
Hari-hari berlalu, Aqila terus saja menjauhi Fauzan ketika Fauzan mendekatinya seperti saat ini ketika Aqila sedang membaca buku Fauzan datang dan menghampirinya.
“Qila, dengerin dulu penjelasan gue Qi” ucap Fauzan.
Aqila tidak menghiraukannya dan dia membereskan buku-bukunya, dan segera pergi, “Qila, dengerin gue dulu” teriak Fauzan menatap Aqila.
“Udah Zan, jangan lo kejar terus yang ada bukannya lo dapat malah semakin menjauh, kebohongan akan terungkap seiring berjalannya waktu jadi mending lo tunggu waktu itu datang” nasihat juna menepuk pundak Fauzan.
“Jun, tapi kalau kayak gini terus gue gak bisa, yang ada gue gila” saut Fauzan mengusap wajahnya kasar dan duduk di bangku.
“Ya lo jangan gila-gila” kekeh Juna mencoba menghibur temannya itu.
Fauzan hanya mengheka nafas kasar, “Kalau menurut gue, mending lo bantuin dia deh” ucap Juna.
“Bantuin apa?” tanya Fauzan Juna.
“Ya bantuin dia, kan seminggu lagi Qila mau ikut lomba nah lo bantuin dia” usul Juna.
“Mau bantuin gimana sih Jun, orang tadi gue deketin aja dia ngejauh” ucap Fauzan menatap langit yang cerah tapi tak secerah hatinya.
“lo gimana sih, ya dengan cara diam-diam, lo ngasih dia buku gitu di paketin tapi jangan dia tau kalau yang ngasih itu lo atau apa gitu, ahh lo mah gak bisa mikir apa” kesal Juna sembari menyadarkan punggungnya.
“Iya ya, kenapa gak kepikiran, ko lo pintar sih Jun” saut Fauzan menatap Juna.
“Pintarlah Juna gitu loh” bangganya.
“Ihh besar kepala lo, tapi makasih ya, gue pergi dulu” ucap Fauzan dan berdiri lalu pergi meninggalkan Juna.
Juna hanya menggelengkan kepalanya dan dia menghembuskan nafasnya pelan, ‘Fira gue gak akan biarin lo melakukan hal gila lagi, maafin gue’ batin Juna ketika dia melihat Fira yang hendak pergi.
***
Tok... Tok... Tok...
“Permisi, nona Aqila” panggil salah satu pelayan hotel mengetuk pintu kamar Aqila.
Ckelk
“Ehh iya ada apa ya?” tanya Aqila setelah membuka pintu dan nampaklah seorang pria tampan.
“Ini nona, ada paket untuk anda” jawabnya sembari memberika paper bag kepada Aqila.
Aqila mengerutkan keningnya ketika melihat paper bag tersebut, “Paket?” tanya Aqila.
“Iya” jawabanya.
__ADS_1
“Tapi saya tidak memesan apa-apa” ucap Aqila menggelengkan kepalanya.
“Tapi di sini ada nama penerimanya” sautnya sembari menunjuk nama Aqila, ‘Untuk Aqila’.
“Tapi saya tidak memesan apapun, mas nya dapat paket dari mana?” tanya Aqila menatap si masnya.
“Ada seorang pria yang memberikannya pada saya, katanya tolong kasihkan ke nona Aqila” jawabnya.
“Seorang pria? Siapa, mas nya tau?” tanya Aqila lagi.
“Saya kurang tau” jawabnya.
“Ciri-ciri pria nya kayak gimana?” tanya Aqila.
“Tinggi, tampan, putih, hidungnya mancung, alisnya tebal, dan ramah” jawabnya menyebutkan ciri-cirinya.
Aqila menganggukan kepalanya, sepertinya dia tau siapa pengirimnya, “Ohh ya sudah mas, saya terima saja, makasih ya” ucap Aqila menerima paper bag tersebut.
“Iya nona, selamat beristirahat” sautnya setelah itu pergi.
Setelah pelayan tersebut pergi Aqila kembali menutup pintunya, dan dia melihat isi dari paper bag tersebut, “Apa ini? Hah buku?” gumam Aqila mengambil buku tersebut dan membolak-balikannya.
“Aish apa ini?” Aqila mengambil selembaran kertas yang terjatuh dari buku tersebut.
Kira-kira seperti itu isi dari surat tersebut, “Huhh, makasih ya” gumam Aqila dan menghela nafas pelan.
Tok... Tok... Tok...
Lagi-lagi ada yang kembli mengetuk pintu kamar Aqila, “Siapa lagi?” gumam Aqila lalu berjalan ke arah pintu dan melihatnya dari lubang pintu.
Setelah melihatnya Aqila membuka pintunya, “Mas nya lagi? Ada apa lagi mas?” tanya Aqila ketika mas pelayan yang tadi kembali datang.
“Ini nona, ada paket lagi untuk anda” jawabnya, kali ini memberikan sebuh kotak berukuran sedang dan satu paper bag.
“Paket lagi? Apa dari orang yang sama lagi?” tanya Aqila mengerutkan keningnya.
“Iya nona” jawabnya mengangguk.
Aqila menghela nafas lelah, “Orang itu bilang apa sama masnya?” tanya Aqila lagi.
“Sama seperti awal” jawabnya.
“Apa dia sudah pergi?” tanya kembali Aqila.
“Sepertinya sudah, tapi saya tidak tau” jawabnya.
__ADS_1
Lagi-lagi Aqila menghela nafas pelan, “Mas nya aja yang nerima paketnya” ucap Aqila.
“Maaf nona gak bisa” sautnya.
“Kenapa?” tanya Aqila menatap si mas nya.
“Ini paket untuk anda bukan untuk saya” jawabnya.
“Ya sudah kalau begitu saya terima ini” Aqila kembali menerimanya.
“Kalau begitu saya pamit, mari nona” ucap mas nya, ketika hendak pergi di tahan oleh Aqila.
“Ehh tunggu sebentar mas” tahan Aqila.
“Iya nona, ada yang bisa saya bantu?” tanyanya kembali membalikan badanya.
“Ini mas saya kasih ke mas nya” ucap Aqila memberikan paket yang tadi kepada mas nya.
“Lho nona kenapa di kembalikan?” tanyanya bingung.
“Saya tidak mengembalikannya mas, ini kan sudah jadi milik saya paketnya, tapi karena saya tidak mau menerima paket lagi apa lagi itu sepertinya makanan dan saya sudah makan tadi, jadi saya kasihkan saja ke masnya kan kebetulan untuk makan sore mas nya dan teman-temannya” jawab Aqila panjang sembari tersenyum.
Mas pelayan tersebut tersenyum horor melihat Aqila, “Benarkan mas, kan tadi mas nya bilang ‘Ini paket untuk anda bukan untuk saya’, ya sudah saya terima dan otomatis sudah jadi milik saya dan sekarang saya kasikan ke mas nya dan mas nya sudah menerimanaya jadi otomatis sudah punya mas nya” lanjut Aqila.
“Ehh i-iya nona, tap-” ucapannya terpotong oleh Aqila.
“Mas sudah ya, ini sudah sore saya mau mandi dulu, makasih ya mas, permisi” ucap Aqila cepat dan kembali menutup pintunya.
Sedangkan mas pelayannya masih berdiri membeku dan dia menatap paketnya, “Nasib baik atau nasib buruk ya?” gumamnya sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal setelah itu pergi dengan membawa paket tersebut.
Dan ternyata dari kejauhan ada yang memperhatikannya sedari tadi, “Gadis itu memang ada saja akalnya, pintar sekali” gumamnya menggelangkan kepalanya sembari terkekeh pelan.
“Sepertinya harus dengan cara lain” lanjutnya lalu pergi meninggalkan tempat persembunyiannya.
Di dalam kamar, Aqila menggelengkan kepalanya dan duduk di atas kasurnya, “Dasar, cukup buku saja yang gue terima, gak yang lain” ucap Aqila menghela nafas pelan dan memgambil buku tersebut.
“Lumayan gak harus beli buku ini mahal-mahal, BTW makasih ya” kekeh Aqila dan kembali meletakannya.
**To Be Continued....
***
Kira-kira paket dari siapa ya guys? Ahh mungkin kalian sudah tahu, hehe...
Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye**...
__ADS_1