Takdir Untuk Aqila

Takdir Untuk Aqila
Lo tau gak?


__ADS_3

Di negara Indonesia,


“Hiks... G-gue gak m-mau... Hiks” isak seorang gadis manis.


“P-pokoknya, g-gue gak mau... Hiks”


“Gak bisa, kamu harus mau, ini demi kebaikan kamu” ucap seorang pria paruh baya, yang di perkirakan adalah ayahnya.


“G-gak mau, p-pokoknya gue gak mau m-menikah... Hiks” isaknya tanpa henti.


“Kamu harus mau” ucap sang ayah.


“Ini demi kebaikan kamu sayang, dia anak yang baik kok” saut ibunya.


“P-pokoknya gak mau” ucapnya dan berlari ke kamarnya.


“Yuri... Yuri” teriak sang ayah.


***


“Queenza Aqila” panggil seseorang dari arah belakang.


Aqila menoleh dan mendapati gadis cantik yang menghampirinya, “Siapa?” tanya Aqila mengerutkan keningnya.


“Mau tau siapa gue?” tanyanya balik yang membuat Aqila kaget dia menggunakan Bahasa Indonesia.


“L-lo...” tunjuk Aqila gugup.


“Lo anak pembawa sial” ucapnya tersenyum sinis.


Aqila melotot tak percaya, “Apa maksud lo hah?” tanya Aqila tak terima.


“Ohh atau lo anak yang kurang beruntung?” ucapnya lagi tersenyum sinis.


“Jaga ucapan lo ya” marah Aqila menunjuk tepat di wajahnya.


“Wah-wah-wah... Berani banget ya nunjuk wajah gue, lo tau siapa gue?” tanyanya menatap dingin Aqila.


“Gue anak terkaya seIndonesia” lanjutnya tersenyum bangga.


Aqila terkekeh mendengarnya, “Ohh ternyata lo” ucap Aqila tersenyum sinis.

__ADS_1


“Salsa Bin Hartono” lanjut Aqila.


“Kalau iya kenapa?” tanya Salsa mendekati Aqila satu langkah.


“Lo takut?” tanyanya lagi.


“Gue gak takut sama lo” jawab Aqila ketus.


“Ohh ya, berarti ka-” ucapan Salsa terpotong oleh seseorang.


“Aqila” teriak Fauzan melambaikan tangan kepada Aqila dengan senyuman khasnya.


Salsa yang melihatnya segera tak melanjutkan ucapannya dan memilih untuk pergi tapi sebelum pergi dia bicara sesuatu kepada Aqila, “Urusan kita belum selesai, see you again” ucapnya tepat di telinga Aqila dengan senyuman devilnya.


Aqila terdiam dan menatap punggung Salsa yang mulai menjauh, “Qi” panggil Fauzan yang sudah berada di depan Aqila.


Aqila terperanjat kaget, “Ehh iya?” saut Aqila menatap Fauzan.


“Lo kenapa sih? Lihatin siapa? Dan cewek tadi siapa?” tanya Fauzan mengikuti arah pandang Aqila, tapi dia tak melihat Salsa.


“Gak lihat siapa-siapa dan bukan siapa-siapa” jawab Aqila ketus dan pergi meningalkan Fauzan yang melongo.


“Ehh malah di tinggal” ucap Fauzan kesal dan menyeimbangi langkahnya dengan langkah kecil Aqila.


Tapi tidak Aqila hiraukan sama sekali, Aqila lebih memilih diam dan terus fokus ke depan, merasa di abaikan Fauzan berhenti tepat di depan Aqila dan itu membuat Aqila kaget dan berhenti.


“Lo apa-apansih?” tanya Aqila kesal menatap marah Fauzan.


“Gak apa-apa” jawab Fauzan tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya.


Aqila memutar bola matanya malas dan kembali melanjutkan jalannya melewati Fauzan, dan Fauzan mendahului Aqila dan jalan mundur dengan menghadap Aqila.


“Qi, lo tau gak?” tanya Fauzan tersenyum.


“Gak” jawab Aqila ketus.


“Lo cantik” ucap Fauzan terkekeh pelan.


Aqila yang mendengarnya bukan salting melainkan mual mendegar gombalan basi dari Fauzan, karena dia sering mendegar gombalan seperti itu dari anak kampus lain dan itu membuatnya mual plus kesal.


“Basi” saut Aqila ketus dan mendahului Fauzan yang terus tersenyum menatapnya.

__ADS_1


Bukan Fauzan namanya jika menyerah dia kembali jalan seperti tadi, dan pastinya menampilkan senyuman manisnya, “Qi, lo tau gak?” tanya Fauzan.


Tapi tak di balas oleh Aqila, “Lo itu, cute, lucu, manis, dan juga imut menggemaskan” kekeh Fauzan dan berjalan di samping Aqila sembari mengusap pelan kepala Aqila.


Lagi-lagi tidak Aqila hiraukan, dan lebih memilih jalan mendahuluinya, “Qi, lo tau gak?” tanya Fauzan berhenti dan tidak melanjutkan jalannya.


“Gue itu sayang sama lo” lanjut Fauzan bergumam tapi masih bisa Aqila dengar dan Aqila memberhentikan langkahnya.


Untuk beberapa saat mereka sama-sama diam dan keheningan menyelimuti mereka berdua, Aqila membalikan badannya dan dia melihat Fauzan yang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan, untuk beberapa detik pula mereka saling pandang.


“Zan, gu-” ucapan Aqila terhenti ketika ada teriakan yang memanggil mereka.


“Fauzan, Aqila, kalian kemana aja sih, gue cariin dari tadi juga” teriak Juna berlari menghampiri mereka berdua.


Fauzan berdecak sebal karena dia tak bisa mendegar kelanjutan kalimat yang akan keluar dari mulut Aqila, Fauzan menatap kesal Juna yang sudah berada di hadapannya.


“Apa?” tanya Juna mengerutkan keningnya ketika Fauzan menatapnya seperti ingin membunuhnya.


“Bapak lo botak” saut Fauzan ketus dan menjitak kepala Juna pelan dan pergi dari hadapan Juna yang menatapnya kesal.


“Tadi mau ngomong apa?” tanya Fauzan tersenyum kepada Aqila.


“Gak jadi” jawab Aqila ketus dan pergi meninggalkan Fauzan dan Juna.


“Qi, Qila” panggil Fauzan tapi tak di hiraukan oleh Aqila.


“ini gara-gara lo” ucap Fauzan kesal kepada Juna yang sudah ada di sampingnya dan Fauzan pun pergi meninggalkan Juna.


Juna menganga kaget, “Gue” gumam Juna menunjuk dirinya dan menyusul Fauzan.


“GARA-GARA GUE APA ZAN?” teriak Juna berlari.


“GARA-GARA BAPAK LO BOTAK” balas teriak Fauzan yang masih kesal.


To Be Continued....


***


Guys, kira-kira Aqila tadi mau ngomong apa ya? Juna sih gara-garanya, dan ada masalah apa ya Salsa sama Aqila? Penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritanya...


Jangan lupa kasih like, komen, dan vote ya, agar author tambah semangat ngetiknya...

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye...


__ADS_2