Takdir Untuk Aqila

Takdir Untuk Aqila
Isi kotak?


__ADS_3

“Aqila” panggil umi menatap Aqila sendu.


Umi menghampiri Aqila dan langsnung memeluknya, “Yang sabar nak, ini ujian untukmu, Allah lebih sayang sama ayah dan bundamu” ucap umi Fatimah memeluk erat Aqila.


Aqila membalas pelukan umi Fatimah, “Iya umi” saut Aqila sendu.


Umi melepas pelukannya, dan mengusap wajah Aqila lembut sembari tersenyum, “Tapi Aqila masih ada umi, anggap umi ini adalah umi kandung Aqila sendiri” ucap umi Fatimah.


Aqila tersenyum dan mengangguk pelan, “Nak” panggil abi Syam.


“Ini untukmu” ucap abi Syam memberikan sebuah kotak kecil kepada Aqila.


“Ini apa abi?” tanya Aqila sembari menghapus air matanya dan menerimanya.


“Abi juga tidak tau, tapi sebelum kecelakaan maut itu terjadi, ayahmu memberikan ini kepada abi, dan dia bilang berikan ini kepda putri kecilnya” jawab abi Syam parau seperti menahan tangis.


Aqila menatap kotak tersebut, dia menahan tangisnya tapi dia tidak bisa, air matanya kembali jatuh, “Kecelakaan?” tanya Aqila menatap abi Syam.


“Iya nak” jawab abi Syam mengangguk.


“Ayah dan bundamu kecelakaan setelah mereka pulang dari syukuran rekan bisnis ayahmu” lanjut abi Syam.


“Abi tidak tau lebih jelas tentang kronologinya, nanti biar Iqbal yang menjelaskannya karena Iqbal yang melihat langsung” ucap abi Syam dan menatap putrnya, Iqbal.


Aqila menatap Iqbal untuk meminta penjelasan, Iqbal menarik nafas panjang, “Waktu itu, abang baru saja pulang kerja, dan ketika lampu merah tiba-tiba di depan abang, abang melihat mobil ayah melaju dengan kecepatan tinggi, abang yang merasa ada yang tidak beres segera menyusulnya setelah lampu hijau, abang mengikuti mobil ayah tapi abang kehilangan jejak karena tiba-tiba ada mobil hitam yang menghalangi jalan abang, dan tak lama kemudian abang mendengar suara tabrakan, abang segera turun dari mobil dan berlari ke arah sumber suara, dan abang mendapati mobil ayah yang sudah menabrak pohon dan ketindihan pohon, abang menghampiri ayah dan bunda untuk menyelamatinya, dan tak lama kemudian mobil ambulance datang ayah dan bunda di bawa kerumah sakit, ayah dan bunda sempat koma seminggu, dan tadi malam ayah dan bunda dinyatakan meninggal, maaf Qila, abang gak bisa selamati ayah dan bunda” jelas Iqbal panjang dan dia menunuk.


Aqila menggelengkan kepalanya, dan kembali menangis, pantas saja selama seminggu belakangan ini dia tidak mendapatkan pesan ataupun telpon dari ayah dan bundanya, karena ayah dan bundanya pasti akan selalu mengabarinya, dan minggu kemarin sama sekali tidak ada.


Umi kembali memeluk Aqila erat, “Sudah nak jangan bersedih, ini sudah takdir” ucap umi mengusap lembut punggung Aqila.


“Ayah, bunda...” lirih Aqila.


***

__ADS_1


Malam harinya Aqila menatap langit malam setelah tadi sore dia kemakam ayah dan bundanya, sekarang dia hanya sendiri, tidak ada lagi seseorang yang sangat menyayanginya melebihi apapun, tidak ada lagi seseorang yang selalu memberikan kehangatan, dan tidak ada lagi seseorang yang selalu memberikan kebahagian yang tulus untuknya.


Kini semua itu telah hilang, tapi kenangannya tidak akan pernah hilang, dan orang tuanya akan selalu di hatinya, “Ayah dan bunda udah bahagia di atas sana” gumam Aqila tersenyum dan menatap langit malam yang cerah.


“Qila, akan mencoba ikhlas dan menerima kenyataan ini, yah, bund” lanjutnya dan menghampus air matanya yang jatuh.


Aqila teringat tentang kotak yang tadi siang di berikan abi Syam padanya, Aqila masuk kedalam kamarnya dan mengambil kotak tersebut di atas nakasnya, Aqila perlahan membukanya, dan ketika dia melihat isinya dia tersenyum.


Aqila mengeluarkan kalung liontin berbentuk permen kapas dan eskrim, ini kalung yang waktu SMP dia minta kepada ayahnya, tapi pada saat itu ayahnya tidak memilik banyak uang untuk membeli kalung liontin yang limited edition, yang harganya pasti sangat mahal.


Dan sekarang dia mendapatkannya, tapi sekarang bukan ini yang dia inginkan, dia hanya ingin ayah dan bundanya kembali, tapi apalah boleh buat, ini sudah takdir dan dia tidak bisa merubahnya.


Lalu Aqlila mengambil sebuah surat dan membukaanya, isi surat :


______________________________________________


...Assalamualaikum Wr. Wb ...


Gadis kecil ayah pasti sekarang udah tumbuh besar dan menjadi gadis yang cantik, makin cantik hehe, Aqila sayang, entah kapan ayah dan bunda akan selalu menemani kamu nak, tapi pasti suatu saat nanti kita akan berpisah. Aneh rasanya ayah menuliskan surat ini untuk kamu nak, tapi akhir-akhir ini ayah selalu bermimpi bahwa kamu akan jauh dari ayah dan bunda sangat jauh, dan kita tidak bersama lagi, walaupun kini kamu sedang menempuh pendidikan di Kairo, tapi ayah merasa jarak antara ayah, bunda dan kamu itu sangat jauh.


setelah kamu sudah lulus cepatlah kembali nak, ayah dan bunda hanya menginginkan kamu pulang dengan selamat, dan sehat. Ayah dan bunda tidak menginginkan lebih darimu nak, mau kamu mendapatkan gelar atau tidak itu tidak masalah, cukup kamu sehat dan terus bahagia itu sudah membuat kami senang, cepatlah kembali nak.


Queenza Aqila, kamu harus bisa menjadi anak yang kuat, ketika ayah dan bunda sudah tidak ada di sisimu lagi, kamu harus bisa mencari pendamping hidup yang baik, bertanggung jawab dan menyayangimu serta mencintaimu, kamu harus bisa menjalani hidup yang kejam ini, ingat nak setelah badai ada pelangi, dan setelah kesedihan ada kebahagiaan maka carilah kebahagiaanmu sendiri, walaupun ayah dan bunda sudah tidak ada, kamu harus tetap tersenyum dan bahagia, ayah tidak mau melihat kamu bersedih dan menangis.


Jangan putus asa, lanjutkan kehidupanmu masa depanmu masih panjang, jika nanti kamu merasa sendirian ingat ada Allah yang selalu bersamamu, dan ayah serta bunda akan selalu ada di hatimu. Putri cantik ayah, maafkan ayah dan bunda tidak bisa memberikan apapun yang kamu inginkan, ayah dan bunda hanya bisa memberikan kasih sayang dan cinta kepadamu, karena kamu adalah putri satu-satunya kami yang sangat ayah dan bunda sayang.


Maaf surat ini terlalu panjang nak, dan ayah tidak bisa mengatakan hal lebih banyak lagi, sebenarnya masih banyak yang ingin ayah sampaikan padamu, tapi ayah sudah tidak sanggup lagi menulisnya, rasanya sangat lemas dan bergemetar tangan ini ketika menulis setiap kata yang ayah tulis untukmu nak. Ayah dan bunda sangat menyayangi gadis kecil kami, Queenza Aqila.


...Wassalamualaikum Wr. Wb...


^^^Jakarta, 22 Januari 2023^^^


^^^Bertanda tangan, ayah tampan Aqila^^^

__ADS_1


______________________________________________


Setiap Aqila membaca kata demi kata air matanya terus mengalir deras membasahi wajah cantiknya, Aqila melipat kembali surat tersebut dan menyimpannya, lalu dia mengambil kalung liontin tersebut dan tersenyum ketika melihatnya.


Tiba-tiba pikirannya terbayang dan teringat ke beberapa tahun yang lalu, di mana dia masih kecil dan merengek meminta kalung tersebut, selain itu juga bayang-bayang masa lalu yang indah.


“Ayahh, Qila mau es krimm, huwaa Qila mau es krim”


“Ayah galak, gak beliin Qila, kalung itu, Hiks... Qila mau kalung itu, hiks...”


“Ayah janji ya bakal beliin Qila es krim dan permen yang banyak, kalau Qila gak nakal lagi”


“Huwaa bunda, ayah nakal, ayah gak beliin Qila mainan berbie-berbiean yang bisa ee”


“Bunda, Qila gak bakal nakal lagi, Qila janji, tapi bunda harus bikinin Aqila makanan kesukaan Qila”


“Ayah, bunda Qila sudah pulang sekolah, lihat Qila bawa ikan yang gemoy-gemoy”


“Huwaa, bunda, ayah, ikan Qila mati di makan kucing garong”


“Qila sayang bunda sama ayah, jangan tinggalin Qila ya, ayah, bunda”


Bayang-bayangan terus berputar di kepalanya, Aqila tersenyum mengingatnya tapi air matanya terus berjatuhan tanpa henti.


“Ayah, bunda, kembalilah, Qila kangen kalian, kembalilah dan jemput Qila” gumam Aqila menatap bingkai foto dirinya dengan ayah dan bundanya, foto yang menampilkan kebahagiaan.


Kini semua hanya tinggal kenangan, raga mereka telah pergi, tapi jiwa mereka masih ada di hati. Dan kini sudah tidak ada lagi yang Aqila banggakan, gelar sarjananya sudah tidak berarti baginya, hidupnya serasa hancur, rasanya dia ingin mengakhiri semuanya setelah semangat hidupnya telah pergi jauh.


To Be Continued....


***


Sedih gak sih? Kalau author sih sedih, lagi nulis aja nangis, tapi entah kalian sedih gak, atau authornya aja kali ya yang lebay. Guys Aqila udah ketemu lagi sama Iqbal tapi di waktu yang tidak tepat banget, kira-kira bagaimana kehiduoan Aqila setelahnya ya? Setelah ayah dan bundanya pergi, penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritanya...

__ADS_1


Sekarang mah panjang ya gak sih?? Ahh entahlah yang penting author up setiap harinya...


Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye...


__ADS_2