Takdir Untuk Aqila

Takdir Untuk Aqila
Perasaan Yang Kembali Muncul


__ADS_3

Setelah kejadian tempo lalu Aqila lebih mendiami teman-temannya dan dia juga mulai menjauhi mereka, bahkan dia minta pindah kamar tapi sayang nya tidak bisa, dia tidak mau kejadiannya terulang dua kali.


“Qila, lo kenapa sih?” tanya Fauzan menghentikan langkah Aqila yang sedang jalan di kordior kampus.


“Kenapa apanya?” tanya balik Aqila dingin.


“Lo masih marah gara-gara waktu itu?” tanyanya menatap Aqila.


“Menurut lo?” tanyanya dingin lalu segera pergi.


Fauzan menghela nafas pelan dan menatap kepergian Aqila, ternyata dari tadi ada yang terus memperhatikan mereka berdua, “Qila baru saja di mulai” ucapnya tersenyum miring.


***


“Qila” panggil Fira melambikan tangannya.


“Qila tunggu” Fira menarik tangan Aqila.


“Apa?” tanya Aqila dingin.


“Qila gue minta maaf ya” ucapnya terus memegang tangan Fira.


Aqila menghela nafas lelah, dia menghempaskan tangan Fira pelan tapi sialnya gadis tersebut menjatuhkan dirinya, Aqila yang tau maksudnya ketika dia melihat Fauzan dan juga Juna yang menghampirinya.


“Qila, lo udah keterlaluan baget tau” ucap Fauzan menatap Aqila.


Aqila hanya tersenyum miring, “Ck... Ck... Kalian berdua memang gak bisa membedakan yang mana yang benar dan yang mana yang salah ya” ucap Aqila menggelangkan kepalanya.


“Terserah kalian aja deh” lanjut Aqila lalu segera pergi.


“Fir kenapa lagi sih?” tanya Juna.


“Gue Cuma mau minta maaf tapi Qila ngedorong gue lagi” ucapnya memelas dan melihat kepergian Aqila dengan senyuman miringnya tanpa di sadari oleh kedua lelaki tersebut.


***


Setelah dari kampus Aqila tidak langsung pulang melainkan dia pergi ke tempat favoritenya yang sering di kunjungi ketika dia sedang sedih atau lagi bad mood lah.


Aqila menarik nafas panjang lalu menghembuskan kembali. Dia menatap taman yang begitu indah suasanya asri, rumput yang hijau dan di hiasi bunga-bunga yang cantik dan juga suara burung yang menjadi penambah keindahannya.


“Maa Syaa Allah, indahnya” gumam Aqila tersenyum lalu dia duduk di banguk yang berada di situ.


“Ayah, bunda Aqila kangen, kapan ya Aqila bisa pulang, sepertinya Aqila harus segera menyelesaikan tugas Aqila agar Aqila bisa cepat skripsi” ucap Aqila dia menatap layar ponsenya yang kini sudah dia ganti dengan foto keluarganya.


“Ayah, bunda tunggu Aqila ya, nanti Aqila akan seger pulang” lanjutnya tersenyum.


Tingg


Tiba-tiba Ada notofikasi dari app hijaunya, Aqila membukanya dia terdiam ketika tau siapa yang mengirimnya pesan.


...• Via Chat •...


______________________________________________


Abang Iqbal ><


______________________________________________


-Assalamualaikum Qila, apa kabarnya?


udah lama gak ngabarin abang-. 8.53//


______________________________________________


Aqila terdiam ketika membuka pesannya, ada perasaan senang di hatinya tapi dia segera menghempaskan perasaan itu.


Aqila tidak membalasnya hanya di read saja olehnya, hingga Iqbal kembali mengirimnya pesan.

__ADS_1


...• Via Chat •...


______________________________________________


Abang Iqbal >< ______________________________________________


-Assalamualaikum Qila, apa kabarnya?


udah lama gak ngabarin abang.- 8.53//


__________________________________


-Ko di baca doang sih, maaf ganggu.- 8.54//


____________________________________


baik-baik, semuanya merindukanmu- 8.54//______________________________________________


Aqila menghela nafas pelan entah keberanian dari mana atau setan dari mana dia membalas pesannya walaupun itu sangat singkat.


...• Via Chat •...


______________________________________________


Abang Iqbal ><


______________________________________________


-Assalamualaikum Qila, apa kabarnya?


udah lama gak ngabarin abang.- 8.53//


__________________________________


-Ko di baca doang sih, maaf ganggu.- 8.54//


____________________________________


baik-baik, semuanya merindukanmu- 8.54//


_________________________________________


^^^-Waalaikummmussalam, iya.- 8.54// ^^^


______________________________________________


Aqila tersenyum tipis ketika pesannya sudah di baca ahh entahlah perasaan Aqila campur aduk hari ini, “Ya Allah kenapa perasaan ini kembali muncul?” gumam Aqila memegang dadanya yang berdetak lebih cepat.


_‘Ya Allah jika kita memang di takdirkan untuk bersama, satukanlah kami di waktu yang sudah tepat’ batinnya bero’a dan tersenyum tipis.


Selama apa dan sesakit apa yang dia rasakan tapi untuk benar-benar melupakannya butuh waktu lama, tidak seminggu dua minggu. Apalagi ini soal cinta... Pertama.


***


Setelah cukup lama Aqila berada di taman tersebut dia memutuskan untuk pulang saja karena dia sudah sangat lelah dan juga hari sudah mulai sore.


Ketika sudah sampai di apartement nya, dia kaget ketika di depan kamarnya begitu banyak orang, Aqila menghampirinya.


“Ada apa ini?” tanya kepada salah satu orang tersebut.


“Itu dia orangnya udah dateng” tunjuk Fira kepada Aqila.


Aqila mengerutkan keningnya bingung, dan dia melihat Fira yang menghampirinya dan setelah itu....


PLAKK


Satu tamparan mendart sempurnah di pipi Aqila hingga Aqila menoleh ke samping, “Qila kalau lo gak suka sama gue jangan kaya gitu juga dong” ucap Fira mulai menangis.

__ADS_1


Aqila menatap Fira, “Maksudnya apa?” tanya Aqila yang tak tau apa-apa.


“Jangan pura-pura bodoh” saut Fira terisak.


“Qi, lo bener yang melakukan semua itu?” tanya Fauzan sembari menunjuk ke dalam kamar.


Aqila mengikuti arah tunjuknya dia melotot sempurna, dia keget bagaimana tidak kaget dia melihat kamarnya yang sudah berantakan seperti kapal pecah.


“Iya kan Qi, lo yang ngelakuin? Tapi kenapa Qi lo lakuin itu, apa lagi lo ngancurin karya gue dan lo juga nyuri semua barang-barang gue yang berharga” ucap Fira.


“Lo tau kan gue ngerjain karya gue itu udah lama, tapi dengan teganya lo hancurin karya gue, sakit Qi hati gue ngeliatnya, lo juga nyuri barang berharga gue, barang yang lo ambil pemberian dari almarhum kakak gue Qi” lanjutnya menagis dan di peluk oleh salah satu teman kampusnya.


Aqila menggelengkan kepalanya, yang benar saja sedari pagi dia tidak ada di kamarnya, “Qi ko lo jahat banget sih” saut salah satu mahasiswa juga yang sekampus denganya.


“Qi, gue gak nyangka sama lo” saut Juna menggelengkan kepalanya.


“Gak, semua ini fitnah, gue gak melakukan apa pun, gue juga gak nyuri barag Fira, gue gak tau apa-apa” ucap Aqila membela dirinya.


“Jangan bohong ini apa, ini ada buktinya semua barang Fira ada di dalam kotak ini, ini punya lo kan, dan rekaman cctv juga ada” saut yang lainnya sembari memperlihatkan sebuah kotak dan menunjuk kamera cctv.


“Nih lihat rekamannya” lanjutnya dan memberikan rekaman cctv tersebut.


Aqila melihatnya membeku, orang tersebut yang terekam cctv memang mirip dengan dirinya tapi sumpah itu bukan dirinya sama sekali.


“Demi Allah, itu bukan gue” ucap Aqila menatap mereka semua.


“Qi, jangan bawa-bawa nama Allah” saut Fauzan menatap Aqila.


“Terus gue harus gimana lagi buat membuktikannya kalua itu bukan gue?” tanya Aqila kepada Fauzan nyalang.


“ITU BUKAN GUE” tekan Aqila matanya sudah memerah antara sedih dan juga marah.


“Jujur aja Qi, tadi pagi lo dorong gue sampe jatuh sekarang lo lakuin ini ke gue, salah gue sama lo apa sih Qi?” tanya Fira menatap Aqila.


“Cukup Fir, cukup lo fitnah gue, selama ini gue diam ketika lo fitnah gue, harusnya gue yang nanya sama lo, lo punya dendam apa sama gue sampe lo mau menghancurkan hidup gue?” tanya Aqila balik dan nada dia tinggikan, lelah sumpah dengan semua ini.


“Lo mau gue hancur, asal lo tau Fir sebelum lo hancurin hidup gue, hidup gue itu udah hancur, terus lo mau hancurin hidup gue kayak gimana lagi sih?” tanya Aqila lagi mentap Fira tajam.


“Gue diam bukan berarti gue takut, tapi gue gak mau memperkeruh masalah, tapi lo malah semakin melunjak” lanjutnya dan memalingkan wajahnya.


“Lo bukan Aqila yang gue kenal” ucap Fira dramatis dan kembali menangis.


Aqila yang melihatnya memutar bla matanya malas, ‘Akting yang sangat bagus’ batin Aqila.


“Qi, gue kira lo baik” saut Fauzan.


Aqila menatap Fauzan dia tersenyum simpul, “Gua gak baik Zan, dan gue juga gak pernah bilang kalau diri gue itu baik” ucap Aqila menatap Fauzan jengah.


“Sekarang terserah kalian aja deh mau percaya atau enggak, gue udah cape ngadepin semuanya sendiri” lanjut Aqila lalu setelah itu dia pergi, dia ingin kembali menenangkan dirinya.


Semua orang menatap Aqila, “Teurs gimana ini semua?” taya Fira dengan isak tangisnya.


“Kita laporkan saja” jawab Juna dan di angguki oleh yang lainnya


Tapi tidak dengan Fauzan, dia terdiam setelah itu dia mengejar Aqila, ‘Sial kenapa dia harus ngejar cewek itu lagi sih’ batin Fira kesal menatap Fauzan.


‘Kayak nya gue harus melakukan lebih, biar Fauzan percaya sama gue’ lanjutnya tersenyum miring.


‘Qila kehancuran lo baru 50% dari 100%, tunggu 50% nya lagi’


**To Be Continue...


***


Wow Fira bener-bener ya, kasihan gak sama Qila? kira-kira rekaman cctv itu bener gak ya atau hanya editan? Terus apa yang akan terjadi pada Aqila selanjutnya? Penasaran saksikan terus ya...


Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye**...

__ADS_1


__ADS_2