Takdir Untuk Aqila

Takdir Untuk Aqila
Syok


__ADS_3

Kini semuanya sudah pada kembali kumpul setelah mereka membersihkan tubuh mereka masing-masing dan menunaikan sholat ashar, dan mereka kini sedang di Cafe seperti biasa.


“Jadi gimana kejadiaannya?” tanya Fira penasaran, Fira dan Juna memang di ajak ikut oleh Fauzan.


“Panjang” jawab Fauzan lesu.


“Kenapa kalian datangnya telat sih” Fauzan kesal, sangat kesal.


“Heh lo nyalahin gue sama Faisal, gini-gini juga kita udah selamatin lo ya” sungut Ilham kesal.


“Ya kalian telat, coba kalau kalian gak telat Aqila gak akan jatuh ke sungai” ucap Fauzan sinis.


Ilham terdiam, memang dia juga yang datangnya telat, “Jangan di pikirkan kak” ucap Loli menyentuh pundak Ilham dan tersenyum.


Ilham mengangguk, “Kenapa kalian bisa tau keberadaan kita?” tanya Yuri kepada Ilham maupun Faisal.


“Awalmya gue mau cari Loli, tapi gue malah lihat cewek yang pura-pura hamil i-” ucapan Ilham terpotong oleh Yuri.


“Hah pura-pura hamil?” tanya Yuri kaget.


“Iya sayang, jadi kamu salah paham, kan aku sudah bilang sama kamu” saut Faisal tersenyum, Yuri memutar bola matanya malas.


“Lanjut” ucap Iqbal dingin.


“Nah gue lihat dia lagi bicara sama seorang wanita, tapi gue gak lihat wajahnya” ucap Ilham.


“Mereka bicara apa?” tanya Fira penasaran.


...• Flashback On •...


“Loli lo di mana sih?” gumam Ilham celingak-celinguk sembari menyetir mobilnya.


Tapi pandangannya tertuju pada seorang wanita yang familiar sedang duduk di bawah pohon, “Dia kan wanita yang...” ucap Ilham menggantung ucapannya.


“Kok perutnya gak melendung sih?” lanjutnya setelah melihat perutnya yang rata.


“Wah sialan tuh cewek, gak bisa di biarin ini” ucapnya dan turun dari mobil.


Ketika Ilham hendak mendekatinya dia terhenti ketika dia tak sengaja mendengarkan obrolan.


Ilham bersembunyi di balik pohon, ‘Dia lagi bicara sama siapa?’ batin Ilham mengerutkan keningnya.


“Jadi misi lo selesaikan?”


“Pasti dong, dan lo bakal mendengar berita mereka yang bertengkar lagi” jawab si wanita tersenyum miring.


“Bagus, gak sia-sia gue bayar lo mahal”


“Tentu, pelayanan gue selalu memuaskan” ucap si wanita.


“Rencana lo selanjutnya gimana buat hancurin Aqila?” lanjutnya bertanya.


“Gue udah suruh sepupu gue, dan setelah ini gue bakal mendengar kematian Aqila, hahaha, cewek sialan itu harus di musnahkan”


“Tapi sebelumnya gue harus menyakiti orang yang di sayanginya, termasuk cowok yang gue suka”


“Lo memang niat banget buat ngehancurin Aqila” ucap si wanita.


“Gue gak akan biarkan dia hidup bahagia di atas penderitaan gue”


“Terserah lo, gue mau balik kalau lo butuh sesuatu lagi ingat hubungi gue” ucap si wanita dan berdiri dari duduknya.


“Iya, nanti kalau gue butuh lo lagi, ingat jangan sampai masalah ini di ketahuin orang lain dan jangan kasih tau siapa yang nyuruh lo kalau lo sampai ketahuan”


“Tenang gak akan” saut si wanita setelah itu pergi.


“Queenza Aqila, kematian lo tinggal berapa jam lagi”


Ilham yang mendengarnya mengepalkan tangannya menahan amarah dan ketika Ilham ingin menghampiri wanita yang tadi sedang berbicara dengan si wanita pura-pura hamil, wanita tersebut sudah pergi duluan.


“Sialan tuh cewek, siapa dia? Kalau sampai gue ketemu lagi gak akan gue lepasin lo” gumam Ilham marah.

__ADS_1


Setelah itu dia berlari ke mobilnya dan melesat pergi.


...• Flashback Off •...


“Ohh gitu” saut Yuri menganggukan kepalanya ketika Ilham menceritakannya.


“Terus kenapa tuh cewek bisa ketangkep?” tanya Yuri.


“Gue lihat dia lagi jalan sendiri udah aja langsung gue tangkap, dan setelah itu gue telpon Fauzan dan kita panggil polisi” jawab Ilham.


“Kok lo tau keberadaan kita?” tanya Yuri lagi.


“Lo banyak nanya deh” kesel Ilham dan Yuri mendelikinya.


“Aku lacak nomer hp kamu” jawab Faisal, Yuri yang mendengar jawabannya memutar bola mata malas, Yuri masih kesal.


“Ini cuman penjelasan doang, masalah Aqila kayak gimana?” tanya Fauzan sedikit kesal.


“Gue udah suruh BASARNAS buat cari Aqila” jawab Ilham.


“Terus kita diam aja?” tanya Fira menaiki satu alisnya.


“Kita bantu cari” jawab Iqbal datar dan berdiri dari duduknya.


“Bal tapi ini udah sore, lebib baik nanti besok” ucap Faisal.


“Iya kak Iqbal nanti aja, ini sudah sore” saut Loli.


Iqbal menghela nafas pelan, “Kita pulang dan besok cari Aqila” ucap Iqbal dan di agguki semuanya.


“Nanti gue sama Juna coba lacak ponsel Aqila, siapa tau ponselnya gak mati” saut Fauzan.


Dan semuanya mengangguk setuju, setelah itu mereka pulang karena hari sudah hampir maghrib.


...***...


Di sebuah ruangan dua orang wanita sedang berbicara,


“Gak tau” jawab wanita satunya.


“Salsa, tapi lo udah pastikan kalau Aqila udah matikan?” tanyanya kepada Salsa.


“Iya” jawabnya singkat.


“Bagus, dengan gak adanya dia mba bisa mendapatkan apa yang mba inginkan” ucapnya tersenyum smirik.


“Tapi apa ini gak berlebihan?” tanya Salsa menatap wanita di hadapannya.


“Maksud lo apa? Lo tau kan dia udah bikin keluarga mba hancur dan mba gak bisa diem aja, dendam kedua orang tua mba harus di selesaikan” ucapnya menatap tajam Salsa.


Salsa hanya mengangguk saja, “Dan dengan Aqila mati lo juga bisa deketin Fauzan cowok yang lo suka” lanjutnya yang membuat Salsa melototkan matanya.


“Bagaimana mba tau?” tanya Salsa kaget.


“Mba tau semuanya” jawabnya menatap keluar jendela.


“Salsa lakukan tugas selanjutnya” lanjutnya.


“Hmm” saut Salsa dan langsung saja pergi.


Wanita tersebut menatap kepergian Salsa, dia tersenyum miring, “Lo emang bodoh Salsa, setelah gue memperalat lo, bagian lo yang harus gue singkirkan” gumamnya tersenyum miring.


...***...


“Iqbal...” panggil Umi Fatimah ketika melihat putranya yang baru keluar dari mobil.


“Iya Umi” saut Iqbal dan menyalimi tangan Umi nya.


“Umi denger Aqila hilang, kenapa bisa hilang?” tanya Umi Fatimah terlihat wajah khawatir.


Iqbal terdiam dan dia menghela nafas pelan, “Lebih baik kita masuk dan sholat maghrib dulu” ucap Iqbal dan menuntun Umi nya masuk rumah.

__ADS_1


“Tapi nanti kamu jelasin sama Umi ya” ucap Umi Fatimah.


“Iya Umi, ya sudah Iqbal mau siap-siap ke masjid dulu” ucap Iqbal dan setelah itu dia ke kamarnya untuk bersiap.


...***...


Setelah sholat Isya dan makan malam, kini Iqbal dan kedua orang tuanya ada di ruang keluarga.


“Ayo jelasin ke Umi” ucap Umi to the point.


Iqbal menghela nafas pelan sebelum bercerita dan dia langsung saja menceritakan semuanya dari awal masalah hingga Aqila di dorong ke sungai.


Umi dan Abi yang mendengarnya sangat syok dan kaget, “Abi Aqila” ucap Umi Fatimah menatap suaminya.


“Aqila pasti selamat” ucap Abi Syam menenangkan istrinya.


Umi malah semakin terisak dan Abi memeluknya, Iqbal yang melihatnya menghela nafas pelan.


“Iqbal pokoknya kamu harus cari Aqila sampai ketemu” ucap Umi di sela-sela tangisnya.


“Iya Umi, Iqbal dan yang lain besok akan mencari Aqila, dan kita juga sudah meminta bantuan sama pihak BASARNAS” ucap Iqbal menganggukan kepalanya.


“Pokoknya harus ketemu Umi gak mau tau” isak Umi.


“Iya zaujatiku, tenang ya kita sekarang berdo'a sama Allah semoga Aqila selamat dan baik-baik saja” saut Abi mengusap kepala istrinya dan mencium kepalanya.


“Tapi Umi takut Abi...” Umi terus saja terisak di pelukan suaminya.


“Sudah jangan nangis lagi sayang, Aqila itu anak yang kuat dia pasti selamat” ucap Abi terus menenangkan istrinya.


“Umi, Abi kalau begitu Iqbal izin ke rumah Ilham” saut Iqbal meminta izin.


“Iya nak, hati-hati” ucap Abi mengangguk.


“Assalamualikum” salam Iqbal dan mencium kedua tangan orang tuanya setelah itu dia pergi.


...***...


Selama perjalanan menuju rumah sodaranya, Iqbal terus saja memikirkan Aqila, ‘Qila kamu di mana? Maafkan abang yang gak bisa jaga kamu’ batin Iqbal sendu.


Jujur saja selama ini Iqbal menahan sesak di dadanya ketika dia melihat dengan kepala dia sendiri bahwa gadisnya di dorong ke sungai yang sangat deras dan langsung menuju jurang yang banyak sekali bebatuan.


Hatinya merasakan takut, takut terjadi sesuatu kepada gadisnya, tapi dia selalu berdo'a kepada Allah agar Aqila di lindungi dari berbagai hal negatif yang dia pikirkan.


‘Qila, Allah selalu bersamamu, tunggu abang dek, abang akan menemukanmu’ batin Iqbal.


Karena Iqbal tidak fokus dan terus memikirkan Aqila hingga dia tidak sadar bahwa ada yang sedang menyebrang jalan.


Iqbal yang langsung sadar langsung mengerem menandadak, Iqbal terkejut dan dia langsung saja turun untuk melihat orang yang tadi terjatuh.


“Kau tidak apa-apa?” tanya Iqbal kepada seorang wanita.


Wanita tersebut menoleh ke arah Iqbal dan dia langsung melototkan matanya, Iqbal terdiam ketika melihat mata si wanita karena si wanita menggunakan masker dan wajahnya tak terlihat.


Si wanita menggelengkan kepala saja sebagai jawaban dan dia langsung berdiri lalu berlari dengan kaki sedikit terpincang-pincang.


“Hey tunggu” panggil Iqbal tapi wanita tersebut terus saja berlari.


“Matanya seperti tak asing” gumam Iqbal dan dia langsung saja masuk ke dalam mobilnya.


“Semoga saja dia tak ada yang terluka” lanjutnya dan mulai menyalakan mobil dan kembali melesat.


Setelah kepergian Iqbal orang yang tadi bersembunyi di balik pohon pun keluar, “Untung saja dia tak curiga” gumamnya dan langsung saja pergi.


...To Be Continued...


...***...


...Guys semoga Aqila selamat ya, dan siapa sih dalang dari semuanya? Penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritanya......


...Sorry guys upnya telat......

__ADS_1


...Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye.......


__ADS_2