
Malam pun tiba dan Fauzan masih tidak menemukan Aqila, dia sudah mencari kesana-kemari bahkan sudah menghampiri hotel yang di tempati Aqila tapi hasilnya tetap saja, tidak ada, sebenarnya dia sudah lelah tapi tidak akan menyerah sebelum dia menemukannya.
“Fauzan, lebih baik kita pulang ini sudah malam” ucap Juna memperingati.
“Tapi Qila belum ketemu Jun” saut Fauzan menatap Juna.
“Gue tau, tapi kita harus ingat dengan kesehatan kita juga, dari tadi siang lo belum makan, kalau lo sakit gue juga yang repot” ucap Juna kesal.
“Mending sekarang kita pulang, dan mencarinya besok lagi sembari kita lapor ke pihak polisi dan kampus” usul Juna.
“Gak, gue gak mau pulang sebelum Qila ketemu” ucap Fauzan tegas.
“Keras kepala ya lo, masih ada waktu besok, kita cari dengan keadaan tenang dan pikiran kita fress, kalau kita tegang dan sters Qila gak akan ketemu, kita harus berpikir dengan jernih, Zan” geram Juna.
Fauzan menghela nafas pelan dan mengusap wajahnya kasar, “Mending kita pulang, muka lo udah kayak zombie” ejek Juna menarik tangan Fauzan sedangkan Fauzan hanya diam saja, pasrah.
“Gue juga mau berbicara penting” lanjut Juna.
“Bicara apa?” tanya Fauzan yang masih di tarik oleh Juna.
“Nanti di apartement” jawab Juna.
Dan mereka pun pergi untuk pulang ke apartement mereka, sesampainya di apartement Juna segera mandi dan malaksanakan sholat isya begitu pun dengan Fauzan agar mereka kelihatan lebih fress.
Setelah selesai Juna memesan makanan dan tak lama kemudain pesanan mereka sampai dan mereka makan bersama, “Lo mau bicara apa?” tanya Fauzan sembari memakan makanannya.
“Habisin dulu baru ngomong” ketus Juna, Fauzan berdecak sebal tapi tak urung dia pun kembali makan.
Setelah menghabiskan makan malam mereka, Fauzan menatap Juna, “Langsung to the point aja deh, lo mau ngomong apa?” tanya Fauzan.
Juna menghela nafas pelan lalu menatap Fauzan serius, Fauzan yang melihat Juna menatapanya serius ikut menatapnya seirus juga, “Lo mau tau siapa penyebab Aqila menghilang?” tanya Juna serius.
Dan Fauzan mengangguk cepat, “Fira” ucap Juna yang membuat Fauzan terdiam.
“Sial!!!” umpat Fauzan melempar bantal asal.
“Kenapa dia melakukan itu?” tanya Fauzan geram dan rahangnya mengeras dan mukanya memerah.
“Sabar dulu, sebenarnya gue juga gak tau apa tujuan awal dia melakukan semua itu” jawab Juna menenangkan Fauzan.
“Terus lo tau dari mana kalau dia pelakunya?” tanya Fauzan menatap Juna.
Juna menghela nafas pelah lalu dia menceritakan semuanya apa yang dia tau, dari dia tau kalau Fira di suruh seseorang hingga Fira yang menculik Aqila.
__ADS_1
Fauzan lagi-lagi menggeram kesal, “Sabar, ini semua gak 100 % kesalahan Fira” bela Juna.
“Jun, kok lo kesannya kayak membela cewek itu ya?” tanya Fauzan menatap Juna curiga.
“Maksud lo apa?” tanya Juna balik.
“Lo membela terus Fira, dari awal lo cerita lo terus membela dia, udah jelas-jelas dia yang salah tapi lo masih membelanya” jawab Fauzan menggelengkan kepalanya.
“Ahh perasaan lo doang kali” saut Juna ketus.
“Jangan bilang lo suka dia?” selidik Fauzan memincingkan matanya menatap Juna.
“Udah Zan jangan ngaco, lebih baik kita berpikir gimana agar kita mengungkapkan kejahatannya” ucap Juna mengalihkan pembicaraan.
Fauzan menatap Juna curiga lalu dia menghela nafas pelan, “Ya sudah kayak gimana rencana lo?” tanya Fauzan.
***
Pagi harinya, Fauzan dan Juna sudah melaporkan kepada pihak kampus dan polisi, “Lalu bagaimana dengan perlombaannya?” tanya Mr. Agam menatap Juna dan Fauzan.
Fauzan dan Juna menghela nafas pelan, “Pak biar saya lagi saja” saut Fira tiba-tiba datang.
Fauzan menatap tajam Fira, “Gak bisa” ucap Fauzan cepat dan tajam.
“M-maksud lo apa?” tanya Fira gugup.
“Jangan pura-pura gak tau, jawab atau gue bongkar semuanya” ancam Fauzan tajam.
“Zan” peringat Juna menatap tajam Fauzan tapi tidak di hiraukan oleh Fauzan.
“A-apaan sih lo Zan, b-bongkar apa?” tanya Fira gugup dan terkekeh pelan.
“Ck... minta di bongkar ya, oke gue bongkar semuanya, Jun mana” ucap Fauzan menatap Juna.
“Mana apanya?” tanya Juna mengerutkan keningnya.
“Rekaman dan vidieonya” jawab Fauzan dingin.
Juna terdiam dan menatap Fira yang juga menatapnya, lalu menghela nafas pelan dan memberikan ponselnya kepada Fauzan.
“Mr. Agam, anda harus lihat ini” ucap Fauzan sembari membuka ponsel Juna dan menunjukan sebuah video kepada Mr. Agam.
Mr. Agam melihatnya secara seksama, dia kaget setelah melihatnya, “Fira apa ini benar?” tanya Mr. Agam menatap tajam Fira.
__ADS_1
“B-benar apa Mr?” tanya Fira gugup dan berkeringat dingin.
“Video dan rekaman ini apa itu kamu?” tanya tajam Mr. Agam.
Fira tidak menjawab dia menunduk, setelah itu ketika ingin kabur tangannya di cekal oleh Fauzan, “Mau kabur hah, gak bisa” ucap Fauzan dingin.
“Lepas” berontak Fira sedangkan Juna hanya diam saja.
“Di mana Aqila sekarang?” tanya Fauzan tajam.
“Bukan urusan lo” ketus Fira.
“Gue bilang di mana Aqila sekarang, sebelum gue kasarin lo” tekan Fauzan.
“Gue gak tau” jawab Fira memalingkan wajahnya.
“JAWAB FIRA YUNITA” bentak Fauzan yang sudah habis kesabarannya.
Fira hanya menunduk dan mulai meneteskan air mata, “Gudang, dia di gudang sekolah, itu bukan yang lo mau, puas lo hah?” teriak Fira menatap Fauzan dengan linangan air mata.
“Tapi gue yakin, cewek sialan itu sudah mati kelaparan” senyum sinis Fira.
Fauzan yang sudah sangat marah ingin menampar Fira tapi di tahan oleh Juna, “Jangan” tekan Juna.
Fauzan menarik tangan yang di cekal oleh Juna dan menatap Juna dengan tatapan yang sulit di artikan dan dia juga melepaskan cekalan tangannya pada Fira.
Sedangkan Mr. Agam hanya diam karena mereka bertiga sedari tadi menggunkan bahasa Indonesia, yang dia tidak ngerti sama sekali, dan hanya menatap mereka, tapi di lihat dari cara bicara dan nada Fauzan ke pada Fira dia yakin, kalau mereka sedang bertengkar.
“Fira Ikut saya sekarang, karena kamu sudah mencemarkan nama baik orang dan kampus kita, ikut saya” tekan Mr. Agam tajam.
“Bawa dia” suruh Mr. Agam kepada bawahannya.
Fira pun di bawa oleh suruhan Mr. Agam, dia memberontak tidak mau, “Tidak, ini bukan salah saya, saya di suruh, lepaskan saya” berontak Fira tapi tak di hiraukan sama sekali.
Fauzan dan Juna menatap Fira yang di bawa, “Gagal rencana kita” ucap Juna kepada Fauzan setelah itu pergi.
To Be Continued...
Gara-gara Fauzan gak bisa mengontrol emosinya jadi gagal deh rencana yang sudah di rancangnya, tapi akhirnya Fira ketahuan juga, gak papalah biar dia tau rasa, tapi kira-kira nanti Fira jadi kayak gimana ya nasibnya? Dan Aqila juga kayak gimana ya? Penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritanya...
Ohh ya guys sedikit info aja kalau selama Aqila berada si negara Kairo Aqila berbicara dengan Bahasa Arab ya kecuali dia dengan teman-teman Indonesia nya ya menggunakan Bahasa Indonesia, jadi mohon maaf nih ya kalau agak sedikit gimana gitu, soalnya author gak bisa Bahasa Arab jadi mau pake Bahasa Arab tuh nantinya ribet, jadi ya cari yang simpel aja lah, hehe...
Oke terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye...
__ADS_1