Takdir Untuk Aqila

Takdir Untuk Aqila
SW


__ADS_3

“Ayo, kenapa kalian hanya diam saja?” tanya Ilham menatap Aqila dan Iqbal secara bergantian.


Aqila menatap Iqbal yang juga menatapnya, Aqila menghela nafas pelan dan menunduk, ‘Ya Allah selamatkanlah diriku’ batin Aqila.


“Ayoo, cepatttt waktu nih” ucap Yuri mendesak.


“Iya tantangannya gampang, gak malu-maluin kayak tadi” ucap Faisal.


Iqbal menyenggol lengan Aqila pelan, Aqila menoleh ke arah Iqbal dan dia melihat Iqbal yang sudah mengeluarkan ponselnya, Aqila menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan.


‘Bisa, jantung berkompromilah dengan baik oke’ batin Aqila.


Aqila mengangguk pelan dan mendekatkan dirinya ke arah Iqbal, merasa masih jauh Iqbal menarik kursi Aqila agar lebih dekat lagi dengannya.


“Jangan jauh-jauh” bisik Iqbal pelan.


Deg... Deg... Deg...


Belum mulai pun jantung Aqila sudah berdetak lebih cepat hanya mendengar suara Iqbal yang menusuk pendengarannya, Aqila mengangguk pelan.


“Ayoo kita tunggu nih, gue mau yang pertama kali lihat ahh” ucap Ilham semangat yang sudah menggenggam ponselnya.


1 2 3 Ckrek


Satu foto berhasil terambil, “Gayanya yang bagus dong, saling tatap gitu, kurang deket mukannya” omel Ilham yang sudah mengarahkan ponselnya ke arah Iqbal dan Aqila.


Yahh, memang Aqila dan Iqbal hanya mendapatkan tantangan foto bareng dan nanti di post di SG atau di SW dengan caption emot love, dan itu jangan di hapus hingga 24 Jam lamanya, walaupun hanya permainan Iqbal tidak mau di anggap lelaki tak berani oleh teman-temannya, apalagi ini ide dari sepupu laknatnya yaitu Ilham.


Aqila melotot tak percaya dengan penuturan Ilham, Iqbal yang mendegarnya langsung mendekatkan lagi wajahnya ke Aqila, Aqila menahan nafasnya. Dan dia dapat melihat wajah Iqbal lebih dekat, bahkan hembusan nafas Iqbal pun menerpa wajahnya.


Tolong siapapun tolong Aqila dari situasi seperti ini, ingin rasanya Aqila menghilang ke dasar bumi, wajah Aqila sudah merah bak kepiting rabus.


Aqila dan Iqbal saling pandang satu sama lain, entahlah Aqila tidak bisa mengartikan dari tatapan Iqbal kepadanya, tatapan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.


“Lah kenapa malah saling pandang terus kapan fotonya” saut Yuri di iringi dengan kekehan.


Iqbal langsung saja mefotonya, setelah dapat Aqila langsung menjauhkan wajahnya yang sudah merah, Aqila memalingkan wajahnya, “E-ee, i-izin ke toilet” ucap Aqila dan langsung saja pergi ke toilet.


“Yahh dia malu, lihat wajahnya sudah merah padam” ejek Ilham.


“Iqbal kenapa antum senyum-senyum sendiri?” tanya Faisal.


Iqbal langsung memperlihatkan wajah datarnya lagi, semuanya tertawa pelan ketika melihatnya kecuali Sri yang hanya diam saja, “Ehh sudah-sudah, mmm.... Aku pulang dulu ya, udah di telepon nih sama tanteku” ucap Sri sembari memperlihatkan layar ponselnya, memang ada panggilan telepon dari tantenya.


“Ohh iya, hati-hati ya kak Sri” saut Yuri.


“Iya, assalamualaikum” salam Sri dan langsung berdiri.


“Waalaikummussalam” jawab mereka.


“Dadah kak Sri” Loli melambaikan tanganya kepada Sri yang sudah keluar dari Cafe.


“Ayo Bal post, tantangan tetap berjalan ya” ucap Ilham tersneyum jahil.


“Siapa takut” saut Iqbal.

__ADS_1


Dan tak lama kemudian memperlihatkan layar ponselnya yang memperlihatkan foto dirinya dengan Aqila yang saling pandang, tapi Iqbal mengepostnya di SW.


Dan yang lain melihatnya mengangguk-anggukan kepalanya, “Gue pasti orang yang pertama ya yang lihatnya?” tanya Ilham tersenyum bangga.


“Bukan” Iqbal menggelengkan keplanya.


“Lah terus siapa?” tanya Ilham mengerutkan keningnya.


Iqbal tidak menjawabnya melainkan memperlihatkan layar ponselnya kembali, teman-temannya yang melihatnya saling pandang, “Uuuuhhhh, sweett dehhh” ucap Yuri terkekeh pelan.


“Ekehm, gengsi pergi cinta pun datang” celetuk Ilham.


“udah jangan di tatap terus” ucap Faisal.


“Qilanya cantik ya, jadi di tatap terus” ucap Loli tertawa pelan.


Iqbal hanya tersenyum samar saja dan terus menatap layar ponselnya, “Ehh maaf lama” saut Aqila yang baru saja datang dan langsung duduk di kursinya kembali.


“Iya gak papa, hehe” kekeh Yuri sembari menatap Aqila.


Aqila menatap teman-temannya yang menatapnya dengan senyum-senyum dan Iqbal terus menatap layar ponselnya, “Kalian kenapa?” tanya Aqila bingung.


“Kamu kali yang kenapa?” tanya balik Yuri dengan senyumannya.


“Gak papa kok” jawab Aqila menggelengkan kepalanya pelan.


“Alahh bohong, pasti baper+salting tujuh keliling ya” ucap Ilham ternyum.


“Ahh, apan sih kalian aneh banget” ucap Aqila mengangkat bahunya acuh.


Aqila mengedipkan matanya dua kali, aahhh yang benar saja dia yang melihatnya pertama, dan mengapa teman-temannya tau.


Aqila menatap Iqbal yang masih menatap layar ponselnya, sekarang dia tau apa penyebabnya Iqbal terus menatap layar ponselnya, “Ahh sudah lupakan” ucap Aqila ketus.


“Qi, kamu belum lho” ucap Faisal mengingatkan.


“Hah? Belum apa?” tanya Aqila.


“Post” jawab semua temannya kecuali Iqbal.


“E-eh, itu kan cuman permainan tidak perlu” ucap Aqila.


“Gak bisa, hukuman tetap hukuman, gue juga tadi udah, lo tau gak sih, gara-gara hukuman yang gak masuk akal itu harga diri gue jatuh” ucap Yuri bersedekap dada.


“Emang punya harga diri?” tanya sinis Fisal.


“Enak aja, ya punya lah, emang lo gak punya” jawab Yuri tak kalah sinis.


Faisal memutar bola matanya malas, “Iyaa Qila, ayoo post biar Loli yang lihat pertama” saut Loli.


“Tau nih, Aqila yang gue kenal gak pernah gak nerima hukuman, seberat apapun hukuman itu pasti dia terima” ucap Ilham menatap Aqila.


Aqila menatap balik Ilham dengan tatapan aneh, “Itu dulu, sekarang beda” ucap Aqila ketus.


Dan langsung saja dia mengepost fotonya, “Udah, puas?” tanya Aqila.

__ADS_1


Semuanya terdiam menatap Aqila yang memperlihatkan layar ponselnya, dan mereka mengangguk bersamaan, Iqbal yang melihatnya menghela nafas pelan.


“Ya sudah, sekarang kita pulang ini sudah siang” ucap Iqbal.


“Iyaa” balas mereka dan Aqila haya mengangguk saja.


Setelah mereka bayar, mereka langsung ke parkiran Cafe, “Ohh iya kak Sri mana?” tanya Aqila yang barus sadar dengan keberadaan Sri.


“Udah pulang duluan” jawab Yuri, Aqila mengangguk paham.


“Qila, kamu pulang naik apa?” tanya Loli.


“Naik mobil” jawab Aqila.


“Kapan lo bisa nyetir mobil sendiri?” tanya Ilham mengerutkan keningnya.


“Udah lama” jawab Aqila datar.


“Kok gak bilang sih?” omel Ilham cemberut.


“Emang harus bilang ya?” tanya Aqila menaiki satu alisnya.


“Iyalah harus, wajib” jawab Ilham.


Aqila memutar bola matanya dan menghela nafas pelan, “Ya udah, gue duluan” ucap Aqila.


“Iya, hati-hati” balas Ilham.


“Assalamualaikum” salam Aqila dan pergi menuju mobilnya.


“Waalaikummussalam” jawab mereka semua dan menatap kepergian Aqila yang mulai melesat pergi dengan mobil putihnya.


“Huhh, kita juga pulang” ucap Iqbal yang juga sama pergi, dan mereka membubarkan diri mereka masing-masing.


***


“Siall, foto apaan ini jelek sekali, foto jelek kayak gini di post segala”


“Harusnya gue yang ada di posisinya”


“Kenapa dia sih, menggantikan aja posisi gue”


Wanita tersebut terus saja bergerutu tak jelas dan melempar ponselnya ke kasurnya dengan perasaan sangat kesal.


“Lihat saja pembalasanku”


...To Be Continued.......


...***...


...Kira-kira pembalasan apa ya guys? Penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritanya.......


...Guys maaf ya gak bisa double up terus, minimal satu hari satu yang penting up kan, tapi nanti In Syaa Allah double up kok......


...Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca dia bab selanjutnya, bye-bye......

__ADS_1


__ADS_2