Takdir Untuk Aqila

Takdir Untuk Aqila
Pembohong


__ADS_3

“Permisi nona, kita sudah sampai” ucap salah satu pramugari membangunkan Aqila.


Aqila perlahan membuka matanya dan yang pertama kali dia lihat adalah wanita cantik yang tersenyum kepadanya.


“Ehh ini sudah sampai ya?” tanya Aqila.


“Iya nona” jawabnya ramah.


“Hehe maaf ketiduran” ucap Aqila dan langsung berdiri.


Sedangkan pramugari itu hanya tersenyum saja, “Mari mba saya duluan” ucap Aqila dan langsung pergi untuk membawa barang-barangnya.


“Alhamdulillah sampe juga” gumam Aqila ketika sudah turun dari pesawat.


Aqila menggeret kopernya untuk mencari Taxi, setelah mendapatkannya Aqila langsung saja pergi ke alamat yang sudah di kirim oleh pihak sekolah.


“Mba dari Indonesia ya?” tanya supir Taxi itu yang membuat Aqila kaget pasalnya dia berbicara dengan bahasa Indonesia.


“Ehh i-iya pak, bapak juga dari indonesia?” tanya Aqila balik.


“Hehe iya sama saya juga” jawabnya ramah.


“Mbanya di sini mau kuliah atau mau kerja?” tanyanya lagi.


“Mau kuliah pak” jawab Aqila.


“Kalau bapak si disini kerja mba, awalnya bapak hanya kerja sementara aja tapi lama-lama jadi menetap di sini dan bapak juga membawa keluarga bapak untuk pindah ke sini, soalnya orang-orang di sini tuh baik-baik, ramah lagi, ya walaupun gak semuanya ya mba” ucapnya menatap Aqila lewat kaca spion.


“Hehe iya pak” saut Aqila canggung.


“Nah mba udah sampai” ucapnya ketika mobil sudah berhenti di depan gedung yang menjulang tinggi.


“Ohh iya pak, ini pak uangnya” Aqila memberikan uang kepada si bapak.


“Iya mba, terimakasih ya, hati-hati ya mba” ucapnya tersenyum.


Setelah Aqila turun, mobil pun segera pergi, sedangkan Aqila hanya diam saja karena memikirkan ucapan si bapak tadi.


“Maksudnya apa ya?” gumamnya bingung.


“Ahh Aqila positif thinking aja” gumamnya lagi menggelangkan kepalanya.


“Aqila” panggil seseoarang dari arah belakang.


Aqila menoleh dan dia melihat satu orang pria dan satu orang wanita, yang mendekatinya, “Kamu Aqila kan?” tanyanya tersenyum.


“Iya” jawab Aqila.


“Siapa ya?” tanya Aqila bingung.


“Masa kamu gak kenal si sama kita, kita kan dari sekolah yang sama” jawabnya tersenyum.


Aqila mengerutkan keningnya, “Ohh kamu Fira sama Juna anak IPS 1?” tanya Aqila.


“Iya” jawabnya.


“Maaf ya sempat gak kenal” ucap Aqila tersenyum canggung.


“Iya gak papa, oh ya udah kita langsung masuk aja BTW kita sekamar lho” ucap Fira langsung mengandeng tangan Aqila.


“Ohh iya” saut Aqila tersenyum.

__ADS_1


“Ko main tinggal-tinggal sih” saut Juna langsung menyusul mereka.


“mangkanya jangan lelet kayak siput song” ucap Fira menoleh sedikit kebelakang.


***


Sesampainya di depan kamar nomer 05 mereka berhenti, “Nah ini kamar kita” ucap Fira membuka kunci kamarnya.


“Ohh iya” ucap Aqila dan melirik sekilas ke arah Juna.


“Tenang aja ko gue gak sekamar sama kalian gue di kamar nomer 08 jadi jangan takut gitu” ucap Juna yang tau maksud tatapan Aqila.


Aqila hanya tersenyum canggung dan mengangguk, “Ya udah ayo kita istirahat aku juga baru sampai jadi cape banget” ucap Fira dan langsung masuk.


“Mari, assalamulaikum” ucap Aqila kepada Juna.


“Iya, waalaikummussalam” jawabnya tersenyum.


Dan Aqila langsung saja masuk ke kamarnya, setelah kedua gadis itu masuk ke kamarnya Jun segera pergi ke kamarnya, “Hei Jun, dari mana?” tanya teman sekamarnya ketika melihat Juna masuk ke kamar.


“Habis nyambut teman baru” ucap Juna dan langsung duduk.


“Ohh udah datang?” tanyanya.


“Iya” jawabnya.


“Siapa namanya Jun?” tanyanya lagi.


Juna menatap temannya, “Kenapa kamu nanyain?” tanya balik Juna.


“Ya gak papa tanya aja” jawabnya.


“Namanya Aqila” ucap Juna.


Di sisi lain lebih tepatnya di kamar nomer 05 Aqila sedang membereskan barang-barangnya, dan Fira sedang tidur-tiduran sembari memainkan ponselnya.


TING


Tiba-tba ada pesan masuk ke ponsel Aqila dan Aqila segera mangambilnya dan melihatnya, tapi dia terdiam ketika sudah membuka isi pesannya.


...• Via Chat •...


______________________________________________ +62 8xxxxxxxx ______________________________________________


-/Send video-. 10.45//


-Sekarang Iqbal bukan milik lo lagi,


sabar ya manis-. 10.45 //


______________________________________________


Kira-kira seperti itu pesan yang di kirim oleh nomer yang tidak di kenal, Aqila yang penasaran segera membuka video yang di kirimnya, seketika Aqila terdiam melihatnya.


Deg... Tess


Jantung Aqila berpacu lebih cepat dan dia pun meneteskan air matanya ketika sudah melihat isi dari video tersebut.


‘Abang bahagia selalu’ batin Aqila sendu dan langsung mematika ponselnya.


Fira yang melihatnya segera mendekati Aqila, “Qila kamu kenapa?” tanya Fira duduk di seblah Aqila.

__ADS_1


Aqila langsung mengusap air matanya, dan berusaha tersenyum, “Gak, gak papa ko” jawab Aqila tersenyum.


“Qila aku wanita, dan kita sama-sama wanita, aku tau kamu lagi sedih kan. Dari kata Gak papa itu ada sebuah ucapan yang kamu sembunyikan, kamu bisa cerita sama aku” ucap Fira menggenggam tanga Aqila.


Aqila tersenyum, “Makasih ya Fir, tapi aku belum bisa cerita sama kamu” ucap Aqila mengusap pundak Fira lalu kembali melanjutkan aktivitasnya.


“Iya gak papa, tapi kalau kamu mau cerita, cerita aja aku siap ko dengerin cerita kamu” ucap Fira tersenyum dan di balas anggukan oleh Aqila.


5 menit kemudian...


“Qila, aku mau turun ke bawah mau beli makan siang, kamu mau nitip gak?” tanya Fira sembari menggunakan kerudungnya.


“Hmm boleh, samain aja kaya kamu, nih uangnya” saut Aqila dan memberika uang kepada Fira.


“Oke tunggu ya” Fira langsung segera pergi dan meninggalkan Aqila sendriri, ya karena sekamar hanya dua orang.


Setelah Fira pergi Aqila duduk terdiam dan memikirkan tentang video tadi, “Saya Muhammad Iqbal Firdaus ingin meminta izin kepada bapak kyai untuk memperbolehkan saya mengkhitbah anak bapak yang bernama Asyifa Putri Aulia untuk di jadikan pendamping hidup saya, jika bapak meridhoinya” kata-kata dari video itu terus saja berputar di dalam ingatannya.


Lagi-lagi Aqila meneteskan air matanya, apa lagi ketika dia melihat Iqbal yang begitu serius dan penuh keyakinan dan wajah umi Fatimah yang tersenyum bahagia.


“Seharusnya Qila yang di posisi ka Syifa, bukan dia” gumam Aqila.


“Abang pembohong, abang gak bisa nepati janji abang”


“Abang bilang setelah abang pulang dari Tarim abang akan mengkhitbah Aqila, tapi nyatanya abang mengkhitbah ka Syifa”


Aqila terus saja bergumam dan sekali-kali dia menghapus air matanya yang terjatuh.


...• Flashback On •...


“Abangg” panggil gadis kecil.


“Iyaa” jawab anak laki-laki yang lebih tua darinya.


“Abang mau tinggalin Aqila ya?” tanya Aqila kecil menatap Iqbal.


“Iya, tapi Qila tenang aja abang akan pulang lagi dan setelah itu gak bakal ninggalin Qila lagi dan akan sama Qila terus selamanya” ucapnya tersenyum hangat.


“Bener bang?” tanya Aqila kecil.


“Iya, abang janji dan abang juga janji akan mengkhitbah Qila dan menjadikan Qila istri abang, nanti kita akan bahagia dengan keluarga kecil kita” lanjutnya tersenyum dan mengusap kepala Aqila yang waktu itu masih belum menggunkan kerudung.


“Abang janji ya, gak boleh bohong” ucap Aqila dan memperlihatkan jari kelingkingnya yang kecil.


“Iya abang janji” sautnya dan menautkan jari kelingkanya, lalu mereka tertawa bersama.


...• Flashback Off •...


“Hehe abang bohong”


“Dan abang lupa dengan janji abang sendiri”


Aqila terus saja bergumam pelan dengan menatap layar ponselnya yang menampilakan wajah bahagia tiga orang anak kecil yang sedang naik sepeda, begitu terlihat jelas kebahagian yang terpancar dari wajah mereka, Aqila tersenyum tipis tapi matanya terus saja meneteskan air mata.


“Bahagia selalu bang”


**To Be Continue....


***


Ternyata Iqbal sudah mengkhitbah Syifa luplup, wow pasti hancur tuh hati Aqila, ahh siapa nih yang mau sama Aqila, yang mau boleh mendaftar hehe...

__ADS_1


Ohh ya sekedar info, kalau selama Aqila di Kairo menggunakan Bahasa Arab ya, tapi karena authornya gak bisa Bahasa Arab jadi pake Bahasa Indonesia aja, ya anggaplah itu menggunakan Bahasa Arab oke, karena author taunya Bahasa cinta antara kita yang tidak pernah bersatu🗿.....


Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye**...


__ADS_2