
“AAA YURI JANGAN CEPAT-CEPAT BAWA MOTORNYA PELANKAN” teriak Loli memeluk Yuri dari belakang.
“GAK PAPA SERU TAU” balas Yuri teriak juga.
“QILA JUGA, GAK NGEBUT-NGEBUT, DIA KETINGGALAN DI BELAKANG” Loli kembali berteriak.
“GAK PAPA NANTI JUGA KESUSUL” Yuri tambah melajukan motornya dengan sangat cepat.
“AAAA YURI DI DEPAN....” teriak Loli menunjuk ke arah depan.
TINN
BRAKK
“Awss... Yuri kaki Loli sakit” ringis Loli ketika dia ketindihan motor besar Yuri.
“Emang lo doang gue juga sama kali” ucap Yuri dan berusaha berdiri.
“Astaghfirullah kalian kenapa tiduran di jalan” Aqila yang baru datang segera turun ketika melihat kedua sahabatnya sedang tiduran di aspal.
“Heh lo datang-datang bukannya nolongin malah ngejek” ucap Yuri kesal dan membenarkan motornya.
“Sini Qila bantu” Aqila lalu membatu Loli untuk berdiri.
“Kalian gak papa?” tanya seorang pria dari belakang mereka, dan mereka semua menoleh ke arah pria tersebut, dan Yuri yang melihatnya melotot kaget.
“Lo...”
“Kamu...”
Yuri dan pria tersebut saling tunjuk bareng, dan pria tersebut bersidekap dada, sedangkan Yuri sudah mengepalkan tangannya kesal.
“Ternyata lo yang nabrak gue” tunjuk Yuri tepat di depan wajah pria tersebut.
“Maksudnya apa, bukannya kamu sendiri yang nabrak, lihat tuh mobil ana sampai penyok kaya gitu” ucapnya menunjuk ke arah mobilnya yang sudah tidak semula lagi.
“Iya dia benar ko, kan Yuri sendiri yang ngebut” saut Loli yang membuat Yuri ingin sekali mencakar wajah polos sahabatnya itu.
“Nah kan, kamu lihat teman kamu aja tau” ucap pria tersebut dan kembali bersedekap dada.
“Lo...” ucapan Yuri tertekan.
“Sal gimana jadinya?” tanya seorang pria keluar dari mobil dan di susul oleh temannya di belakang.
“Tau nih cewek aneh” jawab Faisal kepada pria tersebut.
“Abang... Ka Ilham...” panggil Aqila ketika melihat kedua pria tersebut ketika keluar dari mobil.
Kedua pria tersebut, menoleh kepada Aqila, “Lho Qi, ko lo ada di sini?” tanya Ilham menghampiri Aqila.
“Kan ini teman Qila jadi Qila bareng mereka lah, terus ka Ilham dan abang ngapain di sini?” tanya balik Aqila.
“Ya sama, ini kan temen gue” jawabnya sembari menepuk pundak Faisal.
“Ohh jadi ini temen kalian berdua, bilangin ya kepada temen kalian berdua ini kalau ngomong tuh jangan kaya cewek terus minimal di filter” ucap Yuri kesal sembari menunjuk wajah Faisal.
“Yuri gak boleh kayak gitu kan kita yang salah, harusnya kita yang minta maaf” saut Loli menarik tangan Yuri.
“Tuh dengerin kata temenmu, dasar cewek aneh” ucap Faisal memalingkan wajahnya.
“Heh yang ada lo yang aneh” tunjuk Yuri kesal.
“Kamu”
“Lo”
“Eh udah dong, ko malah berantem udah lebih baik minta maaf aja, kata bang Iqbal kalau kita saling memaafkan Allah sayang kita, ya kan bang?” ucap Aqila kepada Iqbal yang hanya diam saja.
Sedangkan Iqbal hanya melirik sekilas, “Qi lo kenal sama mereka?” tanya Yuri menunjuk ke tiga cowok di depannya saat ini.
“Iya, tapi kalau sama kaka yang ini gak kenal” ucap Aqila sembari menunjuk ke arah Faisal.
“Ohhh iya, emang gak akan ada yang kenal sama cowok prik kaya dia” ucap Yuri sinis, dan Faisal hanya menatapnya datar.
“Qii...” bisik Ilham di telinga Aqila.
“Apa sih ka?” tanya Aqila.
“Itu siapa Qi? Ko lucu” tanya Ilham berbisik sembari menunjuk ke arah Loli yang hanya diam saja sembari melihat lukanya.
“Ohh itu teman Qila, namanya Loli, emang kenapa ka Ilham suka ya, ka Ilham gak boleh suka nanti Loli yang polos jadi tercoret polosnya sama ka Ilham” ucap Aqila.
“Heh kenapa kalian berdua malah bisik-bisik sih” saut Yuri.
__ADS_1
“Gak ini ka Ilham tanyain Loli” ucap Aqila yang membuat Ilham melotot.
“Loli? Ada apa dengan Loli Qila?” tanya Loli polos sembari menunjuk dirinya sendiri.
“Gak ko gak ada apa-apa” bukan Aqila yang menjawab melainkan Ilham yang menjawab dengan senyuman mautnya, sedangkan Loli hanya mengangguk saja dan kembali fokus pada lukanya.
“Kalian cuman mau pada di sini doang gitu?” tanya Iqbal tiba-tiba.
“Gak, dia harus ganti rugi lihat motor kesayangan gue jadi lecet kaki gue sakit kaki temen gue juga” jawab Yuri menatap tajam Faisal.
“Yang ada kamu yang ganti rugi, lihat mobil ana jadi kaya gitu” ucap Faisal yang tak mau kalah.
“Enak aja, lo mah gak ada yang sakit lah gue sama temen gue sakit” ucap Yuri maju satu langkah.
“Duh kenapa jadi berantem sih, gimana kalau kita ke cafe aja, buat makan siang” ucap Aqila tesenyum.
“Qila ku sayang, lo masih sempat-sempatnya ya dalam keadaan seperti ini masih mikirin makanan” ucap Yuri tertahan kesal.
“Iya kan Qila lapar, abang kita makan yu, biar luka Loli sama Yuri di obatin di cafe aja terus biar gak ada yang ganti rugi mending Yuri sama ka Faisal patungan buat bayar makannya” ucap Aqila kembali tersenyum.
“Loli setuju”
“Setuju”
Loli dan Ilham berucap bareng, Ilham di buat senyum-senyum sendiri jadinya sedangkan Loli menatap bingung Ilham. Dan Iqbal pria itu hanya diam saja hingga menunggu kesepakatan.
“Gak, gue gak setuju enak aja, harus nya dia lah” ucap Yuri menolak secara mentah-mentah.
“Ana juga gak setuju” saut Faisal.
“Udahlah Sal itung-itung sedekah” ucap Ilham merangkul temannya itu.
“Bal bantu ana napa, malah diam aja” ucap Faisal menatap Iqbal.
“Ikut yang terbaik aja” saut Iqbal.
“Tuhh jadi kita makan siang gratis hore, makasih Yuri sahabatku yang cantik dan comel ini, Loli ayo naik motor Qila aja kita ke cafe depan buat makan gratis” ucap Aqila yang langsung naik ke motornya dan di susul Loli di belakangnya.
“Bal ayo kita juga masuk mobil” Ilham lalu menarik tangan Iqbal.
Dan tersisa Yuri dan Faisal, mereka saling pandang dengan tatapan tajam, “Ini semua gara-gara lo, huh kenapa sih gue harus ketemu cowok modelan kayak lo, gak ada apa cowok yang lain, Ya Tuhan berilah hamba kesabaran menghadapi cowok prik yang satu ini” ucap Yuri menengadahkan tangannya ke atas, lalu menaiki motornya.
Sedangkan Faisal hanya menatap datar Yuri lalu masuk ke dalam mobil, dan mereka melajukan kendaraannya masing-masing menuju cafe terdekat.
***
“Qila kaki Loli sakit” ucap Loli memegangi kakinya.
“Ri kamu harus tanggung jawab, kasihan Loli kakinya sakit” ucap Aqila kepada Yuri.
Sedangkan Yuri menatap Loli yang memasng wajah memelas, “Yang ada nih cowok yang tanggung jawab” ucap Yuri menunjuk Faisal.
“Ana gak ngelakuin apapun ya sampai harus bertanggung jawab” ucap Faisal memalingkan wajahnya.
“Biar gue aja deh yang tanggung jawab, mana cantik yang sakit?” tanya Ilham genit.
“Ihh ka Ilham kesambet apa sih?” tanya Aqila menatap horor Ilham.
“Ke sambet neng Loli yang cantik ini” ucapnya tersenyum sembari menatap wajah Loli yang hanya menatapnya bingung.
“Qila dia siapa sih? Ko serem sih mukanya” tanya Loli polos sembari menunjuk Ilham yang membuat semuanya tertawa kecuali Iqbal yang hanya diam saja.
“Dia? Dia itu makhluk astral yang nyasar di bumi” jawab Aqila dengan tawanya.
“Ohh pantas saja, wajahnya sama kaya alien yang waktu itu Loli tonton” ucap Loli polos terus menatap wajah Ilham yang raut wajahnya sudah berubah jadi masam.
“Iqbal lihat sepupu lo yang tampan ini di katain alien, marahin dia” adu Ilham kepada Iqbal yang hanya diam saja.
“Udah-udah lebih baik pesan makanan saja, kalau mau di obatin di belakang jangan di sini” ucap Iqbal dan memanggil pelayan cafe.
“Aaaa abang emang yang terbaik” ucap Aqila tersenyum menatap Iqbal.
“Mau pesan apa ka?” tanya salah satu pelayan yang Iqbal panggil tadi.
“Qila mau pesan, spagheti sama pie cake sama jus mangga” ucap Aqila tersenyum ramah.
“Baik ka, yang lainnya?” tanyanya.
“Samaain aja” jawab Iqbal datar.
“Mba di tambah satu ya, sama mi gulungnya” saut Yuri tersenyum.
“Baik ka, di tunggu ya” ucapnya lalu hendak pergi tapi di tahan oleh Yuri.
__ADS_1
“Ehh mba satu lagi, obat buat luka ada?” tanyanya.
“Ada ka” jawabnya tersenyum.
“Mau dong mba”
“Boleh ka”
“Ya udah Li ayo kita obatin dulu, sendiri aja da orang yang nabraknya gak mau bertanggung jawab” sindir Yuri menatap sekilas Faisal lalu menarik tangan Loli mengikuti si mba pelayannya, sedangkan Faisal hanya memutar bola matanya malas, dia sudah malas untuk berdebat.
“Abangg....” panggil Aqila pada Iqbal.
“Hmm” jawabnya.
“Tau gak tadi itu waktu di sekolah ujiannya sangat susah, tapi Qila hebat lho bang Qila gak nyontek, kan abang udah ajarin Qila jadi Qila gak jadi nyontek, makasih abang Iqbal yang tampan” ucap Aqila tersenyum menatap Iqbal.
“Iya” jawabnya tanpa melihat Aqila.
“Berarti kalau lo gak di ajarin Iqbal, lo bakal nyontek ya?” saut Ilham menatap curiga Aqila.
“Enak aja, ya enggak lah kan Qila pintar mana mungkin seorang Queenza Aqila menyontek saat ujian” ucap Aqila percaya diri.
“Kata siapa?” tanya Yuri yang baru datang dengan Loli.
“Kata Qila baru saja” jawab Aqila santai.
“Ihh Qila kan pernah menyontek sama Loli, Yuri juga” saut Loli menatap kedua sahabatnya.
“Ohh ternyata kalian berdua sering nyontek ya sama cantiknya Loli” ucap Ilham memicingkan matanya.
“Enggak” jawab Aqila dan Yuri bersamaan.
“Iya, kenapa sih kalian tuh gak pernah mengakui” ucap Loli.
“Loli yang cantik, bisa gak sih kalau ngomong tuh jangan jujur-jujur amat?” tanya Yuri tersenyum paksa.
“Yuri kata mamah Loli gak baik kalau bohong itu” jawab Loli polos.
“Benar sekali, ihhh cantiknya Loli pintar deh, cantiknya siapa dulu sih?” ucap Ilham gemas melihat Loli.
“Ya cantiknya Loli lah, kan tadi alien sendiri yang bilang ‘Cantiknya Loli’” ucap Loli lagi yang membuat Ilham kesal ketika dirinya di bilang alien, sedangkan yang lain kembali tertawa.
“Sudah Ham, terima kenyataan saja, emang wajah ente gak jauh beda ko” saut Faisal ikut tertawa.
“Ihh kalian mah kayak gitu sama babang Ilham yang tampan ini, Iqbal lo kagak kayak gitu kan?” tanya Ilham kepada Iqbal.
“Samain aja” jawabnya yang membuat Ilham semakin kesal.
“Haha emang enak ka Ilham, abangkan akan selalu berpihak pada Qila” ucap Aqila tertawa.
“Udah ah males gue” Ilham memalingkan wajahnya kesal.
“Males-males banget biasanya lo males” ucap Iqbal.
“Iqbal kalau lo bukan sepupu gue udah gue geprek lo, biar jadi Iqbal geprek” ucap Ilham kesal ingin mencakar wajah Iqbal.
“Kalau sampai ka Ilham bikin Iqbal geprek, Qila duluan yang akan buat Ilham penyet” ucap Aqila tak suka ketika Iqbalnya di gituin.
“Qila emang bisa?” tanya Loli.
“Bisalah” jawabnya santai dan tersenyum ketika melihat Iqbal yang menatapnya, sedangkan Iqbal kembali memalingkan wajahnya.
“Udah nih ngomongnya, makanan udah dateng tuh” ucap Yuri ketika melihat pelayan yang tadi menghampiri mereka.
“Permisi ka, ini pesanannya” ucapnya lalu meletakan di atas meja.
“Wahhh enak nih, makasih ya mba” ucap Aqila tersenyum ramah.
“Iya, selamat di nikmati” ucapnya lalu berlalu pergi.
“Selamat makan...” ucap Aqila tapi ketika sudah menyendok di hentikan oleh Iqbal.
“Do’a dulu” saut Iqbal yang membuat Aqila tekekeh, lalu setelah berdo’a mereka menyantap makanannya.
“Hmmm eunuak, Qila soekaulii” ucap Aqila yang mulutnya penuh dengan makanan.
“Makannya jangan sambil ngomong nanti keselek” ucap Iqbal memperingati.
“Heem abang” saut Aqila tersenyum ketika sudah menelan makannya.
Mereka makan dengan tenang tidak ada yang bersuara lagi, hanya ada suara dentingan sendok saja yang terdengar.
**To Be Continue....
__ADS_1
***
Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye luplup**...