan tidak ada yang terluka, aku selalu menunggumu.
^^^Wassalamualaikum Wr. Wb, MI^^^
_____________________________________________
Aqila setelah membacanya terdiam, dia masih ingat dengan inisial yang sering mengirimnya surat yaitu M dan I.
Salsa tersenyum menatap Aqila dan dia menatap kebelakang Aqila seketika dia langsung berdiri dan pamit ke toilet.
“Gue ke toilet dulu ya” ucap Salsa dan langsung pergi.
“Ehh...” Aqila menatap kepergian Salsa, dia merasa sangat aneh.
”Ekehmm...”
Suara deheman sensual terdengar di telinganya, Aqila menegang ketika dia mendengar suara yang sangat familiar.
“Assalamualaikum” salamnya.
Dan Aqila masih saja terdiam, hingga dia tidak sadar orang yang tadi berdiri di belakangnya kini sudah ada di hadapannya.
“Aqila” panggilnya dan melambaikan tangan di depan wajah Aqila.
Aqila tersadar dari lamunannya, “Ehh i-iya?” saut Aqila.
Aqila kaget dan mengedipkan matanya dua kali, orang yang di hadapan Aqila tersenyum melihatnya merasa gemas dengan Aqila.
“Apa kabar?” tanyanya.
“E- Alhamdulillah baik” jawab Aqila gugup.
__ADS_1
“Syukurlah” ucapnya mengangguk dan seketika suasana hening kembali menyelimuti mereka.
“Semuanya khawatir sama kamu, dan selalu menunggumu, termasuk abang” ucapnya menatap Aqila.
Pipi Aqila memerah, “I-iya” saut Aqila gugup.
“A-abang tau dari mana?” tanya Aqila dan menundukan kepalanya, rasanya sangat malu.
“Di kasih tau” jawab Iqbal, ya orang itu Iqbal
“Sama Salsa?” tanya Aqila lagi.
“Iya, di chat abang” jawabnya.
Aqila menganggukan kepalanya paham, dan Iqbal terus menatap Aqila dengan senyuman tipis di wajahnya.
“Emmm, jadi yang kirim surat selama ini itu abang?” tanya Aqila terus menunduk.
“Iya, maaf jika itu menganggumu” jawab Iqbal.
“Gak papa kok, hmm dan Cafa ini?” tanya Aqila lagi.
“Alhamdulillah Cafe abang, apa kamu ingat dengan perkataan abang waktu itu yang ingin berdagang seperti Abi?” tanya Iqbal
Aqila terdiam dan seketika ingatannya kembali terulah dua tahun yang lalu, Aqila menghela nafas pelan dan mengaguk.
“Qila bilang di tempat ini bagus dan strategis jadi abang buat Cafe saja” jelas Iqbal dan Aqila kembali mengangguk.
“Dan abang memberikan nama Cafenya Firts Love yang artinya cinta pertama, karena ketika adek kembali ke Indonesia tempat yang adek kunjungi setelah rumah adalah Cafe ini dan sekarang setelah kita berpisah kita bertemu kembali di cafe ini, yang berpisah akan kembali bersatu itulah yang dinamakan cinta pertama dan akan menjadi terakhir” jelas Iqbal panjang dan tersenyum menatap Aqila
...***...
Semua mata tertuju pada Aqila dan menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Aqila merasa gugup dan canggung, “Emm kenapa ya?” tanya Aqila menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Yuri tidak menjawab melainkan langsung memeluk Aqila erat, “Lo kemana aja sih, gue kangen banget sama lo, waktu lo hilang gue gak bisa tidur tiga hari tiga malam cuman mikirin lo doang” omel Yuri mengeluarkan keluh kesahnya.
“Loli juga kangen” saut Loli dan ikut memeluk.
“Gue apalagi, kangen banget” Fira juga ikut memeluk Aqila.
Aqila tersenyum di dalam pelukan sahabatnya, ternyata tidak semua yang membuatnya kecewa akan seperti itu, bahkan mereka lebih peduli kepadanya di bandingkan yang tidak pernah membuatnya kecewa.
“Maaf” hanya itu yang bisa Aqila katakan.
Yuri melepas pelukannya, Loli dan Fira juga sama, “Lo sehatkan? Gak ada yang terluka? Nih orang gak jahatin lo kan?” begitu banyak pertanyaan yang di berikan Yuri.
“Gak” jawab Aqila singkat.
“Aqilaaa gue lebih kangen lo” ucap Fauzan dan ketika hendak memeluk Aqila kerah bajunya di tarik Iqbal.
Iqbal menatapnya tajam, “Seujung kuku, koma tiga tahun tiga bulan” ucap Iqbal dingin dan menatapnya tajam.
Fauzan mendengus kesal, “Siapa lo ngelarang gue? Suaminya aja bukan” ucap Fauzan ketus dan membuat Iqbal tambah menampilkan raut wajah datar.
__ADS_1
Aqila dan yang lain tertawa melihatnya, “Lo ngapain ada di sini hah? Mau sakitin Aqila lagi?” tanya Ilham tajam kepada Salsa yang hanya diam.
Salsa menatap Ilham datar, “Urusan lo apa?” tanya balik Salsa dingin.
“Belum tau pukulan gue lo” ucap Ilham kesal.
“Berani kok sama cewek” ucap Salsa sinis.
“Lo...” Ilham menujuk wajah Salsa.
“Kak sudah, Salsa aslinya baik, dia gak jahat, bahkan dia yang tolong Aqila” saut Aqila yang membuat semuanya kaget.
“Dia yang sakitin lo, dia juga yang selamatin lo? Dih aneh” ucap Yuri menggelengkan kepalanya pelan.
“Iya” jawab Aqila.
“Tapi semua itu ada alasannya” lanjut Aqila dan Salsa hanya diam saja.
“Maksudnya?” tanya Loli.
Lalu Aqila menjelaskan semuanya dan Salsa juga menjelaskannya, semuanya terdiam dan kaget ketika mendengarnya.
“Gila tu orang, jahat banget” ucap Yuri kesal ketika Salsa dan Aqila selesai menceritakannya.
“Tapi lo jujurkan? Gak bohong?” tanya Fira.
“Iya gue jujur dan gak bohong, maaf soal waktu itu, gue juga di hasut sama mba gue” jawab Salsa meminta maaf.
“Iya gak papa” ucap Fira tersenyum.
“Jadi kita harus gimana?” tanya Loli.
“Membongkar semuanya” jawab Juna.
“Caranya?” tanya Fauzan menaiki satu alisnya menatap Salsa.
Salsa mengedipkan matanya ketika matanya bertatapan dengan Fauzan, dia memalingkan wajahnya.
“G-gue tau” jawab Salsa gugup.
“Gimana?” tanya Juna.
Lalu Salsa menjelaskan rencana untuk membongkar semua kejahatan sepupunya, dan semuanya menganggukan kepalanya paham.
“Kapan?” tanya Iqbal.
“Gak lama lagi, nanti gue kasih tau” jawabnya dan semuanya mengangguk paham.
...To Be Continued...
...***...
...Guys mon maaf ya kalau ceritanya makin hari makin kagak jelas, tapi author berusaha semaksimal mungkin kok agar alurnya tetap menyatu tidak seperti aku dan dia yang tidak pernah bersatu huhuhu, kembali ke laptop, tapi cerita ini juga sepertinya sebentar lagi akan segera tamat tinggal beberapa bab lagi dan semuanya terbongkar, mau happy end atau sad end nih?...
...Guys akhirnya Aqila pulang juga, kira-kira rencana apa yang mereka buat? Penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritanya.......
__ADS_1
...Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye.......