Takdir Untuk Aqila

Takdir Untuk Aqila
Pengganti


__ADS_3

“Wow, masih ingatkah?” tanya Salsa tersenyum miring dan berkacak pinggang.


Aqila dan Fauzan terkejut ketika melihatnya, “Lo... Lo kan yang waktu itu di Kairo” ucap Fauzan sembari menunjuk Salsa.


“Benar sayang” saut Salsa tersenyum dan maju selangkah demi selangkah.


“Apa lo yang culik Loli?” tanya Yuri marah.


“Hmm... Maybe” jawabnya tersenyum miring.


“SIALAN LO, BERANI-BERANINYA CULIK SAHABAT GUE” bentak Yuri marah dan berlari ke arah Salsa.


Tapi sebelum dia mencakar wajah Salsa, Yuri di hadang oleh beberapa body guard di belakang Salsa.


“Lepasin gue anj*ng” umpat Yuri memberontak.


Tapi karena tenaganya tidak cukup, tangan Yuri di cekal di belakang punggungnya.


Nafas Yuri memburu menaha amarah, “LO EMANG CEWEK SIALAN” teriak Yuri marah.


“Gue emang sialan tapi lebih sialan dia” ucap Salsa dan menunjuk wajah Aqila.


Fauzan yang tak terima Aqila di katain pun menghampiri Salsa dengan langkah cepat.


PLAK


Satu tamparan berhasil mendarat di wajah mulus Salsa, “Jangan berani-beraninya lo katain wanita gue” tekan Fauzan marah.


Aqila menutup mulutnya tak percaya, dan Iqbal menatap Fauzan dan Salsa dengan tatapan yang sulit di artikan.


Salsa terkekeh sinis, ”Yang gue ucapin bener kok” ucap Salsa sembari menyentuh wajahnya yang di tampar.


Salsa menghembuskan nafasnya kasar lalu mundur, dan dia bertepuk tangan, tak lama kemudian datang dua orang berbadan besar dengan seorang wanita yang di ikat.


“LOLI” teriak Yuri.


“EMMM” Loli tak bisa berbicara karena mulutnya yang di tutup kain.


Salsa tersenyum sinis, “Apakah dia yang kalian cari?” tanyanya.


“SIALAN EMANG LO SIALAN” teriak Yuri yang wajahnya sudah merah padam.


“LEPASIN LOLI ANJ*NG” teriak Yuri tajam.


“Gak segampang itu sayang, kalau dia mau lepas harus ada yang menggantikan posisinya” saut Salsa tersenyum muring.


Aqila menatap tajam Salsa, “Salsa harusnya lo itu malu, lo itu anaknya pengusaha terbesar di Indonesia” ucap Aqila sinis menatap Salsa.


“Apa lo gak malu hah, orang tua lo itu di cap pengusaha paling baik dan kalau orang tua lo tau kelakuan lo kayak gini, apa mereka gak kecewa sama lo?” tanya Aqila.


Salsa menatap tajam Aqila, “Ini urusan pribadi jangan bawa-bawa orang tua” tekan Salsa marah.


Yuri yang melihatnya tersenyum miring, “Status pejabat derajat merakyat” sindir Yuri tajam.


Wajah Salsa memerah menahan kesal, dan dengan gerakan cepat dia menampar Yuri keras.


PLAK


“EMMM” teriakan tertahan Loli ketika Yuri di tampar kuat.


Yuri menatap tajam Salsa, “Masalah gue itu bukan lo tapi dia, kenapa lo ikut-ikutan hah?” tanya Salsa sembari menunjuk Aqila.


“Kalau masalah lo sama Aqila, kenapa lo culik Loli hah?” balik tanya Yuri sinis.


“Lo udah tau jawabannya” jawab Salsa sinis.


“Dan buat lo” ucap Salsa maju menuju Aqila sembari menunjuk Aqila.


“Karena masalah gue sama lo, gimana kalau lo aja yang menggantikannya” lanjutnya tersenyum miring.

__ADS_1


Tapi sebelum Salsa menyakiti Aqila Iqbal lebih dulu menghadangnya, “Jangan pernah sakiti Aqila walau seujung kuku” tekan Iqbal tajam.


Salsa sempat terdiam ketika melihat tatapan Iqbal tapi dia mengontrol kembali raut wajahnya.


“Siapa lo hah berani-beraninya sama gue?” tanya Salsa sinis.


“Gak perlu tau” singkat namun nadanya menusuk bagi siapa saja yang mendengarnya.


“Minggir lo” ucap Salsa dan mendorong Iqbal.


Tapi karena badan Iqbal jauh lebih besar jadi Iqbal di dorong Salsa pun tak tergeser.


“Gue bilang minggir” tekan Salsa, tapi Iqbal tetap saja diam.


Aqila menyentuh pundak Iqbal, Iqbal menoleh ke belakang dan menatap Aqila yang menganggukan kepalanya.


Iqbal menggelengkan kepalanya, memang keras kepala pikir Aqila.


“Gak papa bang, ini urusan Aqila biar Aqila selesaikan” ucap Aqila lirih dan tersenyum tipis.


Tapi itu mampu membuat Iqbal luluh dan mengalah, akhirnya Iqbal menggeser tububnya hingga Aqila berhadapan dengan Salsa.


“Gue kan yang lo mau?” tanya Aqila menatap Salsa.


“Ofcourse” jawab Salsa tersenyum miring.


“Lo punya masalah apa sama gue?” tanya Aqila baik-baik.


“Gue gak perlu kasih tau masalah apa, yang penting gue gak suka lihat lo hidup bahagia” jawab Salsa.


Aqila terkekeh pelan, “Lo kira kehidupan gue bahagia?” tanya Aqila lagi.


“Lo salah, kedua orang tua gue udah gak ada, gue hanya hidup sendirian apa itu yang di namakan bahagia?” lanjutnya dan mata Aqila mulai memanas tapi dia tahan.


“Sedangkan lo, orang tua lo utuh mendapatkan kasih sayang lebih tapi lo masih gak bersyukur dan memilih menghancurkan hidup gue” Aqila menatap tajam Salsa yang terdiam.


“Gue gak butuh curhatan lo” ucap Salsa pada akhirnya setelah lama terdiam.


Aqila menegang dan menatap Salsa yang tersenyum miring, “Hmmm.... Bagaimana kalau sahabat lo yang bego itu di gantikan dengan lo?” tanyanya.


“Lebih tepatnya, nyawa lo” lanjutnya dan mendorong Aqila ke sungai yang langsung mengarah ke jurang.


“AQILAAA”


“EMMMM”


Yuri memberontak dan katika berhasil terlepas dia berlari ke ujung sungai yang sangat dalam.


“AQILA” teriak Yuri.


Iqbal menatap tajam Salsa yang tersenyum miring, perlahan tapi pasti Iqbal menghampiri Salsa tanpa di sadari sang pelaku.


“Lo... Lo berani sakitin wanita gue” tekan Iqbal tajam mata dan wajahnya sudah memerah menahan amarah, kini dia sudah tidak bisa menahan amarahnya.


Salsa yang melihatnya merasa ketakutan dan mundur, “Lo tau adab, lo tau mana yang halal dan mana yang haram, DAN LO TAU PEMBUNUHAN ITU DOSA” bentak Iqbal menatap tajam Salsa.


Siapa saja yang melihatnya pasti akan takut, “Dan dengan gampangnya lo dorong Aqila” tekan Iqbal.


Dan para body guard Salsa mendekat dan memukuli Iqbal, Salsa yang melihatnya tersenyum sinis dan bersidekap dada.


“Lo gak akan bisa sakitin gue” ucap Salsa melihat Iqbal yang bertengkar dengan beberapa pria berbada besar.


Sedanhkan Loli dan Fauzan terdiam, Loli dan Yuri sudah menangis, Yuri menangis di pinggir sungai sedangkan Loli menangis di tempat awal karena dia masih di ikat.


Fauzan? Dia terdiam dan kakinya sudah tak mampu menopang tubuhnya, dia terjatuh ketanah dan menatap ke arah sungai.


Fauzan menggelengkan kepalanya, “AQILAA” teriak Fauzan dan air matanya mulai jatuh.


Salsa hanya tersenyum miring ketika dia melihat orang yang berharga di kehidupan Aqila hancur.

__ADS_1


DOR


Suara tembakan terdengar dan tak lama kemudian datang beberapa polisi, Salsa yang melihatnya kaget dan dia mengisyaratkan kepada para penjaganya untuk berlari.


Loli yang tadi sedang di sekap oleh dua orang pun hampir terjatuh sebelum dia benar-benar terjatuh ada Ilham yang menopang tubuhnya.


Iqbal? Dia sudah meringkuk dan wajahnya sudah babak belur, Yuri? Yuri sudah di peluk oleh Faisal.


Fauzan menatap kosong kearah depan, para polisi datang dengan Faisal dan Ilham.


Ilham melepaskan ikatan di tangan dan kaki Loli serta kain yang menutupi wajahnya.


“Kak Aqila” ucap Loli lirih, Ilham memeluknya sebentar sebelum dia menolong Iqbal.


“Bal lo gak papa?” tanya Ilham membantu Iqbal berdiri.


“G-gue gak papa, tapi Aqila” jawab Iqbal lirih.


“Ada apa dengan Aqila?” tanya Ilham bingung.


Sebelum Iqbal menjawab teriakan Fauzan mengalihkan pandangannya.


“Kenapa sama dia?” tanya Ilham menatap Fauzan.


Iqbal menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, dan Loli berjalan menghampiri mereka berdua.


“Kak, Aqila kak” saut Loli sendu.


“Kenapa Aqila?” tanya Ilham lagi.


Tapi lagi-lagi suara teriakan dari Yuri membuatnya terdiam, “AQILA, LO HARUS BERTAHAN AQILAA” teriak Yuri parau dan terus menangis di dalam pelukan suaminya, Faisal.


Ilham perlahan mendekat ke tepi sungai, dan menatap ke arah sungai, “Aqila?” tanya Ilham menaiki satu alisnya.


“Aqila jatuh ke dalam sungai” jawab Loli mampu membaut Ilham terjatuh.


“AQILA... AQILA...” teriak Ilham memanggil nama Aqila.


“Permisi tuan, bagaimana dengan gadis ini?” saut salah satu polisi kepada Faisal.


“Kau tahan saja dia, penjarakan sesuai hukumannya” jawab Faisal.


Dan polisi tersebut mengangguk paham, “Dan satu lagi terus tanyakan kepada dia siapa yang menyuruhnya, kalau tidak di jawab terus saja tanya sampai dia menjawab” lanjut Faisal dan kembali di angguki.


“Baiklah, kalau begitu kami permisi mari” ucapnya dan pergi dengan beberapa polisi di belakangnya dan tak lupa membawa seorang wanita.


“Gue gak akan kasih tau siapa dalangnya, karena kalian sendiri yang bakal tau semuanya” teriak wanita tersebut sebelum benar-benar pergi.


“Aqila tunggu gue, gue bakal nyelamatin lo” ucap Yuri dan berdiri.


Tapi ketika dia hendak terjun Faisal lebih dulu menahan nya dan memeluk nya erat.


“Jangan gila, gue gak mau kehilangan wanita yang berarti dalam hidup gue” ucap Faisal mengusap kepala Yuri yang terbalut hijab.


“Tapi gue harus tolongin Aqila” saut Yuri terisak.


“Kita bisa minta tolong sama BASARNAS” ucap Faisal mencium kepala Yuri lembut.


“Lebih baik sekarang kita pulang” lanjut Faisal.


Kenapa sekarang Faisal yang sangat kalem, karena jika dia ikut bersedih tidak ada yang bisa tenangin semuanya, benar gak sih? Ahh lupakan nex...


Faisal membawa Yuri yang terus menangis dan Iqbal dengan kaki terpincang-pincang membawa Ilham yang masih syok.


Loli mengikutinya di belakang tapi seketika dia sadar bahwa Fauzan masih saja diam membeku, dan Loli membawa Fauzan pergi.


mereka semua pulang untuk memenangkan pikiran masing-masing sebelum mereka mencari Aqila.


......**To Be Continued......

__ADS_1


...Guys Aqila jatuh guys... Kayak gimana atuh? Dan siapa sih sebenernya dalang dari ini semua? Kira-kira nanti Aqila bakal ketemu gak ya? Dan selamat gak? Penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritanya... ...


...Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye**.... ...


__ADS_2