Takdir Untuk Aqila

Takdir Untuk Aqila
Waiting for you


__ADS_3

Malam ini genap sebulan Aqila menghilang, dan selama sebulan ini Iqbal dan yang lain terus mencari keberadaannya, dan dari tim BASARNAS pun tidak ada kabar tanda-tanda Aqila.


“Aqila, di mana kamu?” gumam Iqbal menatap langit yang cerah.


“Apakah kamu tidak ingin pulang, kasihan bibi sendirian di rumah” lanjutnya, mengingat bibi pembantu yang bekerja di rumah Aqila.


Sedangkan di sisi lain Iqbal, seorang wanita baru saja terbangun, matanya mengedar ke seluruh ruangan, ruangan yang serba berwarna biru langit.


“Di mana?” gumamnya pelan sembari memegang kepalanya.


“Lo di kamar gue” saut seseorang yang baru saja masuk ke kamar.


“Lo kan...” ucapannya menggantung dan menunjuk orang itu.


“Untung inget” sautnya ketus dan duduk di kursi sebelah kasur.


“Kenapa gue bisa ada di kamar lo? Di mana teman-teman gue?” tanya wanita tersebut.


“Kepo” jawabnya ketus.


“Jangan banyak tanya, makan pasti badan lo lemas setelah sebulan lebih lo koma” lanjutnya dan memberikan nampan yang ada di atas nakas.


Wanita tersebut mengerutkan keningnya, “Koma?” tanyanya kaget.


“Iya, gak inget?” balasnya bertanya.


Dan wanita itu menggelengkan kepalanya, orang yang duduk di samping pun menghela nafas pelan.


“Gue bantu bangun dan makan sendiri, gak ada tiket buat suapin lo makan” ucapnya dan membantu wanita itu untuk duduk.


“Gue lemes” ucap si wanita dan kembali berbaring.


“Ck... Nyusahin lo, iyalah lemes orang tidur mulu kagak ada asupan makan ataupun minum” sautnya ketus dan berdecak kesal.


“Maaf” si wanita meminta maaf walaupun dia gak salah.


“Iya, sini gue suapin tapi masa makannya sambil tiduran sih” ucapnya dan kembali membantu agar duduk.


Walaupun kesulitan untuk duduk tapi dengan kesabaran akhirnya bisa.


“Makasih” ucapnya.


“Iya, buka mulutnya” ucap orang tersebut dan menyuapi wanita itu makan.


Sesuap demi sesuap makanan pun masuk ke dalam mulutnya walaupun sedikit demi sedikit.


“Gue mau pulang” ucap si wanita tiba-tiba yang membuat orang tersebut berhenti menyendok.


“Nanti, lo baru sadar” ucapnya.


Dan wanita tersebut mengangguk paham, setelah bubur yang ada di mangkok habis orang tersebut memberikan segelas air putih dan obat.

__ADS_1


“Obat? Buat apa?” tanya si wanita mengerutkan keningnya.


“Biar badan lo tambah vit” jawabnya.


Dan si wanita pun menerimanya dan meminumnya, setelah selesai dia mengembalikan gelas yang sudah kosong kepada orang itu.


“Gue simpan ini dulu, kalau butuh apa-apa panggil gue aja” ucapnya dan mendapatkan anggukan dari si wanita.


Orang tersebut membawa nampan dan keluar dari kamar, si wanita menatap kepergiannya dia menghela nafas pelan.


“Ponsel gue di mana?” tanyanya sembari mencari ponselnya.


“Sepertinya hilang” ucapnya sendu


“Abang tunggu Aqila” lanjutnya dan seutas senyum terbit di wajah cantiknya.


...***...


“IQBAL...” teriak Ilham melengking di seluruh penjuru rumah.


“Apa sih teriak-teriak” ucap Umi Fatimah menghampiri Ilham.


“Eh Umi, assalamualaikum Umi yang cantik” salam Ilham menyalimi tangan Umi Fatimah.


“Waalaikummussalam” jawab Umi tersenyum.


“Iqbalnya ada Umi?” tanya Ilham tersenyum balik.


“Ck... Ck... Anak ini” ucap Umi menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan sikap Ilham yang masih seperti dulu.


Di kamar Iqbal,


“Woi diem-diem bae lu” ucap Ilham langsung menghampiri Iqbal yang sedang duduk di balkon kamarnya.


Iqbal menatap Ilham malas, “Apa?” tanya Iqbal dingin dan kembali menatap langit yang cerah di siang hari.


“Lihat gue ada sesuatu yang pasti bikin lo kaget terkaget-kaget” ucap Ilham lalu mengeluarkan ponselnya.


Iqbal hanya menatapnya saja, “Nih coba lihat” lanjutnya menunjuk layar ponselnya.


Iqbal melihat dengan seksama, “Apa?” tanya Iqbal ketika hanya melihat foto biasa.


“Buta mata lo” ucap Ilham kesal.


“Ini nih ini” lanjutnya merasa gereget ketika Iqbal hanya diam saja.


“Mana?” tanya Iqbal mengerutkan keningnya.


“Astagfirullah Iqbal” Ilham menepuk jidatnya.


“Ini noh apa ini, bukannya ini seperti Aqila” ucap Ilham yang langsung memberitahukan niat awalnya.

__ADS_1


Iqbal melototkan matanya dan langsung mengambil alih ponselnya, “Antum dapat dari mana?” tanya Iqbal.


“Si Faisal asal aja lagi foto keberadaannya, eh pas gue lihat-lihat wanita yang lagi ngebelakangi kayak Aqila” jawab Ilham.


“Di mana tempatnya?” tanya Iqbal.


“Di depan toko kue yang biasa ki- ehh Iqbal lo mau kemana?” tanya Ilham ketika Iqbal langsung saja berdiri.


Ilham langsung menyusul Iqbal hingga dia hampir menabrak Umi.


“EHH KALIAN INI MAIN LARI-LARIAN DI DALAM RUMAH” omel Umi Fatimah berkacak pinggang.


“MAAF UMI, BURU-BURU NIH” teriak Ilham.


Umi menggelengkan kepalanya, “Kenapa Mi?” tanya Abi Syam menghampiri istrinya.


“Itu anak-anak pada lari-larian” jawab Umi dan duduk di sofa.


“Anak-anak? Emang kita punya anak kecil?” tanya Abi dan ikut duduk di samping istrinya.


“Ihh Abi ini, itu Ilham sama Iqbal” jawab Umi kesal.


“Bagaimana kalau kita memang mempunyai anak kecil lagi?” tanya Abi Syam menaik turunkan alisnya.


“Ish lah, udah tua Bi, tinggal tunggu cucu” ketika berbicara seperti itu Umi Fatimah menjadi sedih.


Abi yang tau langsung memeluk istri tercintanya, “Udah Umi jangan sedih, Aqila pasti kembali, Abi yakin itu” ucap Abi.


“Aamiin” ucap Umi mengaminkan.


...***...


Sesampainya Iqbal di tempat yang di ucapkan Ilham, dia langsung saja mencari orang yang ada di foto, siapa tau benar dia adalah Aqila.


Ketika sedang mencari tiba-tiba Faisal menghampirinya, “Assalamualaikum” salam Faisal.


“Waalaikummussalam” jawab Iqbal dan Ilham.


“Cari siapa?” tanya Faisal to the point.


“Cari A-” belum sempat Ilham menyelesaikan ucapannya sudah ada yang memanggil Iqbal dari belakang.


“Iqbal”


...To Be Continued...


...***...


...Guys sudah sebulan Aqila menghilang, akankah kembali lagi? Dan apakah yang Iqbal pikirkan tentang orang yang di foto itu benar? Penasaran saksikan terus kelanjutan ceritanya.......


...Guys sorry kemarin gak up, karena ada sedikit urusan maaf ya, hari ini double up tapi gak janji ok.......

__ADS_1


...Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye.......


__ADS_2