Takdir Untuk Aqila

Takdir Untuk Aqila
Pulang


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu, dan hari ini adalah hari yang Aqila tunggu-tunggu, apalagi kalau bukan hari dia kembali lagi ke tanah air tercinta, Indonesia, sebenarnya Aqila harus menunggu satu minggu lagi, tapi dia lebih memilih mempercepat, bukankah lebih cepat lebih baik.


“Bismillah” gumam Aqila setelah menutup pintu apartementnya dan mengkuncinya.


Aqila menggeret kopernya menuju meja resepsionis untuk mengembalikan kunci kamarnya, “Permisi, ini kunci kamar saya” ucap Aqila sembari memberikan kunci kamarnya.


“Terimakasih, semoga perjalanan anda menyenangkan” ucap mba yang jaga meja resepsionis.


“Terimakasih, mari” saut Aqila tersenyum balik.


Dan Aqila kembali menggeret kopernya keluar dan sudah ada mobil taxi yang sudah di siapkan dari pihak kampus untuknya.


Aqila memasuki barang-barangnya di bantu supir taxinya, setelah selesai Aqila ingin masuk ke dalam tapi di hentikan oleh seseorang, “Aqila tunggu” panggil seseorang dari arah belakang.


Aqila menoleh kebelakang dan mendapati Fauzan dan Juna yang menghampirinya, “Iya?” saut Aqila.


“Lo hati-hati ya” ucap Fauzan.


“Iya” jawab Aqila.


“Nanti kita ketemu lagi di Indonesia, gue juga gak akan lama ko di sininya, seminggu lagi, dan minggu depan gue pulang” ucap Fauzan.


“Iya Qi, gue juga, soalnya masih mau memburu belajaan di Kairo buat di bawa pulang, hehe” saut Juna terkekeh.


“Iya” ucap Aqila mengangguk.


“Nanti kalau sampai di Indonesia kabarin kita ya” ucap Fauzan dan di balas anggukan oleh Aqila.


“Ya udah gue duluan, assalamualaikum” salam Aqila dan memasuki mobil taxi.


“Waalaikummussalam, hati-hati, selamat sampai tujuan, bye-bye” teriak Fauzan ketika mobil sudah jalan.


Fauzan dan Juna memang memutuskan untuk di sini dulu seminggu lagi, mereka bedua masih ingin jalan-jalan dan akan kembali lagi setelah seminggu ini karena memang jadwalnya seminggu lagi, berbeda dengan Aqila yang sudah sangat merindukan kedua orang tuanya, awalnya dia juga di ajak oleh Fauzan dan Juna tapi Aqila menolaknya.

__ADS_1


***


“Huhh alhamdulillah, akhirnya sampai juga, hummm... Kangen banget dengan suasananya” gumam Aqila meregangkan tanganya setelah dia turun dari pesawat dan sampai di bandara.


“Bunda, ayah, tunggu Aqila di rumah ya” gumamnya dan memberhentikan taxi yang lewat.


Setelah memberi tahukan alamat yang akan di tujunya mobil pun melesat pergi, Aqila tak pernah melunturkan senyuman di wajahnya, dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kedua orang tuanya, ingin segera melepas rindu.


Aqila sengaja tidak memberitahu siapapun kalau dia sudah berada di Indonesia, sengaja dia ingin memberikan kejutan kedatangannya.


Tak lama kemudian mobil pun berhenti, di depan rumah Aqila, setelah membayarnya Aqila segera mengeluarkan barang-barangnya dan mobil pun pergi.


Aqila menatap rumahnya, rumah yang sudah lama tidak dia lihat selama dua tahun, tidak ada yang beda sama sekali masih sama seperti dua tahun yang lalu, dan sekarang dia melihat rumahnya, “Ayah, bunda pasti senang” gumam Aqila.


Dan ketika akan melangkahkan kakinya tiba-tiba ada yang memanggilnya, “Aqila?!” panggilnya kaget ketika melihat Aqila.


Aqila menoeh ke samping dan dia melihat Ilham yang berdiri tak jauh dari dirinya, “Ka Ilham” senyum Aqila.


“Barusan aja datang” jawab Aqila tersenyum.


“Kenapa gak bilang kalau lo mau datang, kan bisa gue jemput” omel Ilham.


“Supraise ka” saut Aqila tersenyum.


Ilham juga tersenyum dan langsung memeluk Aqila erat, Aqila kaget dan dia juga membalas pelukannya, walaupun sedikit canggung.


“Gue kangen banget sama lo” ucap Ilham di sela-sela pelukannya.


“Qila juga” saut Aqila dan melepas pelukannya.


“Ka, bunda dan ayah ada kan di dalam, Qila mau kasih mereka kejutan” ucap Aqila tersenyum bahagia.


Ilham terdiam ketika melihat senyuman di wajah Aqila, dia tak menjawab apapun dan raut wajahnya pun berubah jadi sendu, Aqila yang melihatnya bingung.

__ADS_1


“Ka, kok diem?” tanya Aqila.


“Qi...” Ilham tak melanjutkan ucapannya rasanya tidak sanggup untuk kembali melanjutka ucapannya.


“Kenapa ka? Bunda dan ayah ada kan?” tanya Aqila lagi dan terus menampilakan senyumannya.


Ilham menunduk tak sanggup menatap wajah bahagia Aqila, “Ka, kenapa sih?” tanya Aqila bingung dengan sikap Ilham.


“Ya udah kalau ka Ilham gak mau jawab, Aqila mau ketemu sama ayah dan bunda dulu, Qila kangen sama mereka” ucap Aqila dan menggeret kopernya tapi tangannya di cekal oleh Ilham.


“Apa ka? Kenapa?” tanya Aqila menatap Ilham yang menatapnya dengan tatapan sendunya.


“Kita pulang” Ilham tidak menjawab melainkan membawa Aqila menjauh dari rumah.


“Pulang kemana? Aqila dah pulang, ini rumah Aqila, ayah dan bunda, ka Ilham mau bawa Aqila kemana? Aqila gak mau” berontak Aqila dan melepaskan genggaman tangan Ilham.


“Aqila mau ketemu sama ayah, bunda” lanjutnya dan kembali melangkah ingin memasuki rumahnya, tapi lagi-lagi tangannya di cekal oleh Ilham.


“Qila” panggil Ilham menatap Aqila yang juga menatapnya dengan tatapan tajam.


“Apa? Kenapa ka Ilham melarang Aqila buat ketemu ayah sama bunda? Aqila kangen sama mereka, Aqila pengen ketemu mereka” ucap Aqila marah.


“Qila... huhhh gue gak sanggup buat kasih tau kebenarannya sama lo” saut Ilham menundukan kepalanya dan menghela nafas berat.


“Kasih tau kebenaran apa?” tanya Aqila menatap Ilham yang masih menunduk.


“Qi, sebenarnya...” Ilham manggantung ucapannya.


To Be Continued...


Akhirnya Aqila pulang ya guys ya, tapi kenapa sama Ilham ya? Sikapnya aneh, tapi sebenarnya apa sih guys yang mau di bilang sama Ilham? Penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritanya...


Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye...

__ADS_1


__ADS_2