Takdir Untuk Aqila

Takdir Untuk Aqila
Apa yang di sembunyikan?


__ADS_3

“Yuri kenapa sih, kok gak boleh biasanya juga boleh?” tanya Loli cemberut.


Kini ketiga gadis sedang berkumpul bareng di rumah Aqila, karena Yuri dan Loli yang datang ke rumah Aqila.


“Ya gak papa aja, lagian lebih asik di rumah Qila daripada di rumah gue” bantah Yuri.


“Tapi gak biasanya Yuri kayak gini, ini aneh banget, udah berapa kali Yuri melarang Loli ke rumah Yuri, sekarang ada Qila juga sama” omel Loli kesal.


“Y-ya gak papa, udah deh lo banyak nanya” kesal Yuri.


Aqila terus memperhatikan raut wajah Yuri yang tidak seperti biasanya, ‘Aneh, apa ada yang di sembunyikan’ batin Aqila.


“Yuri” panggil Aqila pelan.


Yuri menoleh ke Aqila dan tersenyum, karena baru kali ini lagi dia di panggil Aqila semenjak kejadian waktu itu.


“Iya, ada apa Qi?” tanya Yuri lembut.


“Mmm, apa ada yang l-lo sembunyiin dari kita?” tanya Aqila gugup ketika menyebut kata lo karena biasanya tidak, aneh.


Yuri terdiam, Aqila dan Loli terus menatap Yuri, “Yuri, apa benar ada yang Yuri sembunyiin?” tanya Loli.


“Soalnya akhir-akhir ini Loli perhatiin, Yuri sedikit berbeda” lanjut Loli.


Yuri tetap saja diam, tidak merespon apapun, “Kalau Yuri mau cerita, cerita aja” ucap Loli menggenggam tangan Yuri.


Yuri menepis pelan genggaman tangan Loli, “Gak papa, gak ada yang di sembunyiin, lagian berbeda apaan sih perasaan sama aja deh” ucap Yuri di iringi dengan kekehan pelan.


“I'ts okey, mungkin Yuri belum mau cerita” ucap Loli tersenyum.


Aqila melihat Loli yang lebih dewasa ketimbang dengan yang dulu, ‘Memang semuanya sudah berubah’ batin Aqila.


Yuri menghela nafas kasar, “Ahh sudahlah, gue bosen nih ngapain kek” ucap Yuri mengalihkan pembicaraan.


“Kita nonton drakor yukk” ajak Loli tersenyum.


“Let's go” saut Yuri berdiri dari duduknya.


“Qila ayok, kita di atas aja nontonnya ya” ajak Loli.


Aqila mengangguk, dan ketika hendak berdiri Aqila kembali duduk ketika mendapatkan suara notifikasi di ponselnya.


Ting


Setelah melihat dan membacanya Aqila terdiam, menatap layar ponselnya kosong.


“Aqila” panggil Yuri, tapi tidak di saut oleh Aqila.


“Aqilaa, Queenza Aqila” teriak Loli mengguncang-guncangkan tubuh Aqila.


“Ehh iya” saut Aqila.


“Lo kenapa?” tanya Yuri dan duduk kembali di samping Aqila.


Aqila menggelengkan kepalanya pelan, Yuri yang merasa tak percaya pun langsung mengambil ponsel Aqila yang masih menyala.

__ADS_1


Yuri membacanya menahan kesal+marah, “Siapa ini berani sekali” marah Yuri.


“Emang kenapa?” tanya Loli dan duduk di samping Yuri.


“Ini, maksudnya apa coba, ngirim foto tak berfaedah kayak gini, ngehabisin memori orang aja” kesal Yuri memperlihatkan layar ponsel Aqila.


“Qi, udah lama nih orang kayak gini?” tanya Yuri, dan Aqila mengangguk pelan.


“Sialan tuh orang, berani nya menyebar fitnah tanpa tau kebenaran” ucap Yuri mengumpat kesal.


“Tau nih orang, aneh banget sih” saut Loli ikut kesal.


“Udah biarin aja, gak usah di hiraukan” ucap Aqila dan kembali mengambil ponsel, tapi Yuri menjauhkannya.


“Gak bisa Qi, ini harus di jelaskan, gue gak mau lo salah paham, lo di bohongin karena lo gak tau kebenarannya” jelas Yuri menatap Aqila.


Aqila terdiam mencerna setiap kata-kata Yuri, ‘Di bohongin? Kebenaran? Maksudnya apa sih? Emang selama gue di Kairo ada masalah apa?’ batin Aqila terus saja bertanya.


“Emang ada apa?” tanya Aqila mengerutkan keningnya.


“Pokoknya nih orang bohongin lo, sebe-” ucapan Yuri terpotong oleh teriakan seseorang.


“ASSALAMUALAIKUM, QILAAA OHH QILAA, BABANG ILHAM YANG TAMPAN TIADA DUANYA DATANG NIH, DENGAN PRAJURIT TAK BERHARGA” teriak Ilham memasuki rumah tak lupa dengan senyumnya yang sangat menyebalkan.


PELETAK


“SAKIT ANJ- Yang” ucap Ilham yang tak jadi mengumpat Faisal yang memukul kepalanya pelan karena di tatap tajam oleh Iqbal.


“Lagian, lo ngatain kita prajurit tak berharga, kita ini sangat berharga, bagi Agama, Nusa, dan Bangsa” ucap Faisal kesal.


“AQILAA, I'M COMING” Ilham kembali berteriak dan menghampiri ketiga gadis yang sudah menatapnya datar.


“Berisik TOLOL” tekan Yuri di akhir kalimat.


“Tau nih satu humah, datang tak di jemput pulang minta di antar” saut Loli kesal.


“Ehh emang gue jailangkung” kesal Ilham.


“Iyalah lo jailangkung bahkan bukan hanya jailangkung tapi juga buto ijo yang menyamar jadi pocong” saut Yuri ketus.


“Enak aja ganteng gini di samain sama setan, bukannya lo ya yang kayak setan, lebih tepatnya mak lampir” ucap Ilham sinis.


“Sialan lo Ilham, awas lo” umpat Yuri dan mengejar Ilham yang kabur.


“Kejar kalau bisa, wlee” ejek Ilham menjulurkan lidahnya.


“ILHAM AWAS LO, GUE JADIIN LO BUBUR JAILANGKUNG” teriak Yuri yang terus mengejar Ilham dengan membawa bantal sofa.


“Gak kena-gak kena, hahaha” tawa Ilham dan melihat kebelakang.


BRAK.


Karena tak memperhatikan jalan, Ilham tersandung karpet dan alhasil tuh mulut mencium lantai yang sangat cantik.


“HAHAHA, EMANG ENAK LO, PUAS, AHAHA” tawa Yuri pecah, dan yang lain juga ikut tertawa melihatnya.

__ADS_1


Ilham duduk di lantai dan menyentuh bibirnya, “Dasar teman laknat, bukannya di tolongin malah di ketawaain” omel Ilham kesal.


“Sini-sini gue bantu” ucap Faisal dan memegang tangan Ilham, tapi...


BRAK


“Faisal, sialan lo, bokong gue sakit blok-go” umpat Ilham sembari menyentuh bokongnya.


Pasalnya Faisal sengaja menjatuhkan kembali Ilham, dan yang lain bukannya menolong malah tambah ketawa.


“Iqball, tolongin dong, masa sepupu jatuh lo gak nolongin, jahat lo” kesal Ilham.


Iqbal terkekeh pelan dan menggelengkan kepalanya, lalu menolong Ilham, kali ini Ilham tidak di jatuhkan lagi.


“Emang enak, karma tuh karena udah ngece gue” saut Yuri.


“Kak Ilham gak papa?” tanya Loli menahan senyum.


“Gak papa apanya, orang dua kali jatuh juga, masih di tanya gak papa” jawab Ilham kesal cemberut.


Semuanya terkekeh pelan dan menggelengkan kepalanya, “Ohh iya Qi, mumpung sekarang udah pada ngumpul mending kita jelasin aja semuanya” ucap Yuri, dan semua mata menatap Yuri.


“Apa lihat-lihat, gue tau gue cantik” ucap Yuri PD.


“Maksudnya jelasin apa?” tanya Ilham mengerutkan keningnya.


“Yang Aqila gak tau” jawab Yuri.


‘Yang gue gak tau, emang ada apa sih?’ batin Aqila terus saja bertanya.


“Maksudnya tentang...” Iham sengaja tak melanjutkan ucapannya, Yuri dan Loli mengangguk cepat.


“Gimana Bal, Sal?” tanya Ilham kepada Iqbal dan Faisal.


“Ya udah, kasih tau aja” jawab Faisal tapi Iqbal hanya diam saja.


“Kasih tau aja, solanya Aqila terus saja di bohongin sama nomer asing dan kak Iqbal juga di fitnah” saut Yuri dan di angguki oleh Loli, dan Yuri memperlihatkan ponsel Aqila yang masih ada di genggamannya.


Ilham mengambil alih ponsel dan melihatnya, seketika rahang Ilham mengeras, Iqbal dan Faisal yang penasaran pun melihatnya, begitupun dengan Iqbal tangannya sudah mengepal.


“Siapa pengirimnya, gak bermoral banget” marah Ilham dan kembali mengembalikan ponsel Aqila kepada pemiliknya.


“Gak tau, jadi sekarang mending jelasin semua, agar Qila gak terus di bohongin dan kak Iqbal juga gak di fitnah lagi” ucap Yuri.


Aqila menatap Iqbal yang juga menatapnya, ‘Sebenarnya ada apa? Abang di Fitnah? Maksudnya apa sih, gue gak ngerti’ batin Aqila bingung.


“Emang ada apa sih?” tanya Aqila menaiki satu alisnya.


“Sebenarnya....”


...To Be Continued......


...***...


...Wow guys sebernarnya apa yang Yuri sembunyikan ya? Dan kebenaran tentang apa yang Aqila gak tau? Dan juga foto apa yang di kirim oleh nomer asing hingga membuat semuanya marah? Penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritanya......

__ADS_1


...Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye......


__ADS_2