
“Mau jelasin apa lagi hah? Semuanya udah jelas, lagian gue juga gak cemburu” ucap seorang wanita menatap pria di hadapannya.
“Tapi saya tidak bilang kamu cemburu atau tidak” ucap pria tersebut yang membuat si wanita terdiam.
“Udahlah, gue cape mau balik, minggir” ucapnya dan mendorong pria tersebut.
Tapi sayangnya tangan si wanita terlebih dahulu di cekal oleh pria, “Saya tau kamu pulang pasti bakal nangis, kamu jangan nangis, saya paling gak suka melihat orang yang saya sayang menangis apalagi karena saya” ucapnya yang menbuat si wanita kembali terdiam.
“Saya minta maaf, itu semua salah paham, itu tidak seperti yang kamu lihat dan kamu dengar, semua itu bo-” ucapannya terhenti ketika ada seorang wanita lain yang langsung memeluk si pria.
“Sayang, kamu kenapa sih kejar ini cewek, lihat aku, aku lagi hamil anak kamu, kamu udah gak perduli lagi sama aku dan calon anak kita?” tanya wanita hamil tersebut.
“Lepasin tangan kamu dari tubuh saya sebelum saya bersikap kasar” tegas si pria.
“Kamu apa-apaan sih sayang, kamu memang udah gak sayang lagi sama aku” ucap wanita hamil mulai menangis.
“SAYA BILANG LEPAS” bentak si pria dan melepaskan kasar pelukan si wanita hamil hingga hampir jatuh tapi untungnya di tahan oleh si wanita muda.
“FAISAL, Lo apa-apaan sih, lo gak lihat hah dia itu lagi hamil... Anak lo” ucap si wanita muda dan menjeda kata akhirnya.
“YURI, lo yang apa-apaan, jelas-jelas yang ada di kandungannya bukan anak saya” ucap Faisal menatap Yuri yang wajahnya sudah memerah.
“Kalau dia bukan hamil anak kamu, lantas kenapa dia ada foto kamu dengan dia di kamar hah? APA ITU SEMUA GAK JELAS?” teriak Yuri di akhir kalimat dan di barengi dengan air mata yang jatuh.
“Lo memang gak bertanggung jawab Faisal, setelah apa yang lo lakuin tapi lo gak nganggap kehadiaran darah daging lo” lanjut Yuri dan menghapus air matanya kasar.
“Nyesel gue nikah sama lo walaupun terpaksa, gue minta kita cerai dan lo boleh hidup bahagia dengan anak dan istri lo” lanjut Yuri dan langsung pergi berlari meninggalkan Faisal dan wanita hamil.
“YURI” teriak Loli yang sedari tadi melihat pertengkaran antara suami istri tersebut.
Loli pergi mengejar Yuri dan di ikuti Aqila di belakangnya, Iqbal dan Ilham masih diam di tempat menatap Faisal.
“Sayang ka-” ucapan wanita hamil terhenti lantara mendapatkan bentakan dari Faisal.
“DIAM KAMU, INI SEMUA GARA-GARA KAMU” bentak Faisal menatap tajam si wanita hamil yang suah ketakutan.
“Faisal cukup” saut Iqbal menghampiri Faisal dan Ilham di belakangnya.
__ADS_1
“Iqbal ana gak bisa diam ketika ana di fitnah” ucap Faisal meraup wajahnya frustasi.
Iqbal dan Ilham tidak menjawab, “Lo ngapain masih di sini?” tanya Ilham kepada wanita hamil.
“E-ehh...” wanita hamil tersebut terlihat gugup dan langsung berlari meninggalkan ketiga pria.
“Lihat dia berbohong, kalau pun yang dia ucapkan benar gak mungkin dia pergi begitu saja” ucap Ilham menatap kepergian si wanita hamil.
“Dia memang bohong, gak mungkin ana melakukan hal yang di luar nalar, kalau ana ingin melakukannya ana tinggal bilang sama Yuri, istri ana” ucap Faisal, Iqbal dan Ilham menatap Faisal.
“Jelasin” ucap Iqbal dan di angguki oleh Ilham.
...*** ...
“Yuri...” panggil Loli pelan dan menghampiri Yuri yang sedang duduk di bangku taman.
Aqila pun mengikuti di belakang Loli, lalu mereka berdua duduk di samping Yuri yang menghapus air matanya kasar.
“Ngapaian kalian kesini?” tanya Yuri dingin.
“Yuri kita ini sahabat kamu, kamu bisa cerita sama kita, jangan pendam sendiri” ucap Loli.
Tanpa aba-aba Aqila langsung memeluk Yuri, “Nangis saja keluarkan kesedihan kamu, ada kita sebagai sandaran ketika kamu lelah, ada Allah sebagai tempat mengadu, tumpahkan semua jangan di pendam sendiri, aku tau rasanya seperti apa” ucap Aqila pelan, dan Loli pun memeluk Yuri.
Yuri menangis di dalam pelukan kedua sahabatnya, menangis sejadi-jadinya, Yuri yang di kenal tomboi dan tak pernah menangis kini di depan umum dia menangis.
Aqila dan Loli merasakan kesedihan yang di rasakan Yuri, “Kenapa? Kenapa sesakit ini?” tanya Yuri.
“Kenapa ketika gue udah mulai jatuh cinta padanya kita di haruskan berpisah? Kenapa?” Yuri terus saja meracu mengeluarkan semua isi hatinya.
“Ikhlaskan, jika dia yang terbaik untukmu dia akan kembali padamu, tapi jika dia bukan yang terbaik untukmu dia tak akan pernah kembali padamu, semuanya sudah di atur” ucap Aqila.
“Yuri, biarkan cinta itu pergi dengan sendirinya, melepaskan untuk kebaikan tak ada salahnya, jika kita terus bertahan sakit” saut Loli mengeratkan pelukannya.
“Tapi... Hiks, Tuhan gak adil” isak Yuri.
Aqila melepaskan pelukannya dan menggelengkan kepalanya, “Tuhan bukan tidak adil, tapi Tuhan sayang kita, ini semua sudah takdir, biarkan takdir ini berjalan dengan semestinya” ucap Aqila menghapus air mata Yuri.
__ADS_1
Yuri berhenti terisak dan Loli sudah melepas pelukannya, “Sudah jangan terlalu berlarut dalam kesedihan, smile” ucap Aqila tersenyum.
Yuri tersenyum walaupun masih sedikit terisak, ”Nah gitu dong ini baru Yuri yang kita kenal” saut Loli tersenyum.
“Makasih ya, kalian memang selalu ada di saat susah maupun senang” ucap Yuri dan kembali memeluk kedua sahabatnya.
“Kita sahabat, pasti akan selalu menjaga satu sama lain” ucap Loli dan Aqila hanya tersenyum saja.
“Tapi jangan lupa ya jelasin antara kamu dan kak Faisal” celetuk Loli terkekeh, dan mereka tertawa bersama.
...***...
“Apakah rencanya berhasil?” tanya seorang wanita kepada teman wanita di hadapannya.
“Berhasil sesuai rencana, dia percaya” jawab temannya tersenyum.
“Bagus, gak sia-sia gue bayar lo mahal, tapi belum cukup sampai di sini, buat dia lebih menderita dan seret semua sahabatnya ke dalam permainan yang kita buat, kalau bisa buat mereka berpecah belah” titahnya kepada temannya.
“Boleh aja, kalau bayarannya jauh lebih mahal” ucapnya.
“Gue tambah dua kali lipat kalau lo berhasil” ucap si wanita.
”Beres” sautnya tersenyum dan setelah itu pamit pergi.
“Gue gak akan biarin kalian bahagia, terutama lo, Queenza Aqila”
“Dan gue bakal mendapatkan apa yang gue mau, gak akan ada yang bisa menghalangi gue”
“Kan ku musnahkan parasit yang berani menghalangi jalan gue untuk mendapatkan apa yang gue mau”
“Setelah ini siapa lagi? Apakah kau gadis lugu?”
Wanita tersebut terus saja bergumam sendiri setelah kepergian temannya, dan tak lupa dengan senyuman devilnya.
...To be Continued......
...***...
__ADS_1
...OMG... Ternyata Faisal dan Yuri sudah menikah, kapan mereka menikahnya ya guys? Dan siapa wanita hamil tersebut? Dan ada kejutan apa lagi di kehidupan mereka? Penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritanya......
...Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye......