Takdir Untuk Aqila

Takdir Untuk Aqila
Jahat lo


__ADS_3

Fauzan mengajak Aqila pergi ke mall, tadinya mereka ingin menonton tapi Aqila nya tidak mau jadi mereka memutuskan untuk main Time Zona aja.


“Ayo gue udah beli kartunya nih, lo mau main apa?” tany Fauzan.


“Hmm apa ya, apa aja deh” jawab Aqila sembari melihat permainan yang begitu banyak.


“Ya udah kita main basket aja” ucap Fauzan tersenyum dan menaik turunkan alisnya.


“Tapi gue gak bisa” saut Aqila menatap Fauzan.


“Gampang nanti gue ajarin” ucap Fauzan tersenyum.


“Ya udah deh boleh” pasrah Aqila.


Lalu mereka main basket, dan Aqila di ajarkan oleh Fauzan, “Ahh gimana ini gak masuk-masuk?” tanya Aqila ketika melempar bola basket tapi tidak masuk-masuk ke dalam ring.


“Gini nih lihatin gue ya” jawab Fauzan dan mulai memperlihatkan kepada Aqila.


TRINGG


Bola masuk ke dalam ring dan mendapatkan point, Aqila yang melihatnya tersenyum, “Gue bisa” ucap Aqila dan mengambil bola.


Fauzan tersenyum menatap Aqila, yahh tapi sayang tidak semulus Fauzan memasukan bola ke dalam ring, Aqila tidak bisa.


“Yahh gagal” cemberut Aqila.


“Gakk papa jangan takut gagal coba lagi” ucap Fauzan.


Aqila tersenyum dan mengangguk, beberapa kali Aqila gagal dan beberapa kali pula Fauzan memberikan contoh kepada Aqila hingga bola terakhir Aqila bisa melakukannya.


“Yeayy masukk, Fauzan lihat gue bisa, gue juga dapat point” sorak Aqila sembari menunjuk ke layar monitor yang berada di atas ring.


“Iya lo hebat” puji Fauzan tersenyum dan mengusap kepala Aqila pelan.


Aqila terdiam ketika Fauzan meletakan tangannya di kepalanya, “Ehh kita main yang lain” gugup Aqila dan menjauhkan kepalanya.


“Baiklah” saut Fauzan.


Lalu mereka memainkan permainan yang lain, mereka berdua begitu bahagia hingga bisa tertawa lepas. Cukup lama mereka memainkan permainan hingga jumlah point yang berada di kartu Fauzan habis.


“Point kartunya udah habis, lo masih mau main lagi?” tanya Fauzan menatap Aqila.


“Gak, udah cape” jawab Aqila yang duduk di kuda-kuda.


“Baiklah, sekarang kita makan, lo laper kan?” tebak Fauzan.


“Iya dong gue laper” jawab Aqila dan berdiri.


Lalu mereka mencari tempat makan, dirasa sudah menemukannya mereka segera masuk dan mencari tempat duduk, “Mau pesan apa?” tanya Fauzan sembari melihat menu makanan.


“Samain aja” jawab Aqila.


“Hmm mas, saya mau pesan saefood yang ini 2 sama minumannya yang ini juga 2” ucap Fauzan sembari menunjuk menu.


Mas pelayannya hanya mengangguk, “Baik ka tunggu sebentar” sautnya dan segera pergi.


“Lo suka saefood kan?” tanya Fauzan menatap Aqila.


“Suka banget” jawab Aqila tersenyum.


“Gue juga sama, tapi gue lebih suka sama orang yang tadi bilang ‘Suka banget’ ” saut Fauzan tersenyum.


Aqila yang paham dia segera memalingkan wajahnya, Fauzan yang melihatnya terkekeh, ‘Lucu deh’ batinnya.


***


Tak lama kemudian pesanan mereka sampai, “Silahkan di makan” ucap mas pelayan.

__ADS_1


“Iya, makasih” saut Fauzan tersenyum dan si mas pelayan pun segera pergi.


“Makan Qi, lo kayaknya udah kelaparan banget” kekeh Fauzan menatap Aqila.


“Apaan sih, lo kali yang kelaparan” sungut Aqila.


“Baca do’a dulu sayang” ucap Fauzan tersenyum ketika Aqila ingin langsung melahap makanannya.


BLUS


Pipi Aqila memerah ketika di panggil ‘Sayang’, Aqila memalingkan wajahnya, “Iya” saut Aqila dan dia pun berdo’a setelah itu langsung makan.


Lagi-lagi Fauzan terkekeh melihat pipi Aqila yang memerah, “Selamat makan sayang” Fauzan memakan-makanannya sembari melirik Aqila.


Tuhkan pipi Aqila tambah memerah, ahh rasanya ini akan menjadi candunya untuk membuat pipi Aqila memerah.


Mereka makan tanpa banyak bicara hingga tandas dan setelah selesai makan mereka segera bayar dan pergi.


“Mau apa lagi?” tanya Fauzan.


Kini mereka sedang berjalan keluar mall, “Gak mau apa-apa” jawab Aqila menggelangkan kepalanya.


“Hmmm kalau gitu kita pergi ketempat yang bagus aja yu” ajak Fauzan tersenyum.


“Kemana?” tanya Aqila.


“Ada aja, lo pasti udah tau tapi kali ini bedanya lo pergi sama gue” jawab Fauzan terkekeh.


Aqila hanya berdehem saja sebagai jawaban, dan mereka pun segera pergi dari mall tersebut ke tampat yang di bicarakan Fauzan kepadanya.


***


Aqila dan Fauzan kini sedang berada di taman yang memang tidak terlalu ramai, mungkin karena ini hari biasa jadi orang-orang pada berangkat kerja. Yupp memang Fauzan mengajak Aqila ke taman setelah mereka dari mall tadi.


“Indah ya pemandangannya?” tanya Fauzan menatap Aqila yang berdiri di sampingnya.


“Maa Syaa Allah cantik banget” gumam pelan Fauzan tapi masih bisa Aqila dengar.


Aqila menoleh ke samping dan mendapatkan Fauzan yang menatapnya dengan senyuman manisnya.


Mereka saling menatap satu sama lain, cukup lama mereka saling melempar pandang hingga Aqila memalingkan wajahnya dan wajahnya juga sudah memerah.


“Emm, bagaimana kalau kita jalan ke sana” ucap Aqila sembari menunjuk ke arah air mancur yang berada di tengah taman kota.


Fauzan terkekeh pelan melihatnya, “Boleh” saut Fauzan tersenyum.


Dan mereka berjalan-jalan di pinggir taman untuk pergi ke air mancur yang cukup jauh dari tempat mereka berdiri tadi.


“Mau jajan apa?” tany Fauzan kepada Aqila.


“Gak tau” jawab Aqila.


Fauzan hanya mengangguk saja, “Kalau es krim mau?” tanya Fauzan menatap Aqila.


Aqila sempat berpikir sebelum dia mengangguk antusias, “Bolehh” senyum Aqila.


“Baiklah lo tunggu di sini nanti gue datang lagi dengan bayak es krim” ucap Fauzan tersenyum manis, Aqila hanya mengangguk saja.


Fauzan pergi untuk membeli es krim sedangkan Aqila duduk di kursi depan air mancurnya. Cukup lama Aqila menunggu Fauza yang tak kembali-kembali, “Kemana sih?” gumam Aqila dan berdiri dari duduknya untuk mencari Fauzan.


Ketika sedang mencarinya Aqila tak sengaja menlihat Fira yang sedang berbicara dengan seorang pria yang membelakanginya, “Cowok itu kayak...” Aqila tidak melanjutkan jalannya dan memilih mendekatinya.


Dan Fira yang melihat Aqila menghampirinya segera memeluk pria tersebut tanpa malu sedikitpun, “Fauzan, aku tuh kangen banget sama kamu, apalagi kalau malam panas kita. Kamu kenapa sih sama Qila terus, dia kan gak bisa ngasih yang kamu mau sedangkan aku bisa” ucap Fira memeluk erat Fauzan.


Aqila yang mendengarnya tak percaya, apa dia bilang malam panas, Aqila mundur kebelakang hingga dia tidak sadar bahwa dia menginjak dahan pohon dan membuat bunyi dan dua sejoli itu menoleh ke belakang dan menatap Aqila.


“Aqila” panggil Fauzan dan dia pun segera melepaskan kasar Fira dari pelukannya.

__ADS_1


Aqila menggelangkan kepalanya tidak percaya dan dia pun semakin mundur, hingga dia tersandung oleh batu untungnya Fauzan gesit dan segera menarik pinggang Aqila dan menahannya menggunakan tangannya.


Mereka berdua lagi-lagi saling pandang hingga Fira menarik tangan Fauzan dan otomatis genggamannya lepas dari Aqila tapi keadaan berpihak pada Aqila, Aqila tidak jatuh ke belakang.


“Sayang kamu kenapa sih nolongin dia” ucap Fira bergelayut manja di lengan Fauzan.


Fauzan menghempaskan kasar tangan Fira, “Fir, lo udah gila” sungut Fauzan menatap Fira marah.


“Sayang udah deh, kamu jangan pura-pura lagi di depan Qila kalau sebenarnya kita itu memiliki hubungan yang spesial” ucap Fira tersenyum genit.


“Aku tau kamu ngedekatin Qila karena kamu mau mencobanyakan, setelah itu kamu buang dia sama seperti aku, kamu buang aku setelah malam panas kita, kenapa sih sayang aku juga kan masih bisa ngasih kamu jatah tiap malam, tapi kamu masih mau sama Qila, emang dia apa bagusnya?” tanya Fira menatap sinis Aqila.


Aqila menatap Fauzan tak percaya, “Zan jadi selama ini lo deketin gue karena ada maunya?” tanya Aqila menatap Fauzan marah.


“Gak Qi, lo salah paham, lo jangan percaya sama dia” jawab Fauzan mendekati Aqila.


Aqila mundur, “Jangan deketin gue” marah Aqila.


“Qi, gue mohon percaya sama gue, dengerin semua penjelasan gue” ucap Fauzan mencoba mendekati Aqila.


“Gue bilang jangan deketin gue” teriak Aqila menunjuk Fauzan dan Fauzan pun berhenti.


“Oke, tapi gue mohon dengerin penjelasan gue dulu” pasrah Fauzan.


“Omong kosong, jelasin apa semuanya udah jelas” marah Aqila menatap Fauzan.


“Mulai sekarang dan seterusnya jangan deketin gue dan jangan ganggu gue lagi, gue gak suka sama orang munafik” lanjut Aqila sembari menatap tajam Fauzan dan Fira secara bergantian dan menekan kata terakhirnya.


“Qi jangan kayak gitu, dengerin gue dulu” ucap Fauzan.


“Sayang udah deh, mendingan kita senang-senang” saut Fira memeluk Fauzan dan tersenyum menatap Aqila.


Aqila yang melihatnya menggelengkan kepalanya, “Jahat lo Zan, gue benci sama lo” ucap Aqila dan dia segera berlari menjauh dari mereka berdua.


Fauzan melepaskan pelukannya dan inging mengejar Aqila, “Qila tunggu” teriak Fauzan.


Ketika Fauzan ingin mengejar Aqila dia di tahan oleh Fira, “Sayang mau kemana?” tanya Fira menatap Fauzan.


“Apaan sih lo, lepasin, lo gila ya Fir” marah Fauzan menatap Fira tajam.


“Iya gue gila karena lo Fauzan” saut Fira menatap Fauzan.


“Lo memang gak waras Fir, gak nyangka gue sama lo” ucap Fauzan menggelengkan kepalanya.


“Lihat gara-gara lo, gue sama Qila jadi marahan dan Qila jadi benci sama gue” lanjutnya.


“Lo bukan hanya ratu drama tapi lo juga munafik dan tukang fitnah, gue benci sama lo” Fauzan menatap Fira antara marah dan kecewa, setelah itu dia pergi meninggalkan Fira yang terdiam.


Fira menatap Fauzan yang meninggalkannya, ‘Maafin gue Zan, gue terpaksa’ batin Fira sendu.


‘Qila ini semua gara-gara lo’ batinnya marah kepada Aqila.


Dan setelah itu dia juga pergi menghampiri seseorang yang ternyata sedari tadi melihatnya, “Lo bagus, keren” ucap orang tersebut ketika melihat Fira menghampirinya.


Fira hanya tersenyum saja, “Dengan cara seperti ini, satu persatu orang yang selalu mendukung Aqila akan hilang, dan dia pasti aka merasa putus asa kalau masalah terus datang dan tidak ada pendukungnya dan bisa-bisa dia akan sters, hahaha” ucapnya tertawa devil.


“Lakukan aksi selanjutnya” lanjutnya tersenyum miring menatap Fira setelah itu pergi.


Fira menghela nafas pelan, dan dia juga ikut pergi. Ternyata sedari tadi ada yang terus memperhatikannya, ‘Fir, kejahatan apa lagi yang akan lo buat?’ batinnya menatap Fira sendu.


‘Apa lo gak cape Fir?’ lanjutnya setelah itu dia juga pergi.


**To Be Continued....


***


Wah Fira jahat banget ya guys, kasihan Aqila nya, acara kencan juga jadi hancur, kira-kira apa yang akan Fira lakuin lagi ya? Penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritanya...

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye**...


__ADS_2