
“Aqilaa, kita comback” teriak seseorang berlari menghampiri Aqila yang baru saja keluar dari mobilnya.
Aqila menoleh ke belakang dan tersenyum tipis ketika melihat siapa orang tersebut.
Bruk
“Ehh pelan-pelan nanti jatuh” peringat Aqila ketika wanita tersebut langsung memeluk Aqila erat.
“Gue kangen banget sama lo, Qila” ucapnya dan melepaskan pelukannya.
“Lo gak ada kabar sih, kan gue jadi kesel sendiri, ada kabar juga lo tiba-tiba buat SW yang membuat gue wow sangat terkejut” omelnya cemberut.
Aqila yang mendengarnya tersenyum tipis, “Maaf” hanga itu yang keluar dari mulut Aqila.
“Tapi lo sehatkan?” tanyanya.
“Alhamdulillah, lo sendiri gimana?” tanya balik Aqila.
“Alhamdulillah lah, sehat dan kuat” jawabnya tersenyum senang.
“Sehat apa, lo baru aja sembuh dari sakit” saut seorang pria menghampiri mereka.
“Ihh apaan sih lo Jun, orang gue baik-baik aja” kesal Fira cemberut menatap Juna.
Juna menggelengkan kepalanya pelan, “Lo habis sakit? Sakit apa?” tanya Aqila.
“Gak kok, gak sakit apa-apa, itu mah si Juna aja yang ngada-ngada” jawab Fira membantah.
“Bohong dia Qi, dia habis sakit tipes baru kemarin sembuh dan sekarang ngotot pengen ketemu lo, katanya kangen” saut Juna dan langsung mendapatkan tatapan maut dari Fira.
“Lo kenapa bisa sakit Fira?” tanya Aqila lagi.
“Ya biasa, makannya yang pedas, minumnya es, gak pernah makan nasi dan telat makan, begadang terus nonton drakor, susah di omonginnya” yang menjawab bukan Fira melainkan Juna.
“Apaan sih Jun, gak ya, gue tuh anaknya nurut” bantah Fira.
Aqila menggelengkan kepalanya pelan, “Fira, lo masih aja ya kayak dulu” ucap Aqila.
“Hmm” Fira cemberut di buatnya.
“Ohh iya Qi, siapa cowok yang ada di postingan WA lo?” tanya Juna.
Aqila terdiam, haruskah dia memberi tahu kedua temannya, “Qi, kenapa lo diam?” tanya Fira.
“Ahh mending kita ngobrolnya sambil duduk” ucap Aqila dan pergi mendahului Fira dan Juna yang menatapnya.
Lalu mereka berdua mengikuti Aqila yang sudah duduk di bangku Cafe. Ya kali ini mereka sedang berada di Cafe, dan lebih tepatnya Cafe yang berada di Taman Kota atau bisa di sebut Cafe Frist Love.
Entah Aqila jadi sering ke Cafe tersebut bukan karena alasan tapi ketika dia berada di Cafe ini rasanya nyaman dan hatinya juga merasakan hal yang aneh, entah Aqila pun tidak tau.
“Jadi siapa?” tanya Fira yang sangat penasaran.
“Siapa apanya?” tanya Aqila.
“Itu lho, cowok itu” jawab Fura gereget.
“Ohh dia i-” ucapan Aqila terporong oleh seseorang yang datang menghampirinya.
“Permisi, apakah ada yang namanya Queenza Aqila?” tanya orang tersebut.
__ADS_1
“Saya ada apa ya?” tanya Aqila dan menunjuk dirinya sendiri.
“Ini mba, untuk mba” jawabnya dan memberikan sebuah paper bag kecil.
“Apa ini?” tanya Aqila menerimanya.
“Saya kurang tau” jawabnya dan langsung pergi sebelum di tanya lebih lanjut lagi.
“Ehh tunggu” panggil Aqila tapi orang tersebut tak menghiraukannya.
“Dari siapa Qi?” tanya Fira.
“Entah” jawab Aqila menganggkat bahunya.
“Gue mau lihat dong” ucap Fira dan ketika hendak membuka paper bagnya tangan Fira di tepuk pelan oleh Juna.
“Gak boleh, itu bukan punyamu, pemiliknya aja belum lihat masa lo udah mau lihat duluan” ucap Juna mengingatkan Fira.
Fira cemberut, “Iya, maaf” ucap Fira.
“Lanjut Qi, siapa cowok itu, penasaran gue?” tanya Juna.
“Dia i-” lagi-lagi ucapan Aqila terpotong oleh seseorang.
“Aqilaa” panggil seseorang.
Aqila, Fira, dan Juna menoleh ke arah sumber suara dan mendapati 2 wanita 3 pria yang menghampiri mereka, siapa lagi kalau bukan Iqbal dan antek-anteknya.
“Sorry kita lama, biasa nih ciwi-ciwi dandanya lama jadi akhirnya mah kayak badut” ucap Ilham dan langsung duduk di samping Aqila.
“Enak aja lo, emang lo kayak kakek cangkul hah” saut Yuri kesal dan menjitak kepala Ilham.
“Biarin wle” ejek Yuri menjulurkan lidahnya.
“Ehh kalian ini bertengkar terus apa gak malu di lihatin sama dua orang asing” saut Loli dan menatap Fira dan juga Juna.
Yuri dan Ilham langsung menatap Fira dan juga Juna, “Ehh baru sadar gue, kagak kelihat” ucap Ilham.
Juna dan Fira menatap datar Ilham, masa sebesar gajah gak kelihat, aneh.
“Sape lo pada? Gue kayak pernah lihat dah ya kan Li?” tanya Yuri.
“Ho'oh” jawab Loli mengangguk.
“Gue Fira ini Juna, kita temannya Aqila waktu di Kairo dan kita juga dulu satu sekolah, bedanya kita gedung IPS dan kalian gedung IPA” jawab Fira memperkenalkan dirinya dan di angguki Juna.
“Ohhh pantas saja, seperi tak asing dengan wajahnya, salam kenal gue Yuri” ucap Yuri.
“Udah tau” balas Juna dan Fira bareng.
“Hah? Lo tau gue dari mana? Kan kita gak pernah kenal” tanya Yuri.
“Emang tau harus kenalan? Gak kan, gue tau aja lo Yuri anak gedung IPA yang biasa di panggil cewek tomboy” jawab Fira.
“Wow, saking cantiknya gue jadi di kenal se antera sekolah dong” bangga Yuri.
“Bukan di kenal cantiknya, tapi tomboynya” saut Juna yang membuat semuanya tertwa kecuali Aqila dan Iqbal.
“Shit, enak aja huh” kesal Yuri dan bersedekap dada.
__ADS_1
“Lo lagi kenapa ikut ketawa hah?” tanya Yuri kepada Faisal.
“Gak papa” jawab Faisal menggelengkan kepalanya.
“Hei sudah berhenti, lihat wajah Yuri memerah” saut Aqila dan yang lain berhenti tertawa.
“Iya-iya sorry” ucap Juna.
“Ehh lo kan... ” lanjut Juna sembari menunjuk wajah Iqbal.
“Ehh iya lo kan yang di SW Qila waktu itu, lo siapa nya Aqila?” tanya Fira.
“Ini Iqbal cal-” ucapan Ilham terpotong cepat oleh Aqila.
“Tetangga sebelah rumah” ucap Aqila cepat, Fira dan Juna mengangguk pelan.
Iqbal menatap Aqila dengan tatapan yang sulit di artikan, dan Aqila pun menatap balik setelah itu langsung memalingkan wajahnya.
“Ekhemm... BTW, kalau kalian teman Aqila di Kairo berarti kalian juga kenal dong sama yang namaya Titant Fauzan?” tanya Ilham mengalihkan perhatian.
“Titant Fauzan? Maksudnya Fauzan?” tanya balik Juna.
“Iya terus siapa lagi kalau bukan si jangkung” jawab Ilham mengangguk.
“Iyalah kenal, kita berempat kan seperjuangan, selalu bersama dari awal hingga lulus” jawab Juna.
“Kok kalian gak nyebelin kayak si titant sih?” tanya Ilham random.
“Emang harus nyebelin ya?” tanya Fira.
“Ya gak juga, justru lebih baik gak nyebelin” jawab Ilham.
“Ehh Qi, apaan tuh?” tanya Yuri yang baru menyadari ada paper bag di atas meja.
“Ohh ini, gak tau” jawab Aqila mengangkat bahunya acuh.
“Dari siapa Qi?” tanya Loli.
“Gak tau” jawab Aqila.
“Lah terus ini punya siapa?” tanya Yuri.
“Aqila” jawab cepar Fira.
“Tadi ada seseorang yang tiba-tiba ngasih tapi gak tau dari siapa” lanjutnya.
“Ohh, belum lo buka Qi?” tanya lagi Yuri.
“Belum” jawab Aqila.
“Gue buka boleh?” tanyanya lagi, dan Aqila mengangguk.
Dan ketika Yuri hendak membukanya terhenti ketika ada yang berteriak, “MY HANY BUNY SWEETY, KAMU KEMANA AJA SIH? AKU KANGEN BANGET SAMA KAMU TAU”
...To Be Continued......
...***...
...Guyss ada lagi yang kasih Aqila hadiah, kira-kira dari siapa dan siapa pengirimnya ya? Dan siapa yang berteriak tadi? Penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritanya.......
__ADS_1
...Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye......