Takdir Untuk Aqila

Takdir Untuk Aqila
End


__ADS_3

2 bulan berlalu,


“Oek... Oek...” suara mual terdengar dari wanita cantik.


“Sayang kamu kenapa?” tanya lelaki di sampingnya.


“Aku mual” jawabnya.


“Oek...” wanita itu berlari ke kamar mandi dengan menutup mulutnya.


“Sayang kita ke rumah sakit aja yuk” ajak sang suami kepada istrinya.


“Gak mau” sautnya menggelengkan kepalanya.


Pria itu pun memapah istrinya menuju sofa, “Abang aku mau minta sesuatu boleh?” tanyanya menatap sang suami memelas.


“Boleh, mau apa hmm?” tanyanya mengusap surai hitamnya.


“Mau mangga pedas, rujak manis, sama es krim semangka” ucapnya tersenyum manis dan menunjukan pupy eyesnya.


“Bolehkan” lanjutnya.


Sang suami menghela nafas pelan, “Boleh, apa sih yang gak boleh, abang beli sekarang ya” sautnya tersenyum.


“Iya, makasih ya bang” ucapnya tersenyum.


“Iya sama-sama, ya suah kamu tunggu di sini dulu” ucapnya dan berdiri dari duduknya.


“Oke, jangan lama” ucap sang istri cemberut.


“Iya gak bakal kok, tunggu ya” sautnya dan mencium keningnya.


“Assalamualaikum” salamnya dan berlalu pergi setelah mengambil kunci mobilnya.


“Waalaikummussalam” jawabnya setelah itu tersenyum senang.


“Telpon Yuri sama Loli ahh, suruh ke sini” gumamnya dan mengambil ponsel di kamarnya.


...***...


“ASSALAMUALAIKUM, PARA BUMIL DATANG NIH” teriak seorang wanita berbadan dua.


“Waalaikummussalam, sini duduk” jawab seorang wanita yang sedang duduk di sofa depan tv.


“Qilaa, ada es krim gak Loli mau es krim” ucap Loli menatap wanita yang tadi duduk, yang ternyata adalah Aqila.


“Gak ada tapi bang Iqbal lagi beli, mangkanya aku suruh kalian ke sini tuh karena bang Iqbal lagi beli makanan yang enak” ucapnya tersenyum manis.


“Beneran?” tanya Yuri.


“Iya, tunggu aja” jawab Aqila.


“Nanti MaSal juga bawa makanan, tunggu aja hehe” ucap Yuri terkekeh pelan.


“Iya sama, Loli juga udah minta banyak makanan sama Mas Ham” saut Loli tersenyum dan menutup mulutnya.


“Gak sabar” ucap mereka bertiga dan setelah itu tertawa bersama.


Mereka menunggu para suami mereka dengan menonton acara tv Doraemon, dan tak lupa memakan cemilan yang ada.


Tak lama kemudian terdengar suara mobil dan motor, dan setelah itu teriakan salam dari arah pintu utama.


Dan munculah tiga pria tampan menghampiri tiga wanita yang sedang asik menonton tv.


“May hany buny sweety mas datang dengan membawa pesanan kamu nih” ucap Ilham menghampiri Loli dan duduk di sampingnya.


“Mana, wahh makasih” ucap Loli setelah menerimanya dan tersenyum manis.


“Iya sama-sama, kissnya mana?” ucapnya cemberut.


Loli tersenyum dan setelah itu mencium pipi kanan Ilham, Ilham tersenyum senang, “Ahh segarnya” ucapnya tersenyum.


“Ihh alay” sungut Yuri sinis.


“Biarin iri aja lo” balas Ilham tak kalah sinis.


“Gak iri ya gue juga bisa” ucap Yuri dan setelah itu mengkup wajah Faisal dan menariknya setelah itu mendaratkan ciuman bertubi-tubi.

__ADS_1


“Tuh bisa kan” ucap Yuri dan mendengus kesal.


Sedangkan Faisal hanya tersenyum senang, dia tak minta tapi sudah di kasih ahh memang istri yang baik, pikirnya.


Sedangkan Iqbal dan Aqila menggelengkan kepalanya, memang gak ada yang berubah walaupun sudah menikah dan akan memiliki anak.


“Sayang ini pesanan kamu, walaupun agak sulit carinya tapi semuanya ada” ucap Iqbal memberikan kantong plastik kepada Aqila.


“Makasih abang” saut Aqila tersenyum dan membukanya.


“Qila kamu tumben makan rujak manis, kamu kan gak suka rujak manis” saut Yuri menatap Aqila yang sedang asik menyantap makananya.


“Iya, tapi gak tau mau aja” ucap Aqila mengangkat bahunya acuh.


Semunya menatap Aqila bingung, “Qila jangan-jangan kamu hamil juga” ucap Loli yang membuat aktivitas Aqila terhenti.


“Qila kamu udah haid belum?” tanya Yuri.


“Belum dari bulan kemarin belum haid, emang kenapa?” tanya Aqila mengerutkan keningnya.


“Tolol lo, ya berarti lo hamil, coba cek pake tespake” ucap Yuri.


Aqila terdiam dan menatap Iqbal yang sudah tersenyum, “Alhamdulillah setelah sekian lama, ada Iqbal junior” seru Ilham tersenyum.


Iqbal langsung pergi keluar entah mau kemana, “Mau kemana tuh anak?” tanya Faisal.


“Gak tau” jawab yang lain.


“Qila kalau bener lo hamil, kita bertiga jadi bumil, gue 4 bulan, Loli 1,5 bulan, dan lo...” ucapan Yuri menggantung.


“Belum pasti, tapi semoga aja” saut Aqila tersenyum.


Ya memang setelah 2 bulan berlalu dan setelah kejadian waktu itu, Aqila menerima lamaran yang di berikan Umi dan Abi dan pernikahan Aqila dan Iqbal juga sudah berjalan 2 bulan.


Begitupun dengan Ilham dan Loli mereka menikah setelah seminggu pernikahan Aqila dan Iqbal, dan kini Loli sudah hamil 1 setengah bulan, dan kandungan Yuri pun baru 4 bulan.


Tak lama kemudian, Iqbal datang kembali dengan kantong plastik di tangannya, dan memberikannya kepada Aqila, dan Aqila yang dulu pun kembali


Aqila menerimanya dan mengerutkan keningnya, “Apa ini?” tanya Aqila.


“Tespake, pake” jawab Iqbal.


“Gimana hasilnya?” tanya Yuri penasaran.


Aqila tak menjawab dan setelah dia terdiam dia tersenyum senang, “Alhamdulillah garis dua, positif” ucap Aqila terharu.


Dan dia berlari ke arah Iqbal dan memeluknya erat, Iqbal membalas pelukannya tak kalah erat, Aqila menangis di pelukan Iqbal.


“Alhamdulillah” ucap semunya tersenyum senang.


“Hiks... Abang” ucap Aqila terisak.


“Iya sayang” saut Iqbal lembut.


“Umi sama Abi harus tau” ucap Ilham dan langsung menelpon Umi dan Abi.


...***...


“Assalamualaikum” salam Umi dan Abi memasuki rumah Iqbal dan Aqila.


“Waalaikummusaalam” jawab semuanya.


“Aqila, nak kamu baik-baik aja kan?” tanya Umi khawatir dan menghampiri Aqila.


“Iya Umi Aqila baik-baik aja kok, Umi gak usah khawatir” jawab Aqila tersenyum.


“Alhamdulillah akhirnya kita bakal jadi nenek dan kakek Mi” saut Abi Syam tersenyum.


“Iya Bi, alhamdulillah” ucap Umi ikut tersenyum.


“Mau apa sayang, biasanya orang hamil tuh suka ngidam” ucap Umi.


“Qila lagi gak mau apa-apa” ucap Aqila menggelangkan kepalanya.


“Kalau mau sesuatu bilang aja, nanti suami kamu yang akan beliin” ucap Abi.


“Iya Bi” saut Aqila tersenyum.

__ADS_1


“Iqbal kalau istri kamu mau sesuatu harus di turutin” ucap Abi Syam kepada anaknya.


“Iya Bi siap” saut Iqbal.


Dan mereka semua mengobrol bersama, bersenda gurau, dan tak lupa para bumil ngidam pada biasanya yaitu rujak.


...***...


1 tahun telah berlalu, kini Aqila sedang berjuang mengeluarkan buah hatinya, dengan keringat dingin.


Dan keadaan di luar ruangan pun begitu panas dan dingin, semuanya khawatir menunggu Aqila.


Tak lama kemudian suara tangis terdengar dari dalam ruangan dan semuanya berucap syukur.


“Alhamdulillah terimakasih Ya Allah” gumam semuanya.


Kini Aqila lahiran, 4 bulan yang lalu Yuri, dan 1 bulan yang lalu Loli, tak kerasa semuanya berjalan dengan sangat cepat bagaikan air yang mengalir.


Sekarang yang hadir hanya ada Umi, Abi, Faisal, dan Ilham, karena Yuri dan Loli menjaga anak mereka di rumah masing-masing, tidak mungkin mereka ikut, apalagi Loli yang baru saja melahirkan 1 bulan yang lalu.


...***...


Kini semuanya sudah ada di ruang rawat Aqila, Iqbal terus saja menggenggam tangan Aqila dan tak henti-hantinya berucap syukur.


Aqila tersenyum menatap Iqbal yang terus mencium tangannya, “Makasih sayang, makasih” ucap Iqbal dan meneteskan air matanya.


“Bang udah, malu di lihatin banyak orang” ucap Aqila mengelus rambut Iqbal.


“Gak papa” saut Iqbal dan menyembunyikan wajahnya yang memerah ke samping Aqila.


“Udah jadi bapak masih cengeng” ejek Ilham tapi tak Iqbal hiraukan.


Tak lama kemudian datang seorang suster dengan seorang bayi lelaki di gendongannya


“Permisi, ini bayi tuan dan nona” ucapnya dan memberikan bayi lelaki ke gendongan Aqila.


“Maa Sya Allah tampannya” ucap Aqila tersenyum.


Suster tersebut pun pamit pergi, “Iqbal sudah di adzankan?” tanya Abi Syam.


“Sudah Bi” jawab Iqbal.


“Tampannya cucu Umi, Maa Sya Allah” ucap Umi mencium pipi gembul bayi lelaki tersebut.


Tok... Tok... Tok


Suara ketukan pintu membuat atensi semuanya teralihkan, dan tak lama kemudian munculah seorang wanita dan seorang lelaki.


“Assalamualaikum” salamnya.


“Waalaikummussalam” jawab semuanya.


“Aqila selamat ya” ucap Salsa tersenyum.


“Makasih ya Sa” saut Aqila.


“Selamat Qi” ucap Fauzan tersenyum tipis.


“Makasih Zan” ucap Aqila membalas senyuman tipis.


“Tampan banget, namanyanya siapa?” tanya Salsa menatap bayi lelaki tersebut.


Aqila menatap Iqbal dan Iqbal tersenyum, “Muhammad Ahmad Fauzi” ucap Iqbal tersenyum.


“Kapan kalian menyusul?” tanya Umi kepada Salsa.


“In Sya Allah bulan depan Umi” jawab Fauzan tersenyum.


“Alhamdulillah” ucap Umi syukur.


Setelah sekian lama Salsa menunggu akhirnya cintanya terbalaskan dan Fauzan datang kembali ke Jakarta dan langsung melamar Salsa, dan bulan depan mereka pun akan segera menikah.


Jika kalian menanyakan bagaimana dengan Sri, Sri sudah hidup tenang dan bahagia di negara orang dan dia juga sudah mendapatkan cinta senjatinya.


Aqila dan Iqbal saling pandang satu sama lain dan tersenyum, “Makasih sayang, ana uhibuka fillah” bisik Iqbal di telinga Aqila dan mereka semuanya tersenyum bahagia.


...HAPPY ENDING...

__ADS_1


...Terimakasih sudah membaca sampai akhir, dan nantika cerita selnajutnya dari author ya, jangan lupa kasih vote dan sarannya, bye-bye....


__ADS_2