Takdir Untuk Aqila

Takdir Untuk Aqila
Game


__ADS_3

Setelah selesai makan, mereka mengobrol bareng ketika sedang asik-asiknya tiba-tiba ada seorang wanita datang menghampiri mereka, “Assalamualaikum” salamnya tersenyum.


“Waalaikummussalam” jawab mereka semua.


“Boleh ikut gabung?” tanya nya.


“Boleh” jawa Loli cepat, dan semua mata menatap Loli yang menatap mereka polos.


“Kenapa tatap Loli kayak gitu, emang bolehkan?” tanya Loli, mengedipkan matanya dua kali.


“Iya” jawabnya bareng.


“Makasih” ucap wanita tersebut dan menarik kursi duduk di samping Iqbal, dan Iqbal menggeser kursi nya hingga membentur ke kursi Aqila.


Mereka berdua saling pandang cukup lama, hingga suara deheman membuat lamunan mereka buyar, dan Iqbal kembali menggeser kursinya.


“Ekemm” dehem Iqbal menetralkan detak jantungnya yang sempat pargoy.


“Kak Sri apa kabar? Lama gak ketemu” tanya Loli tersenyum, ternyata wanita tersebut adalah Sri.


“Alhamdulillah baik, kalian gimana?” tanya balik Sri.


“Alhamdulillah” jawab mereka bareng.


“Kak Sri kemana aja?” tanya Loli lagi.


“Lagi banyak urusan” jawab Sri tersenyum, dan Loli mengangguk paham.


Keadaan hening beberapa saat, mereka semua saling pandang, “Ekehmm” Faisal berdehem untuk mencairkan suasana agar tidak terlalu hening.


“Kok malah sepi gini jadinya?” ucap Ilham.


“Tau nih, ramein dong” saut Yuri membenarkan.


“Ramein kayak gimana? Kan ini udah rame” ucap Loli polos.


“Tuh lihat banyak pengunjungnya, kan ini udah rame harus rame kayak gimana lagi?” tanya Loli.


“Loli otak lo di mana sih? Perasaan ngomong sama lo kagak nyambung-nyambung dah” kesal Yuri.


“Di sinilah, terus di mana lagi?” ucap Loli sembari menunjuk kepalanya.


“Lolita anak bapak Wisnu, gue tendang juga lo ke laut Amazon” kesal Yuri.


“Emang ada laut Amazon?” tanya Faisal mengerutkan keningnya.


“Wahh nambah nih satu orang, lo bodoh atau bego?” tanya Yuri kesal.


“Iya emang ada laut Amazon? Perasaan gak ada deh” ucap Loli menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Yuri, lo yang tolol, emang kagak ada laut Amazon yang ada sungai Amazon” ucap Ilham membenarkan.


“Ehh, laut dodol” ucap Yuri gak mau kalah.


“Sungai” ucap Loli, Ilham, dan Faisal bersamaan.


Yuri menutup telinganya ketika ketiga human tersebut berteriak di dekat telinganya, “Ihhh lautt, Qilaa laut Amazon atau sungai Amazon?” tanya Yuri kepada Aqila yang hanya diam.


“Sungai” jawab Aqila singkat.


“Tuhkann sungai, uhhh lo sekolah berapa tahun sih sejak kapan sungai Amazon jadi laut Amazon” ucap Ilham.

__ADS_1


“Kalah sama anak TK” sinis Faisal.


“Yuri, T-O-L-O-L” tekan Loli.


Yuri melototkan matanya, “Enak aja, gue cuman lupa” ucap Yuri dan kata akhirnya pelan.


“Sama aja” sinis Faisal.


“Gua lupa bukan tolol, lo yang tolol malah tanya ada laut Amazon gak, kan kalau yang tau tuh diam bukan nanya” sinis Yuri.


Faisal mendengus kesal dan memilih diam kalau dia kembali bicara tidak akan ada selesainya, “Lo juga Loli di ajarin siapa tuh Bahasa?” tanya Yuri menatap Loli.


“Hmm, Bahasa apa?” tanya balik Loli.


“Itu kata TOLOL dari siapa?” tanya Yuri sembari menekan kata TOLOL.


“Ohh itu, ya dari siapa lagi kalau bukan dari kak Ilham” jawab Loli santai, Ilham langsung melotot tak percaya, sejak kapan dia mengajarkannya, wahh tidak bisa di biarkan ini fitnah.


“Gak ya, enak aja gue anak baik-baik gak pernah ngajarin anak orang kayak gitu” bantah Ilham.


“Iya kak Ilham pernah kok ngajarin Loli kayak gitu” ucap Loli.


“Kapan?” tanya Ilham.


“Waktu itu, waktu ada laki-laki yang deketin Loli kak Ilham bilang gini ‘Kalau ada orang bodoh kayak tadi bilang aja TOLOL, oke’ kak Ilham bilang gitu ya” jawab Loli mengembungkan wajahnya.


Ahh mungkin yang satu itu dia lupa, “E-ehh, waktu itu ya, kenapa di ceritain bilang aja gak pernah” ucap Ilham cemberut.


“Gak boleh bohong kak Ilham” ucap Loli menggelengkan kepalanya.


“Tau nih masa gitu aja gak tau” sinis Yuri.


Ilham menatap Iqbal yang menatapnya dengan tatapan mautnya, Ilham menelan ludahnya kasar, walaupun dia dan Iqbal bersaudara tapi dia takut dengan tatapan Iqbal karena Iqbal tidak pernah main-main dengan ucapannya siapa tau nanti dia bisa-bisa kena marah lagi sama ibunya gara-gara mulut ember Iqbal.


“Gak, gue gak gitu lagi kok, jangan bilang ke ibu, awas kalau bilang” ucap Ilham kepada Iqbal.


Iqbal tidak merespon sama sekali dan terus menatap Ilham, “Apa sih, mata lo mau keluar tuh” ucap Ilham.


Yang lain tertawa kecil melihat Ilham yang lagi-lagi kena tatapan maut oleh Iqbal, “Ehh sudah-sudah, bagaimana kalau kita main game saja” saut Sri menghentikan.


Yang lain mengerutkan keningnya dan manatap Sri yang tersenyum, “Game apa?” tanya Yuri.


“Game tatap mata” jawab Sri.


“Hah maksudnya gimana?” tanya Ilham.


“Nanti aku setel musik, nah kalau musiknya mulai kita lihatnya boleh kemana aja, tapi kalau berhenti itu kita hanya fokus pada satu titik tapi gak boleh saling tatap, yang saling tatap mata harus dapat hukuman” jelas Sri.


“Gimana mau gak?” tanya Sri.


“Yang lain gimana?” tanya balik Yuri kepada sahabatnya.


“Hayu aja” jawabnya.


“Mulai aja ya” ucap Sri dan di angguki oleh semuanya.


Sri pun mulai menyalakan musik di handphone nya, musik pertama berjalan dengan lancar dan tak lama kemudian musik berhenti, semuanya fokus menatap bawah semua, hingga musik kembali berbunyi.


Hingga berhenti yang ketiga kali, ada yang saling tatap, yaitu Yuri dan Faisal, “Yahhhahaha kalian kalah” ucap Ilham mengejek.


“Ck, lo kenapa sih natap depan?” tanya Yuri kesal.

__ADS_1


“Ya terserah gue dong mau natap mana, lo juga lagian kenapa natap depan?” tanya balik Faisal.


“Ya gue juga terserah gue” jawab Yuri ketus.


“Ya udahlah terima aja, gara-gara lo juga” ucap Faisal pasrah.


Yuri memutar bola matanya malas, “Kalian kalah, jadi hukumannya mau apa nih?” tanya Sri.


“Hukumannya beresin piring ini semuaaa” sorak Loli.


“Ehh” Yuri dan Faisal menatap kesal Loli yang tersenyum.


“Ya bener tuh, biar bantuin mba pelayannya, lagian mereka juga yang makan banyak” ucap Ilham membenarkan.


“Sialan lo” ucap Yuri kesal.


“Udah cepat beresih, elah cuman beresin doang bawa kebelakang, masa gitu aja gak mau cemen lo” ucap Ilham memberikan jari jempol terbalik.


“Kita terima, dan kita gak cemen” ucap Faisal tak terima.


“Ya udah silahkan” ucap Ilham tersenyum.


“Ehh tunggu, belum selesai” ucap Loli menghentikan Yuri yang hendak megambil piring dan gelas kotor.


“Apa lagi?” tanya Yuri, tapi perasaannya sudah tidak enak.


“Jalan dari sini ke dapurnya sambil nyanyi ‘Aku yang dulu bukanlah yang sekarang’ ya, tapi liriknya di ganti, apa aja terserah” ucap Loli tersenyum.


“APAA?” pekik Yuri.


“Ayo terima aja gak susah kok” ucap Sri tersenyum.


“Loli sialan lo awas aja” ucap Yuri kesal, dan mulai menjalankan hukumannya bersama Faisal.


“AKU YANG DULU BUKANLAH YANG SEKARANG, DULU KU RATU SEKARANG JADI BABU” teriak Yuri bernyanyi dengan Faisal.


“DULU-DULU KU BAHAGIA SEKRANG AKU MENDERITA”


Semua pengunjung Cafe yang melihatnya ada yang ketawa ada juga yang acuh tak acuh dan sahabat laknatnya sudah ketawa terbahak-bahak, dan tak lama kemudian Yuri dan Faisal datang kembali dengan wajah merah menahan kesal + malu.


“Udah puas?” tanya Yuri kesal dan bersedekap dada.


“Iya puas, hahha” tawa Loli dan Ilham.


“Ilham tunggu balasan” ucap Faisal.


Dan mereka kembali memainkan gamenya, hingga musik berhenti dan happ....


Deg.. Deg... Deg...


Jantung Aqila berdegup lebih cepat, bagaimana tidak dia sekarang bertatapan dengan Iqbal, dan pasti setelah ini dia yang akan mendapatkan hukumanya, Ya Tuhan tolong.


“Hukuman selanjutnya, Aqila...”


...To Be Continued......


...***...


...Gusyy menurut kalian ada gak sih laut Amazon, kalau ada komen. Kira-kira nanti hukuman buat Aqila dan Iqbal apa ya guys yang seru? Komen dong buat hukuman mereka berdua......


...Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye......

__ADS_1


__ADS_2