
Ting Nong
“Siapa pagi-pagi gini bertamu?” gumam bibi dan segera membuka pintu utama.
“Assalamualaikum bibi, selamat pagi bi” salam seorang pria tampan tersenyum manis.
“Waalaimummussalam, eh kamu kan cowok yang waktu itu, mau apa lagi?” tanya bibi.
“Aqila nya ada?” bukannya menjawab si pria malah balik bertanya.
“Ada, mari masuk nanti bibi panggilkan” ajak bibi dan di angguki oleh si pria.
Lalu bibi masuk ke dalam dan mempersilahkan duduk tamu, “Duduk dulu, bibi panggilkan terlebih dahulu nona Qila” ucap bibi dan berbalik badan.
“Siapa bi?” Tanya Aqila keluar dari arah dapur.
“Eh, non itu ada laki-laki yang waktu itu” jawab bibi.
Aqila mengerutkan keningnya, “Siapa?” tanya Aqila bingung.
“Bibi gak tau namanya non” jawab bibi menggelengkan kepalanya.
“Qila lihat dulu ya bi” ucap bibi dan di angguki bibi lalu Aqila pergi ke ruang tamu.
Aqila terdiam ketika dia melihat pria tampan yang sedang duduk sembari menatap sekeliling rumah.
Merasa ada seseorang yang memperhatikannya, si pria pun menoleh dan tersenyum manis.
“Aqila” panggilnya dan berdiri dari duduknya.
Aqila tak menjawab dan menghampiri si pria, lalu duduk dan pria pun kembali duduk.
“Gimana kabar lo?” tanya si pria terus tersenyum.
“Alhamdulillah baik, gimana dengan lo dan keadaan nenek lo?” tanya Aqila balik.
“Alhamdulillah kita semua baik” jawabnya.
“Oh ya, selain gue kesini mau ketemu lo juga ada alasan lain” lanjutnya menatap Aqila.
Aqila mengangkat satu alisnya, “Apa?” tanya Aqila.
“Mmm, gue ke sini mau mengkhitbah lo dan maaf orang tua gue gak bisa datang karena nenek gue masih sakit, lo mau kan jadi pendamping hidup gue sehidup semati, gue udah lama memendam perasaan ini kepada lo, Qila” ucap si pria menatap Aqila serius.
Aqila terdiam, “Fauzan, gue...” Aqila menggantung ucapannya.
Aqila bingung sangat bingung, di satu sisi ada Iqbal yang kemarin malam secara tidak langsung mengkhitbahnya juga dan sekarang ada Fauzan yang mengkhitbahnya juga.
“Gue tau Qi, di hati lo ada seseorang, tapi izinkan gue untuk berjuang mendapatkan lo” ucap Fauzan.
“Kalau pun lo gak balas cinta gue gak papa, karena pasti cinta akan datang sendirinya, dan gue akan berusaha agar lo membalasnya” lanjutnya.
“Kalau lo gak bisa jawab sekarang gak papa karena mungkin ini juga dadakan, dan gue akan kasih lo waktu” Fauzan tersenyum, walaupun dia nahan rasa sesuatu di hatinya.
“Makasih ya Zan, lo mau ngertiin gue” ucap Aqila tersenyum tipis, dan Fauzan mengangguk.
“Aqi-” ucapan Fauzan terpotong oleh teriakan seseorang.
“AQILA” teriak Ilham dan berlari menghampiri mereka berdua.
“Apa?” tanya Aqila ketika melihat Ilham yang menopang dada dan nafas tak beraturan.
“I-itu... Hoshh... L-loli” ucap Ilham mengatur nafasnya.
“Kenapa Loli?” tanya Aqila.
“L-loli HILANG” teriak Ilham di akhir kalimat dan membuat Aqila kaget.
“Hilang?” tanya Aqila kaget.
“Iya, ayo cepat” ucap Ilham dan langsung menarik tangan Aqila berlari meninggalkan Fauzan yang teridam.
“WOI MAU DI BAWA KEMANA?” teriak Fauzan dan ikut berlari.
...***...
“Aqila, Loli di culik” ucap Yuri menghampiri Aqila.
__ADS_1
“Kapan? Di mana?” tanya Aqila ikut khawatir.
“Beberapa menit yang lalu, dan di sini” jawab Yuri cemas.
“Ini semua gara-gara lo kan?” bentak Ilham kepada Yuri.
“Maksud lo apa hah? Nuduh gue” bentak Yuri balik tak terima.
“Emang gara-gara lo, gue lihat dengan kepala mata gue sendiri” Ilham terus membentak Yuri dengan wajah marah.
“Emang lo punya bukti apa hah nuduh gue?” tanya Yuri maju satu langkah menatap tajam Ilham.
“Coba kalau lo gak ninggalin Loli sendiri, Loli gak akan di culik TOLOL” marah Ilham yang membuat Yuri terdiam.
“Ini bukan gara-gara Yuri” saut Faisal membela.
“Dan gara-gara lo juga, Faisal” bentak Ilham menatap tajam Faisal.
“Coba kalau lo gak bohong sama kita dan gak TOLOL tuh otak, semuanya gak akan kayak gini” ucap Ilham sinis.
“Maksud kamu apa, Ilham?” tanya Faisal tak mengerti.
“Jangan pura-pura bodoh lo, sebenarnya cewek ini tuh hamil anak lo kan, gue juga tau” ucap Ilham tajam dan menunjuk wanita hamil di samping Faisal.
Faisal menggelengkan kepalanya, “Gue me-” ucapan Faisal terpotong oleh teriakan Yuri.
“UDAH STOP” teriak Yuri dan nafasnya mulai memburu.
“Bukan hanya gue dan Faisal yang salah, lo juga salah tolol” ucap Yuri penuh penekanan.
“Lo tau, lo lihat, tapi lo gak nolong” lanjutnya tajam dan Ilham terdiam.
Sedari tadi Iqbal, Aqila, dan Fauzan hanya diam mendengarkan perdebatan mereka.
“Terserah lo, intinya yang salah itu lo” tekan Ilham dan segera pergi.
“Kak, kak Ilham mau kemana?” teriak Aqila memanggil Ilham.
“MAU CARI LOLI” balas Ilham teriak.
“Yuri redakan dulu amarah lo” ucap Aqila menenangkan Yuri yang masih marah.
“Mending kamu pulang deh, dan jangan ganggu saya, saya gak kenal sama kamu” ucap Faisal kesal.
“Kamu kok gitu sayang” ucap si wanita.
“Heh, kalau lo masih mau memperkeruh keadaan mending lo balik, sebelum kemarahan gue lampiasin ke lo” saut Yuri tajam.
“Kamu diam, kamu hanya istri paksaan aja songong banget” sinis si wanita.
Yuri yang sudah marah tambah marah ketika mendengar ucapannya, Yuri mengangkat tangganya untuk menampar si wanita tapi tangannya di cekal oleh Faisal.
Yuri menatap Faisal tak percaya, lalu dia terkekeh pelan dan menggelengkan kepalanya.
“Lo tau gak, tadi itu gue lagi ngetes lo” ucap Yuri.
“Ternyata bener ucapan Ilham, kecewa gue” lanjutnya dan segera melepas cekalannya lalu pergi meninggalkan mereka.
“Yuri” panggil Aqila tapi tak di sahuti, Aqila segera mengejar Yuri.
Fauzan menatap Iqbal, Faisal, dan si wanita, “Gak di kejar juga nih?” tanya Fauzan, tapi tidak di balas sama sekali pertanyaannya.
“Kalau gitu gue aja yang ngejar walaupun tak akan pernah tergapai” lanjutnya dan segera berlari mengejar Aqila yang mengejar Yuri.
Iqbal menghela nafas pelan, lalu mengikuti Fauzan di belakang dengan satu tangan yang di masukan ke saku celananya, santai dulu gak sih.
Faisal menghembuskan nafas kasar, lalu dia menatap si wanita dan mengacak rambutnya frustasi setelah itu pergi berbeda arah.
Si wanita menatap kepergian mereka, setelah itu dia tersenyum misterius, “Berhasil, walaupun tidak sesuai rencana” gumamnya pelan dan setelah itu dia juga pergi.
...***...
Sekarang keempat human sedang ada di rumah Aqila untuk membicarakan kehilangan Loli.
“Jadi kronologinya gimana?” tanya Fauzan setelah sekian lama mereka terdiam.
“Jadi gini...” Yuri pun mulai menjelaskan kronologinya.
__ADS_1
...• Flashback On •...
“Yuri, kamu mau kemana, Loli mau cerita sesuatu” ucap Loli menatap Yuri dan mencekal tangan Yuri.
“Loli ceritanya nanti aja ya, gue lagi gak mood mau balik” saut Yuri melepaskan cekalannya.
“Tapi...” Loli menggantung ucapannya.
“Gak bisa Loli, maaf ya kalau lo punya masalah ceritanya sama Aqila dulu, karena masalah rumah tangga gue aja belum selesai” ucap Yuri.
“Baiklah, maaf menganggu Yuri” saut Loli sendu.
“Maaf ya Li, gue balik duluan” ucap Yuri dan segera pergi meninggalkan Loli sendirian di taman.
“Yuri to-mmpphhh” panggil Loli.
Yuri yang meras terpanggil pun menoleh dan dia melototkan matanya saat melihat Loli yang sudah masuk ke mobil hitam dan segera melesat pergi.
“LOLI”
...• Flashback Off •...
“Nah jadi gitu ceritanya” ucap Yuri menyelesaikan ceritanya.
“Emang sih, ini juga salah gue, coba aja waktu itu gue gak egois pasti Loli gak akan di culik, mana orang tua Loli dan adiknya lagi gak ada di Indonesia, harusnya gue sebagai sahabat ngertiin dia” lanjutnya sendu.
“Sudah ini semua takdir, jadi jangan salahkan diri kamu atau siapapun” ucap Aqila merangkul Yuri.
“Tapi gue temuin ponsel Loli yang terjatuh” ucap Yuri dan memberikan ponsel Loli kepada Aqila.
Aqila menerimanya, dan mencoba membuka kata sandinya, “Apa sandinya?” tanya Aqila setelah mecoba gak bisa.
“Gue juga gak tau, coba tanggal lahirnya” titah Yuri.
Dan Aqila pun mencobanya, tapi setelah itu dia menggelengkan kepalanya, “Gak bisa” ucap Aqila.
“Biar abang coba” saut Iqbal dan mengambil alih ponselnya.
Iqbal juga mencoba membukanya, tapi tetap saja tidak bisa, “Kalau gak bisa jangan sok deh” saut Fauzan.
“Sini biar sama gue” lanjutnya dan merebut alih ponselnya.
Fauzan pun mengotak-atik ponsel Loli dan ponselnya juga, setelah menunggu beberapa menit akhirnya ponselnya pun bisa terbuka.
“Alhamdulillah kebuka juga, nih” ucap Fauzan dan memberikan ponselnya kepada Aqila.
Aqila menerimanya dan melihat isi ponselnya siapa tau dia bisa menemukan sesuatu dari ponselnya.
“Ada yang aneh gak Qi?” tanya Yuri.
“Gak ada” jawab Aqila menggelengkan kepalanya.
“Coba cek WA” saut Iqbal.
Dan Aqila pun mengeceknya karena dia belum mengecek WhatsApp, dia pikir itu hal yang privasi jadi tidak mengeceknya, tapi sekarang Aqila mengeceknya.
Aqila mengerutkan keningnya ketika melihat ada beberapa pesan dari nomer asing yang belum di baca.
“Kenapa Qi?” tanya Yuri.
“Ada pesan yang tak terbaca” jawab Aqila.
“Coba buka” titah Yuri.
Aqila mengangguk dan membukanya seketika dia terdiam ketika membaca pesan dari awal hingga akhir pesan.
“Kenapa?” tanya Yuri.
Aqila tak menjawab melainkan memberikan ponselnya langsung kepada Yuri agar Yuri langsung membacanya.
Yuri pun sama terdiam ketika membaca pesan terakhirnya, sama halnya dengan Aqila, berbeda dengan kedua pria yang mengerutkan keningnya bingung.
...To Be Continued...
...***...
...Guys kira-kira siapa ya yang menculik Loli? Apakah orang yang sama yang mengirimkannya pesan atau bukan? Dan apa isi pesannya? Penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritanya......
__ADS_1
...Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye......