Takdir Untuk Aqila

Takdir Untuk Aqila
Teka-teki jebakan


__ADS_3

“Berpisah untuk kembali, waktu sebesar gunung yang tak bisa kembali, ketenangan berubah menjadi kebinasaan” ucap Aqila ketika membaca pesan terakhir yang di kirim oleh nomer asing.


“Apa maksudnya?” tanya Yuri bingung, karena pesan terakhir yang di kirim adalah pesan yang paling aneh dari pesan sebelumnya.


“Berpisah untuk kembali, waktu sebesar gunung yang tak bisa kembali, dan ketenangan berubah menjadi kebinasaan” ucap Fauzan mengulang kembali kata yang Aqila ucapkan.


“Kalian sadar gak sih, ini tuh kayak sebuah kode” lanjut Fauzan.


Semuanya saling pandang, “Iya bener, ini kode. Tapi kode apa?” tanya Yuri.


“Lebih tepatnya sebuah teka-teki yang harus kita pecahkan, sepertinya setiap kata dan kalimatnya memiliki arti masing-masing” saut Iqbal panjang.


“Setuju” ucap Aqila mengangguk, dan Iqbal langsung menatap Aqila yang sudah melototkan matanya.


“Ahh lebih baik kita cari tau” lanjut Aqila cepat.


Dan mereka berempat terdiam dengan pikiran masing-masing untuk memecahkan teka-tekinya.


“Ahh gue tau” ucap Fauzan menjentrikan jarinya.


“Apa?” tanya Yuri.


“Berpisah untuk kembali, maksudnya adalah sebuah perisahan yang nanti akan kembali” jawab Fauzan tersenyum.


“Jadi?” tanya Yuri lagi menaiki satu alisnya.


“Ya mungkin sebuah tempat, atau apa, karena kan bisa jadi teka-teki itu menunjukan sebuah tempat” jawab Fauzan.


Yuri mengangguk membenarkan, “Bisa jadi, tumben otak lu encer” ucap Yuri mengejek.


“Sejak lahir aja udah encer, emang lo beku” sinis Fauzan dan Yuri terkekeh dan menggelengkan kepalanya.


“Sebuah peepisahan yang akan kembali?” gumam Aqila dan Fauzan yang mendengarnya mengangguk mengiyakan.


“Ahh Bandara”


...***...


“Benarkah tempatnya Bandara?” tanya Yuri mengerutkan keningnya.


Ya sekarang mereka sedang berada di Bandara Soekarno-Hatta.


“Sepertinya, coba lihat kalimat kedua” titah Fauzan.


“Waktu sebesar gunung yang tak bisa kembali” Yuri kembali mengucapkan kalimat kedua.


“Hmm waktu ya, mungkinkah jam atau semacamnya?” tanya Yuri mengerutkan keningnya.


“Jam?” tanya Fauzan.


“Iya jam, waktu kan sama dengan jam... Eh” jawab Yuri dan seketika dia sadar.

__ADS_1


“Jam besar yang sudah mati di dekat bandara” ucap Yuri dan Fauzan secara bersamaan.


Setelah itu kedua human itu pergi berlari meninggalkan Aqila dan Iqbal.


“Ayo” ucap Aqila dan menyusulnya.


Iqbal menahan senyumnya dan dia pun mengikutinya di belakang.


“Nah ini dia” ucap Yuri sembari menunjuk sebuah jam raksasa yang sudah tua.


“Iya, tapi di mana tempatnya?” tanya Fauzan.


“Masih ada kalimat ketiga” saut Aqila.


“Ketenangan berubah menjadi kebinasaan” ucap Yuri.


“Air” saut Iqbal singkat tapi mampu membuat mereka semua terdiam.


“Iya air, air yang tenang bisa berubah menjadi kebinasaan, bagaikan air laut yang tenang setelah muncul ombak bisa menjadi kebinasaan bagi yang sedang berenang di sekitatnya” ucap Aqila membenarkan.


“Hmm sedari tadi, sepertinya ucapan kalian selalu sama, mungkinkah kalian sehati” ucap Yuri terkekeh.


Iqbal hanya menatap Aqila yang memalingkan wajahnya, Fauzan yang melihatnya tersenyum miris.


“Sudah kita lebih baik ke air sungai yang berada di bagian belakang bangunan ini” saut Fauzan dan pergi mendahului.


Yuri pun mengikutinya di belakang, ‘Kenapa dengan Fauzan? Apakah dia cemburu?’ batin Aqila bertanya ketika melihat mimik wajah Fauzan yang langsung berubah.


Aqila mengaguk dan mereka berdua menyusul Yuri dan Fauzan.


...***...


“Tidak di sini” ucap Yuri ketika mereka sudah sampai di tepi sungai yang sepi.


“Tidak, teka-teki itu jebakan” ucap Fauzan menyadari kalau sedari tadi mereka mutar-mutar tapi tak menemukan apapun hingga sekarang mereka sudah ada di pinggir sungai dan bukan hanya sungai tapi juga jurang.


“Maksudnya?” tanya Aqila mengerutkan keningnya.


”Ini jebakan untuk kita, si pelaku sengaja menculik Loli agar kita semua berkumpul dan entah apa selanjutnya dengan kita” jawab Fauzan menjelaskan.


“Arghh... Sialan” teriak Yuri frustasi.


Aqila menggelengkan kepalanya dan dia terus saja beristighfar, Iqbal menyentuh pundak Aqila.


“Jangan takut, sekarang kita pulang dan lebih baik serahkan sama pihak polisi untuk menanganinya” ucap Iqbal menatap manik mata coklat yang sudah memancarkan kekhawatiran.


“Aku takut terjadi sesuatu sama Loli dan kita semua” ucap Aqila sendu.


“Jangan takut, ada Allah bersama kita” ucap Iqbal tersenyum tipis dan mengusap pelan pundak Aqila.


Aqila mengangguk pelan dan terus saja melafalkan do'a-do'a, lagi-lagi Fauzan hanya tersenyum miris ketika melihatnya.

__ADS_1


“Lebih baik kita pulang” ucap Iqbal dan di angguki semuanya kecuali Yuri.


“Lalu dengan Loli?” tanya Yuri.


“Kita bisa cari nanti, dan kita serahkan kepada polisi” jawab Iqbal.


“Tidak, kita harus mencari Loli hingga ketemu” ucap Yuri kekeh untuk mencari keberadaan Loli.


“Pokoknya gue harus cari keberadaan Loli hingga ketemu, gue gak mau tau, kalau kalian gak mau ikut gak papa biar gue aja” lanjut Yuri dan pergi tapi tangannya segera di cekal oleh Aqila.


“Yuri jangan nekat” ucap Aqila.


“Gak bisa Qila, Loli hilang gue gak mau terjadi apa-apa dengan dia” ucap Yuri.


“Gue tau lo khawatir dan gue juga sama, bukan hanya kita berdua tapi semuanya juga khawatir” saut Aqila.


“Ya udah kalau gitu gue mau cari Loli” tegas Yuri dan melepaskan cekalan Aqila kasar.


“Dan lo kalau mau balik, balik aja gue sebagai sahabat mau cari Loli” lanjutnya sembari menunjuk Aqila.


Ketika hendak berbalik dan melangkah tangannya di tarik kembali oleh Aqila hingga Yuri menghadapnya.


PLAK


Satu tamparan mendarat di pipi Yuri, Yuri menyentuh wajahnya dan menatap Aqila kaget.


Aqila menatap tajam Yuri, “Lo memang udah gila Yuri” ucap Aqila tajam.


“Emang lo mau cari Loli kemana hah? Dengan keadaan lo yang kayak gini?” lanjutnya.


“Kita barengan aja di jebak, dan sekarang lo mau cari sendiri sama aja lo mau celakai diri lo sendiri, Yuri” tekan Aqila marah.


Yuri hanya diam saja, “Tapi Loli hilang juga karena gue Aqila” tekan balik Yuri.


PLAK


Satu tamparan kembali mendarat di wajah Yuri, “Sadar, bukan semuanya gara-gara lo” ucap Aqila tajam.


Yuri kembali terdiam, dan kedua lelaki hanya menatapnya saja, jika belum ada kelebihan di antara pertengkaran kedua wanita ini mereka hanya diam.


PROK... PROK... PROK


“Wah keren” saut seseorang bertepuk tangan.


Mereka semua menoleh ke arah sumber suara dan nampaklah seorang wanita, “Salsa” ucap Aqila kaget.


...To Be Cintinued...


...***...


...Guys kira-kira Loli ada di mana ya? Dan siapa sih pengirim pesannya, masih belum ketebak menurut kalian siapa? Apakah si Salsa kembali lagi? Penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritannya.......

__ADS_1


...Terimakasih sudah nonton dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye.......


__ADS_2