
Aqila duduk di bangku dekat jendela Cafe, Aqila menatap luar jendela, Cafe ini sangat bagus dan strategis, dan pamandangan langsung mengarah ke Taman Kota.
Tiba-tiba Ada seorang pelayan pria datang menghampiri Aqila, “Permisi mba” ucapnya.
Aqila menoleh dan menatapnya, “Iya, ada apa ya mas?” tanya Aqila.
“Ini untuk mba” ucapnya dan meletakan makanan dan minuman di hadapan Aqila.
Aqila mengerutkan keningnya, “Untuk saya, tapi saya tidak memesannya” ucap Aqila menggelengkan kepalanya.
“Tapi ini untuk mba” sautnya.
“Maaf mas, saya tidak memesannya” ucap Aqila.
“Kalau boleh tau dari siapa ya mas?” tanya Aqila.
“Maaf mba, saya tidak boleh memberitahunya, saya hanya di tugaskan untuk mengantarkannya saja, kalau begitu mari mba saya lanjutkan tugas saya dulu” jawabnya dan langsung pergi, kembali melanjutkan pekerjaannya.
Aqila mengerutkan kaningnya. Lagi, dia kembali mendapatkan sesuatu dari orang yang tidak di ketahui, dan hari ini sudah dua kali, entah akan nambah lagi atau tidak, Aqila pun tidak tau.
Dan lagi-lagi ada sebuah surat yang tertempel di gelas, Aqila mengambilnya dan membacanya, isi surat :
______________________________________________
Assalamualaikum WR. WB,
Pasti bingung ya ini dari siapa, tapi tenang saja saya tidak jahat, saya hanya ingin memberikan hadiah kecil untukmu, ini masakan yang saya masak sendiri dengan penuh kasih sayang, semoga kamu suka ya, selamat menikmati.
^^^Wassalamualaikum, MI.^^^
______________________________________________
Lagi, dari orang yang sama, entahlah siapa orang ini, sangat niat sekali memberikannya pada Aqila, “Makasih” gumam Aqila dan memasukan surat tersebut ke dalam tasnya.
Entahlah hanya ingin di simpan saja suratnya, siapa tau nanti dia bisa bertemu dengan si penulis suratnya, dan dia ingin mengatakan terimakasih.
Aqila menatap hidangan yang ada di hadapannya, ketika melihatnya dia merasa lapar, rasanya menggiurkan sekali bau wanginya. Aqila mengambil garpu dan pisau dan mulai menikmatinya dengan lahap.
Satu suap berhasil masuk kedalam mulut Aqila, Aqila terdiam menikmati rasanya, “Seperti pernah merasakan rasanya” gumam Aqila lagi dan kembali menyuapkan.
“Iya, ini rasa yang sama, tapi kapan dan dimana aku merasakan masakan yang sama seperti ini?” lanjut Aqila lagi dan memikirkan sesuatu.
“Aqilaa”
Lamunan Aqila buyar ketika ada yang memanggilnya, Aqila menoleh ke belakang dan mendapati sahabatnya menghampirinya, “Aqilaaa, sorry kita lama macet soalnya, tau lah kota Jakarta kayak gimana macetnya” ucap Yuri dan duduk di samping Aqila di susul Loli.
Aqila tersenyum tipis, “Iya” saut Aqila.
“Lo udah pesan, wahh gue juga mau pesan ahh” ucap Yuri.
__ADS_1
“Loli juga mauuu” sorak Loli.
“Iya, berisik banget sih lo” kesal Yuri, dan Loli cemberut.
Aqila tersenyum melihatnya, walaupun rasa kecewa di hatinya masih ada sedikit tapi bagaimana pun mereka berdua adalah sahabatnya dari lama dan selalu bersamanya, perlahan tapi pasti dia akan mencoba memaafkan seutuhnya.
“WOIII, KAGAK NUNGGU LO PADA” teriak Ilham dan kedua lelaki di belakangnya menghampiri mereka bertiga.
Sesampainya mereka di hadapan ketiga gadis, mereka langsung saja duduk di hadapan para betina, “Kalau mau pesan tuh sekalian” sungut Ilham.
“Terserah gue lah” kesal Yuri.
“MBAA” teriak Yuri memanggil salah satu pelayan.
Salah satu pelayan wanita cantik hijabers menghampiri mereka, “Iya ka, mau pesan apa?” tanyanya ramah.
“Wiihh, cantik nih” ucap Ilham.
“Cewek, sini duduk makan bareng” goda Ilham mengedipkan satu matanya.
Pelayan tersebut hanya tersenyum saja, “Dasar buaya udara” ketus Loli.
Semuanya terkekeh mendengar ucapan Loli, “Ehh neng Loli, neng Loli lah yang paling cantik” ucap Ilham tersenyum manis.
Loli memalingkan wajahnya, “Iyalah cantik, emang kak Ilham gak cantik” ucap Loli kesal.
Semuanya menepuk jidat, “Terserah” saut semuanya terkecuali Aqila dan Iqbal.
“Gue mah pesan apa ajalah samain” ucap Ilham.
“Mba, saya mau pesan ini sama yang ini ya” ucap Yuri sembari menunjuk menu makanannya.
“Iya kak, kakak yang lain mau pesan apa?’ tanya pelayan tersebut setelah menulis pesanan Yuri.
“Loli mau samain tapi di tambah sama yang ini” jawab Loli dan menunjuk makanan manis.
“Samaain aja semuanya” saut Iqbal.
Pelayan tersebut mengangguk dan menulisnya, “Qila, lo mau pesan apa?” tanya Yuri.
“Gak, gue udah di pesenin” jawab Aqila.
“Di pesenin? Sama siapa?” tanya Ilham.
“Orang” jawab Aqila singkat, padat, jelas.
“Ya gue tau, tapi siapa sayangg?” ucap Ilham berusaha sabar.
Aqila hanya mengangkat bahunya, Ilham yang melihatnya geram dan memilih membiarkannya saja, “Maaf kak, apa ada pesanan lagi?” tanya pelayan tersebut.
__ADS_1
“Udah mba itu aja, makasih ya” jawab Faisal tersenyum tipis.
“Iya, tunggu sebentar ya kak, kalau begitu mari” ucapnya dan setelah itu pergi.
“Idih, sokab banget” sinis Yuri kepada Faisal.
“Sokab apa?” tanya Faisal megerutkan keningnya.
“Lo lahir tahun berapa sih, masa sokab aja gak tau, kuded banget jadi orang” ucap Yuri ketus.
“Orang ganteng diam” saut Ilham.
Yuri dan Faisal memutar bola matanya malas, “Sok ganteng” ucap bareng Yuri dan Faisal.
“Udahh, kok malah bertengkar sih” ucap Loli menengahi.
Aqila hanya diam saja dan tersenyum tipis hingga tak terlihat, ‘Mereka masih saja sama seperti dulu, gak ada yang berubah’ batin Aqila.
‘Hanya kamu yang berubah Qi’ batin Iqbla, seperti tau apa yang di pikirkan Aqila, Iqbal pun membatin hal yang sama, apakah ini yang di namakan sehati?
Tak lama kemudian pesana mereka sampai, “Ini pesanannya kak, silahkan di nikmati” ucapnya dan meletakan pesanan di atas meja setelah semuanya selesai dia segera pamit.
“Wahh enak nih” ucap Ilham dan mengambil makanannya.
“baca do’a” ucap Iqbal ketika semuanya akan memasuki makanan ke dalam mulut.
Semuanya tersenyum dan membaca do’a setelah selesai, mereka pun menikmati makanan, “Qii, yang lo kayaknya spesial deh, boleh gue coba?” tanya Ilham menaik turunkan alis.
Aqila menatap makanan yang ada di hadapannya, dan kembali menatap Ilham, setelah itu dia mengangguk, “Wahh makasih” ucap Ilham.
Tapi ketika dia ingin menyondok makanannya di sela oleh ucapan Iqbal, “Punya sendiri, kenapa harus minta” ucap Iqbal cepat menghentika gerakan Ilham.
“Ya gak papa, Qila aja boleh, kok lo yang ngomel” ucap Ilham kesal, dan setelah itu dia di tatap tajam oleh Iqbal.
Ilham langsung nyengir kuda, “Boleh kok sama Qila” ucap Ilham dan kembali menarik tangannya sebelum berhasil menyendok.
“Ya kan Qi?” lanjutnya.
Aqila mengangguk saja sebagai jawaban, tapi Iqbal masih menatap Ilham tajam, “Udah, makan yang punya lo aja sih, culamitan banget lo” saut Faisal.
Ilham cemberut dan kembali memakan makanannya, “Kak gak jadi?” tanya Aqila.
“Gak, ada singa yang marah” jawab Ilham kesal sembari melirik Iqbal yang masih menatapnya.
Semuanya terkekeh melihat Ilham yang takut di tatap tajam oleh Iqbal, bagaimana tidak takut denagn tatapan Iqbal seperti tatapan burung elang yang ingin menangkap mangsanya atau bahkan seperti ingin membunuh.
...To Be Continued......
...*** ...
__ADS_1
...Wahh guysa ada yang kirim sesuatu lagi sama Aqila, kira-kira siapa ya guys pelakunya? Apakah kalian sudah tau pelaku pengirim surat? Yang tau komen oke, dan yang penasaran saksikan terus kelanjutan ceritanya.......
...Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye......