
Suasana sore ini begitu dingin dan keadaan antara orang berbeda gender pun sangatlah hening.
“Sekarang siapa yang mau menjelaskan?” tanya Ilham dan semua yang hadir pun menatap Faisal dan Yuri.
Faisal dan Yuri saling pandang sebelum Yuri memalingkan wajahnya, “Kita di jodohkan” ucap Faisal mulai bicara.
“Kok bisa?” tanya Loli penasaran.
“Karena ternyata orang tua kita teman sebisnis” jawab Faisal.
“Terus apa hubungannya?” tanya Ilham.
“Ternyata orang tua kita memiliki perjanjian, orang tua Yuri yang waktu itu sedang kesulitan ekonomi untuk membayar hutang pun meminjam kepada oarang tuaku, dan orang tuaku meminjamkannya tapi dengan syarat jika nanti di antara mereka memiliki anak harus di jodohkan” jelas Faisal dan Yuri hanya diam saja.
“Jadi?” tanya lagi Ilham.
“Ya setelah kami dewasa kami pun di nikahkan, walaupun kami menolaknya” jawab Faisal.
“Dan dengan terpaksa” saut Yuri menekan setiap katanya sembari melirik Faisal.
“Tapi kalian saling mencintai kan?” tanya Aqila yang membuat kedua pasutri itu terdiam.
“T-tidak, kenapa gue harus mencintai lelaki yang sudah menghamili wanita lain” jawab Yuri gugup.
Faisal menatap Yuri dengan tatapan yang sulit di artikan, “Kalau Yuri gak cinta kenapa waktu di taman nangis, dan bilang 'Kenapa ketika gue udah mulai jatuh cinta padanya kita di haruskan berpisah?' terus ucapan itu apa dong?” ucap Loli polos dan mengikuti nada Yuri.
Yuri melototkan matanya, ‘Nih anak mulutnya ember banget’ batin Yuri kesal.
Semuanya terkekeh pelan dan Faisal menatap Yuri, “A-apaan sih, g-gak ada ya” ucap Yuri gugup.
“Itu semua bohong, mungkin bukan gue itu, setan kali” lanjutnya dan memalingkan wajahnya yang sudah memerah.
“Kamu kalau bohong ketahuan banget” saut Faisal terkekeh pelan.
Yuri hanya memutar bola matanya, “Udahlah gue cape, mau balik” ucap Yuri berdiri dari duduknya.
__ADS_1
“Saya antar pulang” ucap Faisal mencengkram tangan Yuri.
“Gak, gue bisa pulang sendiri” ucap Yuri melepaskan cengkramannya.
“Mau pulang kemana, kan rumah kita sama mending pulang bareng” ucap Faisal.
“Emang urusan ya sama lo gue mau pulang kemana, bukan urusan lo juga kan gue mau pulang kemana” ucap Yuri kesal.
“Kita pulang bareng” Faisal langsung menarik tangan Yuri.
“Aws... Lepasin sakit” bentak Yuri dan menarik tangannya kasar.
Iqbal, Ilham, Aqila, dan Loli hanya melihat kedua pasangan tersebut tanpa mau ikut campur karena itu urusan rumah tangga mereka.
“Gue mau pulang atau enggak itu bukan urusan lo, yang sekarang jadi urusan lo itu anak lo dan kekasih gelap lo” teriak Yuri menatap tajam Faisal.
“Selesaikan dulu masalah kalian, kalau udah selesai kabarin gue biar nanti gue urusin surat cerai kita” lanjutnya dengan mata yang mulai berair setelah itu berlari pergi.
Faisal hanya menatap kepergian Yuri tanpa berniat mengejarnya, percuma saja jika di kejar terus berlari dan tak akan pernah tergapai, yang ada dia lelah.
“Umur Yuri lebih muda darimu, pemikirannya belum cukup dewasa, kamu harus lebih bersikap dewasa darinya dan jangan di ambil hati dengan ucapannya, karena itu hanya sebuah ucapan yang keluar dari mulut tapi tak di benarkan oleh hati” lanjut Iqbal sebelum dia pergi.
“Iya bro, mending sekarag lo istirahat sebelum lo selesaikan masalah lo” saut Ilham menepuk pundak Faisal dan pergi menyusul Iqbal.
“Kak Faisal, Yuri itu orangnya susah di tebak sama kayak Aqila, tapi dia lebih mudah di taklukan dengan lagu karena dia suka dengan yang berbau music, dan dia paling tidak suka dengan bunga jadi jangan kasih bunga kalau mau takluki hatinya kembali” ucap Loli tersenyum dan Aqila mengangguk membenarkan.
“Iya makasih ya atas sarannya” saut Faisal membalas senyumannya.
“Iya santai aja, kita pergi duluan, assalamualaikum” salam mereka dan pergi meninggalkan Faisal sendiri.
Faisal menghela nafas pelan, “Ya Tuhan kenapa jadi seperti ini” gumam Faisal meraup wajahnya kasar.
***
“Aqila” panggil seorang pria.
__ADS_1
Aqila menoleh kebelakang dan dia mendapati Iqbal yang menatapnya, “Hmm” Aqila hanya berdehem sebagai jawaban.
Iqbal menghela nafas pelan, “Umi undang kamu untuk makan malam bersama” ucap Iqbal.
“Ya” Aqila hanya membalasnya singkat dan dia segera masuk ke dalam rumah nya meninggalkan Iqbal yang masih menatapnya.
‘Kau sudah tau semuanya, tapi kenapa sifat mu masih berbeda, kembalilah aku ingin Aqila yang dulu’ batin Iqbal sendu.
‘Apakah sekecewa itu kau padaku, hingga kau tak ingin kembali kedalam dekapanku’ Iqbal masih saja membatin dan menatap punggung Aqila.
Aqila berhenti melangkah, seolah dia tau bahwa Iqbal sedang membicarakannya di dalam hatinya.
“Melupakan tak segampang membalikan telapak tangan” ucap Aqila menoleh sekilas lalu kambali melangkah.
Iqbal tersenyum miris, “Kau benar, dan mengikhlaskan tak seperti air mengalir” gumam Iqbal pelan setelah itu pergi.
***
Di sebuah kamar bernuansa pink, ada seorang gadis yang sedang bersenandung asik sembari memainkan ponselnya.
“Huh bosan sekali” gumamnya dan menatap langit kamarnya.
“Momy and dady lagi gak ada di rumah, Leo juga sama, huhh membosankan” lanjutnya kesal dan menendang udara.
Ting
Satu notifikasi terdengar dari ponselnya yang berada di genggamannya, “Siapa?” gumamnya dan membuka ponselnya.
Dia mengerutkan keningnya dan membuka isi pesan dari nomer tak di kenal, setelah membacanya dia terdiam membeku, setelah itu menggelengkan kepalanya.
...To Be Continued... ...
...***...
...Wahhh guys nanti Aqila bakal makan malam bersama dengan Iqbal, kira-kira nanti kayak gimana ya di antara mereka? Dan siapa lagi yang mengirimkan pesan? Penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritanya.... ...
__ADS_1
...Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye..... ...