Takdir Untuk Aqila

Takdir Untuk Aqila
Terbongkar


__ADS_3

“Lepasin gue” berontak wanita itu ketika tangannya di cekal oleh beberapa polisi yang datang dari arah belakangnya.


“Kak Sri gue bener-bener gak nyangka banget, lo bener-bener jahat” saut Yuri kepada wanita yang di tangkap polisi yang ternyata adalah Sri.


Dan sedari tadi Salsa berbicara dengan Sri ternyata semuanya mendengarkan, dari orang tuanya Salsa, Aqila dan sahabatnya hingga polisi pun ikut.


“Aqila gue mohon bertahan, jangan tutup mata lo” ucap Iqbal lirih dan meletakan kepala Aqila di pahanya.


“SALSA LO BENER-BENER PENGKHIANAT, DASAR SIALAN LO” teriak Sri marah.


“Dari pada lo penampilan tak sesuai dengan sifatnya sangat menjijikan” ucap sinis Yuri.


“Iqbal cepat bawa Aqila ke rumah sakit” saut Fauzan dan Iqbal pun mengangkat Aqila untuk di bawa ke rumah sakit terdekat.


Tenyata Aqila menghalangi tubuh Salsa yang akan di tembak oleh Sri tadi, dan jadilah Aqila yang tertembak.


Iqbal membawa Aqila dan di ikuti Loli dan juga Fira, Salsa terduduk lemas ketika melihat dengan kepalanya sendiri Aqila tertembak di hadapannya.


“Sri, om benar-benar kecewa sama kamu” ucap om Hartono.


Sri terdiam dan menunduk, “Kami tidak menyangka nak” saut istrinya om Hartono.


“Kamu salah, jalan pikirmu salah, kamu salah paham” ucap om Hartono.


“Orang tuamu meninggal bukan karena orang tuanya Aqila melainkan memang murni kecelakan, rem mobil mereka blong” lanjutnya menjelaskan, dan Sri menatap om Hartono.


10 Tahun yang lalu ternyata kecelakan orang tuanya Sri, karena waktu itu mobil orang tuanya Sri dekat sekali dengan mobil orang tua Aqila, dan Sri yang tidak melihat kejadian dari awal mengira kalau orang tua Aqila yang menabrak, karena mobil yang di tumpangi oleh orang tuanya Aqila langsung melesat pergi.


“Dan kasih sayang kami sama kamu sama seperti Salsa dan Hasan, kamu sudah kita anggap anak” om Hartono menatap Sri kecewa.


Sri mulai menangis dan terisak pelan, “Om maafin Sri om, Sri khilaf maaf om” ucapnya menagis dan jatuh bersimpuh di kaki om Hartono.


“Lihat gara-gara kegilaan lo Aqila ke tembak goblok” marah Yuri menatap tajam Sri.

__ADS_1


“Gue tembak juga lo baru tau rasa” lanjutnya dan ketika ingin menghampiri Sri Yuri di tahan oleh Faisal.


“Sayang jagan kita serahkan sama polisi saja” ucapnya memeluk Yuri dari belakang.


“Awas lo, gue bunuh juga lo kalau sampai terjadi sesuatu sama Aqila” ucap Yuri sebelum di tarik oleh Faisal pergi.


“Hasan bawa istri dan adikmu pergi” ucap om Hartono kepada anak pertamanya.


“Baik Pih” sautnya dan membawa Syifa sebagai istrinya untuk pergi, lalu mengajak Salsa tapi Salsa terlalu lemas untuk berdiri.


“Dek ayo, kita lihat teman mu itu” ucapnya tapi Salsa hanya diam saja.


Fauzan yang melihatnya menghampirinya, “Maaf mas, Salsa biar sama saya saja, masnya mending bawa istrinya saja” ucap Fauzan.


“Titip adik saya” saut Hasan kepada Fauzan, dan Fauzan mengangguk.


“Sayang ayo kita pulang” ucap Hasan kepada istrinya, dan mereka berdua pergi.


“Nak Fauzan, tolong bawa Salsa juga” saut om Hartono kepada Fauzan dan Fauzan mengangguk.


“Pak polisi bawa dia” ucap om Hartono.


“Om maafin Sri om, Sri gak mau di penjara om, Sri mohon” isak Sri yang sudah di tarik oleh beberapa polisi.


Dan isrtinya om Hartono sudah pecah tangisnya, bagaimanapun Sri adalah anak kakaknya dan kakaknya sudah menitip kan Sri kepadanya.


“Sudah, jangan sedih sekarang kita ke kantor polisi juga” ucap om Hartono memeluk istrinya dan pergi.


...***...


Sedangkan di rumah sakit, Aqila masih di dalam ruangan operasi, karena peluru yang mengenai perutnya harus segera di ambil.


Iqbal meraup wajahnya kasar sudah ada satu jam lebih Aqila di dalam ruangan operasi, “Ya Allah selamatkanlah Qila” gumam Iqbal berdo'a.

__ADS_1


“Aqila pasti akan baik-baik saja, kamu tenang saja” saut Ilham merangkul Iqbal.


Iqba menoleh dan menganggukan kepalanya pelan, Fira, Loli dan yang lainnya juga sama menunggu Aqila. Fira, Loli, dan Yuri sudah menangis dan Juna, Ilham, dan juga Faisal menenagkan mereka, sedangkan Fauzan bersama Salsa karena tadi Salsa sempat pingsan.


Tak lama kemudian orang tua Iqbal datang dengan terburu-buru, “Iqbal bagaimana dengan Qila?” tanya Umi Fatimah cemas.


“Qila masih di dalam Mi” jawab Iqbal lemas.


“Abi bagaimana? Apakan Aqila akan baik-baik saja?” tanya Umi kepada suaminya


“Aqila pasti baik-baik saja Mi, Umi tenang saja” jawab Abi Syam menenagkan istrinya.


CKLEK


Suara pintu ruang operasi terbuka dan keluarlah doketer perempuan, semuanya yang melihatnya menghampiri doketer.


“Dokter bagaimana dengan Aqila?” tanya Umi Fatimah khawatir.


Dokter yang bername tag Jihan menghela nafas pelan, “Kalian dengan keluarganya?” tanyanya.


“Iya, dia anak saya” jawab Abi Syam cepat.


“Baiklah, bapak sama ibu bisa ikut saya?” tanya dokter Jihan.


Dan di angguki oleh Abi Syam dan Umi Fatimah, dokter Jihan pergi mendahului di ikuti Abi dan Umi di belakang.


...To Be Continued...


...***...


...Guys gak nyangka ya ternyata dalangnya adalah Sri, kalian udah nebak sebelumnya atau belum? Kira-kira bagaimana dengan Aqila, apakah Aqila selamat atau tidak? Penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritanya.......


...Maaf ya guys baru busa up karena kemari-kemarin sedikit sibuk jadi gak sempat untuk nulis, dan kayaknya beberapa bab lagi akan tamat tunggu kelanjutannya ya.......

__ADS_1


...Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye......


__ADS_2