Takdir Untuk Aqila

Takdir Untuk Aqila
Sadar diri


__ADS_3

Ting


Satu pesan masuk ke ponsel Aqila,


...• Via Chat •...


_____________________________________________


+62 82******** _____________________________________________


...Today....


-Jangan GR, dia hanya


ngepost di SW dan tidak


di IG, ingat sudah beristri-. 13.43//


_____________________________________


-Halunya jangan ketinggian ya,


nanti jatuh nangis, uppps-. 13.43//


_____________________________________________


Sumpah rasanya Aqila sangat jengkel dengan nomer asing tersebut, sudah dia blok dan hapus tetap saja ada lagi ada lagi, inginnya apa sih si pengirim.


Karena sudah tidak tahan dan kesal Aqila memutuskan untuk membalas pesannya,


^^^_____________________________________________^^^


^^^-Lo sebenarnya siapa?-. 13.44//^^^


^^^____________________________________^^^


^^^-Mau lo apa sih, hah?-. 13.44//^^^


^^^____________________________________^^^


^^^-Apa gak cape kirim chat yang^^^


^^^ gak berguna banget-. 13.44//^^^


^^^ ____________________________________^^^


^^^ -Gak ada kerjaan banget sih-. 13.44//^^^


________________________________________________


Setelah mengirim pesan yang berisi uneg-unegnya Aqila segera mematikan ponselnya dan berniat tidur siang setelah dia tadi sholat dzuhur.


“Menyebalkan sekali” gumam Aqila dan membaringkan tubuhnya.

__ADS_1


“Mending tidur, dari pada mikiran hal yang tidak berguna” lanjutnya.


“Mau bang Iqbal udah punya istri ataupun tidak itu bukan lagi urusanku” entah kenapa setelah bergumam seperti itu ada perasaan aneh.


Mulutnya berkata ya, tapi hatinya seolah berkata tidak, kurang lebih seperti itu, dan itu sangatlah aneh menurutnya.


“Sudahlah lupakan” tak ingin terlalu panjang memikirkannya Aqila pun mulai memejamkan matanya.


Ting


Ting


Ting


Ting


Baru saja beberapa menit Aqila memejamkan matanya dia sudah di ganggu oleh suara notifikasi lagi di ponselnya.


Ahhh, biasakah dia tidur dengan tenang tanpa ada yang mengganggunya, walaupun hanya suara notifikasi.


Aqila kembali membuka matanya dan dia mengambil ponselnya dengan perasaan kesal.


Bisa saja Aqila tak menghiraukannya, tapi sedari tadi suara itu mengganggunya dan tak pernah berhenti, jadi mau tak mau dia haru melihatnya.


Aqila mengerutkan keningnya ketika melihat begitu banyak pesan tak terbaca dari Fauzan bukan hanya dari Fauzan tapi juga dari Juna dan Fira, dan tak lama kemudian Fauzan menelponnya.


“Waalaikummussalam, apa?” jawab Aqila ketika sudah tersambung.


“Siapa dia?” tanya Fauzan to the point.


“Cowok yang di SW itu siapa?” tanya Fauzan dan Aqila dapat mendengar bahwa nadanya, nada kesal.


Aqila menghembuskan nafasnya kasar, “Bukan siapa-siapa, emang kenapa sih?” tanya Aqila lagi.


“Lo tau gak gue tuh kesel banget lihat muka tuh cowok, ingin rasanya gue bejek-bejek deh” omel Fauzan kesal.


“Terus?” tanya Aqila malas.


“Terus? Ya gak ada terusnya, pokoknya gue kesal banget, lagian kenapa si lu upload, hapus sekarang” titah Fauzan.


“Lah siapa lo nyuruh-nyuruh” sinis Aqila.


“Lagian kenapa sih lo kesel banget, itu cuman foto dan gue upload juga karena gue dapat hukuman” jelas Aqila.


“Maksudnya?” tanya Fauzan.


“Ya gue kalah dalam permainan game, terus hukumannya ya itu upload foto” jawab Aqila.


“Kenapa harus foto tuh cowok sih? Kenapa buka gue aja” tanya lagi Fauzan.


“Emang orangnya harus dia, emang kenapa?” tanya balik Aqila.


“Ya gak papa, lagian tuh cowok siapanya lo sih pake harus di upload segala, kan tuh cowok juga bukan siapa-siapanya lo” jawab Fauzan.

__ADS_1


Jawaban yang di berikan Fauzan dapat membuat Aqila terdiam, kini dia menerima kenyataan pahit lagi, bahwa memang Iqbal bukan lah miliknya, sudah di beri peringatan berapa kali oleh orang yang berbeda.


Okeh Aqila, sudah ada beberapa kata yang mengatakan dia BUKAN MILIKMU, harusnya kamu sadar, ingat sadar dan jangan di ulang lagi.


“Aqila, Aqila” panggil Fauzan ketika tidak mendengar kembali suara Aqila.


“Ahh iya, kenapa?” tanya Aqila yang baru tersadar.


“Lo kenapa? Lo gak papa kan? Kok diam aja?” tanya Fauzan berturut-turut.


“Iya gak papa, eh udah ya gue cape mau bobo” ucap Aqila.


“Ohh iya, sorry gue ganggu lo, jaga diri lo baik-baik ya sampe gue balik lagi ke Jakarta” balas Fauzan.


“Iya, assalamualaikum” salam Aqila dan mematikan secara sepihak.


Aqila menghela nafas pelan, dan meletakan ponselnya di nakas, Aqila kembali membaringkan tubuhnya dan memandang langit-langit kamarnya.


“Huhh, ucapan doang yang keluar dari mulu lo Aqilah, pembuktian lo gak ada” gumam Aqila untuk dirinya sendiri sebelum kembali memejamkan mata.


***


“Apaan sih, ini punya gue ya” ucap seorang gadis kesal dan mengambil piring berisi mie goreng yang ada di tangan si pria.


“Gak ini punya saya” balas si pria dan kembali mengambilnya


“Gak, apaan sih, lo kalau mau tuh bikin sendiri bisakan, punya tangan punya kaki, masa bikin mie goreng doang gak bisa” omel si gadis dan kembali mengambilnya.


“Bisa, tapi saya sudah sangat lapar, jadi kamu bikin lagi saja dan ini punya saya” sautnya dan kembali mengambil.


“Enak aja, tadi lo kan udah makan banyak, lah gue mah dikit” bantah si gadis tak terima.


“Tadi porsi makan kita sama” balas si pria ketus dan mulai memakan mie goreng.


“Sialan lo, itu punya gue” teriak si gadis dan mengambil mie goreng miliknya dan tak lupa memotong mie yang masih tersangkut di bibir si pria.


“Gak sopan kayak gitu, apalagi ke suami” ucapnya menatap datar.


“Biarin, sejak kapan lo jadi suami gue?” tanya si gadis dan memakan mie goreng miliknya.


“Tidak baik jika istri tidak menganggap suami, itu dosa, sekarang kamu pilih surga atau neraka?” tanyanya dingin.


Si gadis menatap si pria yang menatapnya dengan tatapan dinginnya, dia menelan ludahnya susah payah, “Ihh nih, makan tuh mie gorengnya, dasar ancaman doang yang bisa di pakenya” omelnya dan memberikan mie goreng kepada si pria.


Si pria tersenyum kemenangan, “Nah gitu dong, ini namanya istri yang baik kepada suami dan akan mendapatkan syurga Firdaus, aamiin” ucap si pria mengaminkan do'anya sendiri, dan tersenyum lalu kembali makan.


Si gadis mendengus kesal, “Mending beli mie bakso, lebih enak dan banyak, bye... Jangan lupa cuci piringnya” cerewet nya dan pergi dengan menghentak-hentakan kakinya kesal.


Si pria menatap kepergiannya, “Biarin aja, yang jualannya juga balik kampung baru kemarin, paling sebentar lagi pulang dan ngomel gak jelas. Sebelum dia pulang harus cepat habis nih terus tidur” ucapnya panjang di iringi dengan kekehan dan kembali makan dengan tergesa-gesa.


......**To Be Continued.... ......


...***...

__ADS_1


...Wahhh ternyata selain Aqila yang sadar diri, kita juga harus sadar diri guys ingat si doi bukan tentu milik kita. Dan siapa ya si pengirim pesan misterius itu? Dan siapa juga pasangan suami istri yang berdebat terus? Penasaran? Saksikan terus kelanjutan ceritanya... ...


...Terimakasih sudah berakhir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye**..... ...


__ADS_2