Takdir Untuk Aqila

Takdir Untuk Aqila
Foto


__ADS_3

Tak lama kemudaian Juna datang kembali dan duduk lagi di kursinya, Aqila terus saja melihat ekspresi wajahnya yang berubah dari sebelumnya.


“Juna kenapa?” tanya Aqila menatap Juna yang terdiam dan Fauzan juga ikut menatap Juna.


“Ehh ahh, enggak kenapa-napa ko” jawab Juna gugup.


Dan Aqila mengangguk paham sedangkan Fauzan mengangkat bahunya acuh dan mereka kembali memakan-makanannya hingga habis.


Dan setelah habis barulah mereka membayarnya dan pulang karena hari sudah sangat malam, “Bismillah kita berangkat” ucap Fauzan dan menyalakan mesin mobilnya lalu mulai meninggalkan warung tersebut.


Selama perjanan mereka bertiga hanya diam saja tidak ada yang angkat suara apalagi Juna yang sedari tadi hanya bengong saja, sebenarnya Aqila ingin sekali bertanya lagi tapi ahh sudahlah mungkin Juna juga butuh privasi.


***


Sesampainya di hotel tempat Aqila tinggal, dia segera turun dari mobil, “Makasih dah sana pulang” usir Aqila.


“Ohh lo ngusir kita nih” saut Fauzan menatap Aqila.


“Iya” jawab Aqila ketus.


“Gak di suruh masuk dulu gitu minum kek apa kek” omel Fauzan.


“Udahlah sana pulang ini udah malam” ucap Aqila.


“Iya-iya kita pulang dulu, lo hati-hati ya” saut Fauzan.


“Iya” balas Aqila singkat.


“Assalamualaikum” salam Fauzan lalu mulai melajukan mobilnya.


“Waalaikummussalam” Aqila menatap kepergian Fauzan setelah itu dia segera masuk.


Setiba di kamarnya Aqila langsung saja merebahkan dirinya karena sudah sangat lelah, “Ahh Ya Allah enak banget tiduran kayak gini” gumam Aqila meregangkan tangannya dan menutup matanya.


TING... TING...


Suara notifikasi membuat Aqila kembali membuka matanya, “Siapa malam-malam gini WA” gumam Aqila dan membuka ponselnya.


Aqila mengerutkan keningnya karena ada nomer asing yang tidak dia kenali, tanpa banyak bicara Aqila membuka dua pesan yang di kirim.


...• Via Chat •...


______________________________________________


62- 8xxxxxxxxxx


______________________________________________

__ADS_1


...Today....


-/Send foto.- 9.33//


___________________


-Lihat mereka udah mau punya baby lagi,


sabar ya manis.- 9.33//


______________________________________________


Mata Aqila ketika membuka pesannya memanas bagaimana tidak, si nomer yang tidak di kenal mengirimkannya sebuah foto yang di mana foto tersebut adalah Syifa yang sedang hamil, dan di sampingnya ada seorang anak kecil perempuan manis dan cntik, dan ada seorang pria juga yang membelakangi kamera sembari mencium perut Syifa yang di perkirakan itu adalah Iqbal.


Aqila tersenyum hambar, “Selamat ya bang, abang udah mau jadi abi, Qila turut senang” gumam Aqila tersenyum menatap fotonya tapi tak urung air matanya jatuh membasahi pipinya.


Sakit? Iya lah pasti, bagaimana tidak sakit bayangin aja kalian di posisi Aqila gimana coba perasaannya? Pasti campur adukkan, sakit, kecewa, sedih, bahkan ingin marah. Tapi bagaimana lagi cinta pertamanya sudah milik orang lain cukup dia melihat orang yang di cintainya bahagia dia akan ikut bahagia, itulah yang di namakan cinta merelakan orang yang kita cintai bahagia tapi bukan dengan kita.


Aqila menghapus air matanya kasar, “Apaan sih nangis segala, cengeng banget, kan kata ka Ilham gak boleh nangisin lelaki dan Qila juga harus kuat” ucap Aqila.


Tapi tak urung dia bukannya malah berhenti malah semakin terisak keras, bagaimana pun dia wanita dan wanita hatinya sangat lemah. Sekuat apapun dia menahannya hati tak pernah bisa bohong, tapi ingat wanita itu kuat hanya saja hatinya yang terlalu lembut dan mudah patah.


***


Pagi harinya seperti biasa Aqila melakukan aktivitasnya tapi kali ini dia pergi ke kampusnya menggunakan kaca mata hitam karena semalaman dia menangis dan matanya sembab.


“Ehh lo kenapa pakai kaca mata tumben banget?” tanya Fauzan setelah sudah ada di hadapan Aqila.


“Gak papa, emang kenapa? Gaya aja” tanya balik Aqila.


“Gak lo tumben aja gitu” jawab Fauzan.


“Ehh tapi...” Fauzan menggantung ucapannya dan dia segera menarik kaca mata Aqila.


Aqila yang tidak sadar tentu saja kaget, “Fauzan lo apa-apaan sih?” tanya Aqila kesal dan kembali menggunakan kaca matanya.


“Qii, lo habis nangis?” tanya Fauzan menatap Aqila yang sedang membenarkan kaca matanya.


“Gak” bantah Aqila.


“Jangan bohong lo sama gue, gue tau tadi lihat mata lo bengkak kayak habis di cium kemarang” ucap Fauzan terkekeh.


“Apaan sih gak ya” bantah Aqila bersedekap dada.


“Gak mau jujur banget sih” ucap Fauzan.


“Udahh ahh, lo mau ngomong apa, gue tau lo pasti mau ngomong sesuatu kan?” tebak Aqila menatap Fauzan.

__ADS_1


“Iya, lo tau aja sih kita sehati kali ya” saut Fauzan terkekeh.


“Cepet mau ngomong apa?” tanya Aqila to the point.


“Habis kelas lo ada kegiatan gak?” tanya Fauzan menatap Aqila.


“Gak, emang kenapa?” tanya balik Aqila.


“Gak papa, cuman gue mau ngajak lo jalan, lo mau gak?” tanya Fauzan lagi.


“Sama Juna kan jalannya?” Aqila menaiki satu alisnya.


“Ehh ya gak lah, maksud gue kita jalan berdua” ucap Fauzn tersenyum.


Aqila terdiam dia menatap Fauzan yang tersenyum ke arahnya, “Kalau lo gak mau gak papa ko” lanjut Fauzan yang melihat Aqila hanya diam saja.


“Gue mau” saut Aqila tersenyum tipis sangat tipis hingga tak terlihat.


“Bener?” tanya Fauzan tidak percaya.


“Iya” jawab Aqila mengangguk.


“Yeayy, makasih ya Qi, nanti sehabis kelas selesai kita jalan” sorak Fauzan tersenyum bahagia.


Aqila hanya mengangguk saja, “Ya udah gue ke kelas dulu ya” ucap Aqila.


“Iya, jangan lupa ya” saut Fauzan dan di angguki Aqila.


Setelah Aqila pergi lagi-lagi Fauzan bersorak bahagia, “Kesempatan bagus nih” gumam Fauzan lalu setelah itu dia segera pergi ke kelasnya.


Sedari tadi ada yang terus mengintai mereka, “Sial, kayaknya meraka mau kencan, gak bisa di biarin gue harus melakukan sesuatu” ucapnya kesal dan setelah itu dia pergi.


***


Setelah kelas selesai seperti ucapan Fauzan tadi pagi mereka akan jalan, dan sekarang Aqila sudah duduk di bangku depan karena Fauzan, kalau Aqila duduk di belakang nanti dia pasti bilang kayak gini, “Lo kira gue supir lo” mangka dari itu Aqila duduk di depan.


“Hehe siap Qi” kekeh Fauzan.


Aqila hanya berdehem saja, dan Fauzan mulai menyalakan mesin mobilnya dan mereka meninggalkan parkiran kampus.


**To Be Continued...


***


Fauzan mau bawa Aqila ke mana ya? Saksikan terus kelanjutan ceritanya...


Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya**...

__ADS_1


__ADS_2